Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Rencana Luna


__ADS_3

Zoya dan Dharma sudah kembali seperti semula lagi. Mereka berdua sudah seperti pasangan pada umumnya yang terlihat sangat romantis dan juga sangat serasi, tapi tetap saja selaluvada orang yang tidak menyukainya. Dimana ada seorang wanita yang tidak ada kapok dan juga jera untuk merusak dan juga memisahkan Zoya dan juga Dharma.


Siapa lagi jika bukan Luna. Dia sangat marah karena tadi dia dibawa oleh orang-orang tidak diakui kenal, bahkan memberikan ancaman supaya jangan mengganggu hubungan Zoya dan Dharma.


'Awas saja kamu Zoya. Kamu sudah berani menyuruh orang untuk menyekap dan juga mengancam ku, aku akan buat hidup kamu seperti dineraka dan ku pastikan kamu dan Dharma tidak akan pernah bersatu. Hanya aku. Hanya aku yang bisa memiliki dan juga bisa dekat dengan Dharma' ucap Luna dalam hati dengan kepercayaan dari yang tinggi. Dia benar-benar sangat terobsesi pada Dharma yang sama sekalitidak memiliki perasaan apapun padanya selain sahabat dan hanya berteman.


Luna menghampiri keduanya yang sedang duduk menatap taman yang Dharma buat untuk Zoya dan itu terlihat sangat biasa saja jika dilihat dari bentuk dan juga posisi taman yang belum sempurna. Tapi itu sudah terlihat bagaimana Dharma sangat mencintainya dan juga sangat romantis.


"Dharma, kenapa kau malah ninggalin aku sih?" tanya Luna saat sudah dekat dan langsung bergelayutan manja dilengan Dharma. Membuat Zoya jengah melihatnya, ingin sekali Zoya membuat perhitungan pada wanita tidak tahu malu ini.


"Aku tidak meninggalkan kamu Lun. Kamu sendiri yang pergi lebih dulu, dan tolong jangan seperti ini" ucap Dharma yang tidak ingin jika Zoya salah faham lagi padanya dan juga Luna.


"Memangnya kenapa? Bukankan kita berdua ini sudah sangat dekat sejak dulu. Seharusnya kamu tidak masalah bukan? Eh ada Nona qZoya, maaf ya Nona. Aku hanya ingin dekat saja dengan Dharma" tanya Luna pada Dharma yang tidak menganggap Zoya ada dan malah terkesan meremehkan Zoya yang seolah sedang merusak hubungan dekatnya dengan Dharma. Itu yang membuat Zoya muak akan semua itu.


"Saya akan pergi. Lanjutkan saja acara kalian berdua!" ucap Zoya yang ingin beranjak tapi tidak bisa karena tangan nya dicekal oleh Dharma yang mana sudah melepaskan tangan Luna dari tangan nya.


"Kenapa harus pergi? Aku ingin menunjukan sesuatu lagi untuk kamu. Jangan kemana-mana, oke" ucap Dharma yang mana tersenyum sangat manis dan itu membuat Luna semakin kesal dan juga tidak terima akan perhatian dan juga kebaikan yang Dharma berikan pada Zoya.


Luna jelas saja ingin mendapatkan apa yang didapatkan oleh Zoya sekarang. Dan itu membuat Luna semakin marah dan juga semakin benci pada Zoya yang dia anggap jika Zoya lah yang sudah merebut Dharma darinya.


"Saya tidak ingin membuat kalian kembali jauh karena adanya aku diantara pertemanan kalian berdua" ucap Zoya yang menekankan kata pertemanan pada Dharma yang juga didengar oleh Luna yang sudah mengepalkan tangan nya.


"Jika sudah tahu kenapa anda masih juga ada diantara kami berdua?" ucap Luna yang memang tidak punya malu dengan ucapan yang dia katakan pada Zoya.

__ADS_1


"Lun cukup. Kamu jangan memperkeruh keadaan, aku dan Zoya baru saja berbaikan dan juga sudah kembali seperti dulu lagi. Kamu seharusnya mengerti itu semua, please jangan seperti ini" ucap Dharma yang mengatakan nya langsung didepan Luna dan juga Zoya yang sedang menatapnya.


Zoya hanya diam dan juga menampilkan wajah arrogant nya didepan Dharma dan juga Luna. Dengan begitu Luna tidak berani mendekati Dharma jika dia sudah berbicara tegas seperti itu padanya.


Luna langsung marah dan menuduh Dharma berubah karena dia dekat kembali dengan Zoya padanya.


"Kamu jahat ya Dharma. Kamu bilang tidak akan membuat aku seperti ini dan tidak akan meninggalkan aku apapun yang terjadi. Tapi kenapa kamu berubah seperti ini hanya karena wanita ini? Wanita yang menjauhkan kita berdua!" ucapnya sambil menangis dan juga memeluk Dharma.


Dharma mencoba mengurai pelukan dari Luna. Tapi Luna memeluknya sangat erat dan lumayan sulit untuk Dharma lepaskan. Zoya yang melihat itu merasa jengah dan juga kesal, tapi dia ingin melihat perjuangan Dharma untuk bisa lepas dari wanita yang tidak tahu malu.


"Jika dia sudah tidak menganggap ada, kenapa masih saja mempertahankan sesuatu yang sama sekali bukan hak dan milik sendiri. Sakit bukan?" ucap Zoya yang mengatakan itu tanpa menatap kearah pasangan sahabat atau teman, atau entah apalah itu. Zoya tidak ingin tahu.


"Apa kamu bilang! Jangan mentang-mentang kamu orang kaya, kamu dengan teganya membuat hubungan baik diantara kami rusak karena kehadiran kamu! Seharusnya kamu sadar itu Nona Muda" ucap Luna sambil berteiak pada Zoya karena dia ingin semua orang tahu jika Zoya lah yang merusak hubungan mereka berdua.


"Apa maksud kamu mengatakan itu semua. Kamu mengagetkan itu pada orang yang salah Nona Muda, karena aku bukan wanita yanglemah dan mau menyerahkan begitu saja" ucap Luna yang semakin membuat orang-orang yang ada disana semakin berbisik-bisik melihat Zoya dan juga Luna yang sedang memperebutkan pria yang ada diantara keduanya.


"Mas, Masnya jangan hanya memandang harta saja Mas sebelum malah menyesal nantinya" ucap salah seorang wanita bertubuh gempal yang berani nimbrung perkataan mereka.


Sedangkan Luna sudah merasa memang karena dia sudah ada yang membela. Sedangkan Zoya hanya diam dan menatap mereka semua bergantian, ada salah satu Ibu-Ibu yang mengenali Zoya.


"Bukankah dia itu adalah Nona Muda Pratama yang sangat kaya raya itu? Pantas saja pria itu memilihnya karena dia akan terpenuhi semua kebutuhan nya, jadi Nona Muda Pratama tidak salah disini. Dia hanya dengan mengatakan ingin menikah atau dekat saja sudah banyak laki-laki yang sudah mengantri untuk mempersuntingnya. Karena anak saya juga sedang menunggu kepastian darinya" ucap salah seorang Ibu yang memang sangat ingin putranya bisa bersama dengan Zoya.


Zoya hanya tersenyum miring mendengar semua ucapan dari Ibu itu. Dengan begitu bukan dia yang disalahkan atas semua ini, karena memang dia tidak ingin memperebutkan sesuatu yang tidak penting.

__ADS_1


"Kau dengar sendiri bukan Nona Luna, jika saya tidak membutuhkan sesuatu yang tidak penting jika itu menyangkut dengan masalah pribadi saya" ucap Zoya dengan pelan tapi penuh penekanan.


"Sekarang kamu pilih, jika tidak maka saya sendiri yang akan memilihnya. Karena saya sangat sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni kalian berdua" ucapnya lagi sambil menatap Luna dengan sangat datar dan juga dingin.


"Aku sudah bilang sama kamu jangan tadi. Jika aku semakin sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan nya. Hanya berteman saja, dan itu semua tidak lebih" jawab Dharma yang memegang bahu Zoya dan menatap manik matanya dengan dalam.


Sekarang posisi yang dipermalukan bukan Zoya. Malah sebaliknya, membuat Luna semakin kesal dan juga tidak menyukai ini semua. Dia ingin sekali membuat Zoya malu dengan menampar atau melakukan hal-hal yang akan membuat Zoya malu.


'Awas saja, aku akan membuat hidup kamu sangat menderita Zoya. Kamu sudah membuat Dharma semakin jauh dan juga tidak melihat ku lagi, aku akan membalas semua yang sudah kamu lakukan padaku sekarang!' ucap dalam hati Luna yang mengepalkan kedua tangan nya ingin membuat Zoya tidak bisa dekat lagi dengan Dharma.


Dia tidak tahu saja, jika dibalik Zoya maupun yang lainnya ada sosok yang selalu memantau dan juga selalu berada didekatnya juga. Sebelum Sesuatu terjadi pada Zoya seseorang itu sudah bertindak lebih dulu dan melakukan satu langkah lebih dulu dibandingkan oleh orang itu.


.


.


.


Maaf ya... Othor baru bisa up... Karena kemarin Othor tidak bisa pegang HP, karena HP nya disita sama bocil seharian 🙏🙏


Semoga hari ini Othor bisa up seperti biasa lagi...


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya ya.... Terimakasih 🤗

__ADS_1


__ADS_2