Tragedi Satu Malam

Tragedi Satu Malam
Ke mall


__ADS_3

" Oh ya ampun Chessy gue cariin kemana-mana Loe ternyata malah nyangkut disini" ucap Amilia dengan kantong belanjaan yang penuh ditangan kanan dan kirinya


" Astaghfirullah, Amilia ngagetin aja" ucap Chessy yang cukup terkejut dengan kemunculan Amilia yang secara tiba-tiba itu seraya mengelus dada


"Ya sorry...sorry..." Ucap Amilia cengengesan


" Lah loe lagian ngapain coba malah duduk disini sendirian, enggak bilang-bilang lagi?" tanya Amilia sambil mendudukkan bokongnya di kursi kosong yang ada di samping Chessy


Mata Chessy membeliak seketika saat teringat dengan Amar, untung saja pria itu sedang pergi membelikan air minum untuknya, tapi bagaimana nanti kalau dia kembali pasti bertemu dengan Amilia juga kan?


" Gu... gue nyari udara segar, kelamaan berada di dalam mall kepala gue jadi pusing, loe sih milih bajunya ribet banget kelamaan" sahut Chessy mencari alasan dan beruntung sepertinya Amilia percaya


" Duh.. kok lama banget ya?" tanya Amilia sambil melihat ke kanan dan ke kiri


" Lama banget? apanya yang lama?" tanya Chessy sambil mengikuti arah pandang Amilia


" Kak Amar, tadi katanya mau nyusul ke sini tapu sudah hampir satu jam tuh orang enggak nongol-nongol" sahut Amilia dengan nada sedikit kesal


Jlep


Chessy membulatkan matanya saat Amilia menyebutkan nama Amar, gadis itu tidak tahu saja kalau keberadaannya di taman itu tadi bersama kakaknya


" Nah itu dia, akhirnya datang juga" Amilia menunjuk ke arah Amar yang sedang berjalan ke arah mereka dengan tangan memegang kantong yang berisi minuman, tanpa pria itu sadari kalau isterinya kini sedang bersama adik kesayangannya


" Kak lama banget sih datangnya?" cerocos Amilia setelah Amar sudah sampai di dekat mereka


Amar sedikit terkejut saat sadar ada Amilia disamping sang isteri tapi sebisa mungkin ia bersikap biasa agar Amilia tidak curiga padanya


" Iya, maaf tadi ada sedikit urusan" sahut Amar seraya melirik Chessy


" Apa itu kak?" tanya Amilia menelisik kantong yang ada di tangan Amar


" Oh Ini minuman" jawab Amar mengangkat tangan yang memegang kantong tersebut


" Wahhh.... kebetulan banget kak aku sedang haus, sini kak minta minumnya" belum dijawab Amilia sudah langsung menyambar kantong plastik yang ada di tangan Amar


Amilia melihat isi kantong tersebut ternyata ada 2 botol minuman dingin, ia mengambilnya satu dan yang satunya lagi diberikan kepada Chessy


" Chessy nih minuman dulu kali aja loe haus!" Ucap Amilia menyodorkan satu botol minuman tersebut pads Chessy


" Terima kasih" ucap Chessy meraih botol tersebut karena memang dirinya sudah haus sejak tadi


Amilia meneguk minumannya hingga berkurang setengahnya begitu juga dengan Chessy


" Kak Amar haus?" tanya Chessy yang melihat ada sedikit raut kesal di wajahnya


" Sedikit" sahutnya datar


" Nih orang kenapa sih, datar amat tuh muka tadi mah manis kayak gula!" batin Chessy


" Lagian kenapa belinya cuma dua sih kak, harusnya kan 3 ?" ucap Amilia

__ADS_1


" Iya kakak lupa"


Amar lalu duduk di kursi kosong samping kanan Cheesy


" Huuhhh...!" Amar menghela napas


" Enggak apa-apakan kalau kakak minta minumnya, haus nih" ucap Amar dengan santai meraih botol yang ada di tangan Chessy lalu meneguknya tanpa menunggu Jawaban dari Chessy


" Eh?" Amilia terkejut saat melihat Amar meneguk minuman bekas Chessy minum begitu juga dengan Chessy keduanya dibuat tercengang


" Kak Amar ih itu kan minumnya Chessy kalau mau minum kenapa enggak minta punya aku aja sih" ucap Amilia


" Ah sama aja" sahut Amar meremas botol yang kosong tersebut lalu di buang ke tempat sampah


" Kakak minum bekas Chessy kalau kata orang itu sama aja kalian itu ci***n secara enggak langsung loh!" ledek Amilia yang seketika membuat Chessy melotot namun tidak dengan Amar laki-laki itu justru ia nampak santai saja


" Berarti udah benar dong kalau kakak tadi mengambil minuman Chessy? " tanya Amar membuat Amilia dan Chessy sama-sama mengerutkan keningnya


" Tandanya kakak normal jika dibilang ci***N secara enggak langsung sama Chessy coba kalau yang kakak ambil itu minuman bekas kamu ya kali kakak mencium adiknya sendiri" lanjutnya


" Eh?" Chessy langsung bersemu merah wajahnya sedangkan Amilia sendiri mengerucutkan bibirnya merasa malu sendiri dengan ucapannya yang tadi


" Sudahlah, ini sudah mau sore kita pulang aja sekarang!" seru Amar beranjak dari duduknya


" Sini Mil gue bantuin bawa, sorry ya tadi sempat gue tinggal nih barang" ucap Chessy sedikit melirik pada Amar


" Iya enggak apa-apa, nih bawa!" ucap Amilia lalu membagi dua kantong-kantong belanjaan yang ada di tangannya


" Sini biar Kakak aja yang bawa!" Amar merebut kantong belanjaan yang baru saja hendak Chessy bawa


" Kak Amar dari tadi tuh sikapnya ke Chessy bikin curiga aja tau enggak sih?" Ucap Amilia yang tanpa ia sadari ucapannya membuat jantung Chessy dan Amar berdegup kencang


Deg


Chessy meneguk salivanya dengan kasar saat mendengar ucapan Amilia


Amar dan Chessy pun saling melempar pandangannya


" Ihh... kok sekarang malah pandang- pandangan sih!" kesal Amilia seraya menepuk lengan Amar


" Auww.... isss... sakit dek!" Amar mengusap-usap lengannya yang di tabok oleh Amilia


" Sukurin, lagian ngapain juga kak Amar sampai segitunya melototin Chessy!" Ketusnya


" Oh ya ampun dek kamu tuh kayak isteri pertama aja yang sedang cemburu dengan madunya tau enggak!" ledek Amar


" Kak Amar apaan sih enggak jelas banget ngomongnya, amit-amit deh punya madu!" Amilia mencibikkan bibirnya


" Ya habisnya kamu tuh mukanya juga enggak enak banget dilihatnya" ledek Amar


" Ih kak Amar jahat banget sih, orang cantik gini juga!" kesal Amilia semakin mengerucutkan bibirnya

__ADS_1


Chessy hanya tersenyum saja melihat interaksi kakak beradik itu


Mereka bertiga kini sudah berada di dalam mobil dan Amar menyuruh Chessy untuk duduk di kursi depan samping dirinya


" Enggak mau ah kak enggak enak sama Amilia juga, aku duduk di belakang aja kayak biasanya" tolak Chessy dengan lembut


" Udah Chess loe duduk di depan juga enggak apa-apa, gue duduk di belakang aja biar legaan gue mau istirahat juga" ucap Amilia


Chessy pun dengan perasaan tidak enak mau tidak mau akhirnya duduk di kursi depan


" Kak awas ya kalau kakak modusin Chessy!" Ancam Amilia tegas melirik sang kakak di kaca spion


" Apaan sih dek, siapa juga yang mau modusin teman kamu yang satu ini ya enggak lah!" ucap Amar


" Awas ya kalau bohong, pokoknya kalau kakak sampai memanfaatkan Chessy sebagai tumbal kakak dihadapan Opa dan bikin nangis Chessy awas aja, nih!" Amilia menunjukkan kepalan tangannya dihadapan wajah Amar


" Ya enggak lah mana mungkin kakak memanfaatkan Chessy di depan Opa tapi kalau Opa terus memaksa untuk tetap menjodohkan Kakak dengan wanita itu ya kakak juga terpaksa akan memperkenalkan Chessy sebagai wanita kakak"


Amilia langsung melotot tajam " Itu sih kakak sama aja memanfaatkan Chessy namanya, enggak... pokok nya enggak, aku enggak mau kakak bohongin Opa, apalagi sampai membuat Opa marah terus membenci Chessy" tutur Amilia tegas


Chessy terhenyak mendengar ucapan Amilia, ada benarnya juga jika Opa mereka tahu hubungannya dengan Amar sudah dipastikan Opanya itu akan marah besar dan bisa saja langsung mengusirnya


Amar melirik Chessy yang tengah menundukkan wajahnya dengan raut sedih


"Kamu ini bicara apa sih dek, udahlah setelah sampai di rumah Oma beresin barang-barang kalian!" ucap Amar mengalihkan pembicaraan


" Loh memangnya kita mau kemana lagi kak?" tanya Amilia


" Pulang" sahut Amar


" Apa, pulang?" Amar mengangguk


" Iya, kita pulang, akak tidak mau menerima perjodohan konyol yang Opa inginkan dan kakak juga tidak mau Chessy semakin merasa tidak nyaman jika berada di dekat Opa" ucap Amar me jelaskan


" Tapi kak, bagaimana dengan kondisi Opa? Opa bisa jatuh sakit lagi kalau kita pulang begitu saja" ucap Amilia


" Terus menurut kamu kakak harus bagaimana?" tanya Amar


" Menerima perjodohan konyol itu iya? jangan harap!" tegas Amar


" Tapi kak bagaimana jika kakak lihat dulu orangnya siapa tahu setelah kakak bertemu dengannya kakak langsung jatuh cinta dan mau menikah dengannya"


Amar menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskan dengan kasar


" Dengar Amilia, tekat kakak untuk pulang besok sudah bulat, apalagi kalian juga kan harus sekolah jadi tidak boleh berlama-lama di sini" terang Amar


" Lalu bagaimana jika Opa marah kak?" tanya Amilia


" Itu menjadi urusan kakak" Ucap Amar dengan yakin


*******

__ADS_1


Please yang suka dengan cerita ini jangan lupa dukungannya, Like, vote and komennya...


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2