Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Berita yang menggemparkan


__ADS_3

Amar mengeraskan rahangnya setelah membaca pesan singkat dari Amilia, dirinya tidak menyangka kalau di sekolah tempat isteri kecilnya menimba ilmu tengah santer berita tentang kehamilan sang isteri, Amar jelas murka karena dia tahu siapa dalang dibalik semua berita yang telah tersebar itu dan dengan cepat Amar pun langsung menghubungi sang asisten Roy dan juga dad Mahendra


Bukannya Amar tidak mau menyelesaikan masalah yang tengah menyangkut nama baik sang isteri tapi untuk saat ini keberadaannya di sisi Chessy justru lebih penting karena dia tidak mau kecolongan dan Chessy mengetahui tentang berita yang tengah heboh di sekolahnya mengenai dirinya


" Kak.. kak Amar!" panggil Chessy sambil celingak-celinguk mencari ponselnya yang ia yakini tadi dia letakkan di atas nakas


" Ada apa sayang?" tanya Amar yang baru saja muncul dari arah balkon kamarnya, berjalan santai menghampiri bidadari hatinya


" Kakak lihat ponsel aku enggak?" tanya Chessy


" Tadi perasaan aku letakkan di sini!" lanjutnya sambil mencari-cari keberadaan ponsel miliknya


" Kamu itu sebaiknya istirahat aja sayang dan stop dulu main ponselnya!" ujar Amar seraya merangkul bahu Chessy dan menggiringnya ke arah tempat tidur lalu mendudukkannya di tepi kasur


" Tapi aku butuh ponselku kak, aku kan mau chatingan dengan teman-teman aku" rajuknya seperti anak kecil yang kehilangan boneka kesayangannya


" Chatingan?" Chessy mengangguk dan Amar tersenyum lembut padanya


" Kan sekarang teman-teman kamu sedang belajar sayang, bagaimana kalian bisa chattingan?" pungkas Amar


Chessy terdiam dan berpikir sejenak, benar juga apa yang dikatakan sang suami


" Sekarang sebaiknya kamu istirahat aja ya dan lupakan dulu soal chattingan mu itu!" pinta Amar membuat Chessy mengerucutkan bibirnya


" Tapi kak bagaimana dengan ponselku?" Chessy memasang wajah memelas


" Ponselmu ada sama kakak, nanti kalau kamu sudah benar-benar pulih baru kakak kembalikan" sahut Amar


Chessy membulatkan matanya, ternyata dari tadi putar puter mencari ponselnya yang dikira hilang ternyata ada pada suaminya


" Kakak ih nyebelin banget, kenapa enggak bilang dari tadi sih kalau ponsel aku tuh ada sama kakak" kesal Chessy karena sejak tadi mencari ponselnya ternyata diam-diam disembunyikan Amar


" Iya maafin kakak sayang, kakak melakukan ini demi kebaikan dan juga kesehatan kalian berdua" sahut Amar lembut sambil mengusap perut Chessy yang sudah nampak menonjol


" Tapi kan kak aku_"


Amar langsung memotong ucapan Chessy " Iya kakak tahu kamu pasti bosan kan tanpa benda itu?" Chessy mengangguk dengan memasang wajah lucu


" Kamu tidak akan bosan sayang tanpa benda itu karena ada kakak yang akan selalu menemani kamu, hem!" ucap Amar lembut


" Jika kamu merasa bosan kita bisa jalan-jalan keluar!" lanjutnya lagi


" Serius kak?" Amar mengangguk sebagai jawaban


" Tapi kan kakak harus bekerja"


Amar mengacak rambut Chessy gemas " Kakak udah izin tidak masuk kantor hari ini dan mengerjakan pekerjaan kakak di rumah saja!" terang Amar


" Apa boleh seperti itu?" tanya Chessy dengan polosnya


" Siapa yang berani melarang? kakak pemilik perusahaannya" ucap Amar jumawa


" Cih, sombong!" ucap Chessy dan Amar langsung tergelak mendengar ucapan isteri kecilnya itu

__ADS_1


" Bukan sombong sayang tapi memang fakta"


" Iya.. iya terserah kakak aja deh, yang terpenting kemana kita akan jalan-jalan?"


" Kita akan jalan-jalan sekitar rumah saja ya?"


Sontak saja ucapan Amar membuat Chessy mencibikkan bibirnya


" Kalau cuma sekitar rumah sih sama aja bohong" kesal Chessy


Amar sontak kembali tergelak mendengar keluhan Chessy apalagi dengan wajahnya yang dibuat selucu dan semenggemaskan itu


" Ya ampun sayang kalau tidak kuat iman sudah kakak terkam kamu dek!" celetuk Amar yang sontak hal itu langsung membuat Chessy melotot tajam


" Biasa aja dong sayang ngeliatinnya, kakak masih waras enggak mungkin menerkam isteri yang baru pulang dari rumah sakit!" ungkapnya walaupun sebenarnya udah enggak tahan juga


" Kak ponselku!" rajuk Chessy yang kembali teringat dengan benda pipih kesayangannya itu


" Sayang untuk sementara jangan main ponsel dulu ya, ini demi kebaikan kamu dan juga calon anak kita loh sayang!" ungkapnya berusaha untuk memberi pengertian pada Chessy


Chessy tidak menanggapi ucapan Amar ia malah memasang wajah cemberut lalu merangkak naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya dengan memunggungi Amar yang masih duduk di tepi kasur


" Sayang!" panggil Amar namun Chessy bergeming dengan mode ngambeknya


Amar menghela nafas kasar ia tahu isteri kecilnya pasti bosan tanpa benda pipih yang selalu menemaninya setiap hari apalagi ketika sang suami sedang tidak ada di rumah cuma benda itu yang menjadi penghiburnya tapi mau bagaimana lagi ini terpaksa harus ia lakukan karena Amar tidak mau kalau sampai isterinya melihat berita yang tengah heboh di medsos dan grup sekolahnya


" Maafkan kakak ya sayang!" ucap Amar setelah melihat Chessy yang ternyata sudah terlelap


" Bun .. mom..!" sapa Amar yang sudah di taman belakang rumah bunda tempat dimana bunda dan mommy Naura berada


Amar lalu mendudukkan dirinya di atas potongan kayu besar yang dijadikan sebagai bangku


" Chessy mana?" tanya mommy Naura karena tidak melihat Amar datang bersama Chessy


" Tidur!" jawab Amar singkat


" Apa kamu sudah mengamankan ponselnya?" tanya mommy lagi


Amar mengangguk " Sudah mom dan Chessy nya ngambek marah sama Amar!" jawabnya membuat bunda yang tidak mengerti dengan pembicaraan menantu dan besannya itu mengerutkan keningnya


" Chessy marah sama kamu nak Amar?" tanya bunda yang merasa kebingungan


" Iya bunda, maafin Amar ya bun!" ucapnya


" Sebenarnya ada apa ini? kenapa Chessy bisa sampai marah sama kamu dan kenapa juga kamu harus mengamankan ponsel miliknya?" cecar bunda yang merasa bingung dengan pembicaraan keduanya


Amar menghela napas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan mertuanya


" Maaf bunda, Amar terpaksa melakukan ini demi kebaikan Chessy sendiri bun" sahut Amar lalu menceritakan semuanya kepada bunda Tia tentang apa yang tengah terjadi di sekolah tempat Chessy menempuh pendidikannya


Bunda sempat syok setelah mendengar penjelasan dari Amar tapi mommy Naura dengan cepat menenangkan hati besannya itu dia meyakinkan bunda Tia kalau semua akan baik-baik saja apalagi jika dad Mahendra sudah bertindak , Semua pasti akan berjalan dengan baik


Bunda Tia pun sedikit merasa lega setelah mommy Naura meyakinkan dirinya

__ADS_1


Ketika mereka sedang berbincang tiba-tiba ponsel bunda berdering dan tertera nama ayah Chandra


" Ayah kamu nelpon" ucap bunda


" Angkat Bun!" titah Amar


Bunda pun langsung menggeser layar ponselnya yang berlogo warna hijau


" Hallo, assalamualaikum ayah!"


" Wa'alaikum salam"


" Bun bagaimana keadaan di rumah? Chessy bagaimana keadaannya bun?"


Terdengar suara ayah Chandra yang sedikit panik dan sangat mengkhawatirkan keadaan putri kesayangannya


" Baik yah, Chessy sedang tidur. Ada apa memangnya yah?"


" Syukurlah" terdengar ayah Chandra bernapas lega


" Apa Chessy sudah tahu tentang masalah yang terjadi di sekolahnya Bun?"


" Belum yah, nak Amar sudah lebih dulu mengamankan ponsel putri kita dan sekarang anak itu sedang tidur karena merajuk dengan Amar"


" Biarkan saja bun, asalkan putri kita tidak mendengar berita tersebut"


" Iya yah"


" Ya sudah jaga putri dan calon cucu kita ya bun, ayah harus datang ke sekolah Chessy sekarang pak Mahendra sudah menunggu ayah di sana!"


" Iya yah, hati-hati ya yah kalau bisa selesaikan dengan baik-baik "


" Iya"


Sambungan telpon pun terputus setelah keduanya mengucapkan salam


" Ayah menanyakan keadaan Chessy" ucap bunda


" Apa ayah sudah tahu Bun?"


" Iya sudah, sekarang ayah mau pergi ke sana menyusul Daddy kamu untuk menyelesaikan masalah tersebut" terang bunda


Amar dan mommy Naura mengangguk paham


Sementara di sekolah Tunas Bangsa tengah terjadi ketegangan, semua siswa dan siswi di kumpulkan di lapangan sekolah


Berita tentang penculikan Chessy dan pelakunya teman sekelasnya sendiri yaitu Claudia tentu saja membuat seantero sekolah gempar di tambah lagi dengan rumor tentang kehamilan Chessy dan juga peristiwa pendarahan yang dialaminya semakin membuat berita tersebut semakin heboh di perbincangkan


Banyak yang berspekulasi kalau Chessy hamil di luar nikah dan menjadi sugar daddy, apalagi mereka sering melihat Chessy yang diatar jemput dengan mobil yang terbilang mewah, ditambah lagi berita tentang Claudia yang merasa marah karena Chessy sudah merebut Alex darinya dan ada juga yang mengatakan kalau Chessy merebut kekasih Claudia yang bernama Jero Anderson


Banyak spekulasi yang bermunculan tentang berita miring Chessy dan hal itu tentu saja memancing kemarahan dad Mahendra yang sangat menyayangi menantunya apalagi pria paruh baya itu tidak mau sampai berita yang beredar membuat menantunya syok dan stres akibat berita yang beredar tersebut


Dengan tegas dad Mahendra meminta pihak sekolah untuk meredam berita yang beredar sebelum berita tersebut beredar keluar sekolah karena jika sampai itu terjadi maka nama sekolah tersebut akan menjadi taruhannya

__ADS_1


__ADS_2