
"Lalu apa yang akan kamu lakukan Zayd?" tanya Mom Vita pada Zayd.
"Entahlah Mom, Zayd juga tidak tahu. Yang pasti Zayd tidak mau memaksanya untuk mau Zayd ajak kemari dan dikenalkan pada kalian semua" jawab Zayd dengan lesu dan tidak bersemangat.
"Kamu sabar saja sayang. Mungkin dia memiliki trauma tersendiri akan hal itu, jadi dia ingin dimengerti oleh kamu. Jika dia sudah sangat nyaman dan juga mengerti akan ketulusan kamu, Mommy yakin jika dia akan mau kamu ajak kemari dan mungkin akan menerima kamu nikahi" ucap Mom Vita menyemangati Zayd yang sedang sedih.
Sibungsu ini memang sangat manja dan selalu ingin dimengerti dan juga paling lembut hatinya dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Jadi Mom Vita hanya menyemangati dan mendukung.
"Itu sudah Zayd lakukan Mom, semoga saja apa yang Mommy katakan memang menjadi kenyataan dan semuanya terjadi" jawab Zayd dengan bergelendotan pada Mom Vita yang membuat Daddy Louis menatapnya dengan tatapan tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Zayd pada istrinya.
"Boy, dia itu adalah istriku. Kamu jangan seperti itu" ucap Dad Louis yang masih saja cemburu pada putra sambungnya itu.
"Pak tua, dia ini adalah Mommy ku. Anda jngan melarangnya" ucap Zayd yang semakin memeluk mesra tubuh Mom Vita.
"Kalian ini, kenapa tidak pernah berubah jika sudah seperti ini? Lagi pula aku ini adalah Mommy nya Dad, jadi stop seperti anak kecil yang selalu cemburu" ucap Mom Vita pada Dad Louis yang hnya diam saja melihat Zayd malah meledeknya.
"Zayd, kamu juga jangan meledek Daddy kamu. Kalian ini selalu saja membuat Mommy pusing akan tingkah kalian berdua" ucap Mom Vita pada kedua pria yang berbeda usia itu.
"Maaf Mom, Daddy yang lebih dulu. Padahalkan Zayd sedang sedih malah digituin sama Daddy" ucap Zayd yang mengurai pelukan nya dan mengerucutkan bibirnya kesal pada Dad Louis.
"Kalian berdua sama saja. Mommy mau pergi dulu, ada arisan dan juga akan sedikit jalan-jalan untuk menghilangkan suntuk dan juga penat" ucap Mom Vita yang bangkit dari duduknya lalu menuju kamar untuk berganti pakaian.
"Mommy nyebelin!" ucap Zayd yang juga ikut pergi menuju pintu keluar. Dia yang tadinya ingin mengambil sesuatu tidak jadi dia ambil.
"Kamu mau kemana boy? Bukankah tadi ingin mengambil sesuatu yang kamu katakan tadi?" tanya Dad Louis yang mengingatkan apa tujuan Zayd kembali lagi tadi.
"Thank you Dad, hampir saja aku lupa" ucap Zayd yang kembali lagi menuju kamarnya untuk mengambil apa yang ingin dia ambil tadi.
"Dasar anak itu" gumam Dad Louis yang melihat tingkah Zayd yang memang masih seperti anak kecil.
Zayd langsung masuk kembali kedalam mobilnya setelah mengambil barang yang dia butuhkan. Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena dia tidak terburu-buru untuk kerumah sakit. Jadwal kerjanya masuk siang jadi pagi ini dia bisa santai dan bisa bertemu dengan Eleanor dulu.
__ADS_1
Saat sudah sampai didepan cafe Z&Z dia dikejutkan oleh suara seseorang yang sedang bertengkar dan juga beberapa pegawai yang mencoba melerainya. Tapi yang membuat Zayd marah adalah Eleanor sedang dikeroyok dan dibuly oleh beberapa orang yang terlihat sangat bengis dan juga tidak tahu adat.
"Ada apa ini?!" tanya Zayd yang mencoba untuk tenang dan tidak terpancing oleh orang-orang yang ada disana sedang menatapnya.
"Anda siapa, kenapa mau ikut campur dengan urusan kami dengan ja**ng kecil ini!" ucap wanita yang mungkin seumuran dengan Mom Vita atau mungkin berada dibawahnya.
"Saya pemilik cafe ini. Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Zayd dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"Oh, jadi anda pemilik cafe ini? Saya hanya ingin membawa anak kurang ajar ini untuk pulang dan mendapatkan hukuman nya karena telah kabur dan juga mencuri semua aset milik kami. Jadi anda tidak bisa ikut campur dalam hal ini" ucap wanita yang lebih muda. Mungkin dia adalah anaknya dan usinya berada dibawah Eleanor.
"Jaga mulut loe! Gue mengambil hak gue yang sudah loe dengN keluarga loe ambil dari keluarga gue! Jika gue mau, gue bisa urus ini kepengadilan" ucap Eleanor yang sudah terlihat ada beberapa luka diwajah dan sudut bibirnya pecah mengeluarkan darahnya juga sudah sedikit mengering.
"Heh, anak tidak tahu diri! Jelas-jelas kamu yang sudah mencurinya, masih mau mungkir juga Hah! Seharusnya kami sudah membuang mu sejak dulu dan tidak diberi kesempatan. Tapi dasar Ayah saya saja yang terlalu bo*oh yang masih mau menampung anak tidak tahu diri seperti mu!" ucap wanita paruh baya itu dengan sangat emosinya pada Eleanor.
"Oke, bisa kalian pergi sekarang. Ini sudah mengganggu ketenangan pengunjung yang ada disini, dan untuk kamu saya tunggu diruangan saya. Saya mau bicara sekarang" ucap Zayd pada mereka yang masih berdiri menatapnya.
"Ini semua tidak bisa seperti ini. Saya belum selesai dengan dia!" ucapnya sambil menunjuk Eleanor yang akan masuk kedalam ruangan kerja Zayd dan sekarang menjadi ruangan nya.
"Baik, kami akan pergi sekarang. Tapi jangan harap kalian bisa lepas begitu saja, jangan mentang-mentang jika kamu itu orang kaya anak muda!" ucap wanita paruh baya itu ambil menunjuk wajah Zayd dengan tangan nya yang sudah memukul Eleanor.
Zayd tidak menjawab lagi ucapan dua wanita gila itu, Zayd malah seolah merendahkan dua wanita beda usia itu. Karena memang sudah membuatnya kesal dan juga sudah membuat wanitanya terluka sedemikian rupa.
"Kenapa kamu hanya diam saja diperlakukan seperti binatang oleh mereka berdua? Kenapa tidak mengabari aku? Jika aku tidak kemari pasti kamu akan lebih parah lagi dai ini" tanya Zayd dengan panjang kali lebar kali tinggi pada Eleanor. Dan Zayd sudah menjadi mode cerewet dan juga tidak bisa diam.
"Apa kamu sering mendapatkan perlakuan seperti ini jika aku tidak ada? Kenapa kamu hanya diam saja? Jawab aku Ele" ucap Zayd yang sedang mengobati luka disudut bibir Eleanor sambil meniupinya.
"Aku bisa melakukan nya sendiri" ucap Eleanor yang ingin merebut kapas yang sedang dipegang oleh Zayd.
"Bukan ini jawaban yang aku inginkan Eleanor!" ucap Zayd dengan tatapan tegasnya dan malah memegang tangan Eleanor yang akan pergi menjauhinya.
"Kamu kenapa seperti ini? Aku bisa mengatasi semua ini sendiri. Jadi kamu tidak perlu khawatir akan hal itu" jawab Eleanor yang merasa takut juga jika Zayd sedang dalam mode seriusnya.
__ADS_1
"Itu bukan jawaban yang ku inginkan Ele" ucap Zayd lagi masih manatap tajam pada Eleanor.
Eleanor lama diam dan tidak langsung menjawab pertanyaan dari Zayd. Dia masih memikirkan apa yang akan terjadi pada orang yng sedang dia cari selama ini. Dia sebenarnya ingin mengatakan pada Zayd semua yang telah dia alami selama ini, tapi rasa segan membuatnya tidak berani mengatakan semuanya pada Zayd.
"Kenapa diam? Apa sedang merangkai kata unuk bisa mengatakan semuanya sesuai dengan keinginan kamu dan masih ingin menyembunyikan semuanya dari ku? Wah! Eleanor, wah. Sungguh Kmu ini sangat hebat dalam menyembunyikan ini semua dari aku. Aku jadi sadar saat ini, aku memang tidak pernah dianggap lebih oleh kamu. Oke, mulai sekarang aku tidak akan ikut campur lagi dengan apa yang selalu kau sembunyikan, hiduplah dengan semua rahasiamu itu" ucap Zayd yang langsung pergi setelah mengatakan semuanya itu pada Eleanor.
Eleanor hanya diam setelah melihat Zayd sudah tidak ada lagi dihadapan nya saat ini. Dia merasa sangat bersalah akan semua kebohongan yang sudah dia lakukan pada Zayd dan juga semua ketulusan dan juga kebaikan seorang Zayd. Tapi dia tidak bisa mengatakan semunya sekarang, karena dia merencanakan untuk keluarga itu untuk kehancuran mereka.
"Maafkan aku Zayd. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan kamu dan aku tidak mempercayai kamu. Aku hanya ingin menyelesaikan semuanya sendiri karena ini adalah urusan ku" gumam Eleanor yang menangis dalam diam akan semua yang dia katakan pada Zayd.
.
Sedangkan Zayd sedang duduk didalam mobil dengan perasaan kesal dan juga kemarahan yang sejak tadi dia tahan agar tidak meledak-ledak.
"Apa aku tidk pernah kami anggao ada Eleanor? Aku sungguh sngat mencintaimu dan juga akan melakukan apapun untuk keselamatan kamu. Tapi kenapa kamu tidak pernah melihat semua ketulusan aku selama ini Ele? Aku sungguh sangat kecewa dengan semua yang kamu katakan tadi padaku. Aku akan mendiamkan kamu sampai kamu benar-benar menyadari betapa aku sangat mencintai kamu dan tidak memandang kamu rendah atau malah sebaliknya" gumam Zayd yang langsung mengemudikan mobilnya menuju tempat kerjanya yang sebenarnya masih sangat lama untuk jadwal prakteknya.
Zayd benar-benar melakukan apa yang menurutnya benar. Dan ini sudah berlanjut hingga beberapa hari, Zayd tidak menghubungi Eleanor atau sebaliknya pun tidak. Bahkan Zayd tidak tahu jika sejak kemarin Eleanor tidak ada dicafe, dan dia juga sudah meyerahkan surat mengunduran dirinya diatas meja kerjanya.
"Maafkan aku Zayd, aku sungguh tidak menyangaka semua ini akan terjadi. Tapi aku harus melakukan itu semua, karena aku ingin meyelesaikan semuanya sendiri. Jika kita ditakdirkan untuk bersama, pasti akan bisa melakukan nya, tapi jika tidak maka aku tidak akan muncul dihadapan kamu lagi. Maafkan aku" ucap Eleanor sebelum dia meninggalkan ruangan yang sudah beberapa tahun dia tempati.
Eleanor benar-benar sudah pergi setelah berpamitan pada seluruh kariawan yang ada disana. Juga melakukan apa yang dia lakukan, Eleanor tidak membawa semua barang-barang yang Zayd berikan padanya. Dia hanya membawa badan dan juga pakaian nya yang dulu, karena Eleanor kerasa tidak pantas mengenakan pakaian yang diberikan oleh Zayd.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya... Supaya Othor bisa terus up setiap hari dan mungkin akan up lebih dari 1...
Subscribe dan pollow akun Othor juga ya....
__ADS_1