Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Kesedihan Amilia


__ADS_3

Opa Bara dan Alex sudah diperbolehkan pulang dan kedua orang tua Alex pun sudah datang menjemputnya


Amilia nampak sedih karena kedua orang tua Alex ternyata membawa pemuda itu keluar negeri bahkan mereka belum sempat bertemu untuk berpamitan


Chessy yang melihat Amilia murung pun ikut merasa sedih


" Sayang!" Amar merengkuh tubuh sang isteri kedalam pelukannya


" Kak aku enggak tega loh lihat Amilia sedih kayak gitu" ucap Chessy sendu


Saat ini keduanya masih menginap di rumah Oma dan Opa Bara walaupun awalnya Amar tidak setuju dan ingin menginap di hotel saja tapi Oma memaksanya untuk tetap tinggal


" Sudahlah jangan dipikirkan lagi, mungkin ada alasan yang belum sempat kedua orang tua Alex jelaskan pada Amilia kenapa mereka membawa Alex pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu!" ucap Amar


"Tapi apa alasannya kak, perasaan ku kok jadi enggak enak begini"


Amar langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Chessy


" Jangan berpikir yang macam-macam, kita berdoa saja semoga semua akan baik-baik saja!" ucap Amar


Chessy pun mengangguk pelan " Amin, semoga Amilia dan Alex bisa segera bersama kembali ya kak!" ucap Chessy yang diangguki oleh Amar


Sudah hampir seminggu Amar dan Chessy menginap di rumah Oma dan Opanya, meskipun pekerjaannya di percayakan kepada Roy tetap saja Amar tidak boleh mengandalkan sepenuhnya pekerjaannya pada Roy


Karena kesibukannya di kantor ditambah lagi sebentar lagi akan ada acara perpisahan sekolah membuat Chessy, Amilia dan Amar pamit pulang lebih dulu sementara dad Mahendra dan mommy Naura akan menyusul belakangan


____


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Chessy dan Amar sudah rapih dengan pakaian cauple nya begitu juga dengan Amilia dan kedua orangtuanya yang sudah menggunakan pakaian dengan warna senada


" Kok putri mommy nampak murung begitu sih? inikan momen bahagia yang paling ditunggu-tunggu loh untuk kamu dan Chessy!" ucap mommy Naura ketika mereka sudah berada di dalam mobil menuju sekolah SMA Tunas Bangsa


Amilia hanya menjawab dengan senyum tipisnya lalu kembali melihat layar ponselnya yang sudah hampir seminggu tidak ada pesan maupun telpon dari Alex


Gadis itu jelas khawatir dengan keadaan Alex yang tidak ada kabar sama sekali, rasanya ingin menangis tapi selalu ia tahan karena gadis itu berusaha untuk meyakinkan hatinya kalau Alex pasti baik-baik saja


Sesampainya di sekolah banyak pasang mata yang memandang ke arah mereka, bahkan Chessy sudah disambut oleh kedua orangtuanya dengan wajah gembira


Chessy yang merasa bahagia pun langsung berhambur ke pelukan bunda dan ayah Chandra


" Sayang bagaimana kabarmu hem?" tanya bunda yang khawatir dengan keadaan sang putri apalagi saat ini Chessy sedang hamil besar


" Alhamdulillah, baik bunda" jawab Chessy dengan senyum menghiasi wajahnya


Mereka kini semua sudah masuk ke dalam ruangan tempat dimana acara perpisahan kelas 12 akan digelar


Chessy dan Amilia menempati kursi yang sudah dipersiapkan, bergabung dengan teman-temannya yang lain. Dea dan Nila bahkan sudah menunggu kedatangan kedua sahabatnya itu sedangkan Amar dan juga para orang tuanya menempati kursi yang sudah dipersiapkan untuk tamu kehormatan apalagi seperti yang di ketahui kalau dad Mahendra adalah pemilik yayasan dari sekolah SMA Tunas Bangsa


" Loe kenapa murung gitu Li?" tanya Dea yang melihat wajah Amilia nampak sedih padahal hari itu adalah momen yang seharusnya membuat mereka bahagia


" Alex, dia belum juga ada kabar" bukan Amilia yang menjawab melainkan Chessy


" Belum ada kabar bagaimana maksud loe Chess!" tanya Dea lagi


" Ya belum ada kabar, dua Minggu yang lalu kedua orang tuanya membawa Alex keluar negeri pasca dia keluar dari rumah sakit saat menolong Opa waktu itu" terang Chessy


" Keluar negeri?" Chessy mengangguk


" Tapi tadi pas gue baru datang gue sempat ngeliat Alex kok datang sama kedua orangtuanya" tutur Nila yang sontak membuat Amilia langsung menoleh ke arahnya


" Apa loe bilang?ja..jadi loe tadi sempat melihat Alex datang ke sini begitu? loe enggak salah lihat kan?" tanya Amilia disela keterkejutannya saat mendengar Alex sudah kembali


" Tapi kenapa dia tidak menghubungi gue bahkan ngasih kabar pun enggak" Mata Amilia sudah berkaca-kaca


" Apa telah terjadi sesuatu yang kita-kita enggak ketahui?" tanya Dea yang sungguh merasa iba dengan Amilia


" Apa kalian sempat bertengkar?" Nila pun ikut bertanya


Amilia menggelengkan kepalanya pelan, saat ini pikirannya terus tertuju pada Alex yang tiba-tiba menghilang begitu saja

__ADS_1


" Bukannya itu Alex ya? tapi dia sama siapa?" tanya Dea yang tanpa sengaja melihat keberadaan Alex


Chessy, Amilia dan Nila langsung mengikuti arah pandang Dea dan seketika degup jantung Amilia seakan lompat dari tempatnya


Deg


" A... Alex!" dada Amilia bergemuruh hebat rasanya begitu sesak saat melihat pria yang selama ini selalu mengklaim dirinya sebagai calon isteri tapi sekarang Amilia harus melihat pemandangan yang sungguh amat sangat menyakitkan


" Mil...!" lirih Chessy menatap sendu adik ipar sekaligus sahabatnya itu


" Gu... gue enggak apa-apa kok, syukurlah kalau dia baik-baik aja, setidaknya gue enggak perlu khawatir lagi" ucap Amilia memaksakan senyumnya dan berusaha menahan air matanya yang terus mendesaknya untuk keluar


" Li!" ucap Nila dan Dea lirih


" Hari ini adalah hari bahagia kita bukan? jadi mari kita merayakan kelulusan kita ini dengan bahagia!" ucap Amilia dengan senyum yang sangat terlihat sangat dipaksakan


" Li!"


" Mil!"


Ucap Chessy, Nila dan Dea yang sungguh tidak tega melihat keadaan sahabatnya yang begitu memaksakan diri untuk terlihat tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa padahal hatinya pasti sedih


" Gue harus samperin dia!" ucap Chessy seraya beranjak dari tempat duduknya


" Chess, loe apa-apaan sih? loe mau bikin kacau acara ini emangnya? udahlah, biarin aja yang penting itu gue udah tahu kalau dia baik-baik aja, itu aja udah cukup gue!" ucap Amilia


" Tapi Mil_!"


" Enggak ada tapi-tapian" ucap Amilia


Chessy pun terpaksa duduk kembali ke tempat duduknya


Acara pun dimulai, setelah berbagai rangkaian acara telah selesai diselenggarakan kini acara terakhir yaitu sesi foto-foto


Amilia berfoto dengan keluarganya dan juga keluarga Chessy, begitu juga dengan Dea dan Nila


Setelah acara sesi foto-foto selesai, kini Amilia memutuskan untuk pulang bersama mommy dan daddy-nya padahal teman-temannya yang lain masih berkumpul untuk berfoto sebagai kenang-kenangan


" Apa kamu mau menghampirinya dulu?" tanya mommy Naura ketika mengikuti arah pandang putrinya


Amilia menggeleng pelan lalu langsung masuk ke dalam mobil, Alex yang sempat melihat Amilia hanya meliriknya sekilas lalu kembali fokus berbicara dengan gadis yang ada di sampingnya


Sebelum mobil yang Amilia tumpangi pergi gadis itu masih bisa melihat Alex yang terlihat baik-baik saja bahkan pemuda itu terlihat bahagia tersenyum dan tertawa bersama gadis yang ada di sebelahnya


Mommy Naura hanya melirik Amilia sekilas lalu menghela napasnya panjang


" Mom, apa Chessy akan pulang ke rumah bundanya hari ini?" tanya Amilia memecahkan keheningan di dalam mobil


" Iya, katanya mau datang ke acara" jawab mommy Naura


" Acara apa mom?"


" Mommy juga kurang tahu sayang"jawab mommy Naura


Amilia mengangguk mengerti dan tidak bertanya kembali


Di sepanjang perjalanan pulang Amilia nampak begitu murung, bahkan gadis itu terus memandang ke arah jendela mobil dengan tatapan kosong


" Kenapa loe setega ini sama gue Lex? loe pergi tanpa pesan dan tiba-tiba muncul seperti orang asing, bahkan menyapa gue pun enggak. apa gue enggak ada artinya sama sekali di mata loe Lex? apa karena gadis yang bersama loe itu yang udah merubah perasaan loe dan juga rencana-rencana indah yang udah kita susun bersama!" batin Amilia


Srekkk


Amilia buru-buru menyeka air matanya yang tiba-tiba saja meluncur tanpa dipinta


" Kamu kenapa sayang?" tanya mommy Naura yang duduk di depan disamping dad Mahendra yang tengah fokus dengan kemudinya


" Em... tidak apa mom cuma kelipatan aja" jawab Amilia berbohong


" Apa kamu sedang bertengkar dengan Alex sayang?" tanya mommy Naura yang seketika membuat Amilia langsung menoleh ke arah mommy nya

__ADS_1


" Ti.. tidak mom" jawab Amilia sambil tersenyum hambar


" Tapi kenapa tadi kalian tidak foto bersama bahkan kalian juga tidak saling tegur sapa, apa telah terjadi sesuatu yang serius?" tanya mommy Naura memastikan


Amilia menarik napas dalam-dalam lalu dihembuskannya kasar


" Amilia dan Alex baik-baik aja kok mom" jawab Amilia lagi


" Syukurlah kalau memang kalian baik-baik saja" ucap mommy Naura


Amilia lalu mengerutkan keningnya ketika daddy-nya bukan berbelok ke jalan arah pulang ke rumahnya tapi justru berbelok dan berhenti di sebuah butik yang sudah tidak asing lagi tentunya


" Loh mom, dad kok kita kesini sih?" tanya Amilia yang nampak mengerutkan keningnya


" Udah enggak usah banyak tanya dulu, sebaiknya kita turun sekarang sayang, tanya-tanya nya nanti saja kalau sudah ada di dalam ya!" ucap mommy Naura dengan cepat


Mau tidak mau Amilia pun ikut turun lalu masuk ke dalam butik yang merupakan butik milik mommy Naura


Setelah masuk ke dalam butik Amilia langsung dibuat tercengang oleh mommy Naura


" Cepat bantu rias putriku buat dia tampil secantik mungkin!" ucap mommy Naura yang tentu saja membuat Amilia melotot tak percaya


" Mommy, apa-apaan sih pakai di rias segala? aku tidak suka itu mom, lagi pula untuk apa aku harus di rias mom?" Amilia menolak untuk di rias


" Mommy lupa kalau hari ini ada acara pesta pernikahan anak teman mommy, saat dijalan tadi mommy baru ingat, kalau pulang lagi pasti butuh waktu lama jadi alangkah baiknya kalau mommy ajak kamu aja sekalian" sahut mommy Naura


Setelah mommy dan Amilia sudah selesai di makeover, kedua wanita cantik yang berbeda generasi itu sudah tampil begitu memukau sampai-sampai mommy Naura sendiri terkesima dengan penampilan putrinya yang sungguh terlihat sangat cantik


Amilia mengerutkan keningnya setelah melihat penampilan dirinya sendiri di cermin


" Kamu cantik sekali sayang!" puji dad Mahendra yang sejak tadi begitu setia menunggu mommy Naura dan Amilia yang sedang di makeover


" Benar sayang, kamu sangat cantik mommy sampai pangling melihatnya" mommy Naura pun ikut memuji putrinya


Sementara Amilia sendiri tengah mengerucutkan bibirnya nampak aneh dengan penampilannya sendiri


" Mom, dad... apa ini enggak terlalu berlebihan ya, masa mau datang ke acara pernikahan orang lain harus berdandan seperti ini, memangnya Amilia yang mau nikah apa sampai di dandanin kayak begini?" Amilia merasa tidak nyaman dan risih dengan dandanannya sendiri apalagi setelah ia menggunakan sebuah gaun yang cukup mewah bahkan gaun itu bisa saja mengalahkan gaun yang dipakai mempelai wanitanya, pikir Amilia


" Mom ganti saja ya mom gaunnya, pakai yang biasa aja lah mom. ini terlalu berlebihan, Amilia takut pengantinnya nanti minder dengan kedatangan Amilia yang dandanannya seheboh ini " protes Amilia


Mommy Naura tersenyum " Heboh bagaimana sih sayang, kamu ini terlihat begitu cantik menggunakan gaun ini, buat mommy kamu pakai gaun seperti ini tidak ada yang salah toh kamu itukan anak dari pemilik butik jadi ya wajar saja kalau kamu memakai gaun yang memang sudah mommy persiapkan untuk mu menyambut hari kelulusan mu" tutur mommy panjang lebar agar putrinya itu tidak kembali protes menggunakan gaun yang memang sengaja dirancang khusus untuk putrinya tercinta


" Mommy memang sengaja membuatkan kamu gaun ini sayang, gaun yang memang di persiapkan untuk kamu pakai pada saat acara kelulusan, jadi setelah menghadiri pesta pernikahan anak teman daddy kita langsung mengadakan pesta kelulusan kamu dan juga Chessy, bagaimana kamu setuju kan?" tutur dad Mahendra


Amilia tidak mau mengecewakan Mommy dan juga daddy-nya, akhirnya gadis itupun pasrah saja tanpa melayangkan protes lagi


Kini mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju sebuah gedung tempat acara pesta pernikahan digelar


Mata Amilia hampir saja melompat saat melihat keberadaan pemuda yang sudah beberapa hari mengusik pikirannya


Deg


Amilia hampir saja terhuyung saat netranya mengarah pada sosok laki-laki yang sungguh terlihat sangat tampan dengan stelan jas yang melekat pada tubuhnya


Dada Amilia terasa begitu sesak saat melihat Alex yang terlihat begitu tampan berjalan ke arah kursi yang didepannya sudah ada seorang pria yang ia yakini adalah seorang penghulu


" Ap...apa jangan-jangan yang mau menikah itu_!" Amilia semakin terasa sesak apalagi ketika ia melihat gadis yang tadi ia lihat di sekolah bersama Alex tengah berjalan menggandeng lengan mamanya Alex bahkan gaun yang dikenakan gadis itupun warnanya senada dengan jas yang digunakan oleh Alex dan juga mamanya


Mata Amilia tiba-tiba memanas cairan bening yang sudah menggenang di sudut matanya pun mendesak untuk menerobos keluar namun sebisa mungkin Amilia menahannya


Gadis itu menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangisnya bahkan sesekali ia mendongakkan kepalanya agar cairan bening yang terus mendesak untuk keluar tidak meluncur bebas


Rasa itu semakin sesak dan Amilia tidak bisa menahan air matanya lagi ketiga gadis yang entah siapa Amilia tidak kenal berjalan semakin mendekat pada Alex, bahkan senyum di wajah gadis itupun terus terukir dengan indah membuat semua orang yang melihatnya ikut tersenyum.


Tes


Akhirnya air mata yang sejak tadi ditahannya pun meluncur dengan bebas, Amilia yang merasa sudah tidak tahan lagi pun langsung berbalik badan saat ia hendak melangkah menuju pintu keluar tiba-tiba saja


Brukkk

__ADS_1


" Amilia!"


__ADS_2