Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Counseling dengan ahlinya


__ADS_3

Zia memasuki kamarnya sendiri dan melihat Zico sedang ada dikamarnya.


"Tumben banget abang datang kemari? Ada apa bang?" tanya Zia setelah meletakkan teko berisi air diatas nakas.


"Abang memang sengaja ingin bicara sama kamu Zi" jawab Zico setelah mereka berdua duduk disofa yang ada didalam kamar Zia.


"Ada apa? Tumben banget pengen bicara sama Zi? Biasanya boro-boro" tanya Zia dengan nada sindiran.


"Ya maafkan abang yang selama ini sudah mengabaikan Zia. Sungguh abang tidak tahu akan semua ini jadi serumit ini" jawab Zico dengan nada yang sangat lemah dan terdengar sedikit frustasi.


"Apa yang membuat abang seperti ini? Apa karena permintaan Mommy tadi?" tanya Zia dengan tebakan yang sangat benar.


"Salah satunya itu" jawab Zico dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.


"Apa saja? Jika memang abang percaya sama Zi untuk mendengarkan nya ceritakan lah. Zi akan mendengarnya dengan seksama dan juga memberikan solusi jika itu perlu" tanya Zia lagi dengan sambil dia memakan camilan nya yang selalu ada didalam kamar nya.


"Abang sedang dilema Zi, abang sangat bingung. Disatu sisi abang sangat mencintai Ara sejak dulu hingga saat ini dan juga masa yang akan datang. Tapi abang merasa sudah sangat menyakiti perasaan Joyce dengan seperti memberikan harapan padanya, padahal abang tidak pernah melakukan itu" ucap Zico dengan nada yang terkesan sangat sedih dan banyak beban dalam fikiran nya.


"Apa abang tidak sadar juga? Dengan abang selalu diam diperlakukan apa saja olehnya, itu menandakan abang memang memberikan persetujuan. Dimana dia bisa menganggap abang sudah menerimanya" jawab Zia dengan tatapan datarnya dan juga menusuk.


"Tapi, abang tidak pernah merasa seperti itu. Kenapa dia bisa berfikiran seperti itu?" tanya Zico lagi.


"Sekarang kita berfikir rasional dan juga logika ya bang. Abang melakukan yang abang inginkan dengan cara membeli dan juga meminta. Jika kita membeli otomatis harus memberikan uang sebagai pengganti untuk bertukar dengan barang yang abang belikan? Berbeda dengan meminta. Walau orang yang abang mintai sesuatunya, seperti barang atau yang lain nya tidak memberikan nya, jika yang punya hanya diam dan menerima walau tanpa mengucapkan kata "iya" jika diam dan tidak bilang apa-apa. Maka, abang dengan senang hati akan mengambilnya bukan? Dan menganggap orang itu memberikan nya pada abang. Begitu juga dengan dia yang menganggap abang sudah memberikan kesempatan untuk wanita itu bisa dekat dengan abang. Coba saja sejak awal abang tidak diam saja dan langsung menolak. Kejadian nya tidak akan seperti ini bukan?" jawab Zia dengan panjang lebar dan juga memberi perumpamaan yang bisa dimengerti oleh Zico.

__ADS_1


Zico hanya diam dan mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Zia padanya. Dia baru menyadari jika selama ini dia memang selalu diam dan menerima saja apa yang dilakukan Joyce padanya dan juga ini sudah berlangsung sangat lama.


"So, apa yang abang mengerti dan fahami dengan perkataan Zi tadi?" tanya Zia dengan senyuman yang menyebalkan.


"Abang memang seperti memberikan harapan padanya. Abang yang salah disini, apa abang sudah menyakiti perasaan nya?" jawab Zico dengan pertanyaan nya lagi.


"Perasaan abang sendiri bagaimana? Jika abang memang menginginkan dia untuk dekat. Ya, dekati dan jangan mengeluhkan perasaan abang pada orang lain" Zia balik bertanya akan perasaan Zico seperti apa.


"Abang tidak memiliki perasaan apa-apa padanya selain rasa kasihan dan juga biasa saja. Jika abang hanya diam selama ini mendapatkan perlakuan dari nya, karena dia selalu memohon dan juga seperti tidak akan bisa melakukan nya lagi dengan abang" jawab Zico dengan jawaban yang gamang menurut Zia.


"Apa abang yakin dengan jawaban abang? Disini Zia merasa abang ini tidak sepenuhnya mengeluarkan apa yang abang rasakan. Abang justru merasa nyaman dan juga enjoy dengan apa yang dia lakukan pada abang selama ini. Nytanya abang sudah melewatinya sudah lebih dari 5tahun. Dan 5tahun bukanlah waktu yang sebentar dan singkat jika tidak ada perasaan atau merasakan sesuatu didalam nya" tanya Zia dengan nada sindiran nya.


Sebenarnya Zia sudah sangat muak dengan perasaan Zico yang plin plan menurut Zia. Jika memang dia tidak menginginkan nya kenapa harus bingung mengambil keputusan? Jika memang dia memiliki perasaan terhadapnya lepaskan yang lain dan biarkan dia bahagia dengan kehidupan nya dia sendiri. Bukan malah membuat semuanya rumit sendiri.


"Sekarang abang tanyakan hati abang sendiri. Dimana letak kebahagiaan yang abang rasakan" jawab Zia. Walau dia tidak menyukai wanita yang dimaksud oleh Zico, tapi dia ingin yang terbaik untuk abang nya dan juga kebahagiaan nya.


"Abang memang merasa nyaman dengan dia. Dia yang selalu ada buat abang dan bisa membuat abang menjadi bertahan. Tapi abang merasa tidak seperti diri abang sendiri. Abang merasa jika abang sedang dikunci disuatu tempat yang tidak tahu dimana. Yang jelas abang hanya menerima dan diam" jawab Zico apa adanya dengan yang dia rasakan pada Joyce.


"Jadi apa yang abang rasakan setelah bertemu lagi dengan Ara?" tanya Zia lagi dengan tatapan menyelidik.


"Abang merasa bahagia. Abang seperti sudah terbangun dari tidur yang panjang dan bertemu dengan orang yang abang nanti selama ini. Dan juga perasaan yang begitu menggebu dan sangat menyenangkan jika mengingat tentang itu maka abang tidak sabar untuk segera meresmikan hubungan ini dengan nya" jawab Zico dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.


Zia juga tersenyum melihat senyuman abang nya yang sangat merekah ini. Dia juga merasakan betapa bahagianya Zico saat ini, dengan membayangkan Ara saja sudah bisa seperti ini. Lalu apa yang membuatnya bingung sejak tadi? Jika jawaban nya sudah dia miliki sendiri? Zia sampai menggelengkan kelalanya berulangkali.

__ADS_1


"Abang Zi sadar tidak? Jika jawaban yang abang inginkan sudah abang temukan?" tanya Zia dengan tatapan yang berbinar dan juga senyuman yang sangat tulus dibandingkan dengan senyuman sebelumnya yang terkesan dipaksakan.


"Apa Zi?" Zico balik bertanya.


"Abang jelas sangat memilih Ara dan hati abang juga merasakan yang sama seperti yang abang rasakan sekarang. Apa abang belum merasa juga? Jika pilihan abang memilih Ara" jawab Zia dengan tatapan yang meyakinkan.


"Apa benar seperti itu Zi?" tanya Zico lagi.


"Hadeh! Abang ini sudah dewasa. Sudah bisa menentukan jalan hidup abang sendiri tanpa pendapat orang lain. Apa abang tahu? Jika sifat abang yang seperti inilah yang akan menghancurkan abang sendiri. Rubahlah ini semua bang, buat diri abang jangan banyak terkanan dan juga banyak berfikir jika orang akan ini akan itu. Yang perlu abang fikirkan hanya perasaan dan juga hati abang. Jika semuanya sudah abang kendalikan dan juga abang bisa miliki. Maka jangan membuat bingung diri sendiri" jawab Zia dengan menepuk jidatnya sendiri karena sifat Zico yang seperti ini.


"Oke abang mengerti sekarang. Abang akan memperjuangkan cinta abang apa Ara, dan tidak akan memikirkan yang belum terjadi" ucap Zico dengan senyuman yang mengembang dibibirnya tidak pernah pudar.


Zico juga langsung memeluk Zia dengan kasih sayang. Ternyata dia tidak salah jika berbicara pada pakarnya langsung. Karena memang Zia lah orang yang paling tepat dalam masalah ini. Karena hanya Zia yang mengerti tentang perasaan dan juga jalan fikiran seseorang. Bukan dia bisa membaca isi hati dan fikiran seseorang. Zia hanya seorang dokter Psikolog yang bisa dan sangat bisa diandalkan dalam masalah seperti ini.


"Apa abang sudah lebih tenang sekarang? Jika sudah, biarkan Zi untuk tidur dan istirahat. Ini sudah sangat larut sekali bang" tanya Zia dengan mata yang sudah memerah menahan kantuk.


"Iya, abang sudah selesai. Terimakasih banyak atas konseling nya saat ini, nanti akan abang transfer pembayaran nya dan juga bonusnya. Sekarang tidurlah, abang juga akan tidur dan berisatirahat juga" ucap Zico yang membuat Zia semakin berbinar dibuatnya.


Ternyata dia tidak salah menjadi dokter ahli dalam Sikolog dan ini bisa sangat membantu orang dan juga menghasilkan pundi-pundi yang banyak dan juga menyenangkan hati nya dan hati pasien nya. Bisa dibilang jika abang Zico juga pasien nya.


Setelah mengucapkan itu Zico benar-benar keluar dari kamar Zia dan menuju kamarnya sendiri dengan perasaan yang lebih baik dan juga fikiran yang tenang. Tidak seperti sebelumnya yang membuat kepalanya seperti akan meledak memikirkan apa yang akan dia lakukan nantinya.


Zico benar-benar akan melakukan sesuai dengan apa yang hati dan perasaan nya inginkan. Juga saran dari Zia yang memang sangat baik dan bagus dalam masalah ini. Dia akan memperjuangkan Ara nya dan akan bilang pada Joyce jika dia tidak pernah menaruh hati sedikit pun pada nya. Supaya Joyce tidak banyak berharap padanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2