Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Mengunjungi makam


__ADS_3

Mereka berdua terlihat menangis, tapi yang lebih kentara adalah Zia. Sedangkan Zico hanya sesekali meneteskan air matanya dan segera menghapusnya supaya tidak terlihat.


"Dad, Daddy pasti sudah bahagia kan disana? Zia juga akan bahagia disini dan akan sering-sering mengunjungi Daddy dan juga Oma" ucap Zia sebelum meninggalkan makam keduanya orang kesayangan nya.


Ternyata dari kejauhan ada seseorang yang mengikuti mereka sejak dari mainson hingga datang kemari. Dia juga terlihat sedih, sama seperti Zia dan Zico. Dia tidak mendekat pada mereka berdua, melainkan langsung pergi begitu saja setelah Zia dan Zico pergi.


"Abang Zi merasa ada yang merhatiin nggak sih saat dimakam tadi?" tanya Zia saat sudah didalam mobil untuk pergi ke suatu tempat.


"Sekarang juga ada yang ngikutin mobil kita Zi, Abang tidak tahu apa dan siapa dia. Yang jelas kamu harus tenang dan jangan panik. Abang akan melindungi kamu" ucap Zico memberi peringatan pada Zia supaya tidak panik.


"Iya bang Zi, Zia juga merasakan seperti itu. Zia juga melihat jika mobil hitam itu selalu mengikuti kita" jawab Zia yang memperhatikan sepion disamping dan depan nya.


"Ap'a yang akan abang lakukan?" tanya Zia saat Zico tidak mengambil jalan pulang menuju mainson melainkan kan menuju kediman Pratama.


"Tenang saja Zi, Abang akan membawa kamu ketempat yang selalu membuat kamu senang" jawab Zico dengan datar.


"Bang, kita ini sedang dalam bahaya. Kenapa abang malah terlihat santai dan lebih memilih menuju tempat yang aku suka" gerutu Zia yang tidak habis fikir dengan jalan fikiran Zico yang hampir sama dengan Zayn.


"Sudah Abang bilang, tenang dan nikmatin. Kita akan tahu apa motif dari penguntit yang ada dibelakang" jawab Zico dengan memperhatikan mobil dibelakngnya lebih dari dua mobil, dia ingin mengamanahkan adiknya dulu supaya dia bisa mengecoh mereka.


Tiba-tiba ponsel Zia berdering menunjukan nama Jack yang memanggil.


"Ad'a apa Jack?" tanya Zia langsung.


"Nona dan Tuan Muda tenang saja, kami berada dibelakang mobil anda Nona. Kebetulan mobil kita sama, saya berencana untuk mengecoh mereka didepan jalan sama. Tolong sampaikan pada Tuan Muda untuk langsung pergi dari jalanan ini" ucap Jack pada Zia.


"Iya Jack, abang Zi sedang mendengarkan nya" jawab Zia masih mendengarkan intruksi dari Jack.


"Lakukan sekarang Tuan Muda" ucap Jack yang mengintruksi supaya bisa lepas dari pengntai.

__ADS_1


Zico dengan cepat nya melakukan intruksi yang diberikan oleh Jack. Karena sejak tadi mobil yang dikendarai oleh Jack menutupi mobil yang dikendarai oleh Zico maka kedua mobil yang mengikuti mereka tidak sadar jika incaran mereka berdua sudah lolos.


"Kita akan kemana bang?" Zia melihat jalanan ini bukan jalan menuju mainson.


Zia sudah ketakutan melihat wajah Zico yang tidak seperti biasa nya. Dan lebih mengerikan dibandingkan dengan Zico, Zia merasa jika yang berada disamping nya adalah orang lain yang mirip dengan Zico.


Tapi siapa dia? Kenapa dia yang berada bersama nya? Dan dimana Zico sebenarnya? Berbagai pertanyaan yang berkecamuk dalam fikiran Zia sambil menatap wajah datar seorang Zico disamping nya.


"Kenap Zi? Apa kamu takut pada abang?" tanya Zico pada Zia yang sedang tegang.


"Siapa kamu! dimana abang Zi?" ucap Zia yang sudah tidak bisa mengontrol perasaan nya yang sedang takut.


"Aku Zico Zi, kita akan mengunjungi kediaman Pratama. Apa kamu lupa jalanan ini? Maaf jika sikap abang membuat kamu takut. Jangan pernah meragukan abang lagi Zi" ucap Zico yang masih mengemudikan mobilnya menuju kediaman Pratama.


Mainson yang memang tidak sebesar mainson Edison. Tapi ini adalah kenangan masa kecil mereka, mereka langsung masuk kedalam mainson. Karena penjaga sudah membuka pintu pagar.


"Semuanya tidak ada yang berubah" ucap Zico yang memperhatikan sekeliling mainson Pratama ini.


Dengan disambut oleh beberapa pelayan yang memang bertugas untuk membersihkan mainson setiap harinya.


"Maka nya jangan terlalu sering menonton film Zi. Jadi fikiran kamu dipenuhi dengan hal-hal yang seperti itu" ucap Zico mengacak rambut Zia dengan gemas.


"Maaf bang, abis abang Zi kelihatan beda banget jika seperti itu. Kan jadi negative tingking" jawab Zia sambail memanyunkan bibirnya.


"Ya sudah, kita mau keruangan apa dulu ini?" tanya Zico, dia ingin merasakan Kebersamaan dengan adik nya ini.


"Aku ingin disini saja, menonton video keluarga kita dulu. Sebelum Daddy Surya tidak ada" jawab Zia langsung menuju tempat penyimpanan berbagai macam kaset yang menampilkan keluarga nya.


Mereka berdua menangis bersama saat melihat bagaimana kasih sayang dan juga penantian Dad Surya untuk menyambut kehadiran baby triplets. Zico tidak bisa menahan air matanya. ternyata dia sangat mirip dengan Dad Surya, dari berjalan, berbicara bahkan sifat dan juga kasih sayang nya.

__ADS_1


"Abang.... " ucap Zia yang langsung memeluk tubuh sang kakak karena mereka begitu sama semua nya.


Dari wajah semuanya memang sama. Tapi gaya rambut dan sifat mereka berbeda, hanya Zico yang sangat persis dengan Dad Surya. Tapi jika yang lebih mirip semuanya bahkan sulit, jika dia tidak menggunakan kacamata mungkin lebih mirip dan sama persis.


"Kenapa Zi?" tanya Zico yang suaranya sedikit berubah dan seperti menahan rindu yang sangat dalam.


"Abang, kenapa abang berbeda? Kenapa suara abang juga berubah? Abang jangan bercanda" ucap Zia yang masih menangis sesegukan menatap wajah abang nya.


"Daddy sangat merindukan mu my princess comel" ucap Zico yang langsung memeluk tubuh Zia dengan sangat erat dan juga menangis sesegukan juga.


Zia memberontak dalam pelukan Zico, dia merasa sesak dan tidak bisa bernafas karena lakukan nya sangat erat.


"Biarkan seperti ini dulu sayang. Daddy ingin memelukmu, Daddy sangat merindukan kalian semua. Terimakasih selalu datang pada Daddy dan selalu mengingat Daddy. Walau kalian sudah memiliki pengganti Daddy, kalian tetap mengingat dan sayang pada Daddy. Kalia harus berjanji pada Daddy. Kalian semua harus tetap seperti ini, saling menyayangi dan juga saling menjaga satu sama lain. Daddy sangat menyayangi kalian semua" ucap Zico.


Sementara Zia merasa bingung. Kenapa Zico bisa bersikap seperti ini? Dan dia menyebutkan dirinya sebagai Daddy? Apa maksud semua ini? Ini sangat membuat Zia bingung.


"Kenapa Zi? Apa ada sesuatu? Abang merasa bertemu dengan Daddy Surya tadi. Apa kamu juga merasakan hal yang sama seperti abang?" tanya Zico yang kebingungan.


"Jadi, jadi tadi itu benar Daddy? Daddy datang menemui kita bang, Daddy sepertinya masuk kedalam tubuh abang. Dan mengucapkan kata-kata yang membuat Zia semakin sedih" ucap Zia yang malah semakin menangis sesegukan sambil memeluk tubuh abang nya.


"Jadi maksud kamu Daddy berada dalam diri abang beberapa saat begitu?" tanya Zico dan diangguki oleh Zia.


"Rasanya mustahil, tapi kenapa bisa seperti ini? Abang malah melihat Daddy Surya tersenyum dan entah kemana lagi. Seperti menghilang" ucap Zico lagi tapi dia percaya, bahwa Daddy Surya selalu berada didekat nya walau tidak terlihat.


"Abang, aku sangat merindukan Daddy. Kenapa kita hanya bisa melihat dan juga mendengar bahwa Daddy adalah Daddy yang baik juga penyayang. Kenapa kita tidak bisa memaksakan nya langsung? Kenapa Daddy begitu cepat pergi dari kita semua? kenapa abang?" tanya Zia yang malah semakin menangis histeris, dia selalu seperti ini jika datang kesini.


"Zia, lihat abang. Kita tidak boleh menyalahkan ketentuan Allah. Kita semua juga akan merasakan yang namanya kematian. Jangan pernah berkata seperti itu lagi. Karena itu sangat dibenci oleh Allah, kita harus selalu bisa menerima apapun keputusan yang maha Pencipta. Bukan malah menyesali apa lagi menyalahkan. Itu tidak baik Zi" ucap Zico yang memegang kedua bahu Zia dan membuat nya bisa tenang.


"Jika kamu seperti ini terus jika datang kemari atau kemakam Daddy, abang tidak akan mengajak mu lagi. Karena abang tidak mau kamu selalu bersikap seperti ini. Kamu boleh merindukan Daddy, tapi jangan pernah menyesali kepergian nya. Ingat itu baik-baik Zia" tegas Zico yang bisa menenangkan Zia yang menangis.

__ADS_1


Mereka berdua berpelukan bersama dan menangis, dia menyesali perbuatan nya yang sudah berbuat seperti itu, menyesali kepergian seseorang itu sangat tidak mungkin. Zia benar-benar sangat menyesal akan semuanya. Zia ingin supaya bisa merasakan kehadiran Daddy Surya, dia tidak ingin dia menjadi seperti ini. Dia ingin selalu bisa berkunjung kemari dan selalu mengingat kenangan-kenangan manis bersama dengan Daddy Surya yang sangat dia sayangi.


'I miss you Dad' ucap Zia hanya dalam hati.


__ADS_2