
Berbeda dengan Zico yang sudah bisa tidur nyenyak. Joyce malah sebaliknya, dia sedang memikirkan bagaimana caranya bisa membuat Zico berada dipelukan nya. Dan bisa selamanya berada disisinya.
Koyce tidak mau jika dia yang serba sempurna dan juga perfect dikalahkan oleh wanita gagu yang juga tuli itu.
"Gimana caranya gue bisa mendapatkan bang Zico? Gue harus bisa membuatnya menjadi milik gue seutuhnya. Sudah terlalu sabar gue nunggu dan selalu terlihat baik dan juga lugu" gumam Joyce yang sudah dengan posisi tiduran nya.
"Tapi bagaimana caranya? Masa iya gue bikin diri gue hamil anaknya sih, ogah banget gue!" gumam nya lagi sambil berguling-guling diatas kasur.
"Tapi jika gue nggak melakukan cara kotor seperti itu mana bisa memiliki seutuhnya. Yang ada gue sudah didepak jauh dari sisinya" gumam Joyce lagi dengan menutup wajahnya menggunakan bantal yang dia pegang.
Dan semalaman ini Joyce tidak bisa tidur sama sekali. Mungkin dia tidur saat menjelang subuh baru bisa memejamkan matanya.
.
Keesokan harinya dikediaman Edison sedang berkumpul seperti sebelumnya, dan sekarang bertambah satu anggota lagi. Siapa lagi jika bukan Joyce yang ikut bergabung dan juga sarapan bersama.
Walau penampilan nya sangat jauh dari kata layak seperti biasanya. Bagaimana tidak dibilang layak jika penampilan nya sekarang sangat memprihatinkan dengan kondisi kantung matanya terlihat menghitam seperti mata panda.
"Joyce, kamu kenapa? Kenapa wajah kamu Joyce, terlihat sangat lelah sekali?" tanya Mom Vita yang baru bergabung dan melihat wajah Joyce yang seperti itu.
"Joyce hanya tidak bisa tidur auntie, jika tidak tidur dikamar sendiri memang seperti ini. Karena ini adalah pertama kali untuk Joyce menginap" jawab Joyce dengan wajah yang sangat lesu.
"Oh ya ampun! Maafkan auntie ya sayang. Auntie tidak tahu jika kamu merasa tidak nyaman dengan semua ini" ucap Mom Vita yang merasa tidak enak dengan Joyce, karena sudah memaksanya untuk menginap.
"Tidak apa-apa auntie. Justru ini bisa membuat Joyce bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar Joyce" jawab Joyce dengan senyuman nya.
"Jika kamu merasa tidak nyaman berada disini kenapa memaksakan diri? Bukankah itu tidak baik jika dipaksakan?" tanya Zia yang sudah malas dengan semua sandiwara yang Joyce katakan.
Joyce hanya tersenyum saja mendengar ucapan dari Zia yang sangat menusuk nya. Dia sangat kesal mendengar ucapan yang sangat menohok nya itu. Tapi dia harus bisa menahan emosinya supaya tidak meledak.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, semuanya melakukan hal seperti biasanya. Joyce sengaja meminta diantarkan pulang oleh Zico, karena dia ingin dekat dan bilang jika dia juga menyukainya dan sangat mencintai nya sejak dulu.
"Bang, aku ingin bicara sesuatu pada abang" ucap Joyce saat sudah berada didalam mobil Zico.
"Bicaralah" jawab Zico dengan singkat jelas dan padat.
"Emm, aku cuman mau bilang. Apa abang memiliki perasaan lebih padaku? Aku sejak dulu sudah sangat mencintai abang, sebagai seorang wanita pada laki-laki. Apa abang merasakan hal yang sama juga dengan yang aku rasakan?" tanya Joyce yang sudah sejak lama ingin bicara seperti ini pada Zico.
"Apa perlu abang jawab Joyce?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Joyce, Zico malah balik bertanya.
"Tentu saja bang, dengan begitu aku bisa tahu perasaan abang untuk aku seperti apa?" jawab Joyce dengan menampilkan wajah memelasnya.
"Jika abang boleh jujur, abang tidak pernah memiliki perasaan apapun pada kamu Joyce. Abang hanya menganggap kamu seperti adik dan menjaga perasaan kamu supaya tidak sakit mendapatkan penolakan langsung dari abang. Karena menurut abang kamu adalah wanita yang baik dan juga cantik. Diluar sana pasti akan ada pria yang akan bisa mencintai kamu dan menyayangi kamu, tidak seperti abang yang tidak bisa untuk melakukan nya kepada kamu" jelas Zico pada akhirnya menunggapkan perasaan tidak suka nya pada Joyce.
"Kenapa abang begitu tega padaku? Apa yng kurang dariku? Sehingga abang dengan teganya bicara seperti itu? Apa abang tidak bisakah hanya sedikit saja merasakan hal yang sama dengan ku selama ini? Jadi selama ini yang abang lakukan untuk ku apa?" tanya Joyce yang sudah mengeluarkan air matanya dengan sangat deras.
"Maafkan abang Joyce. Abang tidak pernah memiliki perasaan seperti itu, abang sudah memiliki seseorang yang sudah memiliki seluruh perasaan dan juga hati abang sejak dulu. Jadi maafkan abang karena tidak bisa menerima keinginan kamu" jawab Zico dengan masih mengemudikan mobilnya menuju kediaman orang tua Joyce.
"Maafkan abang Joyce" hanya itu yang keluar dari mulut Zico pada Joyce yang sedang menangis sesegukan itu.
Setelah pembicaraan itu mereka berdua diam dan tidak ada yang berbicara lagi satu sama lain. Dan semuanya terasa tegang dan sangat dingin didalam mobil tersebut. Joyce sudah sangat kecewa dengan jawaban yang Zico berikan padanya sudah sangat melukai hati dan perasaan nya.
Sedangkan Zico merasa lega, walau dia sudah menyakiti perasaan Joyce. Tapi setidaknya dia bisa jujur dengan perasaan nya sendiri. Jika dia tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Joyce selama ini.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40menit lamanya mobil yang dikendarai Zico sudah sampai dihalaman rumah mewah milik keluarga Joyce. Tanpa mengucapkan apa-apa Joyce langsung keluar dari mobil dan berlari.
Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Zico. Dia sudah terlanjur sakit hati padanya, dan lagi sekarang dia tidak mungkin bisa dekat lagi dengan nya seperti sebelum-sebelum nya.
Sedangkan Zico merasa bersalah dan ikut masuk kedalam rumah mewah tersebut. Dia ingin menemui Uncle John dan juga auntie Sandra yang baru pulang dari perjalanan bisnis mereka.
__ADS_1
"Selamat pagi uncle, auntie?" sapa Zico yang sudah masuk kedalam dan bergabung dengan kedua orang pemilik rumah tersebut.
"Selamat pagi Tuan Muda" jawab keduanya dan meminta Zico untuk duduk.
"Terimakasih auntie. Maaf saya baru saja mengantarkan Joyce yang baru saja pulang dari mainson kami. Mommy meminta Joyce untuk menginap dimainson kami" ucap Zico pada pasangan suami istri tersebut.
"Tidak masalah Tuan Muda. Kami mengerti, Nyonya sangat baik pada kami dan juga Joyce. Kami merasa tersanjung dengan semua lebaikan nya dan juga kasih sayang nya selama ini terhadap putri kami" jawab auntie Sandra pada Zico dengan sangat ramah dan penuh senyuman.
Sedangkan uncle John tidak mengucapkan sepatah kata pun pada nya. Dia hanya menyimak dan mendengarkan obrolan istri dan juga Tuan Muda Edison yang berada dihadapan nya saat ini.
"Jika begitu saya pamit auntie, uncle. Ini sudah hampir siang dan sekarang saya sudah ada janji dengan seseorang" ucap Zico yang berpamitan pada keduanya.
"Iya, hati-hati dijalan Tuan Muda" jawab auntie Sandra dan uncle John bersama-sama.
Zico langsung mengemudikan mobilnya menuju EDC.CORP. Dia memang sudah ada janji dengan seseorang didalam ruangan nya. Siapa lagi jika bukan Alvin. Sekarang Alvin datang sebagai klien nya.
Setelah sampai Zico langsung menuju ruangan kerjanya dan benar saja setelah dia masuk ternyata Alvin sudah berada didalam ruangan kerjanya dengan didampingi oleh asisten pribadinya sendiri.
Dan juga oleh Joyed yang menemani klien nya untuk menunggu Tuan Muda nya datang. Setelah duduk santai semuanya, mereka langsung membahas masalah pekerjaan langsung. Karena waktunya sudah semakin siang dan Alvin juga harus segera pergi dari hadapan Zico.
"Maaf saya tidak bisa lama. Karena saya masih memiliki janji lagi dengan orang lain, jadi bisa anda percepat pembicaraan ini?" tanya Alvin yang sudah berulang kali menatap jam tangan mahal nya.
"Baik Tuan Alvin. Kami akan menjelaskan nya dengan rinci dan juga singkat" jawab Zico dengan tatapan datarnya.
Joyed menjelaskan semuanya pada Alvin, dari segi mana saja dia jelaskan hingga waktu yang Alvin inginkan selesai dan mereka saling berjabat tangan untuk melaksanakan pertemuan berikutnya.
Setelah kepergian Alvin Zico disibukkan berbagai pekerjaan yang harus dia selesaikan sekarang juga. Ini adalah pekerjaan yang akan sangat melelahkan untuknya.
Pasalnya ini adalah akhir tahun yang membuat semua kariawan dan juga para jajaran lain sangat sibuk dibuatnya. Tidak terkecuali dengan Zico dan Joyed yang sama-sama sedang sangat sibuk akan pekerjaan nya yang seperti gunung ini.
__ADS_1
Mereka dengan sangat semangat mengerjakan nya. Bahkan hingga mereka semua lembur secara bersama-sama supaya bisa mencapai target mereka. Dan akan mendapatkan bonus tahunan dari perusahaan karena kerja keras mereka semua.