Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Rencana membuat usaha


__ADS_3

"Kenapa abang tidak bisa pulang? Memangnya abang sedang berada dimana?" tanya Mommy Vita yang sedang berfikiran macam-macam.


"Abang dan Ara sedang dipanti tempat Ara dulu tinggal Mom, dan Ibu panti bilang Ara disuruh untuk menginap disini" jawab Zico dengan panjang lebar.


"Lalu kenapa abang juga tidak pulang?" tanya Mommy Vita lagi yang sengaja ingin menggoda putra nya yang dingin dan datar itu.


"Mom, abang tidak tega saja meninggalkan Ara sendiri disini" jawab Zico beralasan.


"Abang-abang, bilang saja jika abang tidak bisa jauh-jauh dari nya kan? Pake alasan tidak tega sendirian. Memangnya Ara dipanti sendirian dan tidak ada yang menemani?" tanya Mommy Vita yang sengaja menggunakan ucapan ketusnya.


"Bukan begitu Mom, abang" Zico tidak bisa melanjutkan ucapan nya karena dia bingung harus bicara seperti apa pada Mommy Vita yang sudah dalam mode cerewet nya.


"Apa, sudah lah. Ingat bang, jangan berbuat macam-macam!" ucap Mommy Vita dengan nada tegasnya.


"Iya Mom. Tidak akan macam-macam, hanya satu matam" ucap Zico yang langsung memutuskan sambungan telpon nya.


Sedangkan Mommy Vita sedang menggerutu karena ulah putra nya itu. Bagaimana tidak menggerutu jika dia akan melakukan satu macam yang seperti apa coba. Fikiran Mom Vita sudah berkeliaran merambah ke hal yang berbau enak-enak.


"Jangan berfikiran yang tidak-tidak honey, putra kita tidak mungkin melakukan hal diluar batas nya. Daddy percaya padanya" ucap Daddy Louis pada istrinya.


"Aku juga percaya Dad, tapi aku tidak akan bisa percaya jika sudah ada saiton yang sudah menggoda dan mereka melakukan hal diluar batas nya" jawab Mom Vita dengan menggebu-gebu.


"Honey, jangan berfikiran yang macam-macam kepadanya. Ingat! Fikiran saja bisa saja itu terwujud, apa lagi itu adalah fikiran seorang Ibu. Kamu mau jika Zico benar-benar melakukan itu?" tanya Daddy Louis yang menjelaskan pada istrinya yng selalu over tingking.


"Baiklah, Mommy akan berfikir positive dan tidak memikirkan yang tidak-tidak" jawab Mommy Vita akhirnya.


Dan mereka semua sudah berkumpul bersama dimeja makan.


"Abang Zi pulang terlambat Mom?" tanya Zoya yang melihat tempat duduk Zico kosong.


"Abang Zi bilang tidak bisa pulang. Karena ada sesuatu" jawab Mom Vita.

__ADS_1


"Oh" ucap yang lainnya serempak.


Mereka semua menikmati makan malam nya dengan diam dan semangat. Tidak jauh berbeda dengan Zico dan Ara, mereka berdua juga sedang makan malam bersama dengan anak-anak panti dan juga Ibu panti.


Anak-anak disini terhitung ada 20anak lebih, dari berbagai usia dan juga laki-laki dan perempuan. Yang paling kecil berusia 2tahun dan yang paling besar berusia 17-18tahun.


Mereka semua sedang menikmati makanan yang sederhana dan juga terbilang sangat tidak seperti makanan menurut Zico. Karena tidak ada ikan maupun ayam. Yang ada hanya tahu dan tempe sebagai lauknya.


"Apa setiap hari makanan mereka seperti itu?" tanya Zico pada Ara yang sudah selesai membersihkan sisa makanan dan berbagi tugas dengan yang lainnya.


"Iya, jika ada uang lebih. Baru kita semua makan enak atau mungkin ayam. Itu setahu Ara dulu" jawab Ara dengan penuh senyuman dibibirnya.


"Apa mereka semua tidak keberatan mendapatkan nya? Apa mereka semua tidak ada yang komplen atau melakukan mogok makan atau sebagainya?" tanya Zico lagi yang penasaran akan makanan yang mereka makan setiap hari.


"Bagi yang masih kecil memang kadang-kadang ada yang seperti itu. Tapi karena terbiasa dan juga yang besar-besar juga sering mengingatkan jika kita tidak boleh menolak rezeki. Jika kita melakukannya maka kita sama saja kufur nikmat. Itu sih yang sering kami ucapkan supaya anak-anak mengerti" jelas Ara dengan menggerak-gerak kan tangan nya dengan lincah.


"Lalu apa lagi yang dilakukan para anak-anak yang sudah lulus sekolah? Apa akan melanjutkan kuliah atau bekerja?" tanya Zico lagi.


"Biasanya juga mereka akan bekerja paruh waktu untuk bisa membiayai sekolahnya sendiri-sendiri. Karena jika mengandalkan uang donasi tidak akan cukup. Jadi mereka punya fikiran sendiri untuk bisa bekerja dan bisa membantu ekonomi panti juga" ucap Ara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ara tidak meminta abang untuk selalu membantu mereka dalam bentuk materi atau uang. Yang mereka butuhkan adalah caranya menghasilkan uang dengan bisa disambil buat belajar untuk mereka yang masih bersekolah" uacap Ara yang menggerak kan jarinya dengan senyuman yang sangat manis.


"Oh, oke. Abang akan menanamkan saham untuk mereka berjualan apa yang mereka kuasai. Seperti membuat kue, atau menjahit pakaian atau yang lain sebagainya. Itu adalah peluang usaha yang bagus, apa lagi jika kue atau model pakaian nya bagus dan juga unik. Pasti banyak peminatnya" ucap Zico yang memberikan ide pada Ara.


"Itu lebih baik, abang bisa langsung bicara pada anak-anak nya langsung" ucap Ara yang akan memanggil adik-adik nya yang ada dipanti.


Setelah semuanya berkumpul Zico menerangkan apa saja yang akan dilakukan oleh pengusaha kecil-kecilan. Dan bagaimana menjalankan nya supaya tetap stabil. Ternyata mereka semua sekolah dibagian komputer dan ada yang mengambil kursus menjahit juga. Ada yang suka membuat makanan atau minuman. Dan itu sangat membantu mereka memulai usaha.


"Seperti yang abang Zi tenangkan tadi. Jika kita akan mulai usaha nya besok, dan kita semua harus bisa meluangkan waktu untuk belajar. Jangan sampai pelajaran sekolah kalian terbengkalai karena ingin memulai usaha. Lebih baik fokus belajar dulu baru kita fokus yang lainnya" jelas Ara yang dengan semangat memberikan wejangan pada adik-adik nya.


"Baik kak, kami akan giat belajar dan memulai usahanya dibantu oleh ahlinya langsung. Kapan lagi kan kita dapat kelas bisnis dari orang yang berpengalaman dalam bidangnya" ucap salah seorang anak SMA yang akan lulus sebentar lagi.

__ADS_1


"Bener banget itu. Kapan lagi kita dapat pengarahan dari CEO ternama" ucap seorang nya lagi.


Dan begitulah seterusnya, mereka semua sangat antusias menyambut hari esok yang akan memulai usaha kecil-kecilan mereka. Dari makanan terlebih dahulu mereka lakukan.


Setelah berdiskusi dengan anak-anak panti yang lain Zico dan Ara sudah memasuki kamarnya dan akan segera tertidur. Tapi Zico tidak bisa tidur karena memandangi wajah Ara nya yang sudah terlelap beberapa menit yang lalu.


"Kamu memang bidadari yang Allah berikan untukku. Kamu begitu mementingkan orang lain dibandingkan dengan diri kamu sendiri. Aku semakin dan semakin sayang sama kamu, mungkin jika aku tidak bertemu dengan kamu. Aku tidak tahu jika diluar sana masih banyak orang yang sangat membutuhkan bantuan dan juga dukungan. Aku berjanji akan membantu mereka semua hingga sukses" gumam Zico yang masih memandangi wajah wanita nya.


"Mimpi indah Arabella" ucap Zico dan mencium kening Ara lalu ikut memejamkan matanya untuk ikut bergabung dalam mimpi bersama dengan Ara nya.


.


Sedangkan didalam mainson Edison Zoya sedang mengerjakan pekerjaan yang dia bawa. Dia bekerja sendiri diruang keluarga, karena Zoya tidak suka jika berada didalam kamar atau diruang kerja sekalipun.


Zoya lebih nyaman ditempat yang luas dan juga terang. Tidak disangka, Dharma juga sedang mengerjakan pekerjaan nya juga. Tapi bedanya Dharma berada didalam kamar nya. Dia juga sedang fokus dihadapan laptop nya. Dan tiba-tiba ponsel nya berdering jika ada yang menelpon.


Ternyata yang menghubungi adalah Ibu dan bapak nya yang ada dikampung. Mereka cukup lama mengobrol nya hingga Dharma keluar dari kamar dia melihat Zoya masih setia didepan laptop nya.


Zoya terlihat sangat cantik dan juga dewasa. Jika dilihat-lihat seperti Mom Vita waktu masih muda dan menjadi wanita karir. Bedanya Mom Vita lebih cuek dan selalu menggunakan logika sebelum perasaan nya.


Berbeda dengan Zoya yang selalu menggunakan perasaan nya dulu baru berfikir logika. Tapi walau bagaimana pun mereka berdua tetap sama. Hanya berbeda usia saja.


"Anda belum tidur Nona?" tanya Dharma saat mendekati Zoya yang masih menatapi layar laptop nya.


"Sudah berapa kali aku bilang. Jika sudah diluar pekerjaan jangan memanggilku dengan sebutan Nona. Kenapa masih saja memanggil ku dengan setutan itu?" ucap Zoya dengan menatap Dharma.


"Maaf, aku sudah terbiasa memanggil nya seperti itu jadi tidak masalah bukan?" ucap Dharma balik bertanya.


"Ya, terserah kamu saja lah" jawab Zoya.


"Kamu sendiri kenapa belum tidur?" tanya Zoya.

__ADS_1


"Belum mengantuk saja. Dan tadi aku habis menerima telpon dari Ibu dan bapak makanya aku keluar" jawab Dharma.


Mereka berdua mengobrol bersama dan saling bertukar fikiran. Mereka mengobrol hingga malam menjelang. Dan mereka lupa waktu.


__ADS_2