
" Hiks....Hiks...!" Suasana yang masih gelap dan ditempat yang masih asing pula membuat Chessy kebingungan sendiri, gadis itu hanya bisa terisak dalam sepi
Dengan langkah gontai gadis itu berjalan sambil memegangi perutnya yang terasa sedikit kencang dan sakit
" Ahhh...!" Langkah Chessy pun terhenti ia mendudukkan dirinya di pinggir jalan, air mata gadis itu tidak berhenti berlinang mengingat semua perlakuan Opa Bara sungguh menyesakkan dada
" Hiks.... bunda... Ayah ....!" Chessy terisak
Tidak berapa lama datang seorang gadis dengan napas yang tersengal-sengal berdiri di hadapannya
" Chess loe enggak apa-apa?" tanya Amilia gadis yang berusaha mengejar sahabatnya itu kini sudah mendudukkan dirinya di samping Chessy sambil berselonjor kaki
Amilia yang sedang mengatur napasnya tidak menyadari kondisi sahabatnya yang sedang merintih menahan sakit di perutnya
" Chess, lari loe lumayan juga ya sumpah gue capek bang_" cerocos Amilia yang langsung terbelalak melihat Chessy sedang menangis sambil memegangi perutnya
" Chess loe kenapa?" tanya Amilia nampak panik
" Gu... gue...!"
Brukk
Belum selesai dengan ucapannya tubuh Chessy sudah terkulai lemas dan tidak sadarkan diri
Amilia membola belum hilang keterkejutannya melihat Chessy yang meringis menahan sakit kini malah dihadapkan dengan kondisi Chessy yang sudah tidak sadarkan diri
" Chess... bangun Chess, Loe kenapa Chessy? please jangan bikin gue khawatir!" Amilia sangat panik dengan keadaan Chessy yang tidak sadarkan diri
Ingin meminta tolong suasana pagi masih sangat sepi belum ada aktivitas warga yang lewat apalagi daerah itu termasuk kawasan perumahan elit yang hidup warga sekitarnya kurang dalam bersosialisasi
" Gue harus bagaimana ini, Chess bangun dong jangan bikin gue khawatir kayak gini hiks.... hiks...!" Amilia yang khawatir dengan keadaan Chessy tidak bisa menahan kesedihannya apalagi melihat keadaan sahabatnya yang masih belum juga sadarkan diri
" Tolong....!" teriak Chessy sambil berderai air mata
Ia bingung sendiri saking paniknya otaknya jadi tidak berjalan lancar padahal di dalam tas yang berselempang di bahunya ada ponsel miliknya
Sementara Amar yang kehilangan jejak berusaha untuk tetap menyelusuri jalan perumahan tersebut dia yakin adik dan isterinya belum terlalu jauh
" Chessy.... Amilia..!" teriak Amar dengan perasaan yang begitu khawatir
" Chessy!" teriaknya lagi sambil berlari dan pandangan matanya mengedar keseluruh sudut jalan
" Selamat pagi pak Amar, Maaf pak Amar sedang apa ya pagi-pagi berada di sini ? apa ada yang bisa saya bantu pak ?" Tiba-tiba datang seorang security menghampiri Amar, Security yang bekerja di perumahan tersebut jelas sudah mengenal Amar sebagai cucu dari Opa Bara yang memang sangat terkenal di wilayah tersebut
" Selamat pagi pak, maaf pak apa bapak melihat dua orang gadis lewat sini?" tanya Amar dengan menyebutkan ciri-ciri Chessy dan Amilia
" Dua orang gadis?" Security itu nampak mengingat-ingat
" Maaf pak sepertinya tidak ada, saya tidak melihat ciri-ciri orang yang bapak sebutkan!' ucap Security tersebut
" Kalau begitu terima kasih banyak pak, saya harus segera mencarinya kembali pak!" ucap Amar dengan tergesa
"Bagaimana kalau saya bantu mencarinya pak!" ucapnya menawarkan bantuan
" Terima kasih banyak pak" ucap Amar lalu security tersebut mengajak Amar naik keatas sepeda motornya
Belum berjalan terlalu jauh tiba-tiba Amar samar-samar mendengar suara orang meminta tolong
" Pak...pak... berhenti dulu pak sepertinya saya mendengar ada suara meminta tolong!" Amar menepuk bahu security tersebut
Security tersebut memberhentikan motornya dan mematikan mesin motornya
Benar saja mereka kini dengan jelas bisa mendengar suara seorang wanita berteriak meminta tolong
Amar seketika panik pikirannya langsung tertuju pada kondisi Chessy, dada Amar bergemuruh hebat membayangkan kondisi Chessy yang dalam keadaan tidak baik-baik saja
" Pak cepat kita selusuri asal suara tersebut pak!" Titah Amar yang nampak panik
Amar dan security tersebut menyelusuri sumber suara tersebut dan mata Amar seketika membelalak ketika melihat Amilia yang sedang memangku kepala Chessy yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri
__ADS_1
" Da.... darah!" Samar-samar Amilia meliha ada cairan merah mengalir di kaki Chessy, saking syoknya Amilia sampai menutup mulutnya yang menganga
" Chess...Chessy, hiks... hiks... Chessy loe kenapa, bangun dong Chessy jangan bikin gue takut kayak gini, hiks... hiks...!" Amilia kembali terisak apalagi melihat cairan merah berbau anyir mengalir di kaki mulus Chessy
Amar yang baru turun dari motor langsung berhambur mendekati Chessy, jantungnya memompa dengan cepat saat netranya menangkap sosok ibu dari calon bayi yang dikandungnya dalam keadaan tidak sadarkan diri
" Amilia apa yang terjadi dengan Chessy?" Amar menepuk-nepuk pipi Chessy berusaha membangunkan gadis itu
Wajah panik dan kekhawatiran Amar tercetak begitu jelas terlihat, Amilia sempat tercengang dengan sikap kakaknya yang begitu mencemaskan keadaan sahabatnya itu
" Hiks...Hiks... Mili juga enggak tahu kak ta...tapi itu kak!" Amilia menunjuk ke arah kaki Chessy
" A...ada darah kak !" ucap Amilia terbata-bata
Mata Amar langsung mengarah pada kaki Chessy dan seketika bagai di hantam batu besar dada Amar begitu sesak melihat ada cairan merah di kaki Chessy
" Astaghfirullah hal'adzim!" Amar terkejut bukan main dan tanpa banyak bicara lagi Amar langsung menggendong Chessy ala bridal style
Security yang bersama Amar langsung menghubungi rekannya dan menyuruhnya untuk mengirim bantuan
Dan benar saja tidak berapa lama rekan security tersebut datang membawa mobil dinas kesehatan yang dipersiapkan untuk keadaan darurat
Amar langsung memasukkan Chessy kedalam mobil tersebut setelah itu ia pun masuk duduk sambil memeluk gadis tersebut
Amilia ikut naik ke dalam mobil dan duduk di samping Amar
Mereka langsung menuju rumah sakit setelah mengucapkan terima kasih kepada security yang sudah menolongnya
Amilia masih terisak melihat kondisi Chessy sementara Amar nampak diam dengan pikirannya yang begitu cemas dengan kondisi Chessy dan juga bayinya
" Kamu harus bertahan dan kuat, jangan pikirkan ucapan Opa, jangan dengarkan kata-kata Opa!" Amar memeluk Chessy berusaha menahan air matanya agar tidak lolos
" Kakak mohon bertahanlah!" Ucapnya lagi
Amilia sedikit heran melihat kecemasan yang begitu besar pada diri kakaknya terhadap Chessy
" Kenapa kak Amar begitu mencemaskan Chessy sampai segitunya lagi, apa jangan-jangan_?" Amilia menatap kakaknya penuh curiga
Suster yang melihat Amar langsung mengarahkannya menuju ruang IGD
Setelah Chessy berada di dalam ruang IGD Amar di suruh keluar untuk melakukan tindakan kepada Chessy
Amar melorot duduk di lantai sambil bersandar pada dinding menatap lekat pintu ruangan yang bertuliskan ruang IGD
Dalam hati tak henti-hentinya pria itu memanjatkan doa untuk keselamatan isteri dan juga bayinya
Lagi-lagi Amilia dibuat speechless melihat sikap sang kakak yang menurutnya begitu berlebihan mencemaskan keadaan Chessy yang bukan siapa-siapanya, dan hanya sekedar sahabat dari adiknya
"Kak Amar begitu mencemaskan keadaan Chessy seperti itu mungkin karena rasa tanggungjawabnya aja kali ya kepada orang tua Chessy yang sudah jauh-jauh membawa anak gadis orang dan diperlakukan tidak baik oleh Opa?" batin Amilia menepis kecurigaannya yang sejak tadi membuatnya bertanya-tanya atas sikap kakaknya itu
Amar meremat rambutnya kasar, sesekali netranya mengarah pada pintu yang masih tertutup rapat
" Kak bagaimana keadaan Chessy? Mili takut kak, hiks... hiks....!" lirih Amilia
Amar beranjak berdiri lalu menarik Amilia kedalam pelukannya
" Chessy gadis yang kuat kakak yakin dia akan baik-baik saja!" ucap Amar berusaha untuk menenangkan Amilia padahal dalam hati pria itu tidak kalah cemas dengan keadaan Chessy
" Tapi kak, ta..tadi Chessy sempat pendarahan kan kak apa jangan-jangan Chessy_?"
" Jangan bicara yang bukan-bukan, kita berdoa saja semoga Chessy dalam keadaan baik-baik saja" potong Amar cepat dia tidak ingin pikirannya tambah kalut rasanya tidak akan bisa terima jika terjadi sesuatu pada calon bayinya, Amar pasti akan sangat membenci Opanya meskipun Opanya tidak tahu kondisi Chessy yang sedang berbadan dua tapi setidaknya pria tua itu bisa mengontrol cara bicaranya
Ceklek
Pintu ruang IGD terbuka, Amar yang melihat seorang dokter keluar dari ruangan tersebut langsung bergegas menghampirinya dengan perasaan cemas yang luar biasa
" Dokter bagaimana keadaannya?" tanya Amar
" Alhamdulillah, kondisi pasien sudah baik-baik saja begitu juga dengan kondisi kandungannya, janinnya cukup kuat walaupun sempat mengalami pendarahan tapi masih bisa bertahan dalam keadaan sehat!" ucap Dokter tersebut menuturkan hasil dari pemeriksaan Chessy
__ADS_1
" Alhamdulillah, terima kasih dokter?" ucap Amar mengusap wajahnya dan kini sudah bisa bernapas lega
Setelah menjelaskan keadaan Chessy yang harus melakukan bedrest dokter pun pamit untuk undur diri
Amilia masih bergeming nampaknya sedikit syok dengan apa yang baru ia ketahui dari sang dokter tentang prihal kehamilan Chessy
" Che... Chessy hamil kak?" tanya Amilia sedikit terbata
Amar yang baru menyadari keberadaan Amilia langsung mengusap wajahnya kasar lalu mengangguk pelan
" Kak bagaimana keadaan Chessy sekarang kak? Mili takut Chessy syok kak setelah tahu kalau saat ini dirinya sedang hamil!" ucap Amilia dengan cemas
" Chessy sudah tahu Amilia!" Batin Amar
" Chessy itu gadis hebat, dia tidak akan apa-apa Amilia, kamu tidak usah khawatir!" serunya
" Tapi kak_"
Amar menepuk bahu Amilia " Sudahlah jangan perlihatkan tampang sedihmu itu, kita harus bisa menghiburnya dan meyakinkan dia kalau semua akan baik-baik saja!" tutur Amar
Amilia mengusap sisa air matanya lalu mengangguk pelan
" Iya kak" sahutnya
Chessy lalu dipindahkan ke ruang perawatan, Amilia menemaninya di ruangan tersebut sedangkan Amar sedang keluar mengurus administrasi
" Aku dimana?" tanya Chessy saat mengerjapkan matanya melihat keadaan sekitar
" Loe di rumah sakit !" sahut Amilia
Chessy menoleh ke sumber suara dan nampaklah Amilia yang sedang tersenyum kepadanya
" Rumah sakit ? emangnya gue kenapa?" Tanya Chessy sambil memegangi kepalanya yang masih sedikit terasa pusing
" Loe tadi pingsan " jawab Amilia
Deg
Mata Chessy membulat sempurna saat ingat kembali dengan apa yang sudah terjadi
Sontak Chessy memegang perutnya membuat Amilia menatap Chessy dengan tatapan yang penuh tanda tanya
" Perut loe kenapa, masih sakit?" tanya Amilia yang nampak penasaran
Jlep
" Ti... tidak apa-apa, tadi memang terasa sakit banget apa sudah terjadi sesuatu dengan _?" ucapan Chessy tiba-tiba terpotong
" Semua baik-baik saja, dokter sudah mengatakan semuanya dan kamu harus tetap bedrest tidak boleh terlalu banyak bergerak dan juga jangan banyak pikiran!" terang Amar yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut membuat kedua gadis itu menoleh kearahnya
" Lupakan semua ucapan Opa, jangan dengarkan dia, semua orang berhak bahagia termasuk kamu!"
Amar lalu mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur lalu tersenyum " Semua akan baik-baik saja cukup pikirkan kesehatan mu dan juga_!"
" Kak!" ucap Amilia memotong ucapan Amar
" Ada apa?" tanya Amar
" Apa kita akan pulang sekarang?" tanya Amilia
" Tidak, kita akan pulang setelah kondisi kesehatan Chessy benar-benar pulih!" sahut Amar
.
" Dan untuk sementara waktu kita akan tinggal di_"
" Aku tidak mau kembali ke rumah itu kak!" potong Chessy yang tidak mau jika harus pulang ke rumah Opa Bara
" Siapa yang akan pulang ke rumah itu?" tanya Amar
__ADS_1
' Kita akan pulang ke rumah yang aku sewa!" tambahnya lagi
Akhirnya Chessy mengangguk begitu juga dengan Amilia