Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Penolakan Chessy


__ADS_3

Amar yang baru saja terbangun dari tidurnya merasakan tubuhnya kaku dan sakit semua


Dengan gerakan perlahan Amar beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan dengan gontai menuju kamar mandi


" Ishh.." Desisnya merasakan perih di sudut bibir dan juga wajahnya yang masih membiru saat terkena air


Hari ini Amar memilih berdiam diri di apartemennya karena untuk pergi ke kantor rasanya tidak memungkinkan dengan wajahnya yang penuh dengan luka lebam


" Roy kau hendle semua pekerjaan ku di kantor dan kirim berkas-berkas penting yang harus aku tandatangani ke apartemen ku !" titah Amar pada Roy melalui sambungan telpon


Setelah selesai menelpon Roy, Amar memilih membuat sarapan untuk dirinya sendiri, meskipun tubuhnya masih terasa sakit tapi dia lebih suka makan masakannya sendiri di bandingkan pesan makanan online kecuali jika memang dia sangat sibuk dan tidak memungkinkan untuk memasak


Selesai sarapan Amar menuju ruang kerja lalu membuka laptopnya


Amar mengecek pekerjaannya melalui laptopnya setelah tadi Roy memberitahu dirinya kalau asistennya itu sudah mengirimkan beberapa pekerjaannya melalui email


Ketika Amar sedang sibuk di depan layar laptopnya tiba-tiba ia mendengar suara bel apartemennya berbunyi, dengan langkah gotai kakinya melangkah menuju pintu


Ceklek


" Hai Amar!" ucap seseorang yang sudah berdiri di ambang pintu apartemen Amar seraya menyunggingkan senyumnya


Amar memutar bola matanya malas saat melihat siapa tamu yang sudah menggangu waktunya


"Ada perlu apa kau kesini?" tanya Amar dengan nada malas


" Ya ampun Amar wajah kamu kenapa?" bukan menjawab pertanyaan Amar wanita yang bertandang ke apartemen Amar itu malah balik bertanya setelah melihat kondisi wajah Amar


" Tidak kenapa-napa" jawab Amar dingin seraya menepis tangan wanita yang ada dihadapannya itu yang terjulur hendak menyentuh wajahnya


" Tidak kenapa-kenapa bagaimana, muka kamu lebam begitu, siapa sih yang sudah berani membuat wajah tampanmu sampai seperti ini!" Amar menghindar ketika tangan wanita itu kembali terulur ingin kembali menyentuh wajahnya


" Jaga sikap mu!" tegas Amar


" Jika tidak ada hal penting sebaiknya kau pulang saja, aku sedang sibuk!" Pungkasnya lagi


" Amar kenapa sih kamu bersikap dingin begitu sama aku ?" wanita itu mendengus kesal karena sikap Amar yang dingin dan tidak bersahabat


" Aku tuh tadi sudah capek-capek datang ke kantor kamu tapi kata asisten kamu kalau hari ini kamu enggak datang ke kantor jadi yaudah aku datang kesini aja untuk memastikan keadaan kamu dan sepertinya kamu dalam keadaan tidak baik-baik saja!" tuturnya lagi


" Kau sudah tahu kondisi aku kan, jadi sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini, aku masih ada pekerjaan jadi jangan ganggu aku!" tekan Amar


Wanita itu menghentakkan kakinya kesal dengan sikap arogan Amar, merasa sudah capek-capek datang tapi malah di usir begitu saja, dipersilahkan masuk saja tidak tapi sudah di suruh pergi.


Merasa tidak ada yang penting Amar tanpa perasaan menutup pintu begitu saja


Wanita itu jelas kesal dan mengepalkan tangannya kuat


" Hari ini kau boleh mengusir ku Amar tapi lihat saja nanti kau sendiri yang mengemis meminta ku untuk datang padamu" ucap wanita itu dalam hati dengan senyum menyeringai


Dengan membawa amarah dan rasa kecewanya, wanita itu pun pergi meninggalkan apartemen Amar

__ADS_1


Sementara di tempat lain mommy Naura tengah sibuk mempersiapkan baju untuk acara pernikahan sang putra yang akan di selenggarakan besok pagi di rumah sakit tentunya karena keadaan Chessy yang belum begitu stabil


Sedangkan dad Mahendra sibuk menyiapkan berkas-berkas Amar dan juga Chessy yang sudah ia dapatkan dari bunda Tia ke kantor urusan agama


Tentu saja dad Mahendra tidak turun tangan langsung, pria paruh baya itu menyuruh asisten pribadinya untuk mengurus semua segala persiapan dalam acara pernikahan Amar dan Chessy.


Amar sendiri tidak bisa mengurusnya secara langsung karena selain lukanya yang masih terasa sakit ia juga harus mengurus semua pekerjaan kantornya karena setelah menikah nanti pria itu akan mengambilnya cuti beberapa hari bukan untuk honeymoon tapi untuk bisa lebih fokus lagi untuk menyelesaikan masalah keluarganya terutama pada Chessy dan Amilia


____


Dan di tempat yang berbeda tepatnya di sebuah ruangan RS seorang gadis tengah menitikkan air matanya setelah mendengar penuturan ayahnya yang memberitahukan tentang rencana pernikahan dirinya dengan laki-laki yang sudah merenggut kehormatannya


" Chessy tidak mau menikah dengan laki-laki itu ayah... bunda.., tolong jangan paksa Chessy!" mohon Chessy seraya menitikkan air matanya


" Tapi ini satu-satunya jalan terbaik untuk kamu nak" ucap Ayah Chandra


" Terbaik bagaimana ayah, dia laki-laki ba**ngan yang sudah menghancurkan masa depan Chessy!" dengan berderai air mata gadis itu kembali menolak


Ayah Chandra tau bagaimana keadaan putrinya pasti rasa takut itu masih begitu kuat menghantui dirinya, lalu dengan perlahan ayah Chandra pun menceritakan tentang kejadian yang sebenarnya terjadi pada Chessy dan Amar pada malam itu , sesuai dengan apa yang ia dengar sendiri dari Amar dan juga calon besannya yaitu mommy Naura dan juga dad Mahendra


Chessy tentu saja tidak bisa percaya begitu saja tanpa ada bukti yang terkait, walaupun Amar sudah mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf serta mau bertanggung jawab tetap saja hati sulit untuk menerima, rasa takut itu masih sangat jelas menyiksa


" Tapi tidak semudah itu ayah, Chessy tidak bisa menerima laki-laki itu sebagai suami Chessy" tekan Chessy


" Chessy tidak mau menikah dengan orang yang tidak Chessy cintai ayah" tambahnya lagi


Ayah Chandra menarik napas dalam-dalam setelah itu menghembuskannya dengan kasar


Chessy terdiam, apa yang dikatakan ayahnya memang ada benarnya, belum tentu ada laki-laki yang mau menerima dirinya yang sudah tidak suci lagi


" Pikirkan dan pertimbangkan baik-baik" ucap ayah Chandra


" Bunda tau ini adalah keputusan yang berat untuk kamu tapi sebaiknya kamu pikirkan dan kamu pertimbangkan lagi keputusan kamu itu nak, jangan sampai membuat kamu menyesalinya" tutur bunda


" Kamu sendiri sudah tau dengan baik bagaimana keluarga nak Amar terutama Amilia sahabat kamu itu jadi apa salahnya jika kamu menerima lamarannya ya menurut ibu sih nak Amar juga termasuk orang yang baik tidak sepenuhnya bersalah, dengan dia berani mengakui kesalahannya saja sedikit membuktikan kalau dia orang yang bisa bertanggung jawab" tambahnya lagi


" Bunda belum mengenalnya tapi kenapa bunda bisa dengan mudahnya percaya pada laki-laki bere**sek macam dia?" kesal Chessy karena ayah dan bundanya dengan mudahnya percaya begitu saja pada Amar


" Bisa saja dia melakukan itu karena ada maksud lain, dia itu pengusaha dan bisa saja dia melakukan itu demi menjaga reputasinya" Chessy tidak mau percaya begitu saja dengan niat Amar yang ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya itu


" Chessy pokoknya tidak mau menikah dengan laki-laki itu bunda, Chessy_!" tiba-tiba Chessy di landa rasa pusing yang teramat sangat penglihatannya seperti berputar-putar


" Akh...!" Chessy memegang kepalanya membuat bunda seketika panik melihat keadaannya begitu juga ayah Chandra yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampirinya


" Sayang kamu kenapa?" tanya bunda memegangi lengan Chessy


" Kepala Chessy pusing banget bun!"


" Yaudah ayah panggilin dokter dulu!" ucap ayah Chandra lalu berjalan keluar ruangan


" Uwekk.... uwekk.."

__ADS_1


" Kamu mual? mau muntah?" tanya bunda dan Chessy mengangguk


" Yaudah yuk bunda bantu ke kamar mandi?" Chessy menggeleng ia malah merebahkan tubuhnya di kasur


" Chessy pusing banget bun, rasanya semua tuh terlihat berputar-putar" terang Chessy


" Eummm...!" Chessy dengan cepat membekap mulutnya sendiri saat rasa mual itu muncul kembali


Bunda yang melihat Chessy hendak muntah dengan cepat menyambar kantong plastik yang ada di atas nakas dan mengeluarkan semua isinya


" Pakai ini saja!" bunda Chessy menyodorkan kantong plastik yang ada di tangannya ke depan mulut Chessy


Chessy langsung mengeluarkan isi perutnya yang sejak tadi sudah bergejolak meminta di keluarkan


" Uwekk.... Uwek..." Dengan telaten bunda memijat tengkuk leher Chessy


" Bagaimana?" tanya bunda


" Sudah mendingan bun" jawab Chessy dengan wajah yang terlihat sedikit pucat


Ceklek


Pintu terbuka dan terlihat ayah Chandra menyembul dari balik pintu bersama seorang dokter


Dokter yang bernama Dinda itu pun langsung memeriksa keadaan Chessy


" Bagaimana dokter?" tanya bunda setelah selesai melakukan pemeriksaan


" Sepertinya Chessy harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut ke dokter obgyn" terang dokter Dinda


" Maksud dokter?" ayah Chandra tidak mengerti maksud dokter Dinda


" Saya hanya memperkirakan saja tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya Chessy di periksakan lebih lanjut ke dokter kandungan" terang dokter Dinda


" Maksud dokter anak saya hamil begitu?" Ayah Chandra syok mendengarnya begitu juga dengan bunda


Chessy yang mendengar kata hamil seketika membeku di tempat, rasanya bagaikan disambar petir di siang bolong


" Ha...hamil?" Beo nya


" Iya, kemungkinan besar dari hasil pemeriksaan saya saat ini Chessy dalam keadaan hamil tapi untuk memastikannya lagi sebaiknya di periksakan lebih lanjut pada dokter kandungan" sahut dokter Dinda menjelaskan keadaan Chessy setelah melakukan pemeriksaan


Setelah selesai melakukan pemeriksaan dokter Dinda pun pamit pergi


" Tidak, itu tidak benar kan bun? Chessy enggak mungkin hamil kan bun?" Chessy nampak terguncang saat mendengar kalau dirinya dinyatakan hamil


" Itu belum tentu benar sayang, kamu tenangkan dulu ya diri kamu!" ucap bunda seraya menenangkan putrinya


" Sebaiknya kita periksakan ke dokter kandungan!" ucap ayah Chandra terdengar tegas


Jika benar putrinya itu hamil maka Chessy sudah tidak bisa menolak lagi, mau tidak mau gadis itu harus bersedia menikah dengan Amar

__ADS_1


__ADS_2