
Zico menjamu semua orang yang hadir didalam pernikahan nya dengan Joyce. Setelah berbincang-bincang dan juga saling sapa dan ramah tamah bersama, semua orang yang ada disana pulang kerumah masing-masing.
Sekarang tinggal pasangan pengantin baru yang baru saja resmi dan halal secara agama. Keduanya saling diam dan merasa canggung keduanya, hingga tiba-tiba mereka kedatangan tamu yang memang Zico panggil untuk segera datang untuk mengurus berkas-berkas pernikahan mereka berdua.
"Tuan Muda, anda berdua hanya tinggal menandatangani berkasnya saja. Saya akan mengurus semuanya hingga selesai dan beres" ucap pengacara yang memang pengacara perusahaan dan juga merangkap sebagai pengacara pribadi Zico.
"Terimakasih Pak, semoga semuanya bisa cepat selesai" ucap Zico pada pengacaranya yang Zico panggil.
"Sama-sama Tuan Muda, ini memang sudah tugas saya sebagai pengacara anda" jawab pengacara Zico yang bernama Pak Harto tersebut.
Zico dan juga Joyce sudah tandatangan dan sekarang keduanya sedang bersiap untuk pulang kembali. Karena sekarang semuanya sudah beres dan tinggal pulng dan memberi kabar padanya semua orang dan kedua orang tuanya.
"Kenapa kamu diam sejak tadi?" tanya Zico yang melihat Joyce hanya diam saja.
"Tidak kenapa-kenapa bang, hanya tidak enak saja. Apa abang sudah benar-benar yakin akan semua yang abang lakukan sekarang? Aku hanya kasihan tidak menyangka dan tidak ingin jika abang hanya terpaksa menikahiku" jawab Joyce yang memang sekarang perasaan nya sangat sensitive.
"Kamu masih berfikiran seperti itu? Buang jauh-jauh fikiran yang seperti itu, karena aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia dan juga calon baby kita. Jadi jangan pernah berfikiran macam-macam lagi, kamu harus memikirkan baby juga yang tidak boleh stres" ucap Zico yang memberitahu Joyce supaya tidak terlalu banyak fikiran.
"Akan aku mencobanya bang, tapi aku tidak bisa berjanji akan membuka hati secepat itu untuk abang. Karena aku merasa tidak merasakan apa-apa sekarang pada abang. Entahlah apa yang akan terjadi nantinya" jawab Joyce yang memang berubah sejak dia dinyatakan hamil muda.
"Apa mungkin karena bawaan baby, kamu tadi bersikap dingin pada ku? Atau memang kamu tidak benar-benar menginginkan semua ini?" tanya Zico yang memang merasa heran dengan sikap Joyce yang berubah tidak seperti biasanya.
"Mungkin iya, mungkin juga tidak. Karena aku tidak merasakan apa-apa, dan aku juga tidak tahu jika aku akan bisa menjalani ini semua dengan abang" jawab Joyce yang memang sedikit berbeda dari biasanya dan bahkan jauh dari sebelumnya.
"Jika begitu, kita jalani saja semuanya dulu. Jika kamu memang tidak menginginkan pernikahan ini, maka aku tidak akan memaksanya" ucap Zico yang merasakan ada sesuatu yang tidak nyaman saat Joyce mengatakan itu padanya.
Joyce hanya diam saja dan tidak mengatakan apa-apa. Dia langsung beranjak pergi dari hadapan Zico menuju kamarnya yang tidak jauh dari ruang keluarga didalam rumah minimalist itu.
Zico hanya menatap kepergian Joyce yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya yang selalu mendekatinya dan juga selalu ingin berada disampingnya. Sedangkan sekarang malah sebaliknya, bahkan bersikap sangat dingin padanya.
__ADS_1
"Apa seperti ini yang dirasakan oleh Joyce pada saat aku hanya diam saja seperti itu? Maafkan aku Joyce, sungguh aku tidak bermaksud untuk membuat kamu menjadi seperti sekarang dan harus berjauhan dengan keluarga kamu" gumam Zico yang menatap pintu kamar yang tertutup rapat.
Sedangkan didalam kamar Joyce malah menangis sendiri dalam diam. Dia sebenarnya sangat senang dengan sikap gentle yang Zico miliki, dimana dia langsung menikahinya tanpa menunggu waktu lama dan juga mengatakan yang sejujurnya jika dia tidak bisa secepatnya mencintainya.
Tapi entah kenapa itu malah membuatnya sakit dan juga kesal secara bersamaan. Bagaimana jika semua itu terjadi, apa yang harus dijalani dalam rumahtangga yang seperti itu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa perasaan ku yang dulu seakan sirna begitu saja setelah menyandang sebagai istri bang Zico? Apa mungkin kemarin-kemarin hanya obsesi ku saja? Tapi kenapa menjadi seperti ini" gumam Joyce yang merasa bingung dan juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri.
"Apa aku harus bertahan atau malah sebaliknya? Sungguh aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Tuhan, apakah ini yang memang seharusnya aku dapatkan dan apa mungkin dialah jodohku? Jika iya, tolong jangan biarkan perasaan ini memudar untuknya. Tumbuhkanlah perasaan cintanya untuk ku seorang" gumam Joyce lagi dengan menangkupkan kedua tangan nya didepan dada.
Joyce keluar kembali setelah membersihkan dirinya lagi. Karena semenjak dia dinyatakan hamil, dia paling tidak suka jika barang nya berkeringat. Walau itu hanya sedikit saja, Joyce melihat Zico sedang terlelap diatas sofa didalam ruangan keluarga.
"Kenapa abang malah tertidur disini?" tanya Joyce saat mendekati Zico yang terlelap dengan sangat nyenyaknya.
Joyce mentap wajah Zico yang terlelap dengan. sangat dekat dan juga menatap dengan seksama dan dia sedikit tersenyum melihat Zico tidak terusik sedikitpun juga saat dia menyentuh pipinya yang sangat halus, seperti kulit baby.
Zico mati-matian menahan tawanya saat mendengar ucapan Joyce yang tidak sesuai dengan apa yang dia katakan tadi padanya. Tapi dia merasa senang jika Joyce sudah seperti sebelumnya lagi, dimana dia akan selalu mendekatinya dan juga ingin menempel terus padanya.
'Baby, semoga saja kamu memang mirip dengan Papi. Karena itu adalah keinginan Mami kamu, semoga saja do'a kamu memang terkabulkan Joyce. Aku juga akan berusaha untuk menjadi suami dan Papi yang baik dan bertanggung jawab padanya kalian berdua' ucap Zico dalam hati yang sedang menahan senyuman nya.
Joyce masih saja menatapi wajah Zico hingga Zico membuka matanya dan menatap wajah Joyce yang berada dihadapan nya dengan sangat dekat dan hampir saja bersentuhan.
"Abang, sejak kapan abang bangun?" tanya Joyce yang ingin bangkit tapi tangan nya ditahan oleh Zico dan ditariknya hingga Joyce terjatuh diatas tubuhnya yang sedang berbaring terlentang.
"Sejak kau mengganggu tidur ku tadi" jawab Zico dengan tatapan yang membuat Joyce tidak bisa berkata-kata dan malah terhipnotis akan ketampanan Zico.
"Apa kau memang tidak ingin berdekatan dengan ku lagi? Jika iya, maka akulah yang akan terus mendekatimu" ucap Zico yang malah memeluk pinggang Joyce yang tepat berada diatas tubuhnya.
Joyce hanya diam saja dan tiba-tiba ponsel Zico bergetar dan dengan gerakan cepat Joyce langsung bangkit dari atas tubuh Zico yang menahan nya untuk tetap diam berada diatas pangkuan nya yang sekarang sudah duduk akan mengangkat panggilan dari Mom Vita.
__ADS_1
"Halo Mom, ada apa?" tanya Zico saat menjawab telpon dari Mom Vita.
"Zi, Zayn. Zayn sedang sakit, Mommy harus kesana sekarang. Dan kondisinya juga sangat parah, apa abang juga bisa ikutan juga? Karena tangan lainnya juga ikut" jawab Mom Vita yang sambil menangis disebrang sana.
"Baiklah Mom, aku dan Joyce akan pulang sekarang. Dan kami juga akan memberikan kabar yng sangat penting" ucap Zico yang menatap wajah Joyce yang juga menatapnya dengan sangat lekat.
"Abang sudah menemukan Joyce? Bagaimana keadaan nya? Lebih baik sekarang abang dengan Joyce pulang. Mommy sedang bersiap untuk segera ke America sekarang. Cepatlah Zi" tanya Mom Vita yang memerintahkan Zico dan Joyce untuk segera pulang sekarang juga.
"Iya Mom. Zi dan Joyce akan segera kesana, bye Mom" ucap Zico yang langsung memutuskan sambungan ponselnya setelah mengatakan itu pada Mom Vita.
"Kita bersiap sekarang. Kamu sudah mendengarnya bukan? Jika Z sekarang sedang kritis, dan kami semua akan kesana untuk menjenguk dan juga menjaganya bergantian. Bersiaplah" ucap Zico pada Joyce yang dijawab anggukan kepala oleh Joyce.
Zico langsung menuju halaman rumah yang menjadi tempat tinggal Joyce selama dia pergi dari semua orang. Zico ingin memanaskan mesin mobil supaya bisa cepat sampai tujuan. Sedangkan Joyce sedang bersiap untuk kembali pulang dengan Zico.
"Apa sudah siap semuanya?" tanya Zico saat melihat Joyce sedang mendorong koper berukuran sedang ditangan nya.
"Sudah bang, aku sengaja membawa koper berukuran sedang saja. Supaya tidak ribet" jawab Joyce yang menyerahkan kopernya pada Zico.
Zico menggandeng tangan Joyce dan jangan satunya lagi mendorong koper milik Joyce menuju mobilnya.
.
.
.
Maaf ya Othor update nya telat 🙏🙏🙏
Ditunggu like, komen, vote dan hadiahnya ya....
__ADS_1