
Amilia berjalan lebih dulu, Chessy mengekor di belakangnya lalu barulah Amar ya berjalan di belakang Chessy
" Assalamualaikum!" ucap Amilia sedikit berteriak membuat mommy yang berada di dapur langsung keluar
" Wa'alaikum salam, kebiasaan memang nih anak, suka banget teriak-teriak !" Mommy memukul lengan Amilia
Amilia tidak menanggapi ocehan sang mommy gadis itu memilih menyalami punggung tangan sang mommy dengan takzim lalu mencium pipinya
Cup
" Enggak usah ngomel-ngomel, malu ah ada Calon mantu!" ucap Amilia asal namun ucapannya itu membuat ketiga orang yang berada di antara dirinya langsung menegang
" Kenapa sih kok pada tegang gitu? bercanda kali" ucap Amilia dengan wajah cerianya tanpa dia sadari orang-orang yang berada didekatnya sedang berusaha mengendalikan ketegangan masing-masing
Amar berdehem untuk menghilangkan kecanggungan dan ketegangan yang baru saja Amilia ciptakan
Dengan sikap datarnya pria itu lebih memilih untuk pergi menuju kamarnya
Chessy mendekati mommy Naura dan menyalami wanita paruh baya itu dengan takzim
Didalam hati gadis itu mengumpat sang suami yang dengan seenak jidatnya main pergi begitu saja
" Apa kabar sayang?" tanya mommy dengan pandangan mata yang tertuju pada perut Chessy yang masih terlihat rata
" Alhamdulillah baik tan_"
" Panggil mommy aja sayang!" protes mommy Naura
" Iya mom" Chessy tersenyum kaku
" Santai aja Chess anggap kayak rumah sendiri enggak usah kaku gitu, kayak enggak pernah kemari aja loe" ucap Amilia seraya menepuk bahu Chessy
" I... iya Mil!" sahut Chessy sedikit gugup
" Udah yuk ke kamar gue aja!" ajak Amilia
" Iya, kamu ke kamar Amilia dulu aja gih ganti baju sekalian setelah itu mau ya bantuin mommy masak untuk kita makan malam bareng!" ucap mommy pada Chessy berharap menantunya tidak menolak dan mau makan bareng bersamanya
" Iya mom mau tapi Chessy kan enggak bawa baju ganti!" sahut Chessy berkata apa adanya
" Udah itu mah soal gampang loe kan bisa pakai baju_" belum selesai dengan ucapannya Mommy sudah memotong ucapan putrinya sendiri
__ADS_1
" Nanti mommy ambilkan bajunya, kebetulan mommy membawa beberapa baju dari butik mommy kayaknya cocok deh buat kamu" tutur mommy Naura
Amilia mengerutkan keningnya tidak biasanya mommy nya membawa baju yang ada di butiknya ke rumah
" Tumben mommy membawa baju yang ada di butik ke rumah?" tanya Amilia
" Enggak tahu kenapa ya, mommy juga heran pasalnya kemarin mommy tuh sedang iseng aja lihat-lihat baju koleksi yang ada di butik, terus mommy tertarik aja buat bawa pulang beberapa pakaian ya siapa tahu mommy tiba-tiba kedatangan menantu cantik " Seloroh mommy yang seketika membuat Chessy tersedak salivanya sendiri
" Uhuk... uhuk ..!"
" Ini minumlah!" Amilia dan Chessy sontak terkejut saat ada tangan kekar yang menyodorkan segelas air minum pada Chessy
" Te... terima kasih!" ucap Chessy tergagap
Amilia mengerutkan keningnya menatap punggung kakaknya yang kini sudah pergi begitu saja
Setelah Chessy berganti baju dan drama ketegangan pun sudah sedikit mencair apalagi tanpa ada kecurigaan sedikit pun dari Amilia
membuat Chessy sedikit lebih tenang dan gadis itu pun pamit pada Amilia untuk membantu mommy nya masak di dapur sedangkan Amilia sendiri lebih memilih untuk beristirahat di kamarnya karena saat ini ia sedang datang bulan dan merasakan sedikit nyeri di perutnya
Chessy kini sedang sibuk di dapur bersama sang mertua, sesekali mereka membicarakan tentang keadaan kehamilan Chessy, bi Suroh yang tidak sengaja mendengar pun nampak terkejut saat nyonya besar di rumah itu dengan santainya membicarakan soal kehamilan gadis yang tidak lain adalah sahabat dari putrinya itu tanpa risih padahal jelas-jelas gadis itu masih duduk di bangku SMA
" Apa neng Amilia tahu soal ini ya?" gumam bi Suroh menatap dua wanita yang beda generasi yang sedang sibuk didapur
" Eh tuan muda,tadi bibi hanya _!" Bi Suroh nampak tegang apalagi dengan jelas Amar sudah lebih dulu memotong ucapannya
" Jangan mengatakan apa yang bibi dengar tentang orang lain jika bibi sendiri tidak tahu bagaimana cerita yang sebenarnya, belum tentu apa yang bibi lihat dan bibi dengar sama dengan realita yang sebenarnya, jadi saran aku bibi jangan mencampuri urusan orang lain yang bibi sendiri belum tahu hal yang sebenarnya terjadi nanti jatuhnya adalah fitnah, mengerti!" tegas Amar yang seketika membuat Bi Suroh terdiam
" Baik tuan muda" Sahutnya takut-takut karena baru kali ini tuan mudanya bicara setegas itu padanya
Amar mendekati dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya, keduanya nampak begitu akrab, ada gelak tawa diwajah sang isteri yang tidak pernah ia lihat sebelumnya
" Masak apa dua bidadari surga ku yang cantik, sepertinya enak nih?" tanya Amar membuat bunda geleng-geleng kepala mendengar gombalan sang putra
" Kakak , bicaranya di filter dulu ih kalau Amilia dengar gimana kak?" Chessy celingak-celinguk melihat kesekeliling takut tiba-tiba Amilia muncul
Amar tersenyum melihat ketegangan sang isteri
"Memangnya kenapa kalau dia dengar? pasti dia akan beranggapan kalau kamu itu calon kakak iparnya, bukan begitu isteriku?"Dengan santainya Amar malah balik bertanya seraya melingkarkan tangannya di pinggang sang isteri
Chessy melotot, sikap Amar benar-benar keterlaluan membuat wajah Chessy merah seketika menahan malu, bagaimana tidak malu Amar dengan santainya memeluknya dihadapan mommy yang tidak lain ibu mertuanya
__ADS_1
" Kak, apa-apaan sih sana ih malu sama mommy!" Chessy yang merasa malu langsung mengurai pelukan Amar lalu mendorongnya agar menjauh
Mommy tersenyum melihat tingkah keduanya, berharap hubungan mereka akan selalu harmonis dan baik-baik saja
" Tidak apa-apa sayang, mommy malah senang melihat kalian akur seperti ini" tutur Mommy dengan jujur
" Tuh dengar sendiri kan, mommy aja enggak masalah dan malah senang kalau kita mesra-mesraan" Amar menaik turunkan alisnya
Chessy nampak jengah dan ingin sekali membungkam mulut suaminya yang dari tadi terus saja memancing kekesalannya
Amar tergelak melihat wajah kesal Chessy, entah kenapa setiap hari menjadi candu untuknya menjahili isteri kecilnya itu
" Wahh... seru banget nih, lagi pada ngobrolin apa sih?" tanya Amilia yang tiba-tiba saja datang menghampiri, membuat ketiganya langsung menoleh ke arah Amilia dengan reaksi yang berbeda-beda
Amar dan mommy bersikap santai tapi tidak dengan Chessy gadis itu terlihat sedikit tegang
" Loe kenapa Chess dari tadi gue perhatiin loe kayak tegang mulu, apa jangan-jangan karena ada kak Amar ya disini loe jadi salting?" goda Amilia membuat Chessy memutar bola matanya malas
Amilia enggak tahu aja kalau dari tadi yang sudah membuat Chessy tegang justru dirinya sendiri
" Kak Amar juga tumben banget sih di dapur, mau modus ya sama Chessy?" tuduh sang adik
" Dih apaan sih kamu dek, ya enggak lah ngapain pake modus segala? kakak mah tipekal orang yang enggak suka modusin cewek tapi langsung di nikahin!"
Amilia mengerucutkan bibirnya, karena setahu dia kakaknya itu tipe cowok yang dingin, arogan dan jutek makanya sampai saat ini masih jadi jomblo sejati dan tidak pernah dekat dengan wanita manapun
" Cih, gayanya! tapi sampai sekarang aja enggak pernah tuh kakak membawa pacar kakak untuk dinikahi"
Deg
Chessy membola mendengar ucapan Amilia kepada sang kakak lalu matanya beralih menatap Amar yang juga tengah menatapnya
" Jika kakak bilang, Kakak sudah menikah apa reaksimu?"
Deg
Lagi-lagi Chessy dibuat tegang, mommy yang melihat wajah tegang Chessy apalagi terlihat peluh yang sudah membanjiri keningnya membuat mommy merasa tidak tega dengan menantu kesayangannya itu
" Aku akan menghajar kakak karena sudah berani menikah tanpa sepengetahuan ku!" Amilia mengepalkan tangannya
" Bagaimana jika aku tertarik dengan sahabatmu itu lalu diam-diam menikahinya?" tanya Amar lagi sengaja memberikan sinyal pada Amilia
__ADS_1
" Aku tidak akan merestui kalian!" jawab Amilia dengan tegas
Deg