
Chessy terjaga dari tidurnya dan tidak melihat keberadaan sang suami di dalam kamarnya
" Kemana kak Amar?" gumamnya seraya memberingsut dari tempat tidur
Chessy memilih membersihkan diri terlebih dahulu sebelum turun untuk bertemu dengan bunda dan juga mommy Naura
Ceklek
Pintu kamar dibuka bertepatan dengan Chessy yang baru saja keluar dari kamar mandi
" Sayang kamu sudah bangun?" Amar dengan cepat menghampiri Chessy namun diabaikan begitu saja, rupanya sang isteri tercinta masih merajuk padanya
" Udah dong sayang jangan ngambek terus, kakak minta maaf ya sayang!" Amar merangkul bahu Chessy dari belakang yang kini tengah duduk di depan meja rias
Chessy melihat pantulan wajah Amar darj cermin begitu juga dengan Amar yang ikut menatap wajah Chessy dari pantulan cermin yang ada di hadapannya hingga keduanya saling bertatapan
" Mommy dan bunda sudah menunggu kita makan siang loh sayang, kamu mau ikut makan bareng atau mau makan di kamar aja?" tanya Amar masih memeluk Chessy dari belakang
Chessy yang tidak ingin membuat bunda dan mommy Naura khawatir dengan keadaannya lebih memilih untuk turun dan makan siang bersama mereka
Tanpa menjawab pertanyaan Amar, Chessy sudah beranjak berdiri hingga rangkulan tangan Amar terlepas begitu saja
" Sayang!" Amar mencekal pergelangan tangannya
" Maafkan kakak ya!" pinta Amar lagi dengan wajah memelas kepada Chessy yang hendak pergi keluar dari kamar mereka
Chessy menghela nafasnya lalu menatap wajah Amar dengan tatapan sinis " Kembalikan ponselku !" Chessy menengadahkan tangannya di depan Amar
" Dek..!" Amar tidak tahu harus bersikap bagaimana dengan Chessy yang tetap merajuk karena ponselnya yang diam-diam ia sita
" Ya sudah kalau memang tidak mau!" Chessy berbalik badan dan kembali melanjutkan langkahnya
" Sayang!" Amar kembali menarik tangan Chessy membuat langkah Chessy seketika terhenti
" Maaf, mas melakukan ini karena mas sangat mengkhawatirkan kamu dan juga anak kita sayang!" terang Amar
Chessy membalikkan tubuhnya dengan kening yang mengkerut " Apa hubungannya dengan ponselku? apa tengah terjadi sesuatu?" tanya Chessy penuh selidik
Amar bergeming calon ayah itu nampak bingung harus menjawab apa, jika ia katakan yang sebenarnya khawatir Chessy akan syok dan berpengaruh dengan kesehatan kandungannya tapi jika tidak diberitahu takutnya Chessy akan semakin marah jika mengetahuinya dari orang lain
" Sayang_!"
" Benarkan tejadi sesuatu?" cecarnya
__ADS_1
" Apa disekolah telah terjadi sesuatu kak? aku sudah hampir sebulan tidak masuk sekolah pasti berbagai pertanyaan muncul di benak teman-teman ku apalagi setelah kejadian penculikan itu, aku yakin pasti disekolah telah terjadi sesuatu kan sampai-sampai kakak menyembunyikan ponsel miliku?" Tanya Chessy yang membuat Amar menghela nafasnya berat
" Aku sudah menduganya kak, dan kakak tenang aja aku tidak akan kenapa-napa kok kak, aku ingin tahu apa yang terjadi di sana kak?" pinta Chessy sedikit memohon
" Kakak khawatir sayang"
" Kak, aku akan baik-baik saja aku janji kak!" melas Chessy
" Tapi sayang_!"
" Aku sudah memprediksi ini semua dari awal kak, lambat laun berita yang tidak mengenakkan pasti akan terdengar tentang aku dan juga statusku, iya kan ? aku sudah siap kok kak menghadapi ini semua" terang Chessy
Amar tersenyum merasa bangga dengan sikap dewasa isteri kecilnya
" Kamu semakin bersikap dewasa saja sayang, mas kagum sama kamu!" puji Amar seraya menarik Chessy kedalam pelukannya
" Terima kasih atas pujiannya tapi cepat kembali dulu ponselku kak!" Pinta Chessy sambil mengurai pelukan Amar
Amar mengacak-acak gemas rambut Chessy membuat calon ibu muda itu mendengus kesal dan mendumel
" Kak Amar rambutku jadi berantakan tau, ngeselin ih..!" Rajuk Chessy
Amar terkekeh melihat wajah Chessy yang selalu menggemaskan di matanya
" Habisnya kamu itu ngegemesin banget jadi ingin menerkam !" godanya
Amar terkekeh lalu merangkul bahunya " Nanti akan kakak kembalikan sekarang kita makan siang dulu, kasihan mommy sama bunda udah nungguin kita dari tadi" tutur Amar mengajak Chessy untuk turun
Chessy mengerucutkan bibirnya tatkala Amar terus merangkulnya dan mengajaknya turun untuk makan siang bersama orang tua mereka
" Mom, bunda...!" sapa Chessy ketika keduanya sudah berada di meja makan
" Kamu kenapa lama banget sih turunnya, kasihan tuh mommy kamu kelamaan nungguin kalian!" omel bunda membuat Chessy mengerucutkan bibirnya karena kena omel bundanya
" Maaf bunda!" ucap Chessy yang merasa bersalah
" Minta maaf sama mommy kamu!" titah bunda
" Iya bunda" sahut Chessy setelah itu beralih menatap mommy Naura
" Mommy maafin Chessy ya udah bikin mommy menunggu lama" ucap Chesssy merasa tidak enak hati jadinya dengan ibu mertuanya itu karena sudah membuatnya menunggu
Mommy Naura tersenyum lembut " Tidak apa-apa sayang, ayok sini duduk kita sarapan, kasihan dedeknya pasti juga sudah lapar"
__ADS_1
Amar menarik kursi untuk sang isteri duduk, setelah memastikan Chessy duduk dengan nyaman barulah ia menarik satu kursi disampingnya untuk ia duduki
Chessy hendak kembali berdiri untuk melayani suaminya tapi dengan cepat Amar melarangnya
" Kamu duduk aja sayang biar kakak yang ambil sendiri!" titah Amar dengan penuh perhatian
Chessy tersenyum dan kembali mendudukkan dirinya
" Terima kasih ya Kak!" ucapnya saat Amar memberikan piring yang sudah berisi nasi beserta lauk-pauknya
" Sama-sama" ucap Amar setelah itu ia pun mengisi piringnya sendiri
" Makan yang banyak sayang!" ucap mommy Naura
" Iya mom!"
Selesai makan Chessy kembali memaksa Amar untuk mengembalikan ponsel miliknya
" Kak mana ponselku, cepat balikin!" rengek Chessy
" Amar!" panggil mommy Naura seraya menggelengkan kepalanya pelan
Chessy yang melihat ke arah mommy Naura semakin yakin kalau tengah terjadi sesuatu di sekolahnya
" Iya nanti akan kakak kembalikan sayang!" bujuk Amar
" Maunya sekarang!"
Mommy dan bunda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap Chessy yang kekeh ingin meminta ponselnya dikembalikan
" Sayang, ini semua demi kebaikan kamu loh !" ucap bunda Tia
" Bunda, Chessy enggak akan kenapa-napa kok!"
" Tapi sayang_!"
" Bunda Chessy udah tau kok ini pasti akan terjadi, sepitar pintarnya kita menyembunyikan sesuatu pasti lamban laut akan ketahuan juga kan, apalagi usia kandungan Chessy juga semakin membesar sudah tidak mungkin lagi kan untuk Chessy menyembunyikannya terus dan tentang kejadian penculikan itu pasti sudah tersebar luas kan?" tutur Chessy
" Dan Chessy juga yakin berita tentang kehamilan Chessy ini juga pasti sudah tersebar di sekolah!" tambahnya lagi
" Sayang....!"
" Enggak apa-apa kok bun, Chessy sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi bun!" Ucap Chessy yang tahu akan kekhawatiran orang-orang yang menyayanginya
__ADS_1
Akhirnya mau tidak mau Amar pun menceritakan semuanya kepada Chessy, awalnya Chessy memang sempat mengalami sedikit syok tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk mengendalikan dirinya
Chessy menitikkan air matanya karena tiba-tiba pikirannya langsung mengarah pada ujian sekolahnya, calon ibu muda itu takut tidak diizinkan mengikuti ujian kelulusan setelah pihak sekolah mengetahui perihal kehamilannya