
" Euh...!" terdengar lenguhan suara seorang wanita didalam sebuah kamar hotel
Wanita itu tersenyum tipis saat melihat seorang pria yang berada di sampingnya dan masih tertidur memunggunginya
" Akhirnya aku mendapatkan mu!" batin Wanita itu dengan senyum liciknya menatap punggung kekar itu
Dengan perlahan wanita itu pun berusaha turun dari tempat tidur dengan sangat hati-hati karena tidak ingin membangunkan pria yang masih bergelut dengan alam mimpinya
Wanita yang tidak lain adalah Selena membungkuk dan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai lalu dengan langkah perlahan ia pun berjalan masuk ke arah kamar mandi
Selena tersenyum puas dan merasa tidak sia-sia merencanakan penjebakan itu apalagi ia pun sudah mendengar kabar dari orang-orang suruhannya yang mengatakan Chessy sudah berada di tangan mereka dan kini sedang berada di dalam perjalanan menuju sebuah pulau terpencil yang tidak banyak orang yang tahu tentang pulau tersebut
Dengan segala kelicikannya wanita itu telah berhasil menghasut Opa Bara yang begitu mempercayai dirinya, bahkan dengan mudahnya Selena meminta pada Opa Bara untuk menjauhi Chessy sejauh mungkin dari Amar dengan mengatakan kalau Chessy adalah wanita licik dan murahan yang sengaja mendekati Amar dengan tujuan untuk menguasai harta kekayaan keluarga Mahendra apalagi setelah mengetahui keadaan Chessy yang tengah hamil Chessy dituduh memanfaatkan kehamilannya untuk menjebak Amar
Opa Bara yang memang tidak menyukai Chessy pun dengan mudahnya masuk dalam hasutan Selena
" Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Amar!" gumamnya pelan menatap wajahnya di cermin yang ada di dalam kamar mandi tersebut
" Kau memang pintar Selena" pujinya pada dirinya sendiri
Setelah memperhatikan dirinya sendiri di cermin Selena melebarkan senyumnya apalagi ketika ingatannya kembali pada kegiatannya malam itu
Sementara pria yang masih berada di atas kasur kini sudah terduduk dan bersandar pada kepala tempat tidur
Ia memijat sedikit kepalanya yang terasa berat lalu pandangannya menatap ke arah pintu kamar mandi yang tertutup dan terdengar ada suara gemericik air
Pria itu yakin kalau wanita yang semalam tiba-tiba masuk ke dalam kamar atasannya dan menyerangnya begitu saja tanpa aba-aba pasti saat ini tengah berada di dalam kamar mandi
Dan dengan santainya pria itupun mengambil ponsel miliknya yang masih berada di saku celananya lalu pria itupun mengirim pesan pada seseorang
Setelah mengirim pesan pandangan pri itupun beralih kembali pada pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat
" Lama sekali dia dalam kamar mandi? apa yang sedang wanita itu lakukan di dalam sana!" gumamnya
" Apa wanita itu menyesal ya setelah melakukan hal itu atau jangan-jangan wanita itu dijebak!" Pria itupun merasa sedikit kasihan pada nasib Selena ia takut wanita itu melakukannya tanpa sadar
Ceklek
Pintu kamar mandi pun terbuka dari dalam, pria yang disangka Amar itupun dengan cepat merebahkan kembali tubuhnya diatas kasur dan berpura-pura masih tertidur dengan posisi memunggungi
__ADS_1
" Segitu lelahnya dia sampai jam segini pun belum juga bangun!" ucap Selena yang masih dapat di dengar oleh Pria yang pura-pura tidur itu
Selena berjalan ke arah balkon kamar tersebut lalu menghubungi seseorang
Pria yang masih pura-pura tidur itupun membuka matanya, ia menatap curiga pada Selena yang nampak biasa saja setelah melakukan malam panas bersamanya
" Dia sama sekali tidak menyesal !" gumamnya pelan
Karena merasa ada yang aneh dan mencurigakan pria itupun mencoba untuk mencuri dengar pembicaraan Selena dengan seseorang diseberang telpon
" Kerja yang bagus!"
(….)
" Pastikan semua aman dan jangan sampai meninggalkan jejak!"
(....)
" Dan satu hal lagi jangan sampai Amar dan Opanya tahu kalau aku terlibat dalam masalah ini!"
(....)
(....)
" Ya, lakukan sesuai dengan rencana dan pastikan wanita itu tidak akan pernah muncul lagi dihadapan ku maupun Amar dan keluarganya!"
Sambungan telpon diputus, Selena merasa berada di atas angin karena misinya untuk menyingkirkan Chessy berhasil begitu juga dengan jebakannya terhadap Amar.
Wanita itu tertawa penuh kemenangan sampai melupakan keberadaan laki-laki di dalam kamar tersebut
Setelah melakukan apa yang harus dilakukannya, pria itu yang sudah menggunakan pakaiannya kembali bergegas meninggalkan kamar tersebut dan iapun tidak lupa membawa semua barang-barang milik Amar yang sudah dikemasnya sebelum Selena datang dan meninggalkan secarik kertas di atas tempat tidur
Selena yang teringat dengan Amar pun bergegas menoleh kebelakang lalu dengan langkah cepat masuk ke dalam kamar, mata wanita itu membulat sempurna ketika tidak mendapati laki-laki yang dikiranya Amar berada di atas tempat tidur
" Dia sedang mandi?" pikir Selena
Dengan langkah pelan wanita itu berjalan kearah kamar mandi lalu membuka pintunya
Brakk
__ADS_1
Selena mendengus kesal karena tidak melihat keberadaan Amar
" Jangan-jangan Amar mendengar pembicaraan ku? ah ... dasar bodoh kau Selena!"
Wanita itu mengacak-acak rambutnya sendiri dan merutuki kecerobohannya
" Akhhh...!" kesalnya
Selena pun bergegas berkemas lalu saat hendak keluar dari kamar tersebut netranya tiba-tiba menangkap secarik kertas di atas tempat tidur
"Permainan yang luar biasa dan aku sangat suka itu, tapi sayang aku harus pergi sekarang **untuk membantu menyelamatkan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku"
" Opa pasti akan sangat terkejut dengan apa yang sudah kau lakukan, sungguh kau wanita yang licik Selena tapi cukup menarik. tunggu misi penyelamatan ku selesai, aku pasti akan mencari mu dan sebagai laki-laki sejati aku akan meminta izin pada Opa untuk bertanggungjawab**!"
Selena langsung melompat kegirangan setelah membaca secarik kertas yang ditinggalkan laki-laki tersebut
" Aku pastikan wanita itu akan lenyap dari hadapanmu dan hanya aku satu-satunya wanita yang akan menjadi nyonya Amar" gumam Selena dengan binar kebahagiaan
Selena memasukkan kertas tersebut kedalam tasnya dan dengan langkah bahagia iapun keluar meninggalkan kamar panas tersebut
Sementara di tempat berbeda Amar mengeraskan rahangnya setelah seseorang mengirimkan pesan dan rekaman video kepadanya
Iapun langsung memerintahkan Roy untuk segera menyelidikinya
Pikiran pria itupun semakin tidak tenang apalagi setelah mendengar rencana busuk yang dilakukan Selena terhadap Chessy membuatnya semakin geram
" Kau akan mendapatkan balasan yang lebih dari ini Selena kalau sedikit saja kau melukai isteri dan anakku!" gumamnya
Amar mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara, dad Mahendra memerintahkan anak buahnya untuk menjemput Amar dengan Jet pribadinya
Dad Mahendra sudah dapat membaca rencana orang-orang yang membawa Chessy dan kemana tujuannya, pria paruh baya itu yakin Chessy akan dibawa ke sebuah pulau yang biasa digunakan dad Mahendra dan Opa Bara untuk mengasingkan orang-orang yang sudah berkhianat kepadanya tapi apa motifnya sungguh membuat dad Mahendra merasa kecewa jika benar papanya sendiri yang terlibat dalam penculikan menantunya itu
Amar pun cukup terkejut setelah mendengar penjelasan dad Mahendra tapi detik berikutnya setelah ia kembali teringat dengan rekaman yang dikirimkan anak buahnya itu ia sedikit merasa lega dan Amarpun lalu mengirimkan rekaman video tersebut kepada dad Mahendra
Setelah melihat rekaman video tersebut tentu saja membuat rahang dad Mahendra mengeras, pria yang selalu bersikap lembut dan bijak itupun dibuat murka tanpa pikir panjang lagi ia pun mengutus anak buahnya untuk menyelidiki keluarga Selena
" Dad untuk sementara kita biarkan saja dulu urusan wanita itu, kita fokuskan saja dulu pada penyelamatan Chessy!" tutur Amar
Dad Mahendra setuju dengan apa yang dikatakan Amar, untuk saat ini mereka akan fokus terlebih dahulu pada misi penyelamatan Chessy
__ADS_1