Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Keputusan sulit


__ADS_3

Zoya dan Zia saling diam satu sama lain. Dan keduanya dikagetkan oleh kedatangan Zayd yang tiba-tiba duduk disamping Zoya dan Zia. Dia duduk ditengah-tengah keduanya kakaknya yang sedang saling diam dan juga larut dalam fikiran masing-masing.


"Sedang berbuat apa kakak disini?" tanya Zayd melihat kanan kirinya ada dua kakaknya yang cantik-cantik.


PLAK...


"Bisa nggak sih nggak ngagetin kakak!" ucap Zia yang langsung memukul lengan Zayd lumayan keras.


"Ya maaf kak, aku kan hanya nanya saja" jawab Zayd dengan senyuman meringis dibibirnya.


"Ngomog-ngomong kakak kenapa duduk berdua malah saling diam saja. Aneh" tanya Zayd yang menantap kakaknya bergantian.


"Kakak sedang bingung harus berbuat apa. Karena Mommy bilang jika Zayn tidak tahu sampai kapan akan sadar kembali. Jadi Mommy bilang kita boleh kembali saja, karena nanti akan terlalu lama jika berada disini dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan kita dengan baik. Kakak bingung Zayd, apa mungkin kakek bisa meninggalkan Mommy dan Daddy disini saja bersama dengan Zayn? Tapi jika tidak pulang maka semua pekerjaan akan terbengkalai" jawab Zoya yang merasa bingung dengan semua yang akan dia lakukan sekarang dan juga saudaranya yang lain.


"Iya juga, jika aku sejak tidak masalah kak. Aku memang sudah mengambil cuti lumayan lama dan itu bisa aku buat untuk berada disini dulu. Tapi jika kakak, bang Zico dan bang Zio mungkin memang harus segera pulang. Karena kalian memang banyak kontrak kerjasama dengan juga terikat dengan semua pekerjaan itu dan juga ribuan kariawan yang berada dalam kuasa kakak juga membutuhkan kakak tentunya" ucap Zayd yang mengiyakan ucapan Zoya dan dia juga tidak mungkin akan mudah mengambil keputusan jika berada ditempat yang sama seperti kakaknya.


"Kamu memang benar Zayd, tapi juga bulan ide yang bagus jika kau masih malu disini sedangkan kamu juga memiliki pasien sangat jasa kamu sngat dibutuhkan oleh orang lain" ucap Zoya pada Zayd yang malah nyengir kuda mendengar ucapan dari kakaknya.


"Yang dikatakan oleh kak Zoya memang benar Zayd. Kamu jangan pernah merasa jika kamu tidak dibutuhkan oleh orang lain. Karena jasa kita lebih dibutuhkan dari berbagai jasa orang lain, termasuk kakak, bang Zico dan bang Zio. Justru tugas dan juga kewajiban kita berdua lebih besar dan lebih berat dari pada mereka semua" ucap Zia yang malah mengacak-ngacak rambut Zayd yang sudah rapih menjadi berantakan karena ulah Zia padanya.


"Iya juga sih. Tapi apa salahnya jika kita ambil cuti lebih banyak atau mungkin melakukan hal yang jarang kita lakukan kak. Bahkan dihari raya saja aku masih bekerja karena para dokter yang lain tidak ada dan semuanya mudik. Apa salahnya jika aku mengambil cuti lumayan lama" gerutu Zayd yang tidak ingin jika cutinya kali ini gagal lagi.


"Yang kamu katakan memang ada benarnya juga Zayd. Tapi tugas kamu adalah tugas yang sangat mulia dan juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain dan bisa membuat semua keluarga berkumpul bersama dengan keluarganya masing-masing. Walau kita tidak bisa berkumpul, setidaknya keluarga mereka bisa. Itu yang harus kamu tanamkan didalam hati kamu, bukan malah sebaliknya" ucap Zoya pada Zayd yang dijawab anggukan kepala olehnya.


"Dengerin tuh apa yang dikatakan oleh kak Zoya. Bukan malah sebaliknya" ucap Zia yang menggelepak kepala Zayd lumayan keras.


"Sakit kak! Kakak ini seneng banget main kdrt padaku, akan aku adukan pada bang Juan. Jika kakak ini adalah wanita kasar dan juga sering main tangan" ucap Zayd sambil mengusap kepalanya sendiri yang lumayan sakit mendapatkan pukulan dari kakaknya, Zia.


"Kamu memang pantas mendapatkan itu semua supaya otak kamu bisa konek lagi" jawab Zia judes pada Zayd yang sedang mengerucutkan bibirnya kesal pada Zia.


"Iya bawel" ucap Zayd yang kesal dan ingin beranjak tapi tidak jadi karena Mom Vita dan Dad Louis datang menghampiri mereka dengan diikuti oleh Zico dan Zio yang ikut bergabung juga.

__ADS_1


"Tumben Mom, Dad. Ada apa, tumben banget?" tanya Zayd yang menantap Mom Vita dan Dad Louis.


"Mommy hanya ingin memberitahu jika kalian boleh pulang sekarang atau besok. Karena tidak tahu jika Zayn akan bangun kapan, jadi dari pada kalian berlama-lama berada disini dan membuat pekerjaan kalian terbengkalai. Lebih baik kalian semua pulang, apa lagi untuk kamu bang Zi, kamu sudah memiliki seorang istri dan dia sedang hamil. Jadi abang harus bisa menjadi suami yang siaga" ucap Mom Vita memberi nasehatnya pada anak-anaknya yang sedang berkumpul bersama.


"Apa Mommy juga akan ikut pulang? Terus siapa yang akan menjaga Zayn disini?" tanya Zico yang memang belum tahu apa yang dilakukan oleh Mom Vita dan Dad Louis.


"Mommy dan Daddy akan stay disini dulu untuk menjaga Zayn sampai Zayn sadar. Jika semuanya sudah pulih kembali, Mommy dan Daddy juga akan pulang. Untuk sementara kalian pulang saja lebih dulu dan urus semuanya pekerjaan dan juga urusan kalian. Mommy harap kalian bisa bekerja walau tanpa Mommy dan Daddy disana" jawab Mom Vita yang terlihat sangat sedih dan juga berwajah sembab karena kebanyakan menangis sejak tadi.


"Baiklah Mom, kami akan pulang besok pagi. Mommy dan Daddy jika ada sesuatu hubungi kami, kami akan selalu ada untuk itu. Dan kami juga akan selalu mendo'akan Zayn supaya bisa segera bangun dari komanya" ucap Zoya yang mengangguk akan ucapan dari Mom Vita yang meminta mereka segera kembali ke negara mereka.


"Zico juga akan selalu standby jika Mommy dan Daddy membutuhkan bantuan dari ku. Karena Zico adalah pria paling besar diantara yang lainnya" ucap Zico yang menimpali ucapan dari Zoya kakaknya.


"Terimakasih semuanya. Mommy senang karena kalian semua sangat mengerti keadaan Mommy dan juga keluarga, kalian boleh istilahat sekarang dan besok kalian bersiap untuk pulang kembali" ucap Mom Vita pada semua anak-anaknya.


"Iya Mom, kami semua akan istirahat dulu. Mommy juga harus istirahat" jawab Zoya yang meminta Mom Vita juga harus istirahat karena pasti dia lelah juga karena sudah sering menangis dan juga lelah memikirkan keadaan Zayn yang masih belum sadarkan diri.


"Iya, Mommy juga akan istirahat" ucap Mom Vita pada semua anak-anaknya.


.


Keesokan harinya mereka sudah bersiap-siap untuk pulang kembali. Sekarang semuanya sedang berpamitan untuk segera kembali dan menuju bandara yang dimana sudah menunggu jet pribadi milik Zayn untuk mengantarkan semua saudaranya yang akan kembali ke negara asal mereka.


"Mom, Dad. Kami akan pulang sekarang, jika membutuhkan sesuatu bilang saja pada kami" ucap Zoya yang berpamitan pada Mom Vita dan Dad Louis sambil mencium tangan Mom Vita dan Dad Louis bergantian dan diikuti oleh adik-adiknya juga.


Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya mereka langsung memasuki mobil yang sengaja disiapkan untuk mengantarkan mereka semua kebandara.


"Kak, apa keputusan kita sudah benar?" tanya Zia yng kebetulan duduk bersebelahan dengan Zoya.


"Ya ini benar tidak benar Zi. Karena ini adalah keputusan dari Mommy, dan juga memang kita harus segera pulang. Kita sudah lumayan lama berada disini dan meninggalkan pekerjaan kita yang memang adalah tugas dan kewajiban kita semua" jawab Zoya yang menghela nafasnya kasar lalu memejamkan matanya sejenak untuk bisa meringankan beban dalam fikiran nya.


Zia dan yang lainnya hanya bisa diam dan memikirkan apa yang akan terjadi pada Zayn kedepan nya. Mereka hanya bisa berdo'a yang terbaik untuk Zayn agar bisa segera sembuh.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang. Mereka sampai ditempat yang mereka tuju, Zoya tidak langsung pulang. Dia menuju suatu tempat terlebih dahulu, karena dia sudah membuat janji padanya.


"Untuk apa anda meminta saya untuk bertemu dengan anda dan ini juga tidak ingin berlama-lama dan juga banyak basa-basi" ucap Zoya pada seorang pria paruh baya yang memintanya untuk bertemu bersua saja.


"Daddy hanya ingin mengatakan jika Daddy kesini hanya untuk bertemu dengan kami dan juga memberikan kabar jika Daddy sangat merindukan kamu" ucap pria paruh baya tersebut dan juga memanggil dirinya sendiri Daddy.


"Jangan bicara omong kosong! Saya tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan bualan dari anda" ucap Zoya yang berbicara ketus pada pria tersebut.


"Jangan seperti itu baby, Daddy kesini hanya untuk bertemu dengan kamu putri Daddy sendiri dan apa itu salah?" tanya pria paruh baya tersebut dengan seringai tipis dibibirnya.


"Jika tidak mengatakan tujuan anda untuk bertemu dengan saya. Saya akan pulang sekarang juga!" ancap Zoya pada pria yang bernama Addofo Barnard yang mengaku sebagai Ayah biologis nya.


"Jangan seperti itu baby, Daddy meminta bertemu karena sudah ingin bertemu dan juga sudah merindukan kamu" jawab pria bernama Addofo Barnard.


"Saya permisi" ucap Zoya yang ingin langsung beranjak pergi tapi ditahan oleh tangan Addofo yang tidak mengizinkan Zoya pergi.


"Jangan seperti itu baby. Daddy memang hanya ingin bertemu dan temu kangen dengan putri Daddy sendiri, apa itu salah? Jika itu salah, ya sudah Daddy tidak memaksa" ucap Addofo dengan seringai dibibirnya menatap Zoya yang sudah berdiri ingin beranjak pergi.


Zoya hanya diam saja menatap pada Addofo dan juga sudah jengah akan sikap Addofo yang selalu ingin menang sendiri dan tidak bisa menerima kalah. Mereka berdua saling diam dan juga tidak mengatakan apa-apa. Membuat Zoya semakin jengah akan sikap pria paruh baya tersebut.


.


.


.


Othor tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan supaya selalu tinggalkan jejaknya ya... Supaya Othor makin semangat buat selalu up tiap hari....


Ditunggu like, komen, vote dan hadiahnya ya...


Subscribe juga pollow akun Othor juga ya....

__ADS_1


__ADS_2