Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Rencana Samuel yang gagal


__ADS_3

Zoya dan Dharma sudah berada didalam mobil yang melaju menuju desa tempat Dharma tinggal. Tapi bedanya sekarang Zoya lebih terlihat murung dan juga menatap kosong. Tidak seperti waktu berangkat tadi.


"Kamu mau kesuatu tempat yang bisa membuat kamu lebih tenang nggak?" tanya Dharma setelah sekiranya lama diam.


"Boleh, aku memang sedang membutuhkan nya" jawab Zoya tanpa mengalihkan pandangan nya dari jalanan disamping nya.


Dharma melajukan mobilnya kesebuah masjid yang terbesar dan terbagus dikampung yang tidak jauh dari tempat tinggal Dharma.


"Ini?" ucap Zoya penuh dengan pertanyaan menatap Dharma yang akan keluar dari mobil.


"Iya, ini adalah tempat paling nyaman dan paling tepat untuk menumpahkan keluh kesah yang kita punya" jawab Dharma dengan menatap bangunan nan indah dan juga sangat bagus.


Zoya ikut turun dan mengikuti langkah kaki Dharma memasuki sebuah masjid. Dan ternyata masih sangat sepi, dan dia langsung menuju tempat wudhu.


Zoya sudah selesai wudhu dan langsung melaksanakan sholat. Dia langsung berdo'a dengan sangat khusuk pada sang Pencipta.


"Ya Allah Ya Robb, hamba memohon pada mu supaya meringankan beban yang ada didalam hati dan fikiran saya. Hamba tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi Samuel yang baru kali ini hamba tahu watak dan sifat aslinya Ya Robb. Selama ini dia menampilkan watak dan sifat yang berbeda kepada hamba. Hamba harus bagaimana Ya Robb, hamba benar-benar sangat dilema. Disatu sisi hamba ingin menjalani hidup hamba dengan apa yang hamba inginkan. Tapi disatu sisi yang lain nya dia mengancam hamba akan menyakiti adik hama. Apa yang harus hamba perbuat Ya Allah, tolong beri hamba petunjuk MU. Supaya hamba bisa mengambil keputusan yang benar untuk semuanya. Amiin, Amiin Ya Robbal Alamin" do'a Zoya panjang dan juga di iringi dengan tangisan yang sangat menyayat hati.


'Jadi ini alasan kamu menjadi murung? Apa sesedih itu dan sedilema itu? Aku ingin rasanya bisa menghapus air mata kamu dan bisa menjadi teman berbagi kamu, tapi siapalah aku untuk Nona muda seperti kamu' ucap hati Dharma yang juga menatap sedih pada wanita yang sedang menangis.


Dharma menunggu Zoya diteras masjid. Dia menatap kedepan, mulai ada para warga yang akan sholat berjamaah dimasjid ini. Dia juga ikut masuk kedalam untuk ikut sholat berjamaah.


Setelah sholat berjamaah ternyata ada pengajian juga dimasjid ini. Dharma dan Zoya mengikuti pengajian juga, Zoya ingin lebih tenang lagi fikiran nya yang sudah sangat kusut.


Setelah mengikuti pengajian mereka langsung pulang menuju rumah Dharma. Saat sudah didepan rumah Dharma, Zoya langsung masuk kedalam kamarnya dirumah Dharma.

__ADS_1


.


Sedangkan Samuel sedang marah bukan kepalang. Dia baru kali ini ditentang oleh Zoya jika sedang bicara. Dia tidak akan main-main dengan ucapan nya tadi pada Zoya.


"Aku akan membuat kamu tidak akan bisa lepas dari ku Zoya. Sehingga kamu akan memohon-mohon untuk aku lepaskan. Hahaha" ucap Samuel bergumam pada dirinya sendiri dan dia menyeringai penuh dengan kelicikan.


"Besok aku akan mendatangi rumah kamu untuk segera melamar kamu didepan keluarga kamu. Dan aku akan jamin keluarga kamu tidak akan menolak nya" ucap Samuel yang begitu percaya diri akan diterima dikeluarga Edison.


Samuel langsung menemui kedua orang tua nya untuk meminta melamarkan Zoya untuk dirinya besok. Dan kedua orang tua Samuel tentu sangat setuju, mereka bisa memiliki menantu dari keluarga konglomerat.


Keesokan harinya seperti rencana Samuel. Kedua orang tua nya dan juga Samuel sendiri datang ke mainson Edison untuk membicarakan tentang pernikahan antara Zoya dan juga Samuel.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya Edison. Kami kesini untuk menyampaikan jika kami ingin melamar Zoya putri anda berdua untuk putra kami ini, Samuel" ucap Tuan Hernandez pada Louis dan Vita.


"Maaf Tuan Hernandez, saya sebagai Ibunya kurang setuju akan rencana itu. Putri kami Zoya masih sangat muda untuk membina rumah tangga, dan saya pribadi tidak menyukai putra anda. Jadi saya menolak nya" ucap Vita dengan tegas dan tanpa bantahan.


"Tapi kenapa Nyonya? Mereka saling mencintai, dan juga sudah menjalin hubungan sejak 4tahun yang lalu. Apa lagi yang menjadi permasalahan nya?" tanya Nyonya Hernandez masih mencoba untuk tenang, tidak terpancing emosi.


"Seperti yang saya jelaskan tadi. Jika saya tidak setuju karena alasan tertentu, dan itu keputusan saya yang sudah mutlak! Jika anda masih memaksakan kehendak maka saya sendiri yang akan berdiri didepan untuk melawan anda berdua" jawab Vita dengan dingin dan datar.


"Anda akan menyesal telah menolak lamaran dari kami! Kami juga sebenarnya tidak sudi melamar putrimu yang sangat angkuh sepertimu. Ternyata memang benar apa kata pepatah. Buah jatuh tidak jauh dari pohon nya" ucap Nyonya Hernandez dengan sangat berapi-api.


"Terimakasih atas pujian dari anda. Jika sudah selesai bicaranya silahkan keluar dari mainson saya" ucap Vita dengan penuh senyuman dibibir nya.


"Auntie, kenapa auntie begitu tega memisahkan kami berdua? Kami sama-sama saling mencintai, Zoya sudah menelpon saya untuk segera melamar nya langsung pada auntie dan juga uncle" ucap Samuel yang terlihat seperti sangat bersedih.

__ADS_1


Tapi percaya lah, gesture tubuh nya mengatakan lain. Vita sudah tahu akan hal ini, dia memang sudah lama ingin ini segera terjadi. Dan sekarang disinilah mereka, Vita dengan senyuman nya mendekati Samuel dan...


Plakk...


Begitu nyaring nya suara tamparan yang Vita layangkan pada Samuel yang sedang berdiri berhadapan dengan nya.


Kedua orang tua Samuel juga menganga sempurna melihat putra nya ditampar dengan keras dihadapan mereka sendiri.


"Kamu bilang saling mencintai? Wah, Wah Wah... Lumayan juga ekting kamu Sam" ucap Vita sambil bertepuk tangan memuji ucapan Samuel.


"Apa kamu tahu dimana Zoya berada saat ini hah! Saya selama ini diam bukan berarti saya merestui hubungan kalian berdua yang tidak sehat. Apa kamu tahu? Jika sekarang Zoya sudah sadar akan kekeliruan nya selama ini. Yang selalu percaya padamu dan selalu membela mu. Saya sebagai Ibunya sangat bersyukur atas semua ini, dengan begitu saya tidak perlu berpura-pura baik didepan mu demi putriku yang sudah kamu sakiti sedemikian rupa! Jadi, enyah lah dari kehidupan putri ku dan juga keluarga kami" ucap Vita yang sudah sangat emosi akan kelakuan Samuel selama ini.


"Apa kesalahanku sehingga anda sangat membenci saya? Saya selalu menjaga putri anda sangat saya selalu menyayangi nya. Saya tidak pernah berbuat yang macam-macam kepadanya. Tapi kenapa anda sangat membenci saya?" tanya Samuel belum mau menyerah untuk meyakinkan Vita, Ibu dari Zoya.


"Benarkah, kamu tidak tahu apa kesalahan mu? Biar ku beri tahu" ucap Vita menyerahkan beberapa foto yang memang sengaja dia kumpulkan dari setiap wanita yang selalu bersama dengan Samuel. Dia tidak mungkin bisa mengelak dari semua bukti yang Vita berikan pada nya dan kedua orang tua nya.


"Ini adalah fitnah yang sangat kejam. Anda memang sangat membenci saya sehingga anda membuat bukti palsu ini kepada saya? Anda benar-benar sangat berbakat dalam hal ini Nyonya Vita Ayla" ucap Samuel yang benar-benar sangat marah akan semua ini.


Padahal selama ini dia bermain dengan sangat rapih juga sangat tertutup. Kenapa ini bisa terjadi, pasti ada seseorang yang memata-matai nya selama ini. Sehingga hal sekecil ini bisa diketahui. Pantas saja selama ini Vita tidak pernah menyukai nya. Jadi dia sudah mengetahui semuanya.


"Jadi kamu bilang ini bukti palsu? Dan ini adalah hasil editan begitu? Saya punya video juga untuk kalian lihat. Jadi kalian tidak akan menuduh saya omong kosong saja" ucap Vita mengambil remote TV yang ada dihadapan mereka semua.


Dan betapa mengejutkan nya. Itu adalah berbagai video yang menampilkan betapa bejat nya seorang Samuel Hernandez itu.


"Apa sudah percaya? Saya sebenarnya tidak masalah dengan semua itu, asalkan dia benar-benar sudah berubah dan tidak akan mengulangi nya lagi. Tapi ternyata dia tidak bisa untuk berubah, dan bahkan merencanakan untuk melakukan nya juga pada kedua putriku. Jelas saya sangat marah dan tidak terima. Jadi lebih baik kalian semua pergi dari sini dan jangan pernah mendekati kedua putriku dan keluargaku yang lain. Jika tidak maka kalian semua akan tahu sendiri akibat nya!" ucap Vita dengan kilatan amarah dimatanya.

__ADS_1


Sedangkan Louis hanya melihat bagaimana istri cantiknya menghadapi ini semua. Dia semakin mengagumi nya, dan semakin mencintainya.


__ADS_2