Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Sikap Amilia


__ADS_3

Hari berganti dan bulan berlalu tanpa terasa usia kehamilan Chessy kini sudah memasuki bulan ke empat dan Chessy pun sudah tidak tinggal di rumah kedua orangtuanya karena Amar mengajaknya untuk pindah dan tinggal di apartemen miliknya


Tubuh Chessy yang kecil kini nampak lebih berisi tapi karena gadis itu memakai pakaian yang sedikit longgar membuat kehamilannya yang memang terbilang kecil tidak begitu terlihat


Hanya satu kendala yang harus gadis itu hadapi, ya setiap jam olahraga gadis itu selalu berusaha mencari alasan agar tidak mengikuti kegiatan olahraga yang terbilang ekstrim untuk kehamilannya


Beruntung kepala sekolah sudah mengetahui kondisi Chessy dari Amar yang hampir setiap hari selalu menghubunginya meminta pengawasan khusus terhadap isteri kecilnya itu sehingga ia bisa melewati jam olahraga dengan aman


Tapi tidak sedikit siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa terutama yang satu kelas dengan Chessy merasa heran dengan gadis itu pasalnya Chessy cukup jarang ikut jam pelajaran olahraga kecuali jika sang guru hanya memberi pelajaran materi saja


Dan hal itu tentu membuat Claudia yang juga merasa penasaran begitu antusias ingin mencari tahu tentang kondisi Chessy yang selalu absen di setiap pelajaran olahraga raga


Sementara Alex yang selalu gagal mendekati Chessy lebih memilih menyerah karena Amilia sudah seperti bodyguard Chessy yang bisa dibilang sudah seperti prangko dengan Chessy, kemanapun Chessy pergi pasti ada Amilia membuat pemuda itu selalu menelan pil pahit saat ingin mendekati Chessy apalagi Chessy sendiri pun juga tidak pernah merespon dirinya


Bahkan hampir setiap kali bertemu dengan Amilia pemuda itu selalu adu mulut dan hal itu membuat Chessy, Dea dan Nila hanya bisa geleng-geleng kepala melihat reaksi keduanya yang sudah seperti Tom dan Jerry


Sementara Claudia yang menaruh hati pada Alex dan tahu kalau pemuda itu sudah tidak berusaha mendekati Chessy lagi pun merasa senang karena merasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan cintanya Alex bahkan gadis itu sampai melupakan statusnya yang merupakan kekasih dari Jero Anderson pria dewasa yang tidak lain teman kuliah dari Malika kakaknya Claudia sendiri


🤎


" Mil, Dea... apa ada yang aneh ya sama gue atau perut gue udah ketara ya ?" tanya Chessy berbisik yang merasa risih saat berjalan di koridor sekolah menuju kantin beberapa murid yang berpapasan dengannya menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan


" Enggak terlalu sih, badan loe kan kecil jadi enggak begitu kelihatan mungkin mereka iri aja kali melihat wajah loe yang semakin hari semakin cantik" sahut Dea


" Apaan sih Dea, cantik dari mana coba ketemu bedak aja sekenanya" ucap Chessy


" Justru itu, aura kecantikan loe keluar sendiri secara natural jadi enggak perlu dempulan tebel muka loe udah cantik alami enggak kayak si Claudia pakai bedak ngalahin acian tembok rumah gue" kelakar Dea membuat mereka tertawa


" Bisa aja loe Dea" Chessy tertawa

__ADS_1


Setibanya di kantin lagi-lagi Chessy menjadi pusat perhatian apalagi ada beberapa siswa yang mencoba untuk mendekati dan merayunya dengan menawarkan makanan yang biasa Chessy pesan di kantin tersebut


" Kalian pada mau ngapain sih, ganggu aja deh!" kesal Amilia ketika ada dua orang siswa menawarkan Chessy minuman yang baru saja mereka beli


" Loe kenapa sih Mi ikut campur mulu heran gue? emangnya loe itu siapanya Chessy sih gaya bak bodyguardnya aja loe!" ucap salah satu siswa yang bernama Galah yang tidak lain teman satu kelas dengan Alex


" Tau loe Mi artis bukan model bukan tapi gaya loe udah kayak superstar aja sok nyari perhatian loe!" ucap temannya Galah ikut menimpali


" Lah terserah gue dong, gue enggak pernah tuh merasa bak superstar atau apalah itu yang ada di otak dangkal loe itu, yang jelas Chessy itu sahabat baik gue dan udah gue anggap seperti keluarga gue sendiri jadi apa salahnya kalau gue berusaha menjaga dia dari cowok-cowok macam kalian playboy cap tokek!" sarkas Amilia membuat kedua pemuda tersebut mendengus kesal lalu pergi begitu saja merasa geram dengan sikap Amilia


Selesai makan di kantin Chessy, Amilia, Dea dan juga Nila kembali ke kelas namun belum sampai di kelas langkah mereka tiba-tiba di hadang oleh Claudia dan teman-temannya


" Mau apa loe, minggir!" Sentak Amilia namun Claudia dan teman-temannya bergeming, mereka tidak peduli dengan ucapan Amilia yang sudah menampakkan wajah garangnya


" Loe tuli atau apa sih, gue suruh minggir juga!" teriak Amilia kesal karena Claudia dan teman-temannya tidak mengindahkan ucapannya


" Udah deh Amilia enggak usah banyak omong deh loe, gue itu cuma ada urusan sama Chessy jadi mending loe pergi aja gih sana!" ucap


Amilia melipat tangannya di dada lalu tersenyum miring


" Urusan Chessy adalah urusan gue juga, ngerti loe!" ucap Amilia menatap Claudia tak kalah sinis


" Kalau loe berani mencari gara-gara dengan Chessy maka gue ingatkan loe semua agar berhati-hati, karena urusan Chessy kini akan menjadi urusan gue Amilia dan loe semua tahukan itu artinya apa?" tanya Amilia dengan angkuhnya


" Loe ngancam?" Claudia meledek


" Gue enggak Ngancam hanya akan bertindak kalau loe..loe.. pada berani macam-macam dengan Chessy!" tekan Amilia


" Dasar pengecut, beraninya bersembunyi di balik ketiak Amilia. memanfaatkan persahabatan yang sebenarnya hanya demi mencari keuntungan untuk kepentingan sendiri!"ucap Claudia sinis pada Chessy

__ADS_1


Chessy tersenyum miring lalu menatap Claudia dengan tatapan yang sulit diartikan


" Lalu apa urusannya dengan loe? mau gue memanfaatkan Amilia atau enggak pun bukan urusan loe, emangnya loe siapanya Amilia?" Cecar Chessy membuat Claudia terdiam


" Benar apa yang dikatakan Chessy, memangnya apa urusan loe sama gue? mau Chessy memanfaatkan gue atau enggak pun enggak ada urusannya sama loe!" ucap Amilia ikut menimpali ucapan Chessy


Amilia lalu dengan kasar mendorong bahu Claudia dan teman-temannya yang menghalangi jalannya


Langkah tegas Amilia melewati Claudia dan teman-temannya pun diikuti oleh Chessy, Dea dan Nila yang mengekor di belakangnya


Amilia menggerutu sepanjang koridor menuju kelas menahan emosinya yang hendak meledak bahkan gadis itupun berjalan tanpa memperhatikan jalannya dan langkahnya yang panjang sampai tidak sadar kalau dia sudah meninggalkan ketiga sahabatnya yang tertinggal di belakang


Dan karena tidak hati-hati Amilia yang tidak memperhatikan jalan tanpa sengaja malah menubruk seseorang hingga keduanya terjatuh bersamaan


" Awwsss... sial!" umpat Amilia mengumpat sambil beranjak berdiri dan menepuk-nepuk lengannya yang terasa sedikit nyeri karena mencium lantai


" Kalau jalan pakai mat_!" ucapan Amilia terhenti ketika melihat sosok laki-laki yang ada dihadapannya


" Loe_?" beonya menatap sosok laki-laki tampan yang tengah berdiri di hadapannya


" Hai, apa kabar?" sapa laki-laki yang kini sudah berdiri di hadapannya sambil mengulas senyum diwajahnya


" Sorry ya gue enggak hati-hati tadi!" ucapnya lagi


Amilia yang sempat melamun pun langsung terkesiap setelah mendengar suara laki-laki tersebut


" Ah? iya enggak apa-apa, gue juga salah kok tadi kurang hati-hati jadi enggak merhatiin jalan" ucap Amilia sedikit gugup dan salah tingkah


" Gue duluan ya kak!" ucapnya lagi lalu berlalu begitu saja

__ADS_1


Chessy, Dea dan Nila sedikit terkejut ketika melihat pria yang tadi bersama Amilia


" Bukannya itu_?"


__ADS_2