
Semua orang sedang berkumpul untuk menunggu Zico sadar dan menanyakan apa yang terjadi padanya, kenapa bisa seperti sekarang ini. Berbeda dengan Nindi Vita yang masih menangis melihat keadaan Zico yang seperti ini.
Zia juga sudah menghubungi Zayn untuk bisa ikut berkumpul untuk memberi support buat Zico. Tapi karena Zayn sedang sangat sibuk dan juga sedang menghadapi masalahnya juga tidak bisa hadir. Zayn hanya bisa memberi dukungan dari jauh dan juga selalu berdo'a yang terbaik untuk sang abang.
TOK...
TOK...
TOK...
"Maaf kami mengganggu waktunya" ucap seseorang yang tidak lain adalah kedua orang tua Joyce yang datang setelah mendapatkan kabar jika Joyce menghilang dan Zico masuk rumah sakit.
Jadi John dan juga Sandra ingin menjenguk Zico sambil anak buahnya mencari Joyce hingga ketemu. Itu sangat membuat kedua orang tua yang dulunya adalah kaki tangan dari Dad Louis itu menatap penuh prihatin.
Apa lagi jika yang menyebabkan Zico seperti ini adalah putrinya sendiri, akan semakin membuat mereka berdua semakin malu dan juga sangat merasa bersalah.
"Silahakan masuk. Sama sekali tidak mengganggu" jawab Mom Vita yang masih meneteskan air matanya dan juga matanya sudah terlihat sangat sembab.
"Apa Tuan Muda tidak apa-apa? Kami berdua turut prihatin dengan keadaan Tuan Muda saat ini. Kami berdua setelah mendapatkan kabar dari Joyed jika Joyce pergi dari rumah langsung pulang saat itu juga sangat tadi baru saja ingin menanyakan nya pada Tuan Muda. Pas datang ke mainson malah mendapatkan kabar yang mengejutkan kembali" ucap Mom Sandra yang berbicara panjang lebar dan juga memberitahukan tujuan nya pulang ke negaranya.
"Jadi. Maksud kamu Joyce pergi dari rumah seperti apa?" tanya Mom Vita yang semakin dibuat sedih akan kabar mengejutkan ini.
Jangankan Mom Vita yang lainnya juga sama. Mereka semua tidak menyangka jika kejadian ini sangat rumit dan juga sangat membuat semua orang tercengang dengan kabar seperti ini. Zia juga bisa menyimpulkan jika Zico seperti ini pasti ada sangkut pautnya dengan kepergian Joyce. Zia sangat yakin itu.
'Dasar wanita si*lan! Seenak jidatnya sendiri pergi begitu saja. Apa dia tidak berfikir jika dia sudah menyakiti banyak hati dan juga perasaan orang lain! Awas saja jika aku bertemu dengan nya nanti, akan ku buat dia menangis darah. Sudah menghancurkan hubungan abang Zi dan sekarang tinggal menghitung hari akan pernikahan malah kabur!' geram Zia yang hanya berani dalam hati saja saat mendengar penjelasan dari kedua orang tua Joyce.
"Kak, aku tahu kakak emosi mendengar ini semua. Tapi kakak jangan dulu marah, kita harus tahu alasan apa yang akan dijelaskan oleh bang Zi" ucap Zayd yang tahu akan jalan fikiran dari Zia saat ini.
"Kamu ini seperti peramal saja Zayd" ucap Zia yang merasa sudah ketahuan oleh Zayd jalan fikiran nya.
__ADS_1
"Aku itu sudah kenal kakak sejak lahir. Jadi pasti tahu lah" jawab Zayd dengan sangat santai dan juga begitu percaya diri.
"Kau memang yang terbaik Zayd. Terbaik membuat orang kesal" ucap Zia yang langsung memberikan bogeman mentah diperut Zayd.
"Aoch... Kakak, ini sakit sekali" ucap Zayd dengan memegangi perutnya yang terasa mulas akibat bogeman mentah dari Zia.
"Rasakan!! Mampus saja sekalian" jawab Zia dengan sangat emosi padanya adik bungsunya ini.
"Kalian ini, tidak bisakah diam dan akur walau sejenak?" tanya Zoya pada kedua adiknya.
"Tidak bisa kak. Dia yang mulai lebih dulu" ucap Zia yang sudah ngotot karena Zayd yang memulai perdebatkan ini.
"Kakak tidak perduli siapa yang memulai dan siapa yang salah! Kalian ini kenapa sih, bisa kan diam dan memikirkan bagaimana kedepan nya dan seperti apa nantinya" ucap Zoya yang tidak menerima alasan apapun dari kedua adiknya.
"I'm sorry sister" ucap Zayd yang langsung diam dan tidak bersuara lagi.
Sedangkan Zia malah mengerucutkan bibirnya kesal. Dia benar-benar tidak menginginkan ini terjadi. Apa lagi ini menyangkut abang nya yang masih sangat lugu jika masalah hati dan perasaan. Bukan lugu sih tepatnya, tapi bo*oh.
"Kenapa Joyce bisa pergi dan apa alasan nya?" tanya Mom Vita pada Mom Sandra yang duduk bersebrangan.
"Kami juga tidak tahu. Kami justru ingin menanyakan ini pada Tuan Muda, karena Joyed bilang jika terakhir sebelum Joyce pergi dia bersama dengan Tuan Muda. Jadi kami datang ke mainson untuk menanyakan nya" jawab Mom Sandra yang memang belum mengerti dengan semua ini.
"Tapi jika ditanyakan sekarang dengan melihat kondisi Zico yang seperti ini akan sangat beresiko untuk Zico semakin depresi. Saya tidak mau membuat Zico semakin menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Joyce nantinya. Tolong, untuk saat ini jangan membahas masalah ini dulu" ucap Mom Vita yang tidak mau jika mereka membahas masalah kepergian Joyce.
"Tapi bagaimana dengan kami yang harus mencari kemana putri kami ini. Tidak mungkin kami hanya diam saja dan tidak mencarinya" ucap Mom Sandra yang tidak setuju dengan menuturan dari Mom Vita.
"Tapi setidaknya kita tunggu dulu, supaya kondisi Zico membaik dan juga sudah bisa diajak bicara. Kami bukan melarang, tapi kami hanya berjaga-jaga saja sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi" jelas Mom Vita yang memang ada benarnya juga, tapi itu akan diterima atau tidaknya urusan mereka berdua.
"Kami akan mencoba membantu untuk mencari tahu dimana Joyce berada, setidaknya jangan sekarang" sambung Dad Louis yang membenarkan ucapan dari Mom Vita.
__ADS_1
"Baiklah, kami akan menunggu dan akan mencarinya juga. Sekarang kami harus pergi, kami akan mencarinya lagi" ucap Dad John yang langsung pamit untuk pergi dari ruangan rawat Zico.
Dengan berat hati Mom Vita dan Dad Louis hanya diam saja. Walau begitu mereka berdua merasa lega karena mereka berdua tidak memaksa untuk menanyakan apa yang terjadi diantara Zico dan Joyce sebelum kejadian seperti ini.
"Mom, apa mungkin ini terjadi karena abang Zi sering menemui Ara dan itu diketahui oleh wanita itu?" tanya Zia yang sama sekali tidak mau menyebut nama Joyce.
"Mungkin saja benar juga mungkin juga salah. Kita semua tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka berdua" jawab Mom Vita yang menatap nanar pada Zico yang berbaring.
Walau dia sudah bangun, tapi seperti tidak mendengar dan juga melihat seluruh keluarganya sedang ada disini dan berkumpul untuk menemaninya dan juga bersama dengan nya.
"Abang, apa yang abang rasakan saat ini?" tanya Zia yang datang menghampiri Zico yang sedang duduk saat ini.Tapi tidak ada respon dari Zico yang hanya diam mematung.
"Apa abang tidak ingin berbicara dengan ku? Tadinya aku mau bercerita tentang sesuatu pada abang. Tapi sepertinya abang tidak tertarik sama sekali" ucap Zia yang sengaja memancing Zico untuk bicara.
Ternyata dugaan Zia saat ingin membicarakan tentang dirinya didepan Zico ada hasilnya juga. Zico sepertinya memang ingin mendengarkan apa yang akan Zia ceritakan.
"Abang tahu? Juan itu ternyata sangat perhatian, abang baru tahu kan jika namanya adalah Juan?" tanya Zia lagi yang sengaja menjeda ucapan nya.
Zico hanya mengangguk dan menatap wajah Zia yang sedang tersenyum kepadanya. Tangan Zico juga terulur untuk menyentuh pipi Zia yang sangat cantik dan juga bisa membuatnya bisa berbagi dan juga saling mengisi satu sama lain sebagai saudara yang sangat dekat.
"Dia ternyata sudah memiliki putri yang sangat menggemaskan tahu bang. Bahkan dia sering memberiku kejutan-kejutan kecil yang tidak pernah aku sadari dan aku inginkan sebelumnya. Tapi aku sangat senang dengan semua itu. Apa lagi anaknya yang baru berusia tiga tahun itu sangatlah menggemaskan dan juga sangat lucu sekali. Apa abang ingin tahu juga namanya?" tanya Zia yang memancing Zico terus merespon.
"Iya, siapa namanya?" tanya Zico yang membuka mulutnya juga.
"Dia bernama Quinzy, tapi dia sering menyebut dirinya Ici. Lucukan bang, padahal nama panggilan nya adalah Izy bukan Ici. Tapi dia belum bisa menyebutkan beberapa huruf dengan benar" ucap Zia lagi yang memandang abang nya dengan penuh senyuman.
"Jangan kakak terus dong bang. Aku juga mau bercerita, masa kakak saja sih" gerutu Zayd yang sengaja untuk bisa melihat abang nya cepat pulih lagi.
"Apa yang ingin kamu ceritakan?" tanya Zico yang memang tidak bisa mengabaikan seseorang yang sudah sangat dekat dengan nya. Apa lagi ini adalah adiknya sendiri.
__ADS_1
"Tapi abang harus berjanji jangan menertawakan ku. Karena kisah ku ini sangat berbeda dari kisah kakak yang biasa saja dan standar" ucap Zayd yang sengaja menyulut kemarahan Zia lagi. Dia memang sengaja supaya mereka berdua bisa ribut dan nanti akan dilerai oleh Zico.