Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Tamu tak diundang


__ADS_3

" Loe kenapa Chess!" sebuah tepukan mendarat di bahu Chessy membuat gadis itu terperanjat dari lamunannya


" Eh?" Chessy menoleh lalu tersenyum " Gue enggak kenapa-kenapa, emangnya kenapa?" balik tanya Chessy yang kini sedang duduk di bangku kayu yang ada di halaman belakang mansion keluarga Mahendra


Hari ini Amar menjemput Chessy tapi kali ini ia membawanya pulang ke rumah kedua orang tuanya dan itupun atas paksaan sang mommy yang ingin menantunya tinggal di mansion nya


Awalnya Amar menolak karena takut tiba-tiba Opanya datang dan membuat keributan lagi jika melihat Chessy di rumah besar itu dan tentu saja Amar juga tidak mau membuat isteri kecilnya sakit hati karena ulah opanya


Tapi karena mommy sudah berjanji tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi dan mommy yang akan menghadapi Opanya jika tiba-tiba datang maka dengan berat hati Amar pun tidak bisa menolak keinginan mommy nya itu


" Kenapa loe sore-sore begini malah ngelamun? enggak baik bumil itu ngelamun" oceh Amilia


Chessy tersenyum lalu detik berikutnya ia menampilkan wajah serius


" Mil!" panggilnya


" Apa?" tanya Amilia


Chessy memeringkan duduknya menghadap Amilia yang duduk di sampingnya


" Loe pernah bilangkan loe itu merasa curiga sama Claudia?"


" Iya, emangnya kenapa?" Amilia mengangguk dan balik bertanya


" Tadi disekolah dia ngatain gue wanita ****** dan yang cukup membuat gue merasa aneh dia membahas kejadian malam itu" tutur Chessy


Amilia mendengar cerita Chessy mengepalkan tangannya " Gue juga udah curiga dari awal dan Kak Denis gue yakin dia juga sama terlibat dengan kejadian malam itu, pasti mereka yang merencanakan semuanya dan membuat kita malam itu terpencar" tutur Amilia


" Gue akan menyelidiki ini semua " lanjutnya


" Oiya, dia juga bilang kalau kak Amar dan kakaknya memiliki hubungan dan Claudia bilang mereka juga akan segera menikah" tutur Chessy


" Maksud loe kak Malika?"


Chessy mengangguk " Iya, dan Claudia menyuruh gue untuk menjauhi kak Amar" sahutnya


" Gue rasa tuh kakak beradik bermasalah"


Chessy mengerutkan keningnya mendengar ucapan yang terlontar dari Amilia


" Bermasalah bagaimana maksud loe?" tanya Cheesy


" Ya bermasalah otaknya" Sahut Amilia


" Gue yakin Claudia dan Kakaknya pasti sudah bekerja sama melakukan penjebakan itu, dan gue yakin yang kak Amar alami itu sebenarnya sudah berada di dalam rencana mereka karena setahu gue kak Malika memang sudah dari dulu suka sama kak Amar tapi kayaknya rencana mereka gagal karena justru kalian yang berada dalam penjebakan itu" tutur Amilia


" Jadi maksud loe Claudia tahu gitu kalau gue sama kak Amar_?" Chessy menjeda ucapannya


" Gue rasa enggak, dia pasti berpikir rencananya itu berhasil dan loe melakukan satu malam dengan orang suruhannya tapi tanpa disangka-sangka loe malah dengan kak Amar" jawab Amilia


Chessy mengerutkan keningnya "Bagaimana loe bisa berpikir sampai ke arah situ?"


Chessy nampak ragu, bagaimana Amilia bisa kepikiran ke arah sana dan begitu yakin kalau Claudia tidak mengetahui siapa yang sudah menghabiskan satu malam dengannya


" Kalau dia tahu loe dan kak Amar yang berada di dalam satu kamar gue yakin dia enggak akan tinggal diam gitu aja dan kakaknya sudah pasti datang ke rumah meminta pertanggungjawaban kepada kak Amar" tutur Amilia menjelaskan


Chessy mengangguk " Buktinya sampai saat ini kakaknya enggak muncul ke hadapan kak Amar kan?" ucap Amilia lagi


" Iya" ucap Chessy


Dan tanpa mereka duga ternyata apa yang baru saja mereka bicarakan tengah berada di ruang tamu, seorang wanita datang bersama kedua orang tuanya ke mansion tersebut


" Langsung saja bicara pada intinya!" tegas mommy Naura ketika mendengar ucapan seorang wanita paruh baya yang terdengar begitu berbelit-belit


" Maksud kedatangan kami ke kesini untuk meminta pertanggungjawaban putra anda nyonya" ucap mama sang wanita yang tidak lain adalah mamanya Malika


Mommy Naura mengernyitkan keningnya setelah mendengar ucapan mamanya Malika


" Maksud anda apa ya berbicara seperti itu?" Mommy Naura balik bertanya


Mamanya Malika nampak geram dan menatap sinis kepada mommy Naura


" Anda jangan berpura-pura tidak mengerti dengan ucapan mama saya nyonya" bukan mamanya Malika yang bicara melainkan seorang gadis yang duduk di sampingnya

__ADS_1


" Claudia sebaiknya kamu diam saja biarkan mama kamu yang bicara" ucap papanya Malika berbicara kepada putri keduanya yang tidak lain adalah Claudia


Claudia langsung diam dengan wajah memberengut sementara Malika sendiri diam saja dengan wajah yang tertunduk sambil meremas jari tangannya


" Saya rasa anda pasti sudah mengerti maksud ucapan saya nyonya" ucap mamanya Naura


" Putra anda sudah mengham_"


" Mah, sudahlah mah sebaiknya kita pulang saja!" ucap Malika yang tiba-tiba memotong ucapan mamanya


" Apa kamu sudah tidak waras Malika?" sentak mamanya


" Kak, kakak bagaimana sih kita itu datang ke sini karena ingin menemui laki-laki pengecut itu yang tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya terhadap kakak" Ucap Claudia berapi-api


" Iya Malika, jangan buat malu keluarga kamu" geram mamanya


" Kita harus paksa laki-laki yang sudah merampas kehormatan mu itu untuk segera menikahi mu sebelum perutmu itu semakin besar" tambahnya lagi


" Tapi mah_!"


" Cukup Malika, kau diam saja jangan banyak bicara semakin kamu banyak bicara semakin pusing kepala mama, dasar memalukan" bentak mamanya Malika memotong ucapan Malika membuat wanita itu langsung diam dan kembali menunduk


Mendengar perdebatan ibu dan anak itu mommy Naura memijat keningnya seraya menggeleng pelan mendengar drama satu keluarga itu


" Ada apa ini mom?" tanya Amilia yang tiba-tiba muncul bersama dengan Chessy


Amilia dan Chessy nampak mengerutkan keningnya melihat kedatangan tamu tak diundang


Sementara Claudia bola matanya hampir lompat ketika melihat keberadaan Chessy di kediaman Amilia tapi detik berikutnya gadis itu tersenyum miring seraya menatap sinis kepada Chessy


Gadis itu berencana ingin menyadarkan Chessy kalau pria yang beberapa hari nampak dekat dengannya adalah calon kakak iparnya


" Mommy juga tidak mengerti apa-apa sayang karena tiba-tiba saja mereka datang dan meminta pertanggungjawaban dari kakakmu Amar" sahut mommy Naura


" Pertanggungjawaban apa mom?" Amilia kembali bertanya


" Pertanggungjawaban kakak loe yang udah ngehamilin kakak gue" bukan mommy yang menjawab tetapi Claudia


" Hemppp!" Amilia hampir terbahak jika tidak segera ditahannya setelah mendengar jawaban dari Claudia


" Loe bilang apa barusan? kakak loe hamil dan kalian datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban dari kakak gue?" Tanya Amilia kembali menegaskan ucapan Claudia


" Iya, kakak gue hamil anak kakak loe , paham loe sekarang ?" sentak Claudia dengan percaya dirinya


Amilia langsung bertepuk tangan sambil tersenyum " Benarkah?" tanyanya dengan memincingkan mata


" Tentu saja" jawab Claudia


" Setahu gue sudah lama kak Amar tidak pernah bertemu dengan kakak loe apalagi kakak gue juga kan belum lama pulang dari Jerman, lalu kenapa tiba-tiba kalian datang dan meminta tanggung jawab dari kak Amar?"


Claudia terdiam sejenak lalu melirik kakaknya yang nampak masih menunduk


" Mereka pernah bertemu setelah kakak loe pulang dari Jerman" jawab Claudia


" Benarkah? kapan kalau gue boleh tahu?"tanya Amilia penuh selidik


" Waktu malam pesta ulang tahun gue di puncak" jawab Claudia


Deg


jantung Chessy berdegup sangat kencang, tiba-tiba bayangan kejadian malam itupun terlintas lagi dalam pikirannya


Sementara Amilia yang mendengar jawaban dari Claudia semakin yakin kalau apa yang sudah menimpa sahabat dan juga kakaknya itu tidak lepas dari tangan kedua adik kakak yang ada di hadapannya saat ini


Mommy Naura yang tidak sengaja menoleh ke arah menantunya yang masih berdiri dan terlihat wajah Chessy yang sedikit pucat, wanita paruh baya itu pun segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Chessy


" Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya mommy Naura yang begitu mengkhawatirkan keadaan menantu kesayangannya itu


" Mom_!" ucap Chessy lirih memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sedikit pusing


" Kamu kenapa sayang, pusing?" tanyanya penuh kekhawatiran dan Chessy hanya menjawab dengan anggukan kepala


" Kamu istirahat saja ya dikamar, ingat jaga kondisi kesehatan kamu sayang!" ucap mommy Naura dengan lembut

__ADS_1


Chessy mengangguk " Iya mom!" sahutnya


" Bi... bi Suroh!" panggil Mommy Naura sedikit berteriak karena posisi bibi yang berada di belakang


" I..iya nyonya ada apa?" tanya bi Suroh setelah tergopoh-gopoh datang menghampiri majikannya itu


" Tolong antar non Chessy ke kamarnya ya bi!" titah mommy Naura


" Iya nyonya, mari non saya antar" ucap bi Suroh sopan kepada Chessy


" Iya bi" sahut Chessy yang berjalan dipapah oleh bi Suroh


" Loe kenapa Chess?" tanya Amilia sebelum Chessy pergi dari ruangan tersebut


" Cuma sedikit pusing" jawab Chessy pelan


" Yaudah loe istirahat aja nanti gue nyusul sekarang gue mau menghadapi keluarga yang penuh drama ini dulu" ucap Amilia


Chessy pun mengangguk lalu kembali melanjutkan langkahnya yang dibantu oleh bi Suroh


" Eh mau kemana loe cewek enggak tau diri!" Teriak Claudia saat melihat Chessy hendak pergi


" Ehh... cewek enggak tahu diri banget loe ya udah gue peringati masih aja ya gak sadar-sadar, ngapain loe ada di rumah ini hah?" tanya Claudia yang pastinya tertuju pada Chessy


" Udah sana istirahat aja di kamar, enggak usah hiraukan ucapan ni orang stress!" ucap Amilia ketika Chessy hendak berbalik badan


Chessy menoleh ke arah mommy Naura setelah mendapat anggukan kepala dari wanita paruh baya itu Chessy pun kembali melanjutkan langkah kakinya menuju kamar sang suami tentunya dan tidak mau mendengarkan ocehan Claudia yang nantinya hanya akan memperburuk suasana hatinya


Claudia nampak geram karena ternyata keluarganya Amilia begitu bersikap baik dan perhatian terhadap musuhnya itu apalagi sikap Chessy pun semakin menantang terhadapnya


" Urusan loe dengan gue dan enggak ada kaitannya dengan Chessy ngerti loe!" ucap Amilia tegas terhadap Claudia


" Sudah... Sudah..., cukup Clau kamu jangan bertengkar lagi dengannya kita itu datang kesini karena ingin meminta tanggung jawab dari putra sulung keluarga Mahendra " ucap mamanya dengan sedikit mengejek


" Keluarga terpandang tapi anaknya sudah berbuat perbuatan yang sangat tidak terpuji, menghamili anak gadis orang dan tidak mau bertanggung jawab" ucapnya begitu sinis


Deg


Mommy Naura tentu merasa malu dan sedih setelah mendengar ucapan dari mamanya Malika, benar apa yang dikatakan oleh wanita paruh baya itu seharusnya ia merasa malu karena anaknya sudah menghamili anak gadis orang dan yang parahnya lagi gadis itu masih dibilang masih anak dibawah umur


" Mom!" panggil Amilia saat melihat mommy Naura nampak sedih


" Mommy kenapa?" tanya Amilia


" Tidak apa-apa sayang" jawab mommy Naura berbohong


" Sebaiknya urusan anda ini dibicarakan baik-baik dengan putra saya biar putra sayang sendiri yang berbicara dengan kalian, karena saya tidak bisa mengambil keputusan apapun" ucap mommy Naura kepada keluarga Malika


" Anda tidak seharusnya bicara seperti itu nyonya, sebagai orang tua anda harus mengajari putra anda untuk menjadi laki-laki yang bertanggung jawab bukan menjadi pengecut seperti itu" ucap Mama Malika dengan pedas


Amilia mengepalkan tangannya rasanya ingin menyobek mulut wanita paruh baya itu yang penuh dengan kebohongan


Mommy Naura menggeleng ketika Amilia hendak bicara " Aku sudah mendidik putra-putri ku dengan sangat baik dan jika pun anakku melakukan sebuah kesalahan aku yakin hal itu bukan terjadi karena disengaja pasti ada unsur ketidaksengajaan atau bisa dibilang diluar kesadarannya" tutur Mommy Naura


" Jadi jika anda mengatakan saya tidak mendidik putra saya anda salah besar nyonya, karena saya sudah menanamkan nilai-nilai moral dan tanggung jawab terhadap anak-anak saya" tegas mommy Naura menatap tajam kepada mamanya Malika


" Tapi mana buktinya? bahkan sampai sekarang pun tidak ada etikat baik sedikit pun putra anda datang menemui kami orang tua Malika untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu" ucap mama Malika dengan sinis


" Cukup nyonya!" ucap Amilia yang kini sudah hilang batas kesabarannya


" Amilia!" tegur mommy Naura pada sang putri


" Jangan bersikap tidak sopan sayang pada orang yang lebih tua!" pesan mommy Naura


" Maaf mom!" ucap Amilia


" Ada apa ini?" Suasana seketika hening ketika mendengar suara bariton yang tiba-tiba terdengar diiringi derap langkah kaki yang memasuki ruangan


Semua orang seketika menoleh ke arah sumber suara


" Siapa mereka mom?" tanya pria tersebut


Deg

__ADS_1


Jantung Malika berdegup sangat kencang tiba-tiba buliran bening pun membasahi kening dan juga telapak tangannya


Wanita itu semakin meremas jari tangannya dengan wajah yang semakin tertunduk


__ADS_2