
Chessy yang terbangun lebih dulu sedikit terkejut saat melihat posisinya yang masih berada di dalam pelukan Amar, bahkan gadis bukan perawan itupun hampir saja berteriak kalau saja tidak teringat dengan apa yang sudah mereka lakukan semalam
Selintas ingatan itu kembali muncul membuat wajah Chessy seketika bersemu merah, sungguh ia tidak menyangka sebelumnya kalau bisa sampai sejauh ini berhubungan dengan sang suami, beruntung trauma yang dialaminya kini sudah tidak separah dulu mungkin karena perhatian dan kasih sayang Amar yang begitu tulus kepadanya mampu membuat traumanya atas tragedi satu malam itu mulai memudar
Chessy menatap lekat wajah pria yang ada dihadapannya, senyum pun terukir di wajah cantiknya, ada rasa bangga karena bisa menjadi isterinya Amar kakak dari sahabatnya sendiri
" Eh?" Chessy terkejut saat melihat Amar membuka matanya
" Apa suamimu ini sangat tampan sehingga kamu terus memandanginya?" goda Amar sambil tersenyum
Chessy tergelak mendengar ucapan Amar " Anda terlalu percaya diri sekali tuan!" sahut Chessy
Amar pun ikut terkekeh " Tapi memang benar kan kalau suamimu ini tampan?"
Chessy tersenyum lalu dengan gemas ia mencubit pipi Amar " Iya...iya... suamiku ini memang sangat tampan dan akan lebih tampan lagi kalau kita bangun sekarang lalu sholat subuh!" ucap Chessy seraya melepaskan pelukan Amar dan beranjak dari tempat tidur
" Baiklah sayang, tapi_?"
" Aku akan mandi di kamar mandi bawah!" ucap Chessy yang tahu arah pembicaraan Amar
Amar yang mendengar Chessy akan mandi di kamar mandi bawah langsung mencegahnya
" Jangan sayang, sebaiknya kamu mandi duluan aja disini , nanti kakak setelahnya!" ucap Amar melarang Chessy mandi di kamar mandi yang ada di lantai bawah
" Yaudah kalau begitu aku mandi duluan!" Pamitnya
" Iya sana!"
" Tapi kakak jangan tidur lagi ya!"
" Iya bawel!"
Chess terkekeh sambil berjalan ke arah kamar mandi
Setelah selesai mandi dan melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim dan keduanya sudah rapih dengan seragam masing-masing Chessy sudah lengkap dengan seragam sekolahnya dan Amar dengan setelan jasnya mereka pun memutuskan segera turun ke bawah untuk sarapan
" Apa kamu sudah tidak mengalami mual lagi?" tanya Amar sambil keduanya berjalan menuruni anak tangga
__ADS_1
" Alhamdulillah tidak kak, mungkin karena ada kakak jadi anak kita tidak rewel!" sahut Chessy
" Syukurlah kalau begitu, baik-baik didalam perut mama ya sayang!" ucap Amar sambil mengelus perut Chessy
" Iya papa!" sahut Chessy menimpali dengan menirukan suara anak kecil
Keduanya sambil melempar senyum berjalan menuju meja makan
" Selamat pagi ayah, bunda!" Ucap Chessy
" Assalamualaikum, selamat pagi ayah, bunda!" ucap Amar
" Wa'alaikum salam, selamat pagi juga Amar, Chessy!" sahut ayah dan juga bunda bersamaan
Amar menarik kursi untuk Chessy setelah Chessy duduk baru ia menggeser kursi di samping Cheesy untuk ia duduki
Sarapan berjalan dengan hangat, Chessy mengikuti apa yang bunda lakukan ketika melayani ayah sarapan
" Sudah biar kakak saja!" ucap Amar menolak ketika Cheesy hendak melayaninya
Chessy mengerucutkan bibirnya karena ia ingin belajar menjadi isteri yang baik seperti bundanya yang selalu melayani suaminya ketika sarapan
Chessy mendongak lalu menoleh ke arahnya
" Bukan kakak tidak mau dilayani tapi untuk saat ini biarkan kakak yang melayani kamu hem!" ucap Amar dengan lembut
Mendengar ucapan Amar hati Chessy membuncah, ada getaran dalam dada yang semakin dibuat bergetar dengan perlakuan lembut sang suami
" Pakai ayam goreng aja !" jawab Chessy dengan wajah yang sudah bersemu merah karena diperlakukan bak seorang ratu
" Ini, dihabiskan ya sarapannya biar dedeknya juga ikutan kenyang" tutur Amar setelah mengisi piring Chessy dengan nasi dan lauk pauknya
" Terima kasih kak!" ucap Cheesy yang di balas dengan senyuman
Setelah mengisi piringnya sendiri Amar dan Chessy pun menikmati sarapannya
Ayah dan bunda saling melempar senyum melihat keromantisan keduanya
__ADS_1
Didalam hati mereka tidak pernah berhenti mengucap rasa syukur atas kebahagiaan putri mereka dan berdoa semoga keduanya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.
Usai sarapan Amar dan Chessy pun pamit, Amar akan mengantar Chessy ke sekolah dan mulai saat ini Amar tidak perlu lagi menyamar menjadi supir angkot karena hubungan mereka pun sudah diketahui oleh Amilia hanya statusnya saja sebagai pasangan suami isteri belum Amilia tahu
Sebelum pergi menuju sekolahnya Amar memilih untuk menjemput adiknya terlebih dahulu di mansion keluarganya
Setibanya di mansion Amilia sudah menunggu di depan pintu gerbang karena sebelumnya Amar sudah memberitahu akan menjemputnya
Chessy yang duduk di depan setelah sampai di depan mansion hendak beranjak turun untuk pindah ke kursi belakang namun dengan cepat Amar mencegahnya
Amilia hanya bisa mendengus melihat sikap kakaknya yang nampak posesif terhadap Chessy
" Kak Amar apaan sih sekarang lebay banget, biasanya juga Chessy duduk di belakang sama Mili masa sekarang Mili sendirian duduk di belakang" ucap Amilia yang merasa sedikit kesal dengan tingkah sang kakak
" Ya apa masalahnya memang kalau kakak meminta Chessy buat duduk di depan, masa kalian duduk di belakang semua terus kakak udah kayak sopir aja duduk di depan sendirian" sahut Amar
Amilia mencibikkan bibirnya masih merasa kesal dengan sikap sang kakak yang mempermasalahkan hal sekecil itu padahal kemarin-kemarin sebelum menyatakan perasaan sukanya terhadap Chessy tidak masalah ketika keduanya duduk di kursi belakang sedangkan Amar duduk sendiri di depan mengemudikan mobilnya
" Kak, aku enggak enak ah kasihan Amilia, aku duduk di belakang aja ya!" ucap Chessy yang merasa tidak enak dengan Amilia
" Enggak usah dek, Amilia mah enggak masalah soal ini mah udah kamu duduk aja yang manis oke" ucap Amar seraya menghidupkan mesin mobilnya
" Kak..." rengek Chessy
Amilia yang melihat raut kesedihan di wajah Chessy melalui kaca spion langsung angkat bicara
" Udah Chess enggak apa-apa, Loe enggak usah merasa enggak enak sama gue, udah biarin ikutin aja kemauan kak Amar maklum aja Chess loe itu cewek pertamanya kak Amar dan semoga juga jadi yang terakhir ya, Amin" ucap Amilia menyela ucapan Chessy yang ia tahu pasti ingin merengek pada Amar agar keduanya berganti posisi
" Tapi Mil_"
" Udah santai aja kayak enggak kenal gue aja loe!" sahut Amilia
" Tuh dengarkan dek, udah enggak apa-apa biarin aja dia di belakang, dia mah gadis pengertian kok!" ucap Amar
" Iya gue mah memang gadis pengertian Chess, cuma sayangnya kakak gue sendiri aja enggak ngertiin sang adik!" sahutnya menimpali
" Maksudnya?" Amar mendelik
__ADS_1
" Enggak ada maksud" sahut Amilia dengan ketus
Amar malah menyikapi ucapan Amilia dengan kekehan, merasa gemas dengan tingkah sang adik yang masih suka bermanja-manja dengannya