
" Maaf ya nak Amilia, kelamaan nungguinnya?" ucap bunda saat masuk ke dalam ruangan Chessy di rawat
" Enggak apa-apa kok tante" jawab Amilia seraya tersenyum tipis
Bunda mengedarkan pandangannya tapi tidak melihat kedua teman Chessy yang lainnya di ruangan itu
" Kedua temanmu kemana?" tanya bunda karena tidak melihat keberadaan Dea dan Nila
" Oh Nila sama Dea?" bunda mengangguk
" Mereka sudah pulang tante, mereka juga titip salam buat tante maaf katanya langsung pulang tidak sempat pamit dulu sama tante" tutur Amilia
" Oh iya tidak apa-apa, tante aja yang kelamaan perginya" sahut Bunda
" Ini sudah malam loh, alangkah baiknya nak Amilia pulang saja sekarang, nanti kedua orangtuanya nyariin apalagi belum pulang ke rumah kan" tutur bunda yang teringat hari sudah menjelang malam
" Iya tante, kalau begitu Mili pulang dulu ya tante" ucap Amilia lalu menoleh ke arah Freya yang kini tengah tertidur
" Assalamualaikum!" pamit gadis itu seraya menyelami punggung tangan bunda
" Wa'alaikum salam " sahut bunda
Saat membuka pintu dan hendak keluar Amilia berpapasan dengan ayah Chandra
" Om" sapa Amilia
" Kau mau pulang?" Ayah Chandra balik menyapanya
" Iya Om" Sahut Amilia
" Terima kasih sudah menjenguk dan menemani Chessy" tuturnya
__ADS_1
" Tidak perlu berterima kasih om, Chessy adalah sahabat baik saya sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang sahabat menemani dan mendukung sahabat yang sedang berada dalam kesulitan" balas Amilia
Ayah Chandra mengangguk pelan merasa terharu dengan apa yang diucapkan oleh sahabat putrinya itu
" Maaf om, saya pamit pulang dulu, sudah malam. Assalamualaikum!" Amilia pun meraih punggung tangan Ayah Chandra dan menyalami dengan takzim
" Wa'alaikum salam"
Setelah kepergian Amilia, Ayah Chandra langsung masuk ke dalam ruangan Chessy
Amilia pun berjalan menuju lobi rumah sakit menghampiri sopirnya yang sejak tadi sudah menunggunya
" Ayo pak pulang, maaf ya membuat pak Wahyu kelamaan menunggu!" ucap Amilia pada sopirnya
" Enggak apa-apa neng, memang ini sudah tugas saya" sahut pak Wahyu
" Terima kasih ya pak " Ucap Amilia
Setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya mobil yang ditumpangi Amilia sampai di mansion milik orangtuanya
" Assalamualaikum!" ucap salam Amilia saat memasuki rumah besar tersebut
" Wa'alaikum salam, baru pulang non?" bi Suroh yang tadinya ada di dapur langsung keluar saat mendengar suara putri majikannya pulang
" Iya bi" Amilia menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang keluarga
" Bi!" panggil Amilia
" Iya non ada apa?"
" Tumben rumah sepi banget, mommy memangnya kemana bi?" tanya Amilia yang tidak melihat keberadaan mommy nya yang biasanya selalu keluar setiap kali ia baru pulang
__ADS_1
" Emmm... bibi juga kurang tau non tapi tadi bibi lihat mommy pergi bersama tuan besar dan juga tuan muda Amar" jawab bi Suroh apa adanya
" Pergi?" Bi Suroh mengangguk
" Pergi kemana bi, kok enggak bilang-bilang ya bi sama Mili?" Amilia nampak bertanya-tanya dalam hati
" Bibi juga kurang tahu non tapi sebelum mereka pergi tadi sempat ada pertengkaran hebat loh non di rumah ini" terang bi Suroh yang jelas hal itu membuat Amilia terkejut bukan main
" Maksud bibi?" Amilia mengerutkan keningnya pasalnya selama ini tidak pernah ada sedikitpun keributan di rumah besar itu apalagi kata bi suroh pertengkaran hebat, ada apa sebenarnya? Amilia jadi bertanya-tanya sendiri dalam hati
Bi Suroh nampak ragu-ragu untuk menceritakannya kepada Amilia, dia juga takut disalahkan jika salah bicara, dia jadi galau sendiri
" Ya bibi juga kurang tahu jelas si non tapi tadi tuan besar sampai menyuruh dokter Aditya datang kesini"
" Dokter Aditya? untuk apa Daddy memanggil dokter Aditya bi?" Amilia jadi sangat penasaran dengan penuturan bi Suroh
" Emmm...untuk memeriksa keadaan nyonya besar setelah itu diminta untuk mengobati lukanya tuan muda Amar juga non"
" Maksud bibi, mommy sakit gitu dan kak Amar terluka, terluka karena apa bi?" Amilia nampak begitu terkejut dengan apa yang dijelaskan oleh bi Suroh
Bi Suroh jadi sedikit gugup dan salah tingkah, bingung sendiri antara mau mengatakannya atau tidak
" Bi tolong ceritakan apa yang bibi ketahui, selama ini di rumah ini tidak pernah ada pertengkaran lalu apa yang menyebabkan mommy dan Daddy bertengkar bi?" cecar Amilia yang begitu penasaran dengan apa yang sudah terjadi di rumahnya selama ia tidak ada di rumah
Bi Suroh akhirnya menceritakan apa yang tadi ia lihat dan di dengarnya saja
" Daddy memukuli kak Amar bi?" tanya Amilia seakan tak percaya
" Iya non, sampai lebam-lebam wajah tuan muda!"
Amilia masih tercengang, apa yang dikatakan bi Suroh benar-benar diluar nalarnya karena yang ia tahu daddy-nya adalah sosok ayah yang sangat baik dan tidak pernah sedikitpun berbicara keras pada isteri maupun pada anak-anaknya bahkan setiap kali anak-anaknya melakukan kesalahan ia hanya menegurnya dengan kata-kata yang lembut
__ADS_1