Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Pengakuan


__ADS_3

Keadaan Chessy kini sudah jauh lebih baik, gadis itupun sudah mau makan walaupun hanya sedikit dan itu juga karena disuapin oleh ayahnya


Ayah Chandra merasa sedikit lega karena putrinya kini sudah dapat tersenyum dan tertawa


Tadinya ayah Chandra begitu mengkhawatirkan keadaan Chessy yang terkadang sesekali terlihat murung dan menangis sendiri


Tapi setelah di ajak bicara dari hati ke hati oleh ayahnya, akhirnya gadis itu pun sudah terlihat jauh lebih baik dan lebih terbuka


Sungguh perhatian dan kasih sayang seorang ayah bisa menjadi sebuah kekuatan besar untuk sang putri, begitulah yang dirasakan oleh Chessy.


" Sekarang sebaiknya kamu istirahat ya nak!" seru Ayah Chandra membantu Chessy merebahkan tubuhnya di atas kasur


" Iya ayah" sahut Chessy menurut


" Bunda juga istirahat sana, pasti capek kan dari tadi jagain Chessy" ayah beralih pada bunda yang sedang duduk bersandar di kursi yang terletak di samping tempat tidur Chessy


Belum sempat menjawab tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar


" Biar ayah yang buka pintunya bun" imbuh ayah Chandra seraya berjalan ke arah pintu


Ceklek


Pintu terbuka, ayah Chandra mengerutkan keningnya saat melihat sosok orang-orang yang berada di hadapannya


" Selamat malam pak Chandra!" sapa Daddy Mahendra yang sudah berada di depan pintu ruang perawatan Chessy


Ayah Chandra membulatkan matanya saat melihat sosok pria paruh baya yang nampak tidak begitu asing baginya


" Ap..apa anda ini tu...tuan Mahendra?" tanya Ayah Chandra setelah menyadari siapa sosok pria yang kini tengah berdiri di hadapannya


" Iya, saya Mahendra ini isteri saya dan ini putra pertama saya sedangkan itu asistennya" ucap daddy Mahendra memperkenalkan diri pada ayah Chandra


" Kalau putri saya tentu pak Chandra sudah sangat mengenalnya" lanjutnya lagi


" Putri anda?"


" Iya, Amilia sahabat Chessy adalah putri kami" kali ini mommy Naura yang angkat bicara


" Amilia?" Ayah Chandra nampak terkejut apalagi setelah mommy Naura mengangguk membenarkan ucapannya


" Apa boleh kami melihat keadaan putri pak Chandra?" tanya mommy Naura seraya sedikit melongok ke dalam ruangan Chessy


" Oh iya tentu saja boleh, maaf.... maaf ... silahkan masuk tuan, nyonya dan_!" kata-kata ayah Chandra menggantung saat menatap sosok laki-laki tampan yang ada di samping mommy Naura


" Amar, nama saya Amar" ucap Amar memperkenalkan diri


" Oh iya silahkan masuk nak Amar!"


Ayah Chandra mempersilahkan keluarga Mahendra masuk ke dalam ruangan Chessy


" Bunda ada tamu yang ingin menjenguk Chessy " ucap Ayah Chandra seraya berjalan ke arah isteri dan anaknya


" Siapa yah?" bunda lalu beranjak dari tempat duduknya menatap orang-orang yang berjalan di belakang suaminya

__ADS_1


" Tuan Mahendra dan keluarganya" jawab ayah Chandra


" Tu.. tuan Mahendra, pengusaha kaya raya yang terkenal itu?" Tanya bunda seraya mengerjapkan matanya untuk memperjelas rasa penasarannya


" Iya bun" Ayah membenarkan ucapan bunda


" Maaf kalau kami datang mengganggu waktu bapak dan ibu!" ucap mommy Naura dengan suara khasnya yang lembut dan ramah


" Tidak sama sekali nyonya, justru kami yang merasa tersanjung dengan kedatangan tuan dan nyonya" Bunda sungguh tidak menyangka akan kedatangan tamu penting seperti keluarga Mahendra seorang pengusaha yang cukup terkenal


Tanpa mereka sadari Chessy yang sedari tadi melihat kedatangan mereka tengah mencengkram selimutnya dengan sangat kuat, tubuhnya kembali bergetar raut wajahnya mulai pucat


" Bun mereka ini sebenarnya orangtua dari nak Amilia" terang ayah Chandra sontak bunda sedikit terkejut dengan apa yang suaminya katakan


" Benarkah?" Bunda sungguh tidak menyangka kalau Amilia sahabat putrinya itu ternyata anak orang yang sangat kaya raya


" Iya bu perkenalkan nama saya Naura, mommy nya Amilia sahabat nak Chessy " Ucap mommy Naura


Deg


Jantung mommy Naura seakan diremas saat melihat ke arah Chessy ternyata tubuh gadis itu nampak bergetar dengan wajah yang sudah sangat pucat


" Astaghfirullah nak Chessy kamu kenapa?" Mommy seketika cemas saat melihat keadaan Chessy yang dalam keadaan tidak baik-baik saja


" Loh sayang kamu kenapa? tadi kamu baik-baik saja kenapa sekarang seperti ini lagi nak?" bunda sudah menangis kembali melihat keadaan Chessy yang diam saja dengan wajah yang sudah sangat pucat


" Ayah cepat panggilkan dokter!" teriak bunda dengan panik


" Biar saya saja!" Amar yang tadi diam saja akhirnya angkat bicara dan langsung bergegas keluar memanggil dokter padahal di tempat itu ada tombol darurat dan juga ada Roy yang bisa disuruhnya namun karena merasa panik Amar pun tidak kepikiran ke arah sana


Tidak berapa lama Amar sudah kembali lagi dengan seorang dokter wanita yang tidak lain adalah dokter Rani


Dokter Rani terkejut bukan main saat melihat ada daddy Mahendra dan isterinya di dalam ruangan itu


" Tuan.. nyonya!" sapa dokter Rani


" Apa kabar dokter Rani?"


" Baik nyonya"


" Tolong segera di periksa dokter" Seru Mommy Naura


" Baik nyonya"


Para pria yang ada di ruangan itu menunggu di sofa saat dokter Rani tengah memeriksa kondisi kesehatan Chessy hanya bunda dan Mommy yang menemaninya


" Bagaimana dokter?" tanya bunda setelah dokter Rani selesai memeriksa keadaan Chessy


Dokter Rani menghembuskan nafasnya kasar sebelum menjawab pertanyaan bunda


"Untuk saat ini saya sudah memberinya obat penenang, semoga setelah sadar nanti keadaan Chessy pun bisa lebih tenang "


" Guncangan yang dialami Chessy cukup besar, rasa ketakutannya belum bisa dikendalikan dengan baik, keadaan seperti itu bisa tiba-tiba muncul kembali setiap kali dia teringat dengan kejadian pahit yang dia alami, dia butuh pendamping seorang psikiater untuk menyembuhkan traumanya" tutur dokter Rani

__ADS_1


" Apakah separah itu dokter?" kali ini mommy yang bertanya , wanita paruh baya begitu mencemaskan keadaan Chessy


" Iya nyonya!"


" Apa tidak ada cara lain dokter?" tanya bunda


" Saya rasa tidak ada, tapi jika untuk beberapa hari kedepan kondisi Chessy membaik dan tidak mengalami kejadian seperti ini lagi dan dia bisa berdamai dengan rasa traumanya saya rasa dia tidak membutuhkan psikiater"


" Asalkan keluarga terus mendampingi, mengawasi dan juga memberinya suport agar dia bisa menghadapi rasa traumanya itu" lanjut dokter Rani


" Semoga saja Chessy bisa seperti sedia kala dan dapat melupakan masa-masa kelam itu" tutur Bunda yang langsung menutup mulutnya karena merasa malu sudah membicarakan masalah yang menimpa putrinya


" Maaf bu Tia saya juga sudah tau kondisi Chessy saat ini dan saya berharap Chessy bisa kembali seperti Chessy yang dulu yang selalu ceria dan juga pandai memasak" ucap mommy Naura


" Nyonya!" Bunda merasa malu atas apa yang sudah menimpa putrinya diketahui orang lain, pasti Amilia pikirnya yang sudah memberitahu keluarganya tentang keadaan Chessy pikir Bunda yang kini tengah menundukkan wajahnya


Mommy mengatupkan kedua tangannya didada membuat dokter Rani membulatkan matanya melihat sikap mommy Naura yang kini berhadapan dengan bunda


" Maaf... mungkin kata maaf saja tidak cukup untuk menebus semua kesalahan kami!" ucap mommy Naura diselingi tangisan yang seketika membuat bunda mendongakkan wajahnya


Deg


" Nyonya!"


Bunda membulatkan matanya sempurna saat melihat mommy Naura mengatupkan kedua tangannya di depan dada seraya mengatakan kata maaf


" Mengapa nyonya meminta maaf?" Bunda merasa bingung dengan sikap mommy Naura yang tidak punya salah apa-apa bahkan bertemu saja baru pertama kali tapi tiba-tiba meminta maaf padanya


Bukannya menjawab pertanyaan bunda, mommy Naura justru malah terisak membuat bunda semakin dibuat bingung


Ayah yang melihat sikap tidak wajar dari tamunya itu langsung beranjak dari duduknya dan segera menghampiri mereka


Dokter Rani menjadi tidak enak berada di situasi yang membuatnya canggung seperti itu, dia pun langsung pamit undur diri


Amar yang melihat mommy nya menangis langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampirinya begitu juga dengan daddy Mahendra


" Mom!"


Amar menatap sendu wajah mommy nya yang masih terlihat terisak


" Biarkan Aku yang mengatakannya mom" Amar merangkul bahu mommynya menariknya ke dalam pelukannya


" Ada apa ini? apa sebenarnya yang terjadi?" Suara ayah terdengar datar dan menatap tajam pada Amar seakan meminta penjelasan


" Sebenarnya_" Amar menjeda kata-katanya lalu menarik napasnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya dengan kasar


" Akulah yang sudah membuat putri om menjadi seperti ini"


Jederrrrr


" Maksud kamu apa?" Ayah Chandra sudah mengepalkan tangannya kuat hingga buku-buku ditangannya nampak memutih


" Akulah orang yang sudah merenggut kehormatan Chessy putri om !"

__ADS_1


Bugh


__ADS_2