Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Joyce makin menjadi


__ADS_3

Sepeninggal Zayn semua orang terlihat sedih. Apa lagi Mom Vita yang memang tidak bisa jauh dari Zayn. Karena walau Zayn terlihat kuat dan juga tangguh, dia adalah yang punya fisik paling lemah dari saudara yang lain nya. Makanya Mom Vita sangat sedih jika Zayn pulang hanya sebentar.


Sedangkan di EDC.CORP Zico sedang menyibukkan dirinya dengan tumpukan berkas-berkas yang sudah disusun oleh Joyed. Dan sekarang uncle John sudah benar-benar digantikan oleh Zico.


Bulan berlalu tidak terasa sudah tiga tahun semenjak kejadian Ara pergi Zico semakin dingin dan tidak tersentuh. Hanya Joyce yang selalu bisa mendekatinya dengan segala yang dia bisa. Seperti membawakan makan siang dan lain sebagainya.


Seperti siang ini, dimana Joyce dengan santainya masuk kedalam ruangan Zico tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Karena dia sudah terbiasa dengan hal seperti itu.


"Abang Zi, Joyce membawakan makan siang untuk abang. Abang pasti belum makan siang kan?" tanya Joyce saat sudah masuk dan meletakkan paperbag diatas meja didekat sofa didalam ruangan kerja Zico.


"Kau makan saja dulu. Abang masih banyak pekerjaan yang belum selesai" jawab Zico tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas yang sedang dia baca.


Dengan beraninya Joyce langsung menutup berkas yang sedang dibaca oleh Zico dan menuntun tangan Zico untuk mengikutinya duduk diatas sofa.


"Aku mau kita makan bersama bukan makan sendiri-sendiri bang" ucap Joyce yang sudah membawa Zico untuk duduk diatas sofa yang sama dengan nya.


Mereka berdua duduk berdampingan seperti layaknya pasangan suami istri atau pasangan kekasih pada umum nya.


"Abang harus cobain masakan aku ini. Mungkin saja abang menyukainya" ucap Joyce yang memang sudah sangat mengenal Zico.


Zico hanya diam menerima perlakuan dari Joyce yang menurutnya biasa dan wajar saja jika seorang adik memperlakukan abang nya seperti ini.


Apa mungkin Joyce juga berfikiran seperti itu? Tentu saja tidak, dia bahkan menganggap jika Zico sudah bisa membuka hati untuknya. Dengan Zico selalu diam jika dia minta ini dan itu, berarti dia juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.


Saat sedang makan berdua dengan Joyce yang selalu menyuapi Zico, tiba-tiba Zia dan Zayd datang membawakan makan siang juga untuk abang nya. Tapi tetap saja kalah celat dengan Joyce.


"Oh, abang sudah makan rupanya. Kami kira abang belum makan sing dan makanya kami kesini untuk makan siang bersama. Tapi, ya sudah lah. Ayo Zayd kita pulang saja. Disini sudah ada babysitter nya!" ucap Zia yang menarik tangan adik nya untuk segera pergi dari ruangan abang nya.


"Tapi kak, kita kan kesini mau memberikan makanan ini untuk abang Zi. Kenapa malah balik lagi?" tanya Zayd yang memang selalu saja seperti ini.


Makanya Zia tidak suka dengan sifat Zayd yang terlalu polos seperti ini. Jadi lebih banyak yang akan membodohi nya.


"Kamu buta atau apa sih Zayd. Jelas-jelas abang Zi sudah makan, masih saja memikirkan makan untuk nya. Kamu bisa melihat kan tadi bagaimana mereka dengan romantisnya saling suap menyuapi!" ucap Zia dengan sangat kesal pada adiknya ini.


"Ya sorry kak. Maksud aku, kita makan bareng gitu. Kita kan belum makan juga" ucap Zayd yang meminta maaf pada kakak nya yang sudah marah-marah seperti ini pasti ujung-ujungnya dia yang kena imbasnya, lebih baik meminta maaf bukan?.

__ADS_1


"Kamu ngajak kakak buat makan bareng sama dia? Ogah!" jawab Zia dengan amarah yang sangay memuncak.


Mendengar nama nya saja tidak mau apa lagi makan bareng satu meja dengan nya. Mungkin akan hancur dunia persilatan😁.


"Biasa saja kali kak wajah nya. Serem tahu" ucap Zayd yang melihat wajah sang kakak sudah seperti akan menelan seseorang bulat-bulat.


"Makanya kamu jangan bikin mood kakak semakin turun dengan membahas dia. Kita makan dikantin kantor saja. Siapa tahu ada makanan yang membuat mood kakak balik lagi" jawab Zia yang memang akan melampiaskan kemarahan nya pada makanan.


Tapi anehnya walau Zia banyak makan badan nya tetap ideal dan juga tidak pernah mengeluhkan tentang berat badan yang berlebih karena banyak makan jika sedang marah atau stres.


"Gimana kakak saja. Aku sih nurut saja dari pada nanti aku yang kakak makan. Hehehe" ucap Zayd yang mengajak kakak nya bercanda.


Saat baru saja keluar dari lift Zia dan Zayd bertemu dengan seseorang yang membuat mood Zia anjlok lagi. Walau tidak separah tadi sih.


"Nona, Tuan Za" sapa seseorang yang penampilan nya tidak jauh dengan Zico.


Siapa lagi jika bukan asisten pribadinya yang bernama Joyed. Nama yang hampir mirip dengan seseorang yang selalu membuat Zia selalu marah dan badmood.


Tanpa menjawab sapaan dari Joyed Zia langsung menarik tangan Zayd untuk segera pergi dari hadapan asisten pribadi abang nya.


Sedangkan Joyed tidak bingung lagi. Karena dia sudah tahu alasan nya, kenapa Zia bersikap ketus kepadanya. Jawaban nya hanya satu, yaitu Joyce yang selalu menempel pada Zico atasan nya sendiri.


"Bukan urusan kamu! Kamu masih kecil, dilarang tahu urusan orang dewasa" jawab Zia dengan senyuman sinis nya.


Zia dan Zayd langsung membuka paperbag yang dia bawa untuk segera menyantap makanan nya bersama dengan Zayd.


Zia dengan lahapnya memakan makanan nya seperti orang yang sudah satu minggu tidak makan. Entah lapar atau kelaparan itu beda tipis. Membuat Zayd menggelengkan kepalanya melihat na*su makan sang kakak seperti orang kesurupan.


"Kak, pelan-pelan makan nya. Nggak akan ada yang minta ini" ucap Zayd memperingati kakak nya untuk makan secara perlahan.


"Iya, bawel" jawab Zia dengan mulut penuh dengan makanan.


"Nanti bagaimana dengan kekasih kakak, jika dia tahu cara makan kakak yang diluar nalar manusia. Hihihi" ucap Zayd yang menertawakan ucapan nya sendiri.


PLAKKK

__ADS_1


Satu pukulan mengenai kepala Zayd. Zayd langsung saja memanyun kan bibirnya kesal, karena kepala nya dipukul begitu saja oleh kakak nya.


"Kamu ini kalo ngomong nggak pake bismilah ya! Kamu kira kakak ini apa hah? Bukan manusia?!" ucap Zia dengan menahan amarah nya supaya tidak membuat keributan.


"Iya maaf. Tapi tidak pake mukul segala kali kak, kan sakit" ucap Zayd yang mengusap-ngusap kepalanya yang masih terasa kebas akibat pukulan dari kakak nya.


"Sorry juga ya Zayd. Kakak juga mukul nya kekencengan" ucap Zia dengan senyum meringis.


"Kakak nyebelin!" ucap nya sambil memanyunkan bibirnya.


"Whatever" jawab Zia yang melanjutkan makan nya dan juga memesan berbagai makanan lagi membuat yang melihatnya terheran-heran.


Setelah makan siang nya selesai Zia dan Zayd langsung saja pulang. Mereka tidak pamit lagi pada Zico. Karena Zia tidak mau jika bertemu dengan semut rangrang itu.


.


Berbeda dengan Zia yang sedang badmood. Joyce sedang membantu mengerjakan pekerjaan Zico supaya mendapatkan perhatian lebih darinya karena sudah mau membantu nya.


Seperti sekarang ini. Joyce sedang membaca semua berkas yang ada diatas meja Zico dan menjelaskan nya pada Zico supaya Zico lebih mudah untuk segera memberikan tandatangan nya.


"Apa abang sudah selesai? Jika sudah kita jalan keluar yuk? Sudah lama kita tidak jalan berdua" tanya Joyce dengan senyuman yang membuat semua pria akan terpesona.


"Sudah. Memang nya kita akan pergi kemana?" tanya Zico dengan nada datarnya seperti biasa.


"Nonton mungkin seru bang. Abang mau kan jika kita nonton?" ucap Joyce yang memberi pertanyaan pada Zico.


"Hmm" jawab Zico dengan deheman saja. Dia tidak ingin mengecewakan Joyce yang sudah sangat baik padanya selama beberapa tahun ini.


Mungkin yang dikatakan oleh Mom Vita ada benarnya juga. Jika dia harus bisa membuka hatinya untuk wanita lain, termasuk Joyce. Tapi hati Zico masih gamang untuk membuka hatinya kembali. Dia masih selalu ingat Ara dan Ara didalam hati dan fikiran nya.


Seolah-olah hati dan fikiran nya sudah di setting hanya untuk Ara nya saja. Entah kenapa sangat berat untuk melupakan kenangan indah dengan Ara, walau pertemuan nya hanya singkat. Tapi kebersamaan setiap malam dan juga setiap dia sedang kacau akan apapun Ara akan bisa menghibur nya dengan senyuman indah dibibirnya.


"Abang kenapa diam? Apa abang sedang memikirkan sesuatu?" tanya Joyce pada Zico yang hanya diam saja.


"Tidak" jawab nya singkat dan jelas.

__ADS_1


"Ya sudah jika abang tidak mau mengungakapkan nya sama Joyce. Kita pergi sekarang gimana?" ucap Joyce memberi penawaran.


Joyce memang tidak ingin memaksakan kehendak nya pada Zico. Karena Joyce ingin bisa membuat Zico merasa nyaman dan juga percaya padanya. Supaya Zico bisa membuka hati untuk dirinya. Joyce ingin menarik ulur hatinya supaya bisa bersamanya dan mau diajak serius dengan bisa menikahinya. Itulah harapan Joyce.


__ADS_2