
Keesokan harinya, Arabella sudah bangun dan segera membasuh wajahnya dan juga mengompers kedua matanya supaya tidak terlihat bengakak. Dia sudah biasa seperti ini.
Dari dulu dia sudah sering melakukan hal seperti ini karena sering mendapatkan perlakuan kasar dari orang yang sudah dianggap keluarga oleh nya.
"Good morning baby" ucap Zico pada Arabella yang sudah rapih dan juga wangi.
Sikap Zico sekarang lebih hangat dan juga terlihat sangat manis jika sedang berdua dengan Arabella. Tapi akan kembali seperti semula jika tidak bersama dengan Arabella.
.
Sedangkan Zoya sedang dibuat sibuk oleh Zia yang ingin pergi kesuatu tempat untuk bertemu dengan seseorang yang akan berkencan dengan nya.
"Kakak, ayolah bantu aku. Aku tidak tahu harus mengenakan pakaian yang mana?" ucap Zia yang sudah berulang kali mengucapkan kata itu dan juga sudah berulang kali juga dia berganti pakaian hingga semua pakaian yang didalam lemarinya sudah keluar semuanya.
"Zia... Kakak pusing. Kakak juga harus segera pergi sekarang, kakak sudah ada janji pagi ini dengan klien" ucap Zoya yang sudah sangat frustasi dengan adiknya satu ini.
"Tapi kak, bagaimana ini? Aku tidak mungkin seperti ini terus kan?" ucap Zia lagi saat melihat kakak nya akan pergi dari ruangan walk in closet dikamarnya.
"Zia, kakak benar-benar sudah sangat telat. Coba kamu tanyakan pada Mommy. Mungkin Mommy tahu, bukankah Mommy sangat ahli dalam fashion" ucap Zoya yang ingin segera pergi dan menumbalkan Mommy Vita.
"Kakak yakin kan, jika Mommy tahu segalanya tentang fashion?" tanya Zia lagi sambil berteriak karena kayaknya sudah jauh melangkah. Mungkin saja sudah keluar dari kamar.
"Dasar menyebalkan. Kenapa aku selalu mendapatkan nya nanti setelah lelah menunggu. Jika sudah seperti ini, karena aku sudah sangat tidak tertarik" gumam Zia yang meratapi nasibnya yang memang tidak selalu beruntung.
Sedangkan Zoya sudah pergi bersama dengan Dharma yang sudah menjadi asisten pribadinya. Mulai saat bekerja dengan nya saat pertama Dharma datang kemari.
"Nona, jadwal anda saat ini sangat padat. Mungkin hingga malam akan selalu bertemu dengan klien diluar perusahaan. Mohon anda cek kembali takut ada yang tidak sesuai denhan yang anda inginkan" ucap Dharma sambil mengarahkan tab pada Zoya.
"Semuanya sudah bagus, dan ada jera waktu satu jam. Itu sudah cukup bauatku untuk bisa relax sebentar" ucap Zoya yang langsung mempelajari semua yang harus dia bicarakan nanti dengan para klien nya.
"Apa anda menginginkan sesuatu Nona? Saya akan menyiapkan nya jika anda menginginkan sesuatu" ucap Dharma memberikan tawaran pada Zoya.
"Tidak perlu, langsung menuju lokasi saja. Karena mereka ingin kita bertemu disebuah restaurant yang mewah, jadi sekalian saja memesan makanan dan minuman secara" ucap Zoya tidak mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang dibaca olehnya.
__ADS_1
Akhirnya mau tidak mau Dharma diam saja dan dia juga mengerjakan apa yang memang menjadi tugasnya sebagai asisten pribadi untuk Zoya.
Klien yang sedang menunggunya adalah Samuel Hernandez. Zoya awalnya kaget karena bisa bertemu lagi dengan mantan kekasihnya yang sudah lama dia lupakan.
Zoya yang tadinya ingin memesan makanan atau minuman dulu, menjadi tidak ingin dan sudah tidak berselera lagi. Ternyata bukan hanya Samuel yang hadir, melainkan bersama dengan kedua orang tuanya.
"Selamat datang calon mantu" ucap Monica. Mommy nya Samuel yang mengucapkan kata-kata itu.
"Maaf, apa saya salah ruangan ya? Kenapa malah bertemu dengan keluarga yang sengaja tidak ingin aku temui" ucap Zoya sambil melihat jadualnya ternyata memang benar ad'a disini.
"Jangan begitu jika bersikap pada calon mertua. Itu sangat tidak sopan" ucap Monica yang sedang duduk menatap dengan tatapan angkuh nya.
"Maaf bukankah disini akan membahas masalah pekerjaan dan juga bisnis ya, kenapa malah berbicara hal yang tidak masuk akal?" tanya Zoya yang mencoba untuk selalu tenang.
"Oh Benarkah, bukankah kalian akan membicarakan tentang masadepan kalian berdua?" ucap Monica yang memang ingin sekali membuat Zoya marah.
"Maaf waktu saya terbuang percuma dengan pembicaraan yang tidak bermutu ini. Saya permisi" ucap Zoya yang akan segera keluar tapi tangan nya dicekal oleh Samuel.
Dharma juga akan melakukan hal yang mungkin akan mancing keributan didalam restaurant ini. Tapi dia dicegah oleh Zoya untuk tidak melakukan apapun sebelum mereka yang melakukan.
"Bagus sekali kamu sekarang! Mentang-mentang sudah menjadi seorang CEO dan menjadi wanita karir, sifat kamu menjadi sangat angkuh. Sudah tidak mau lagi berdekatan dan berbicara dengan keluarga tunangan kamu, Zoya Surya Pratama!" ucap Samuel yang menekankan kata Surya Pratama diakhir kalimatnya.
"Tunangan, Hahaha. Apa saya tidak salah mendengarnya? Sejak kapan saya dan anda bertunangan? Saya saja tidak mengenal anda" ucap Zoya yang sengaja ingin memancing mereka untuk melakukan hal yang membuatnya rugi.
"Kau! Kau sudah membuat kesabaranku habis! Kau akan tahu akibatnya" ucap Samuel yang akan melakukan hal yang diluar ekspetasi Zoya.
Tapi Dharma lebih cepat menolong Zoya, dan Zoya belum sempat mendapatkan apa-apa dari Samuel. Karena Samuel tadi ingin membuat Zoya malu didepan umum dan akan membuat Zoya bertekuk lutut padanya. Tapi dugaannya salah besar, karena selain Dharma yang melindunginya. Masih ada beberapa orang yang menjaganya.
"Dasar *ala*g! Tidaj berani menghadapi malah menyewa berbagai an*ing penjaga" ucap Samuel yang sudah diluar batas.
"Jaga ucapan anda. Jika anda dan keluarga anda serta orang-orang yang ingin membuat saya jatuh. Saya juga tidak akan melakukan hal yang seperti itu. Karena saya sejak awal memang tidak ingin mencari ribut. Tapi anda-anda semua lah yang memancingnya, jadi saya ladeni" ucap Zoya yang langsung pergi dari tempat yang membuatnya sesak.
Setelah keluar dari restaurant, Soraya tidak langsung masuk kedalam mobil. Dia berdiri didekat mobil karena ingin menetralkan perasaan nya yang sedang berkecamuk. Dia ingin sekali membalas perbuatan mereka padanya.
__ADS_1
Tapi dia akan tidak jauh dengan ketiga orang yng memang selalu membuat masalah yang membuat orang akan sulit untuk bernafas.
Saat sudah didalam mobil Zoya langsung menangis tanpa suara. Dia benar-benar memperlihatkan kerapuhannya pada Dharma, dia tidak tahu harus berbuat apa selain menangis.
Karena Zoya tadi berjuang mati-matian untuk tidak menangis dihadapan tiga orang yang sudah membuatnya menjadi seperti sekarang.
"Menangislah" hanya itu yang Dharma lakuakan untuk Zoya, dia akan mencoba menghibur Sandra juga membuat Zoya mau melupakan kejadian tadi.
"Apa Nona membutuhkan sesuatu? Supaya anda lebih tenang?" tawar Dharma pada Zoya.
"Tidak perlu Dharma, kita langsung kekantor saja. Untuk hari ini lumayan reschedule saja lagi. Dayna tidak mau keluar menemui kliennya dulu, jika bisa diwakili kamu, saja yang kesana" ucao Zoya yang membuat Dharma mau tidak mau menurutnya.
"Baik Nona, akan saya laksanakan" ucap Dharma dengan mengangguk kan kepadanya.
Setelah sampai dilobby PRATAMA.GROUP Zoya langsung masuk dengan Dharma. Sebelum Dharma pergi, Dharma akan berbicara dulu dengan Zoya.
"Apa saya boleh masuk Nona?" tanya Dharma saat didepan pintu ruangan CEO.
"Masuk saja Dharma" ucap Zoya yang langsung berdiri dari duduknya dan langsung memeluk Dharma yang baru saja menutup pintu.
"Nona, ini adalah ruang kerja anda. Jangan seperti ini" ucap Dharma yang mencoba untuk selalu professional jika sedang dalam lingkungan pekerjaan.
"Biarkan seperti ini dulu Dharma. Aku, aku sangat membutuhkan iti semua. Aku tidak tahu jika aku akan bertemu lagi dengan keluarga itu, yang sudah pusing ingin aku lupakan segalanya. Tapi sayang, semuanya tidak bisa. Terimakasih Dharma, kamu sudah menjadi orang yang lergama melindungiku" ucap Zoya yang sedang memeluk Dharma.
Sedangkan Dharma diam mematung, tidak melakukan apapun. Dia hanya mengusap punggung Zoya yang memang sangat rapuh tapi memperlihatkan pada orang lain, dia adalah wanita yang hanya bisa selalu menangis menghadapi semua ini.
"Apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Dharma yang melihat Zoya mengurai pelukannya dan menatap wajah Dharma.
"Sudah, sudah lebih baik sekarang" jawab Zoya yang langsung menuju kursi kerjanya.
"Baiklah, saya akan segera mengurus pekerjaan anda Nona. Anda akan berada didalam kantor, saya permisi" ucap Dharma yang kembali dalam mode menjadi bawahan lagi.
Setelah kepergian Dharma, Zoya kembali menangis karena harinya sangat sakit karena perbuatan keluarganya Samuel. Tapi yang diucapkan oleh Merla benar-benar sangat menyakiti hati dan perasaan nya.
__ADS_1