
Zia masih saja menangis walau sudah dalam perjalanan pulang. Dia tidak bisa menghentikan tangisan nya yang semakin sakit terasa.
"Sudah Zi, jangan menangis terus. Lihat wajah kamu yang sudah sangat jelek itu, apa kamu tidak mau?" ucap Zico yang malah mengejek Zia.
"Abang, ih... Nyebelin!" ucap Zia sambil memanyunkan bibirnya kesal. Seketika tangisan nya hilang entah kemana.
"Kau ini lucu sekali Zi" ucap Zico yang melihat tingkah Zia yang sangat lucu menurutnya.
"Sekarang kita mau kemana Zi? Mau kesuatu tempat atau kemana?" tanya Zico yang melihat Zia sedang membersihkan wajahnya yang sudah sangat berantakan.
"Kita kepantai. Sudah lama kita tidak kesana" jawab Zia dengan sangat antusias. Dia memang sangat menyukai pantai sejak kecil, dia selalu senang jika bermain pasir pantai.
"Baiklah Tuan Putri hamba akan menjalankan perintah dari anda" ucap Zico seperti pengawal kerajaan.
"Baiklah. Kamu harus selalu menuruti permintaan dari Tuan Putri ini" jawab Zia dengan berlaga seperti putri kerajaan.
Mereka berdua saling tertawa bersama menertawakan ucapan mereka sendiri. Setelah menempuh perjalanan tigapuluh menit mereka sudah sampai dipantai yang sangat indah dan juga ramai pengunjung. Apa lagi ini adalah sore hari.
"Kita jalan kesana bang" ucap Zia langsung merangkul lengan abang nya.
"Kamu menyukainya?" tanya Zico saat melihat Zia sangat bahagia.
Senyuman nya tidak pernah pudar dari bibir nya. Zico senang melihat adiknya bisa tersenyum lagi tetelah tadi menangis histeris.
"Sangat-sangat bahagia. Abang? Apa abang tidak akan berkencan dengan Joyce?" jawab Zia dan bertanya soal Joyce.
"Kenapa memangnya?" Zico balik bertanya.
"Ish, menyebalkan sekali sih. Ditanya malah balik bertanya" ucap Zia mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kau ini ada-ada saja. Lagi pula abang dan Joyce tidak ada hubungan apa-apa Zi, abang hanya mengagumi nya. Dan perasaan abang padanya tidak merasakan apa-apa" jawab Zico jujur.
"Oh, aku kira abang ad'a hubungan dengan dia. Aku takut saja jika dia cemburu melihat kita yang bermesraan seperti ini" ucap Zia sambil tersenyum dan mendongak menatap wajah tampan abang nya.
"Kenapa memangnya? Jika dia cemburu ya, itu hak dia kan. Dan bukan kesalahan abang bukan" tanya Zico sambil mengacak-ngacak rambut Zia.
Ternyata interaksi mereka berdua ada yang memperhatikan nya. Dia terlihat kecewa dan juga bersedih.
"Ternyata abang sudah memiliki kekasih. Pantas saja abang tidak pernah bilang menyukai ku atau sebagainya. Karena aku bukan siapa-siapa dibandingkan dengan wanita yang berada disamping nya" gumam seseorang wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Joyce.
__ADS_1
Dia terlihat meneteskan air matanya melihat orang yang dia sayangi ternyata sudah memiliki seorang kekasih. Terlihat dari belakang sangat mesra sekali, dia tidak sadar jika air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.
"Kenapa begitu sesak rasanya. Baru mengalami perasaan mencintai, tapi sudah merasakan sakit seperti ini juga" gumam nya lagi sambil menangis.
"Kau kenapa?" tanya Joyed pada adik nya yang sedang menangis.
"Tidak apa-apa. Aku hanya kelilipan tadi" jawab Joyec berbohong pada kakak nya.
"Kau tidak bisa berbohong pada ku Joyce. Ku tanya sekali lagi, kenapa kau menangis?" tanya Joyed penuh dengan ketegasan.
"Aku melihat abang Zico bersama dengan seorang gadis disini. Mereka terlihat sangat mesra sekali, aku merasa cemburu kak. Pantas saja abang Zico tidak pernah bilang sayang atau apa. Ternyata dia sudah memiliki kekasih. Hiks... hiks..." tangis Joyce kembali pecah.
"Kau memiliki perasaan pada nya? Apa kau tidak salah? Dia itu mana mau dengan mu, dia memiliki kriteria gadis pujaan nya seperti Nyonya Vita. Jelas kamu tidak akan bisa masuk, sudah untung dia bisa dekat dengan mu" ucap Joyed pada adiknya.
"Apa kakak tahu wanita itu seperti apa? Aku sangat penasaran dengan nya. Dia sudah bisa menakluk kan hatinya yang dingin itu" tanya Joyec.
"Aku tidak pernah melihat nya. Mungkin memang dia ingin menyembunyikan identitas nya, karena baginya orang yang dia sayangi itu tidak akan dikenalkan pada public" jawab Joyec acuh tak acuh.
"Kenapa ya kak? Bukankah itu bagus, jika semua orang tahu. Jika dia sudah memiliki seorang kekasih?" tanya Joyec masih penasaran.
"Karena bagi pengusaha atau seorang CEO, itu akan berpengaruh. Apa lagi jika sudah tahu semuanya, para musuh perusahaan atau musuh yang lain nya akan dengan sangat mudah untuk bisa menghancurkan dengan cara mendekati orang yang dia sayang dan dia cintai. Dengan begitu, mereka dapat menang telak dari itu semua" jelas Joyed panjang lebar.
"Sudah jangan kau fikirkan hal seperti itu. Karena itu akan membuat mu semakin sakit hati. Lebih baik kau cari pria yang akan mencintaimu dengan sepenuh hati nya" ucap Joyed lalu beranjak pergi dari pantai sambil menarik tangan adiknya supaya segera pergi, karena hari sudah mulai gelap.
Sedangkan Zico dan Zia sedang menikmati sunset yang sangat bagus. Apa lagi jika datang nya dengan orang yang disayang pasti akan semakin senang. Tapi ini juga dengan sosok yang dia sayang juga, tapi seorang abang. Bukan kekasih.
"Bang Zi terimakasih ya sudah membawa ku pergi seharian ini. Membawaku ketempat-tempat yang sangat aku sukai, I love you my brother" ucap Zia sambil memeluk lengan kekar abang nya.
"Love you more my sister" jawab Zico dengan senyuman tipis dibibir nya.
Mereka saling tersenyum bersama. Walau senyuman Zico setipis benang dan tidak terlihat, Zia tahu jika abang nya sangat menyayangi nya juga. Dia tidak ingin yang aneh-aneh memiliki kriteria sebagai kekasihnya atau mungkin calon suaminya kelak.
Zia hanya ingin dia seperti abang nya yang selalu menyayangi dan mengasihi nya. Selalu bisa membuatnya nyaman dan tenang bersama nya kelak.
"Kita pulang sekarang. Mommy pasti sedang menunggu kita di mainson" ucap Zico mengulurkan tangan nya pada Zia.
"Iya" jawab Zia menyambutnya dengan senang dan penuh semangat.
"Apa kamu sangat bahagia hari ini?" tanya Zico yang melihat adiknya tidak berhenti tersenyum.
__ADS_1
"Sangat. Karena sekarang aku bisa menghabiskan waktu abang bersama ku. Entah nanti jika sudah memiliki kekasih atau istri akan bisa seperti ini" jawab Zia dengan senyuman mengembang dibibir nya.
"Kau benar Zi, mungkin aku akan melupakan mu" ucap Zico bercanda.
"Benarkah? Tega sekali" ucap Zia dengan tatapan datarnya.
Mereka berdua masuk kedalam mobil Zico, dan ternyata Jack juga sudah berada tidak jauh dari mereka berdua. Dia memang bodyguard yang ditugaskan oleh Zayn untuk menjaga kakak nya.
Zayn juga sedang menyiapkan bodyguard untuk Zoya juga. Tapi belum ada yang pas untuk kakak nya satu ini.
Zico dan Zia sudah sampai didepan mainson dengan selamat. Mereka berdua langsung memasuki kamar masing-masing untuk segera membersihkan dirinya.
"Kalian dari mana seharian ini? Mommy menghubungi kalian tidak ada yang menjawab nya satu pun" tanya Mommy Vita penuh selidik menatap putra dan putrinya.
"Kami habis jalan-jalan Mom, dan berkunjung kemakam Dad Surya juga kerumah lama" jawab Zia dengan wajah yang kembali murung jika mengingat tentang tadi siang.
"Oh, kenapa bersedih seperi ini? Bukankah habis jalan-jalan?" tanya Mommy Vita yang sudah tahu jika putrinya satu ini pasti akan seperti ini jika habis dari dua tempat itu.
"Iya Mom, kami berdua jalan ditepi pantai dan menghabiskan waktu berdua" jawab Zia yang masih murung.
"Apa kakak tidak takut jika nanti kekasih atau gebetan abang Zi menghampiri kakak dan malah menuduh menjadi pelakor?" tanya Mom Vita sambil menggoda putrinya ini.
"Mana ada. Yang ada abang Zi tidak memiliki kekasih satu pun, alias Jones. Jomblo ngenes" jawab Zia sambil meledek abang nya yang memang masih betah untuk sendiri.
"Wah, abang Zi ternyata tidak seberuntung itu" ucap Zayd dengan sangat heboh.
"Diamlah. Kalian ini selalu saja seperti ini" ucap Zico yang tidak terima disebut jones.
"Wah, marah dia" ucap Zayd semakin menggoda nya dan Zio hanya menggelengkan kepala nya saja melihat para saudaranya yang saling mengejek satu sama lain.
"Apa kalian akan terus disini? Daddy sudah sangat lapar ini" ucap Dad Louis yang keluar dari ruang makan.
"Oh, Iya Dad" ucap Zia yang langsung bangkit dan merangkul lengan Daddy Louis.
"Princess Daddy kan sudah besar. Kenapa masih saja manja seperti ini? Tidak takut apa jika Mommy cemburu?" ucap Dad Louis menggoda putrinya yang memang selalu manja.
"Tidak" jawab Zia dengan singkat jelas dan padat.
Mereka makan malam bersama dengan sangat lahap, seperti biasa. Mereka akan diam jika sedang makan.
__ADS_1