Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Aksi Zoya


__ADS_3

"Jadi menurut kamu kekerasan seperti itu sudah wajar dalam mendidik bawahan anda seperti itu?" tanya Zoya dengan tatapan yang mengerikan.


"Bukan, bukan seperti itu Nona" ucapnya semakin gugup.


"Lalu seperti apa?" tanya Zoya yang bangkit dari duduknya dan menuju balik meja sang manager untuk melihat langsung cara kerjanya.


"Saya hanya ingin dia tidak memakan gaji buta Nona, pekerjaannya tidak baik tapi mendapatkan gaji full setiap bulannya. Saya tidak mau perusahaan akan merugai katenanya" jawaban yang mulai membuat Zoya semakin muak mendengarnya.


Zoya langsung memeriksa semua berkas dan bahkan komputernya juga. Tanpa ada yang terlewat sedikit pun. Itu membuat sang manager semakin ketakutan, bahkan keringatnya sudah bercucuran membasahi dahinya yang sudah mulai keriput.


"Apa ini?" ucap Zoya menyerahkan berkas yang penerimaan kariawan baru yang harus menyertakan uang dengan nominal yang tidak sedikit.


Padahal semua calon kariawan baru yang melamar sebagian memang tidak memiliki kemampuan dibidangnya. Karena ada uang yang masuk jadi diterima dengan mudah. Sedangkan yang memiliki kemampuan dalam bidangnya dan tidak memberikan uang, maka akan mendapatkan serangkaian tes yang tidak masuk akal.


"Bisa dijelaskan. Kenapa setiap calon kariawan yang akan melamar harus menyertakan uang sebanyak ini untuk bisa masuk kedalam perusahaan ini? Jawab sekarang!" ucap Zoya pelan tapi penuh dengan penekanan.


Manager HRD sudah sangat ketakutan dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari atasannya langsung.


"Kenapa tidak menjawab?" tanya Zoya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Zoya keluar dari ruangan manager HRD untuk mengumpulkan semua kariawan yang ada didalam ruangan ini tanpa terkecuali. Setelah berkumpul Zoya menyuruh manager HRD untuk memanggil semua kariawan yang baru diterima belum lama ini.


"Kalian semua tahu kenapa saya mengumpulkan kalian semua disini? Saya mau tanya pada kalian semua dan harus dijawab dengan jujur. Dan tidak berbelit-belit. Jika ada yang seperti itu, maka saya akan langsung mengeluarkannya dan memblack list nama kalian yang mencoba menutupi kesalahan atau kejahatan orang lain. Kalian faham semua!" ucap Zoya dengan tegas.


"Faham Nona" ucap mereka semua.


"Sekarang saya mau tanya, siapa yang baru masuk kerja belum lama ini. Atau baru satu atau dua bulan ini? Angkat tangan kalian" ucap Zoya sambil menatapi wajah satu persatu kariawan yang ada dihadapan nya.


Dan ternyata hampir semua adalah kariawan baru, dan parahnya kariawan lama hanya beberapa saja dari mereka.

__ADS_1


"Siapa diantara kalian yang masuk melalui jalur prestasi dan nilai diatas rata-rata?" tanya Zoya yang masih memandangi wajah mereka semua.


"Saya Nona" ucap pria berkacamata tadi. Dia sudah mengobati lukanya dan sedang berdiri tepat berada didepan Zoya.


"Maju, saya ingin bicara dengan kamu" ucap Zoya memanggil pria berkacamata itu untuk lebih dekat dengan nya.


"Jelaskan" ucap Zoya memberi perintah.


"Saya mendapat rekomendasi dari orang yang sudah lama bekerja dibagian keuangan. Karena saya menguasai bagian itu saya dapat dengan mudah bisa masuk kebagian itu. Tapi ternyata saya salah, karena saya tidak membawa uang pelicin untuk bagian HRD saya tidak diterima dibagian keuangan. Dan saya malah ditempatkan dibagian HRD yang sama sekali saya tidak mengerti" jelas pria tersebut.


"Lalu?" tanya Zoya lagi dengan tatapan yang mengintimidasi.


"Lalu setelah saya diterima dibagian itu, ada seseorang yang melamar juga. Dia ingin melamar dibagian HRD malah ditempatkan dibagian keuangan karena dia memberikan uang pelicin dengan jumblah yang fantastis bagi kami yang tidak mampu membayar. Saya sempat bingung dengan sistem yang seperti ini, jika dibiarkan maka akan ada banyak kesalahan-kesalahan yang ditimbulkan. Seperti saya tadi yang salah membuat laporan" jelasnya panjang lebar pada Zoya.


"Oke, kamu boleh kembali" ucap Zoya pada kariawan pria tersebut.x


"Jadi, siapa yang masuk menggunakan uang. Angkat tangan kalian" ucap Zoya yang sudah geram akan semua ini.


"Ada apa kak, terlihat sedang marah?" tanya Zio yang melihat kakak nya memasuki ruangan nya dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


0


"Kamu harus ikut kakak keaula sekarang. Kakak sudah mengumpulkan semua kariawan baru disini" ucap Zoya tanpa menjawab pertanyaan dari Zio.


"Iya, tapi kenapa?" tanya Zio yang tangannya sudah ditarik oleh Zoya.


"Jangan banyak bicara dan ikut saja. Dimana Alex? Suruh dia ikut juga" ucap Zoya yang sudah melepaskan pegangan tangannya pada Zio.~


Zio tidak banyak bertanya lagi. Zio langsung memanggil Alex untuk ikut dengan nya keaula perusahaan mengikuti sang kakak.

__ADS_1


Saat sudah sampai diaula, Zoya langsung menyuruh semua manager yang memimpin divisi mereka semua untuk maju.


"Kalian semua tahu kenapa saya memanggil dan mengumpulkan kalian semua? Disini ada beberapa oknum yang melakukan kesalahan yang merugikan perusahaan. Dan saya sudah memiliki bukti dan juga pelakunya. Sekarang, apakah yang hadir disini adalah para kariawan yang baru bergabung dengan perusahaan ini?" tanya Zoya dengan pengeras suara.


Semua orang mengangguk dan semuanya mengakui jika mereka semua adalah kariawan baru. Den mereka semua panik karena Zoya memberitahu jika yang masuk menggunakan uang pelicin akan mendapatkan SP1 untuk memberi teguran pada mereka.


Dan nama-nama yang dipanggil oleh Zoya hampir lebih dari setengahnya, dan mereka mengakui tidak menguasai bidang mereka sendiri yang hanya membuat laporan menjadi kacau dan berantakan.


"Untuk anda Pak Wanto, anda sudah tidak perlu untuk datang dan bekerja disini lagi. Karena ada sudah saya pecat secara tidak hormat dan nama anda sudah diblack list, dari berbagai perusahaan tidak akan menerima anda lagi. Dan sekarang anda boleh keluar sekarang dan membereskan semua barang-barang anda" ucap Zoya dengan penuh ketegasan.


Zio yang melihat pun hanya diam dan sangat mengagumi cara kerja dan berfikirnya seorang Zoya Pratama Edison. Zio masih banyak belajar dalam hal ini, dengan melihat secara langsung membuat Zio semakin bersemangat untuk bisa seperti sang kakak.


.


Setelah selesai semuanya Zoya dan Zio pergi lebih dulu dari aula, mereka berjalan menyusuri lorong hingga sampai didepan lift yang akan membawa mereka berdua menuju ruangan kerjanya masing-masing.


"Kak, sejak kapan kakak mengetahui ini semua?" tanya Zio yang sudah berada didalam lift.


"Kakak juga baru mengetahuinya, dan kakak mencoba mencari tahu sendiri dan ternyata memang benar. Seluruh kariawan tidak ada yang bisa mengerjakan tugasnya dengan benar. Banyak dari mereka tidak tahu sama sekali bidang nya. Jika kakak langsung memecatnya tanpa memberi peringatan, maka kakak juga sama saja dengan yang lainnya. Jika kakek tidak bisa menilai progress yang mereka miliki. Makanya kakak meminta kariawan yang baru melamar dan juga sudah bekerja untuk mengerjakan pekerjaan yang sama. Jika kariawan yang sudah bekerja tidak memenuhi syarat maka akan langsung dikeluarkan dan diberikan uang ganti rugi yang sudah disepakati" jelas Zoya panjang lebar pada Zio.


"Apa kakak sudah menarik semua uang yang sudah diberikan pada manager HRD itu pada orang yang bersangkutan?" tanya Zoya.


"Jika masalah itu, diluar tanggung jawab kakak. Sesuai dengan yang kakak jelaskan tadi. Jika uang yang sudah masuk padanya, mereka harus mengurus sendiri. Karena itu diluar kewenangan perusahaan, jadi kamu harus bisa mengerti situasi seperti ini Zio. Karena jika sudah seperti ini maka perusahaan lah yang akan rugi besar jika kita yang mengganti atau membuat mereka menerima uang yang mereka berikan padanya. Kamu mengerti kan?" tanya Zoya pada Zio yang sedang mendengarkan penjelasan dari Zoya.


"Iya kak, aku mengerti. Semoga saja kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali, karena hukuman untuk orang seperti itu sudah jelas dan juga terlihat. Dengan begitu tidak akan ada orang yang melakukan hal yang akan merugiak dirinya sendiri" ucap Zio.


"Semoga saja Zi, karena kita tidak tahu bagaimana orang itu bertindak dan juga bekerja. Jika cara kerjanya memang bagus itu lebih baik, jika tidak. Maka kita yang akan merugi nantinya" jawab Zoya dengan senyuman dibibirnya.


"Apa kakak punya rencana? Mungkin sesuatu yang akan membuat semua kariawan atau para staff dan petinggi perusahaan supaya membuat PRATAMA.GROUP menjadi lebih maju lagi?" tanya Zio yang sangat ingin tahu apa saja yang akan dilakukan oleh kakaknya.

__ADS_1


Zoya hanya tersenyum menanggapinya, karena dia tidak mungkin membicarakan masalah penting ditempat umum dan mungkin akan ada yang mendengarnya dan akan menjadi masalah dikemudian hari.


__ADS_2