Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Memperingati Zayd


__ADS_3

"Kak, kita masuk saja yuk. Sebentar lagi kelas kita dimulai" ucap Zayd yang membawa Zia segera pergi dari halaman kampus dan menjauh dari Joyce.


"Joyce aku duluan ya, nanti kita sambung lagi. Bye" ucap Zayd pada Joyce yang sedang memandangi nya.


"Zayd, kakak sudah berapa kali bilang sama kamu. Jika kamu harus jauhi dia, dia tidak sebaik itu Zayd. Perasaan kakak tidak mungkin salah jika mengenali seseorang. Please Zayd percaya sama kakak" ucap Zia mengingatkan adiknya.


"Kak, lagi pula aku dan Joyce tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya berteman, tidak lebih. Kakak jangan berfikiran yang macam-macam dong kak, aku hanya real berteman itu saja. Dan masalah tadi aku ninggalin kakak karena ada beberapa materi yang aku tinggalkan dikampus. Aku harus segera mengambil nya, maaf ya kak" ucap Zayd yang menjelaskan semuanya pada sang kakak.


"Tapi kenapa dia berada disini dan bersama kamu?" tanya Zia yang masih belum sepenuh nya percaya pada Zayd.


"Aku nggak sengaja bertemu dengan nya disini. Ternyata dia mahasiswa pindahan dari kampus sebelah. Dan dia sedang bertanya pada aku, ya aku jawab kan" jawab Zayd apa adanya.


"Oke, untuk kali ini kakak percaya sama kamu. Tapi tidak untuk lain kali. Dan ingat satu hal Zayd, jauhi dia" ucap Zia selalu mewanti-wanti adiknya.


"Kenapa sih kak, kakak sepertinya tidak suka sekali padanya? Apa jangan-jangan kakak cemburu ya?" ucap Zayd malah menggoda sang kakak.


"Kakak nggak cemburu Zayd. Apa sebelumnya kakak pernah melarang kamu untuk dekat dengan seseorang? Tidak pernah bukan? Kakak hanya merasa dia mendekati kamu ada sesuatu yang kakak sendiri bingung menjelaskan nya seperti apa pada kamu. Intinya, kamu harus menjauhi nya Zayd" ucap Zia yang menjelaskan semuanya pada Zayd.


Zayd juga memang baru kali ini melihat Zia yang bersikap over protektif pada nya. Sebelum-sebelum nya dia tidak pernah berbuat seperti ini. Ini hanya pada wanita yang dulunya pernah sangat dekat dengan Zico abang nya.


"Ya tapi kenapa kak? Aku jadi bingung kan, tiba-tiba menjauhi nya?" ucap Zayd yang masih tidak mengerti kenapa kakak nya seperti ini.


"Ya, pelan-pelan Zayd. Masa tidak bisa sih, bilang apa kek sama dia jika sedang tidak sengaja bertemu atau berpapasan dengan nya" jawab Zia dengan menarik adiknya supaya segera masuk kelas.


Zia dan Zayd sedang belajar dikelasnya menunggu dosen pembimbing nya datang. Dia sangat antusias karena dosen kali ini baik dan juga ramah. Tidak seperti dosen sebelumnya yang sangat killer.


.


Sedangkan Joyce sedang mencari kelasnya sendiri. Dia sebenarnya ingin meminta bantuan dari Zayd untuk mengantarkan nya kefakultas ekonomi. Tapi dia malah sudah pergi lebih dulu bersama dengan Zia kakak nya.


Joyce juga sebenarnya tidak suka pada Zia yang selalu saja ada dimanapun Zayd berada. Dia merasa bingung dengan nya, Tapi mau bagaimana lagi kan? Dia adalah kakak nya, jadi wajar-wajar saja sih jika seperti itu.


.


Sedangkan Zoya dan Dharma sedang bertemu dengan klien yang sangat tidak ingin Zoya temui. Siapa lagi jika bukan Samuel Hernandez yang memang Zio sendiri tidak bisa menemui nya.


"Halo Zoya. Apa kabar kamu hari ini?" ucap Samuel yang selalu saja banyak basa basi.

__ADS_1


"Baik" jawab Zoya dengan nada datarnya.


"Silahkan, ini berkas yang harus anda tandatangani. Dan anda baca saja terlebih dahulu" ucap Dharma yang membawa berkas tersebut pada Samuel.


Samuel mau tidak mau menerima nya walau dengan sangat terpaksa. Padahal Samuel sudah berencana ingin melakukan sesuatu pada Zoya saat meeting ini berlangsung. Tapi karena selalu saja ada Dharma yang menempeli Zoya, membuat Samuel susah untuk melakukan apa yang dia inginkan.


Tapi Samuel mempunyai rencana liciknya yang akan dia lakukan sekarang. Tiba-tiba ada seorang pelayan membawakan minuman untuk mereka bertiga. Tapi Zoya maupun Dharma tidak meminumnya sama sekali. Mereka berdua seakan tahu jika didalam minuman itu sudah dicampurkan sesuatu didalam nya.


"Diminum dulu sebelum kalian berdua pergi" ucap Samuel yang melihat Zoya dan Dharma tidak menyentuh minuman nya sedikit pun.


"Saya tidak haus" jawab Zoya yang langsung pergi setelah mendapatkan tandatangan dari Samuel.


Zoya pergi dan diikuti oleh Dharma dibelakang nya. Mereka berdua tidak menoleh sedikit pun pada Samuel yang sejak tadi memandangi Zoya hingga tidak terlihat lagi.


"Sial! Kenapa sangat sulit untuk mendekatinya lagi. Kenapa dia selalu menjaga jarak dengan ku? Aku akan melakukan hal yang tidak pernah kamu fikirkan Zoya. Lihat saja nanti, kamu akan menyesal telah meninggalkan ku" ucap Samuel penuh dengan rasa dendam didalam dirinya.


Sedangkan Zoya sudah berada didalam mobil nya ingin segera sampai perusahaan nya. Dia sangat lelah jika habis bertemu dengan Samuel.


"Kamu kenapa?" tanya Dharma yang melihat Zoya yang tidak bersemangat.


"Aku nggak apa-apa. Cuman energiku sepertinya sudah dikuras habis saat bertemu dengan Samuel tadi. Aku merasa dia memiliki rencana sesuatu pada ku saat kita masih berada disana. Apa lagi tatapan nya yang seperti singa yang kelaparan" jawab Zoya menjelaskan apa yang sedang dia fikirkan.


"Iya, terimakasih yah. Kamu memang yang terbaik, bisa selalu membuat aku lebih tenang" jawab Zoya dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.


"Kita, sudah sampai Nona" ucap Dharma yang melihat Zoya tidak bergerak sedikit pun. Sepertinya dia tidak sadar jika sejak tadi mereka berdua sudah sampai didepan gedung PRATAMA.GROUP.


"Eh, sudah sampai rupanya" ucap Zoya yang langsung keluar dari dalam mobil dan diikuti oleh Dharma.


Mereka berdua disambut seperti biasa hingga seseorang muncul dibelakang mereka berdua dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Maaf, anda mencari siapa?" tanya Zoya yang kebetulan menoleh kearah pria tersebut.


"Saya mencari Vita Ayla. Apa anda adalah Vita Ayla?" tanya seseorang tersebut pada Zoya.


Zoya berfikir 'Dia siapa, kenapa mencari Mommy? Apa hubungan apa dia dengan Mommy?" Zoya benar-benar harus berhati-hati.


"Untuk apa anda mencari nya?" tanya Zoya kembali yang ingin mengetahui nya.

__ADS_1


"Saya ingin bicara sesuatu yang sangat penting dengan beliau. Jika anda bisa mengantarkan saya untuk bertemu dengan nya, maka saya akan menjelaskan semua yang ingin anda ketahui" jawab pria tersebut yang pandangan nya berubah menjadi hangat.


"Saya ingin tahu dulu. Kenapa anda ingin bertemu dengan beliau?" tanya Zoya lagi saat dia tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


"Seperti yang saya katakan tadi pada anda Nona, jika saya hanya ingin bertemu beliau terlebih dahulu. Baru saya akan menjelaskan semuanya pada anda" ucap pria tersebut dengan pendirian nya.


"Baiklah mari ikut saya. Saya akan menghubungi beliau terlebih dahulu" ucap Zoya yang ingin supaya dia bisa mendengarkan juga percakapan antara Mommy nya dengan pria yang mungkin juga seumuran dengan Mom Vita.


Pria tersebut mengikuti langkah Zoya yang memasuki lift bersama dengan Dharma. Dia tidak berbicara apa-apa dan hanya mengirim pesan pada Mommy Vita untuk segera datang ke PRATAMA.GROUP sekarang juga.


"Saya sudah menghubungi beliau, dan sebentar lagi beliau akan sampai" ucap Zoya saat sudah sampai didalam ruangan nya dan kedua orang pria berbeda usia itu.


"Dharma, kamu sementara menemani saya disini. Dan bilang pada OB untuk membuatkan minuman untuk tamu kita" ucap Zoya pada Dharma.


"Baik Nona" jawab Dharma yang langsung pergi memanggil OB untuk membuatkan minuman dan membawakan makanan ringan juga.


Setelah menunggu kurang lebih 30 menit Mom Vita dan Dad Louis datang, mereka berdua dengan tergesa-gesa ingin memasuki ruangan kerja putri nya.


"Dad, kira-kira siapa yang ingin bertemu dengan ku? Kenapa aku jadi gemetar seperti ini?" tanya Mom Vita yang memperlihatkan tangan nya gemetar.


"Tenang saja honey. Jangan banyak memikirkan yang belum terjadi. Kamu harus relax dan tenang, jangan membuat kamu semakin tegang dengan memikirkan yang tidak-tidak" ucap Dad Louis yang menenangkan fikiran istrinya.


Mereka berdua memasuki lift kusus petinggi perusahaan. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju ruangan putri sulung nya.


Saat mereka berdua masuk ketiga orang yang berada didalam ruangan yang sudah menunggu menoleh kearah nya.


"Mom, Dad" ucap Zoya yang menyambut kedua orang tuanya untuk segera masuk.


"Dharma, kamu boleh keruangan kamu sekarang" ucap Zoya pada Dharma setelah kedua orang tuanya sudah duduk berhadapan.


"Baik Nona" jawab Dharma yang langsung keluar setelah berpamitan pada Zoya dan kedua orang tuanya.


.


.


.

__ADS_1


Siapa ya pria tersebut????


Yuk main tebak-tebakan sama Othor😁😁😁


__ADS_2