Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Pengakuan Malika


__ADS_3

" Assalamualaikum!" Suara salam yang menggema dari arah luar pun langsung mengalihkan perhatian mereka yang tengah berada di ruang tamu


" Wa'alaikum salam!" jawab Mommy, dad Mahendra dan Amilia bersamaan


Atensi mata seseorang yang baru saja datang langsung tertuju pada sosok seorang wanita yang tengah menundukkan wajahnya


Alis orang tersebut mengkerut dan sedikit menggelengkan kepalanya melihat sosok wanita yang beberapa hari yang lalu sempat mendatanginya ke kantor dengan drama yang sungguh konyol dan cukup tidak payah menurutnya


Entah berasal dari mana keberanian wanita tersebut setelah mendapat penolakan keras dari dirinya saat berada di kantor dan hari ini dengan beraninya malah mendatangi kediaman orang tuanya


...Flashback on...


" Maaf mbak tuan melarang siapapun masuk jika tidak dalam kepentingan!" cegah sekretaris Amar ketika dua orang wanita memaksa masuk ke ruangan atasannya


" Kamu tidak tahu siapa dia hah?" sentak seorang gadis yang tidak lain adalah Claudia, dengan gaya sombongnya gadis itu berbicara sambil melototi sekretaris Amar


" Asal kamu tahu ya, dia adalah calon isteri atasan kamu dan bisa dipastikan setelah kakakku menikah dengan atasan mu itu maka orang yang pertama akan dipecat adalah kamu!" sentak Claudia


" Tapi Mbak ini sudah menjadi prosedur di perusahaan kami, anda tidak boleh lancang dan sembarangan masuk tanpa membuat janji terlebih dahulu dengan atasan kami, biar saya memberitahu pak Amar terlebih dahulu sebaiknya kalian tunggu disini!" ucap sang sekretaris seraya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah ruangan Amar


Namun siapa sangka kedua wanita itu malah menerobos masuk begitu saja membuat sang sekretaris dibuat kesal dan jengkel dengan kelakuan wanita tersebut


" Maaf pak saya sudah menyuruh mereka untuk menunggu tapi mereka malah menerobos masuk pak!" ucap sekretaris tersebut yang merasa bersalah pada atasannya itu


" Tidak apa-apa, kamu boleh kembali bekerja!" ucap Amar penuh wibawa


" Baik pak!" pamit sang sekretaris


Mata Amar menelisik dua orang wanita yang kini tengah berada di hadapannya


Amar lalu berdiri dari tempat duduknya dan bersandar pada meja seraya melipat kedua tangannya di dada


" Ada apa kalian datang ke mari?" tanya Amar datar dan berkesan dingin


" A....aku...!" Wanita yang bersama Claudia yang tidak lain adalah Malika nampak begitu gugup ketika berhadapan langsung dengan Amar


Dari duduk di bangku SMA, wanita itu memang sudah menaruh hati pada Amar namun sayangnya pemuda tersebut sangat dingin dan sangat sulit didekati


Barulah mereka sedikit ada interaksi ketika teman Amar yang bernama Jero Anderson sesekali mengajak Malika ikut bergabung dengan mereka ketika acara kumpul-kumpul


" Cepat katakan karena aku tidak ada waktu untuk hal yang tidak penting" sergah Amar


Claudia mendelik lalu dengan beraninya gadis itupun menatap tajam Amar


" Sombong sekali, ternyata kakak dengan adiknya sama saja sombongnya" ucap Claudia


" Dek!" Malika menarik lengan adiknya


" Apa sih kak kita itu harus bicara dengannya kakak tuh jangan takut kayak gini!" kesal Claudia


" Tapi dek_!"


" Biar aku yang bicara jika kakak merasa takut" Claudia mengangkat tangannya menyuruh kakaknya untuk diam


Amar menghela nafasnya kasar lalu menatap tajam kedua wanita yang masih berdiri di dalam ruangannya


" Cepat katakan atau aku akan menyuruh pihak keamanan untuk menyeret kalian keluar dari ruangan ku!" tegas Amar


Claudia tersenyum miring" Baik aku akan bicara ke intinya saja" ucap Claudia dengan beraninya


" Kedatangan ku bersama kakakku kesini karena aku ingin meminta anda tuan yang terhormat untuk_!"


" Dek, cukup dek sebaiknya kita pergi saja sekarang dari sini!" Cegah Malika memotong ucapan sang adik


" Kakak ini apa-apaan sih, kita tuh harus bicara kak, kakak enggak usah takut begitu!" kesal Claudia pada kakaknya


" Cepat katakan jangan bertele-tele, aku tidak punya banyak waktu untuk melihat drama kalian!" ucap Amar dengan sikap dinginnya


" Aku ingin kau bertanggung jawab atas perbuatan mu tuan Amar yang terhormat!" seru Claudia dengan suara lantang


Amar mengernyitkan alisnya lalu menatap penuh selidik dua wanita yang ada dihadapannya


" Bertanggung jawab?" tanya Amar tersenyum miring


" Ya, kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu yang sungguh sangat menjijikkan" sahut Claudia dengan tatapan meremehkan


" Dek, cukup ayok kita pergi sekarang!" Malika menarik lengan Claudia namun gadis itu menepisnya dan tidak mempedulikan ucapan kakaknya


" Menjijikkan? apa maksudmu?"sentak Amar


" Cih, kau jangan pura-pura tidak tahu, apa selain dengan kakakku kau juga sering melakukan hal itu pada wanita lain sehingga membuat mu begitu mudahnya mencampakkan kakakku dan tidak mau bertanggung jawab setelah kau merampas kebahagiaannya" sarkas Claudia

__ADS_1


Amar mendelik tajam" Tau apa kau tentang ku? dan atas dasar apa kau berani berbicara lancang seperti itu padaku nona Claudia?"geram Amar


" Aku tidak pernah merampas kebahagiaan kakakmu seperti yang kau katakan barusan dan hal menjijikkan apa yang sudah aku perbuat pada kakakmu sampai kau berani menuduhku serendah itu?"


Claudia terdiam lalu melirik kakaknya yang nampak sedang menundukkan kepalanya


" Karena kau sudah membuat kakak ku hamil!"


Glek


Malika langsung mendongakkan kepalanya menatap sang adik


" Dek!" liriknya


" Kau harus bertanggung jawab, kau harus menikahi kakakku!" teriak Claudia dengan amarahnya


Amar menggeleng pelan seraya tersenyum sinis menatap Claudia dari ujung kaki sampai ujung kepala


" Berani sekali kau bicara seperti itu padaku?" ucap Amar dengan wajah bengis menatap Claudia dengan tatapan menusuk tajam


Malika bergidik ngeri melihat wajah Amar yang tersirat kemarahan


" Atas dasar apa kau menuduhku telah menghamili kakakmu?" tanya Amar penuh penekanan


" Karena kau yang telah bersama kakakku malam itu?" jawab Claudia asal


" Malam itu? apa maksudmu" Amar mengernyitkan keningnya menatap Claudia dengan tatapan penuh selidik


Claudia yang ditatap Amar pun jadi salah tingkah dan sedikit gugup


" Malam itu di villa saat acara pesta ulang tahunku!" terang Claudia


Deg


Amar membulatkan matanya, ia tiba-tiba teringat kembali dengan kejadian malam itu malam dimana ia sudah menghancurkan masa depan seorang gadis yang sekarang sudah berstatus menjadi isterinya


Bagaimana bisa Claudia mengatakan hal itu, atau jangan-jangan benar kecurigaan adiknya selama ini kalau Claudia memang terlibat dalam penjebakan malam itu


Ceklek


" Tuan!" Atensi mereka langsung beralih pada pintu yang tiba-tiba dibuka dari luar


" Bagus kau datang Roy!" ucap Amar ketika Roy tiba-tiba langsung masuk ke ruangannya


" Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Roy


" Suruh mereka pergi Roy!" titah Amar


" Dasar pengecut, kau tidak bisa memperlakukan kakakku seenak mu, kau harus bertanggung jawab, kau harus menikahi kakakku!" Sungut Claudia berapi-api


" kakakku mengandung anakmu bereng**k!"


Amar mengepalkan tangannya kuat, Roy yang baru saja mengerti apa yang terjadi di ruangan itu pun turut emosi mendengar ucapan Claudia yang begitu lancangnya


" Apa yang kau katakan barusan bisa menjadi bumerang untuk dirimu sendiri nona!" sentak Roy


" Mengatakan sesuatu kebohongan apalagi jika sampai terdengar keluar maka sama saja kau menggali lubang kuburan mu sendiri"


Deg


Malika dan Claudia terhenyak dan hati keduanya pun menciut


" Aku anggap ini tidak pernah terjadi dan sebaiknya kalian segera keluar dari ruangan ku sekarang juga sebelum aku memanggil pihak keamanan untuk menyeret kalian berdua!" Tekan Amar


" Dan ingat jangan coba-coba membuat drama di depan ku, kebohongan kalian bisa membawa petaka dalam kehidupan kalian sendiri, camkan itu baik-baik" ancam Amar dengan emosi yang hampir meledak


" Kau_!" Claudia hendak kembali bicara namun dengan cepat Malika mencegahnya dan langsung menarik lengan Claudia dan membawanya pergi


" Kak lepas dulu, aku belum selesai bicara. laki-laki itu harus bertanggungjawab kak atas kehamilan mu itu!" ucap Claudia ketika ditarik keluar oleh Malika


" Cukup Claudia, ayok kita pergi dari sini "


" Tapi kak!"


Claudia tidak bisa berbuat apa-apa ketika lengannya ditarik paksa oleh sang kakak dengan sangat kuat


Sementara Amar mengusap wajahnya kasar, menatap ke arah pintu dimana adik dan kakak beradik tersebut saling tarik menarik


Roy hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat drama yang diperankan oleh kakak beradik itu


Setelah Claudia dan Malika sudah menghilang dari ruangannya Amar mendudukkan dirinya kasar di kursi kebesarannya

__ADS_1


" Wanita itu?" Amar mengepalkan tangannya


" Beraninya mereka bermain-main dengan ku"


" Apa yang akan anda lakukan tuan pada wanita itu?" tanya Roy


" Selidiki mereka Roy !"


" Baik tuan!" sahut Roy


" Aku yakin kejadian malam itu pasti adalah rencana mereka, beruntung malam itu aku menemukan kalung milik isteriku dan kami sudah menikah sekarang jika tidak pasti mereka akan memanfaatkan kebodohan ku karena kejadian malam itu dengan mengaku akulah yang bersamanya malam itu "


Flashback off


" Oh .. rupanya kalian, ternyata peringatan ku hari itu tidak membuat mu menyerah" ucap Amar dingin


Glek


Malika semakin bergetar ketakutan, ia tidak sanggup menatap Amar yang pastinya tengah menatapnya dengan tatapan mematikan


" Apa kau mengenal wanita ini Amar? apa benar kau sudah menghamilinya?" Marah dad Mahendra karena takut Amar bukan hanya menghamili Chessy tapi wanita yang ada di hadapannya juga, ya walaupun didalam hati kecilnya ia pun menyangkal ucapan mamanya Malika


Amar tersenyum miring " Apa aku sebejat itu dad?" Amar malah melontar balik pertanyaannya


" Tentu saja tidak kecuali kau berada dalam jebakan!" Tekan dad Mahendra


Mata Malika lagi-lagi terbelalak mendengar perkataan dad Mahendra


" Maksud anda apa bicara seperti itu? apa anda menuduh kami yang sudah menjebak putra anda begitu?" marah mamanya Malika melotot tajam


" Mah, sudah mah kita bicarakan ini baik-baik" bisik papanya Malika


" Aku tidak berkata seperti itu, hanya saja putraku tidak mungkin melakukan perbuatan yang tidak bermoral jika dalam keadaan sadar" terang dad Mahendra


" Sudahlah dad tidak usah meladeninya, aku sudah memperingatkan mereka untuk tidak membuat drama di depan ku apalagi sampai menyebarkan kebohongan tapi rupanya mereka tidak mengindahkannya maka akan aku buat mereka menyesali perbuatannya sendiri yang sudah berani bermain-main dengan Amar Alzena Mahendra!" tegas Amar


" Dan kau!" Amar menunjuk ke arah Malika yang masih menundukkan kepalanya


" Kau ingin aku yang mengatakannya langsung atau kau sendiri yang memberitahu kedua orang tuamu dan juga adik kecilmu yang terlalu banyak bicara itu tentang fakta yang sebenarnya?" tanya Amar pada Malika


Mendengar pertanyaan Amar membuat tubuh Malika semakin bergetar " Ma.. maafkan aku, sungguh a..aku sudah berusaha untuk menjelaskan ta...tapi mereka tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan" tutur Malika dengan suara bergetar ketakutan


" Apa maksudmu?" sentak dad Mahendra


" Dad, diamlah dulu biarkan dia bicara!" tegur mommy Naura dan dad Mahendra pun langsung terdiam


Malika pun akhirnya menceritakan hal yang sebenarnya dan adiknya Claudia sudah salah paham karena dulu memang ia sering curhat kepada adiknya itu kalau dia sangat menyukai Amar dan di acara pesta ulang tahunnya pun Malika mengundang Amar dan juga teman-temannya yang lain dan Claudia tahu hal itu


Dan Amar hadir ke acara tersebut karena mendapat undangan dari temannya yang bernama Jero yang tidak lain adalah kekasihnya Claudia


Dan fakta yang sebenarnya walupun malam itu Malika berniat untuk menjebak Amar tapi pada kenyataannya anak yang kini ia kandung bukanlah anak dari Amar melainkan anak pria lain


Pada malam pesta ulang tahun Claudia ternyata Malika berencana ingin memiliki Amar seutuhnya dengan caranya dan siapa yang menyangka kalau ternyata adiknya pun punya niatan buruk terhadap temannya sendiri yang tidak lain adalah Chessy, hingga akhirnya orang-orang Claudia salah membawa Chessy dan malah ke tempat penginapan Amar sedangkan Malika sendiri terjebak oleh perangkap yang dibuatnya sendiri tanpa sengaja ia meminum minuman yang sudah di racik untuk Amar dan parahnya ia malah masuk ke tempat Denis dan teman-temannya berkumpul dan disitulah tragedi naas dialami oleh Malika


Malika sendiri tidak tahu kalau ternyata malam itu Amar bersama Chessy sedangkan dirinya malah terjebak dengan Denis


Kedua orang tua Malika begitu syok setelah mendengar penuturan sang putri, terutama mamanya, ia tidak menyangka kalau ternyata putrinya bukan mengandung benih keturunan keluarga Mahendra yang sudah dipastikan kekayaannya tidak akan pernah habis tujuh turunan


Mamanya Malika hampir jatuh pingsan karena ambisinya menjadi orang kaya kini gagal sudah


" Jadi maksud kak Malika anak yang kakak kandung itu anaknya kak Denis?" Pertanyaan itu seketika keluar begitu saja dari bibir Amilia


Malika yang merasa bersalah pun menjawab dengan anggukan kepala


" Oh ya tuhan!" Amilia mengusap wajahnya dengan kasar


" Jadi dugaan ku selama ini benar kalau di acara ulang tahun Claudia sebenarnya kalian berdua sudah merencanakan perbuatan tidak bermoral itu?" pertanyaan Amilia membuat Malika dan Claudia tertohok


Glek


Keduanya langsung melotot dan menoleh ke Amilia bersamaan dan setelah itu kedua kakak beradik itu saling melempar pandangan


" Omong kosong, jangan asal bicara loe Amilia bilang aja kalau kakak loe itu sebenarnya pria berengsek dan enggak mau bertanggung jawab jadi memaksa kak Malika untuk mengakui pria lain sebagai ayah dari anaknya" ucap Claudia menyangkal karena takut perbuatannya terbongkar dan dengan cepat memutar omongannya


Amar tersenyum kecut begitu juga dengan Amilia


" Siapa bilang aku tidak bertanggung jawab, aku sudah bertanggung jawab atas perbuatan ku yang sudah menghancurkan masa depan seorang gadis bahkan aku sudah menikahinya" sahut Amar yang tidak terima dengan ucapan Claudia


Jlep


Mata Claudia memicing " Menikah?"

__ADS_1


" Ya, seorang gadis yang tidak berdosa akibat perbuatan temannya sendiri yang tidak memiliki hati dan perasaan merusak masa depannya sudah sah menjadi isteri ku sekarang dan menjadi menantu di keluarga Mahendra!" tutur Amar


Claudia terkejut, " apa jangan-jangan, Chessy?" gumam Claudia dalam hati


__ADS_2