Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Penghianatan


__ADS_3

Keesokan hari nya seperti biasa, Zoya pergi ke kantor setelah sarapan. Semua adik-adik juga melakukan kegiatan nya masing-masing.


Saat diperjalanan Zoya bertemu dengan seseorang yang sangat dia kenal. Dia merasa bingung kenapa dia bersama dengan wanita lain dan dengan posisi yang sangat memalukan, didalam mobil pula.


Zoya sangat terpukul akan hal ini. Dia merasa telah dibohongi dan dibodohi oleh seorang Samuel Hernandez. Dia benar-benar sangat menyesal tidak pernah mendengarkan semua nasehat dari keluarga nya. Terutama dari Zayn.


Kata-kata Zayn masih terngiang-ngiang ditelinga nya. "Kakak akan menyesal jika kakak sampai mempercayai nya dan menyerahkan segala nya untuk laki-laki seperti dia" Itulah kata-kata yang selalu Zayn ucapkan.


"Kamu bre*gsek Sam! Ternyata kamu tidak sebaik yang aku kira. Selama ini aku selalu mempercayai kamu, bahkan aku akan memikirkan semua yang kamu inginkan. Supaya aku bisa hanya menjadi Ibu rumah tangga saja. Kamu dengan tega nya malah memperlakukan ku seperti ini" ucap Zoya sambil menangis didalam mobilnya. Dia berjalan tak tentu arah.


Zoya tidak datang ke kantor. Bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi. Semua orang menjadi khawatir, terutama Mommy Vita. Dia sudah berkali-kali menelpon tapi tidak bisa.


Semua orang suruhan dari Daddy Louis sudah dikerahkan untuk mencari Zoya. Dan juga Zayn langsung menyuruh orang kepercayaan nya yang berada dinegara ini untuk ikut mencarinya juga.


.


Sedangkan Zoya entah berada dimana. Dia baru sadar jika dia sudah berjalan jauh dari Jakarta, dia sendiri bingung harus bagaimana. Mobilnya sudah mati karena sudah kehabisan bahan bakar.


"Yah mati lagi ini mobil" gumam Zoya.


Zoya turun dari mobil untuk mencari bantuan. Saat memeriksa ponsel, ponselnya juga mati. Dia benar-benar bingung saat ini. Terlihat ditempat ini masih sangat sepi dan tidak ada orang yang bisa dia mintai pertolongan.


"Aku harus bagaimana? Ini juga dimana?" gumam Zoya yang melihat kesana kemari yang dia lihat hanya persawahan.


Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya.


"Neng, lagi ngapain disini sendiri?" tanya seorang pria paruh baya pada Zoya.


"Pak, maaf ini itu dimana ya? Saya baru kesini, mungkin saya nyasar kemari" tanya Zoya pada bapak-bapak yang ada didepan nya.


"Waduh neng, memang nya eneng dari mana dan mau kemana? Ini teh sudah sangat jauh sekali dari kota" jawab bapak-bapak itu.


"Oh, memang nya ini desa apa pak? tanya Zoya lagi.


"Ini teh desa Ciptaharja Bandung neng. Memang neng mau kemana?" jawab si bapak.


"Bandung? Aku nyasar sampe sejauh ini?" gumam Zoya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kenapa neng? Kenapa eneng diam?" tanya si Bapak yang melihat Zoya hanya diam saja.


"Maaf pak, saya tidak tahu mau kemana. Saya dari Jakarta, dan saya kesini juga tidak tahu" jawab Zoya lesu.


"Ya sudah eneng ikut Bapak saja pulang kerumah Bapak. Jika neng nya tidak keberatan, untuk mobil nya eneng bisa tinggal dulu disini. Insya Allah aman" ucap si Bapak.


"Terimakasih Pak. Maaf jadi merepotkan Bapak" ucap Zoya sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Sama-sama neng, sama sekali tidak merepotkan kok. Bapak teh malah seneng jika neng bersedia mampir" jawab si Bapak.


"Kalau boleh tahu neng nama nya siapa? Takut nya Bapak teh salah ngomong" ucap si Bapak pada Zoya.


"Zoya pak, nama saya Zoya. Bapak sendiri?" jawab Zoya dan juga bertanya pada nya.


"Saya Sukimin neng, orang-orang biasa panggil Kimin" jawab Pak Kimin.


Mereka berjalan lumayan jauh dari tempat Zoya tersesat tadi. Bahkan sekarang Zoya sudah menentang high heels nya dan berjalan dengan kaki yang telan*ang.


Pak Kimin merasa kasihan pada Zoya yang kaki nya sudah terlihat memerah, mungkin juga sudah lecet-lecet.


"Neng Zoya pakai saja ini sendal Bapak. Neng pasti kesakitan tidak memakai alas kaki" ucap Pak Kimin pada Zoya.


"Tidak apa-apa Pak, Bapak juga membutuhkan nya bukan. Jadi tidak apa-apa" jawab Zoya merasa tidak enak.


"Jangan bandel neng, eneng teh tidak terbiasa. Jika Bapak mah sudah biasa, jadi pakai saja" ucap Pak Kimin lagi.


Walau sungkan Zoya menerima nya. Zoya lalu berkata "Terimakasih Pak"


"Sama-sama neng. Itu didepan sana rumah saya neng" ucap Pak Kimin sambil menunjuk sebuah rumah sederhana.


Mereka berjalan beriringan. Banyak orang-orang kampung yang melihat mereka, bahkan ada yang terang-terangan menanyakan nya disepanjang jalan. Hingga sampai didepan rumah ada seorang pemuda yang sedang belajar.


"Assalamualaikum" ucap Pak Kimin saat sudah didepan rumahnya.


"Bapak habis dari sawah. Terus ketemu sama neng Zoya ini, dia nyasar. Maka nya Bapak ajak kesini" jawab Pak Kimin pada pemuda itu.


"Oh, kenalin neng. Ini teh putra bungsu Bapak, nama nya Dharma" ucap Pak Kimin.


Zoya menunduk kan kepala nya memberi hormat. Dan dari arah pintu, keluar wanita paruh baya yang mungkin saja adalah istrinya Pak Kimin.


"Pak, siapa yang Bapak bawa?" tanya Ibu itu pada Pak Kimin.


"Ini teh neng Zoya buk, mengumpat Zoya ini kesasar. Dan mobilnya mogok disana, deket sawah Bapak. Makanya Bapak bawa kesini, kasihan" jawab Pak Kimin memberi penjelasan pada istrinya.


"Oh, Ibu kira teh siapa" ucap si Ibu.


"Selamat datang neng di kampung kami" ucap si Ibu ramah.


"Terimakasih bu, maaf saya jadi merepotkan Ibu dan Bapak dirumah" jawab Zoya dengan sangat lembut.


"Tidak atuh neng, Ibu teh tidak keberatan atau direpotkan atuh neng. Malah Ibu teh seneng bisa melihat orang cantik seperti neng Zoya" ucap Ibu yang bernama Sri.


Mereka mengobrol bersama hingga ada kepala desa yang datang kerumah Pak Kimin. Menanyakan jika dirumah Pak Kimin ad'a tamu dari kota. Dan para warga berbondong-bondong ingin melihat nya.

__ADS_1


Semua orang berkumpul dan memuji Zoya yang memang sangat cantik dan juga putih mulus. Juga tidak sombong pada orang lain.


Setelah seluruh warga desa dan kepala desa sudah pulang, barulah Zoya diajak masuk kedalam rumah Pak Kimin yang sederhana tapi sangat nyaman. Zoya jadi mengingat keluarga nya, dia menangis karena tidak bisa menghubungi mereka.


"Neng belum tidur?" tanya Ibu Sri saat melihat Zoya masih duduk diteras rumah.


"Belum mengantuk bu" jawab Zoya memalingkan wajahnya untuk menghapus air matanya yang mengalir.


"Apa neng ingin sesuatu?" tanya Ibu Sri lagi.


"Tidak bu, saya hanya sedang mengingat keluargaku saja. Mungkin mereka semua sedang mencari-cari saya" jawab Zoya kembali matanya berkaca-kaca.


"Apa neng sudah memberi kabar? Mungkin jika sudah dikabari keluarga neng bisa tenang" ucap Ibu Sri.


"Ponsel saya tidak ada signal bu, apa Ibu punya ponsel. Jika punya saya ingin meminjam nya sebentar" jawab Zoya lalu dia bertanya pada Ibu Sri.


"Ibu mah tidak punya atuh neng. Tapi, anak bujang Ibu punya. Sebentar ya, Ibu pinjamkan" ucap Ibu Sri.


Lalu beranjak pergi dari teras menuju kedalam rumah lagi untuk meminjam kan ponsel putra nya untuk Zoya. Zoya akan tinggal disini dulu sementara waktu, dia ingin menenangkan fikiran nya yang sedang kacau karena ulah seorang Samuel Hernandez.


"Apa benar kamu ingin memjnjam ponsel ku?" tanya pemuda yang bernama Dharma.


"Iya, jika anda tidak keberatan. Karena ponsel saya tidak ada signal" jawab Zoya mengacungkan ponselnya yang sudah diisi daya tapi tidak ada signal sedikit pun.


"Ini, pakai lah. Saya akan keluar sebentar" ucap Dharma memberikan handpone android milik nya.


"Terimakasih" ucap Zoya sambil tersenyum pada Dharma.


"Iya, sama-sama" jawab Dharma juga dengan senyuman tipis nya.


Zoya langsung menelpon ponsel Mommy nya dan tidak menunggu waktu lama panggilan nya diangkat.


"Hallo, ini siapa?" tanya Mommy Vita disebrang sana.


"Hallo Mom, ini Zoya. Maaf Zoya baru memberi tahu Mommy" jawab Zoya saat melakukan panggilan biasa dan tidak lama kemudian Mommy Vita mengalihkan menjadi panggilan video.


"Sayang, kakak dimana? Kenapa kakak tiba-tiba tidak ada kabar dan menghilang sejak pagi. Mommy sangat panik saat sekertaris kakak menanyakan kakak pada Mommy" ucap Mommy Vita dengan panjang lebar dan ternyata Mommy nya tidak sendiri, saudara nya yang lain yang menatap nya.


"Mom, Zoya ingin menenangkan kan diri dulu disini, boleh kan? Zoya ingin supaya Zoya bisa tenang dulu, jika sudah tenang Zoya akan pulang" ucap Zoya sambil tersenyum tapi mata nya berkaca-kaca.


"Baiklah. Tapi kakak baik-baik saja kan? Kakak tidak terluka kan? Kakak sekarang dimana?" tanya Mommy Vita beruntun.


"Zoya sedang berada disuatu tempat yang sangat indah dan masih sangat asri Mom, Mommy jangan khawatir ya. Zoya baik-baik saja disini" jawab Zoya sambil tersenyum.


"Baiklah, kakak harus selalu berhati-hati. Mommy akan menunggu kakak pulang" ucap Mommy Vita sambil tersenyum juga.

__ADS_1


"Ya sudah ya Mom, ini sudah larut. Mommy juga harus istirahat. Dah Mom, Assalamualaikum" ucap Zoya berpamitan pada Mommy Vita.


"Wa'alaikum salam sayang" jawab Mom Vita lalu mematikan panggilan nya.


__ADS_2