Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Kedatangan Ketiga sahabat


__ADS_3

" Chessy.....!" teriak Nila dan Dea saat masuk ke dalam ruangan dimana Chessy di rawat


" Nila... Dea .. Amilia!" seru Chessy terkejut melihat kedatangan para sahabatnya


" Assalamualaikum!" ucap Amilia seraya menyalami punggung tangan kedua orang tua Chessy


" Wa'alaikum salam" sahut bunda dan ayah Chandra bersamaan


Nila dan Dea pun menghampiri kedua orang tua Chessy mengikuti Amilia menyalaminya dengan takzim


" Bagaimana keadaan kamu Chess?" tanya Amilia


" Alhamdulillah, sudah jauh lebih baik" sahut Chessy


" Syukurlah" ucap Amilia dan kedua sahabat lainnya


" Sayang, bunda sama ayah ke kantin dulu ya sebentar, kalian ngobrol aja dulu nanti kalau ada apa hubungi bunda ya!" ucap bunda pamit keluar bersama ayah Chandra


Sepasang suami isteri paruh baya itu ingin memberikan ruang gerak kepada para remaja itu untuk mengobrol


" Iya bunda" sahut Chessy


" Apa ada yang ingin kamu titip sekalian sayang, mungkin kamu ingin sesuatu?" tanya ayah Chandra sebelum pergi kepada putri semata wayangnya


" Emmm... kalau boleh Chessy ingin makan martabak manis keju yah" ucap Chessy malu-malu


" Yaudah nanti ayah cari diluar dekat RS ini siapa tahu ada untuk jual " ucap ayah Chandra


" Tapi yah_" Chessy menggantung kata-katanya


" Tapi kenapa nak?"


Chessy takut-takut mengatakannya, gadis itu malah menundukkan wajahnya


" Sayang, kamu kenapa? " tanya bunda yang melihat Chessy malah menundukkan wajahnya sambil meremas selimutnya


" Emmm... Chessy maunya martabak di tempat yang biasa ayah beli bun" sahut Chessy dengan sendu


" Oh ya ampun sayang, kalau cuma itu kenapa enggak bilang aja dari tadi, iya ayah beliin di tempat yang biasa ayah beli apa ada lagi biar sekalian?" tanya Ayah Chandra seraya geleng-geleng kepala rupanya putrinya masih canggung dengan ayahnya untuk masalah ngidam yang mungkin saat ini tengah ia rasakan


" Enggak ada yah, itu aja" sahut Chessy dengan cengengesan


" Lain kali kalau mau apa-apa jangan ditahan-tahan bilang aja sama ayah atau kalau enggak sama bunda" ucap ayah Chandra


" Iya ayah, terima kasih" ucap Chessy dengan wajah berseri ayah dan bundanya hanya tersenyum lalu pamit pergi


Chessy merasa bersyukur karena ayah dan bundanya menerima dengan lapang apa yang sudah terjadi pada dirinya


" Loe ada-ada aja tau enggak Chess udah kayak orang ngidam aja" Celetuk Dea setelah kepergian ayah dan bundanya Chessy


Jlep


Hati Chessy tersentil dengan ucapan Dea, gadis itu pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Dea

__ADS_1


" Kapan loe udah di perbolehin pulang Chess?" tanya Nila yang melihat perubahan raut wajah Chessy setelah mendengar ucapan Dea.


Gadis itu takut ucapan Dea menyinggung Chessy dan bisa memperkeruh suasana nantinya maka cepat-cepat ia mengalihkan topik pembicaraan


" Iya Chess, kelas sepi tau enggak ada loe" ucap Dea menimpali ucapan Nila


" Iya, apalagi gue duduk sendirian terus" Amilia pun ikut menimpali


" Jangan lama-lama Chess, gue kesepian tahu tanpa loe" lanjutnya lagi


Chessy tersenyum mendengar keluhan para sahabatnya " Insyaallah mungkin lusa dokter sudah mengizinkan gue pulang" jawab Chessy


" Tapi, Loe udah benar-benar sehat kan Chess udah enggak ada keluhan?" tanya Amilia


" Insyaallah udah enggak Mil, gue udah ikhlas ngejalanin ini semua setidaknya ada ayah sama bunda yang selalu support gue mereka aja bisa dengan lapang menerima keadaan gue masa gue enggak, yang ada gue malah membuat mereka kecewa lagi" tutur Chessy


" Syukurlah kalau begitu, gue senang mendengarnya. loe haru kuat dan sabar ya Chess gue yakin kok suatu hari nanti loe akan mendapatkan kebaikan yang luar biasa dari kesabaran loe itu" ucap Nila


" Amin, tumben kata-kata Loe enak di dengar Nil" canda Chessy


" Wah songong nih anak, dikira gue kaleng rombeng kali ya sampai enggak enak di denger suaranya" Ucap Nila


" Nah itu loe sadar Nil" ucap Amilia ikut menimpali


" Dasar Loe pada ya teman-teman laknat" Nila pura-pura marah namun yang ada malah membuat mereka tertawa


Amilia bersyukur di dalam hati melihat Chessy yang sudah kembali ceria terlihat beban yang dipikulnya selama ini sudah berkurang bahkan mungkin sudah lepas ya walaupun tidak sepenuhnya karena beban itu pasti masih ada yang tertinggal tidak sepenuhnya bisa hilang begitu saja


" Mil.... Amilia, Loe kenapa kok bengong gitu?" panggil Chessy melambaikan tangannya di depan wajah Amilia yang pandangan matanya justru tengah menatap Chessy


" Eh, iya kenapa?" tanya Amilia saat tersadar dari lamunannya


" Kenapa...kenapa? loe tuh yang kenapa, malah bengong kayak gitu, mikirin apaan si loe?" tanya Nila yang sejak tadi memperhatikan Amilia


" Gue enggak lagi mikirin apa-apa, gue cuma turut senang aja kalau sahabat kita Chessy sudah bisa kayak dulu lagi" ucapnya membuat Chessy merasa sangat terharu dibuatnya


" Oh Amilia... sahabat gue...." Chessy merentangkan kedua tangannya dan Amilia tersenyum lalu masuk ke dalam pelukan sahabatnya itu, melihat Amilia dan Chessy berpelukan Dea dan Nila pun ikut bergabung


" Loe jangan pernah merasa sendiri lagi Chess ada kita-kita yang akan selalu ada buat loe. kalau ada apa-apa jangan pernah sungkan untuk bicara sama gue, Lia dan juga Dea. meskipun kami enggak bisa bantu apa-apa tapi ya setidaknya kita bisa sama-sama mencari solusinya" tutur Nila membuat Chessy merasa bersalah karena selama ini sudah merahasiakan tentang dirinya kepada mereka walaupun sekarang pada akhirnya mereka tahu juga dengan sendirinya


" Terima kasih ya semuanya" ucap Chessy setelah mengurai pelukannya


Mereka lalu berbicara tentang masalah disekolah dan juga menceritakan tentang Claudia yang bersikap semakin menjadi saja


" Oiya Chess, semenjak loe enggak masuk si Alex suka nanyain loe tau" ucap Dea


" Alex?" Beo Amilia, Chessy dan juga Nila bersamaan


" Iya Alex, tapi kok kalian ngeliatinnya gitu banget sih?" Ucap Dea nampak aneh melihat raut wajah bingung ketiga sahabatnya


" Alex anak kelas 12 IPA 2?" tanya Amilia


" iya" Dea mengangguk

__ADS_1


Amilia dan Chessy saling melempar pandangan begitu juga dengan Nila


" Ngapain tuh anak pake nanya-nanyain Chessy segala?" tanya Nila yang merasa aneh dengan cowok yang bernama Alex


Setahu mereka Alex itu anaknya kurang asik, lebih suka bergaul dengan anak-anak yang tajir aja karena anak itu merasa bangga sebagai putra seorang pejabat negara


" Iya tumbenan banget tuh anak nanyain Chessy" Amilia pun merasa tidak suka mendengar Alex mencari Chessy karena selain belagu dan sombong siswa yang bernama Alex itu suka kurang ajar terhadap para cewek


" Udah Chess, jangan loe pikirin tuh anak enggak jelas, jangan sampai deh loe berurusan sama tuh anak apalagi loe juga taukan tuh Claudia naksir berat sama tuh anak" ucap Amilia berpesan pada sahabatnya Chessy


" Iya, gue juga enggak tertarik kok berurusan sama tuh anak songong dan sombong kayak dia" Sahut Chessy


" Oiya udah malam nih Chess, gue pamit pulang ya!" ucap Dea


" Iya gue juga nih" ucap Nila karena merasa sudah terlalu malam dan mereka takut pulang telat


" Yaudah kalian pulang aja duluan, biar gue yang nungguin Chessy sampai ayah sama bundanya datang" ucap Amilia


" Tapi loe enggak apa-apa memangnya Mil, nanti loe kemalaman pulangnya. gue sih sendiri juga enggak apa-apa kok" ucap Chessy yang merasa tidak enak hati dengan Amalia


" Loe tenang aja, kalaupun gue pulang malam kan ada pak Wahyu yang nganterin gue pulang" Sahut Amilia


Dea dan Nila pun sudah pamit pulang dan kini di ruangan yang serba putih itu hanya tinggal Amilia dan Chessy


" Mil" panggil Chessy


" Apa?" sahut Amilia yang saat ini tengah mengirim pesan kepada mommy nya mengatakan kalau dia pulang telat karena menemani Chessy di RS


" Gue mau tanya apa penyelidikan kakak loe tentang orang itu sudah membuahkan hasil?" tanya Chessy sedikit takut-takut


Amilia yang tadinya tengah menatap layar ponselnya kini langsung mendongak dan menoleh ke arahnya


" Maaf Chess, belum ada hasil dan beberapa hari ini pun gue belum bertemu dengan kakak gue, kak Amar kayaknya lagi ada masalah soalnya kata bibi pun kemarin kak Amar sampai dipukuli gitu sama daddy sampai mommy juga jatuh pingsan " tutur Amilia yang merasa tidak enak hati dengan sahabatnya karena dia belum bisa mendapatkan titik terang tentang kasus pelecehan yang dialami sahabatnya itu


" Seandainya kakak loe berhasil mendapatkan informasi itu dan loe tahu orangnya menurut loe gue harus bagaimana dan apa reaksi Loe nanti kalau seandainya kakak loe sudah memberitahu loe siapa orang itu?" tanya Chessy yang sedikit gugup takut Amilia dapat menangkap kegugupan dirinya


Amilia melihat Chessy gugup justru berpikir jika sahabatnya itu masih merasa takut dan trauma jika menghadapinya nanti jika hal itu benar-benar terjadi


" Ya udah pasti dong loe harus tuntut tuh orang dan gue yang akan membantu loe buat menjebloskan para penjahat itu ke penjara dan gue yakin kak Amar juga pasti akan membantu kita" ucap Amilia dengan menggebu


Jlep


Chessy tercekat mendengar ucapan Amilia, dia belum tahu aja kalau orang tersebut adalah kakaknya sendiri bagaimana ceritanya kakaknya itu menjebloskan dirinya sendiri ke penjara


" Tapi sebelum itu gue pasti akan kasih dia pelajaran dulu!" Amilia mengepalkan tangannya dan meninju-ninju ketangannya sendiri


Wajah Amilia nampak menakutkan menurut Chessy saat marah seperti itu pantas saja kalau kakaknya tidak mau mengambil resiko dengan memberitahu hal yang sebenarnya pada Amilia


" Gue bikin tuh orang perkedel, gue hajar sampai mukanya babak belur biar tahu rasa dia, jangan coba-coba dia berurusan dengan Amilia!" ucapnya


Glek


Chessy menelan salivanya kasar, ucapan Amilia sungguh membuatnya bergidik ngeri, keputusan Amar itu sangat tepat jika sampai Amilia tahu entah bagaimana bentuk wajah calon suaminya itu nantinya pasti sudah tidak tampan lagi dan bisa saja acara pernikahan itu pun batal

__ADS_1


Meskipun Chessy belum bisa menerima Amar sepenuhnya tapi mengingat ada kehidupan lain di dalam perutnya membuat gadis itu mau tidak mau harus menerima pinangan Amar


__ADS_2