
Mom Vita dan Dad Louis juga senang bisa bertemu langsung dengan kedua orang tua Dharma yang sekarang berada dihadapan mereka berdua. Sedangkan para anak muda sedang bercengkrama bersama.
Zico sedang asik dengan Quinzy yang masih betah berada diatas pangkuan Zico. Quinzy juga sangat senang bisa dekat dan juga bisa mendapatkan kasih sayang dari orang-orang terdekat Zia yang sudah dia anggap Mommy nya sendiri.
"Nyonya, maaf kami membicarakan ini disini sebelumnya. Karena kami sudah sangat lama tidak bertemu dengan neng Zoya. Makanya saat kami dengar ada disini semua, kami memutusakan untuk menemui anda berdua langsung dan membicarakan soal ini" ucap Pak Kimin yang memang ingin menanyakan ini langsung karena tidak sopan jika membicarakan hal sepenting ini lewat telpon.
"Silahakan saja, disini hanya ada keluarga saja. Jadi anda bisa menjelaskan nya pada kami berdua, apa yang ingin anda tanyakan pada kami" jawab Dad Louis yang meminta Pak Kimin untuk bicara.
"Sebelumnya kami minta maaf pada anda berdua. Kenapa neng Zoya membatalkan rencana pernikahan yang sudah didepan mata?" tanya Pak Kimin dengan sangat hati-hati.
JEDER...
Bagai disambar petir disiang bolong, mendengar pertanyaan dari Pak Kimin. Semua orang hanya diam dan menatap saling diam semua. Apa lagi dengan Mom Vita yang hanya diam saja dan memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit.
Zoya yang ditanya juga hanya diam saja. Dia tidak mengatakan apa-apa pada kedua orang tua Dharma yang juga sedang menatap kearah Zoya. Sedangkan Dharma sudah sangat frustasi dengan semua yang dia rasakan selama ini.
"Maksud Bapak, putri kami Zoya memutusakan untuk membatalkan nya begitu?" tanya Mom Vita dengan suara yang bergetar.
Baru saja merasa lega dengan masalah Zico dan Joyce. Sekarang datang lagi masalah baru yang datang dari putri sulungnya, yang tidak lain adalah Zoya.
"Iya Nyonya. Kami hanya ingin memastikan saja apa itu benar, dan juga alasan nya seperti apa? Kami berdua sama sekali tidak tahu, apa lagi Dharma juga tidak menjelaskan apa-apa pada kami berdua. Maafkan kami yang lancang menanyakan ini pada anda berdua" jawab Ibu Sri yang mana memang tidak tahu apa-apa tentang hubungan putranya dan juga Zoya.
"Maaf Bu, Pak. Bukan maksud Zoya untuk memutuskan tanpa sebab yang jelas. Hanya saja hubungan kami memang tidak bisa untuk lanjut lagi ketahap yang lebih serius. Karena kami menyadari jika diantara kami tidak ada kecokokan lagi. Jadi dari pada nanti akan saling menyakiti satu sama lain, lebih baik berakhir sampai disini saja. Sekali lagi Zoya minta maaf karena tidak bilang langsung pada Bapak dan Ibu" sela Zoya yang berbicara dengan sangat tegasnya dihadapan kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Dharma.
"Jika Ibu boleh tahu, apa alasan nya? Kenapa begitu tiba-tiba? Apa lagi itu setelah mengunjungi kampung halaman Dharma?" tanya Ibu yang memang ingin tahu apa alasan yang sebenarnya.
__ADS_1
Jika ini ada hubungan nya dengan Luna maka Ibu akan membuat Dharma tidak akan bertemu lagi dengan Luna atau wanita manapun lagi. Tapi Zoya belum mengatakan apa-apa pada mereka semua yang sudah menunggunya untuk berbicara dan menjelaskan semuanya.
Zoya terdengar menghela nafasnya sebelum dia mengatakan yang sebenarnya pada semua orang yang ada dihadapan nya saat ini.
"Zoya memang tidak bisa menjelaskan secara rinci bagaimana dan juga seperti apa hubungan kami bisa berakhir. Yang jelas dan juga pasti diantara kami tidak ada lagi saling kecokokan dan juga saling sejalan. Jadi kami, terutama saya memutusakan untuk break atau berhenti dan menyerah sampai disini saja. Jadi Ibu dan Bapak tidak perlu menanyakan apa dan bagaimana masalah itu terjadi. Sebelum semuanya terlalu jauh, lebih baik berhenti bukan?" jelas Zoya dengan panjang lebar kepada semua orang yang ada disana dan juga bertanya pendapat orang-orang yang sudah berpengalaman darinya.
Seperti Mom Vita dan Dad Louis, juga Ibu Sri dan Pak Kimin. Empat orang itu sudah sangat berpengalaman dalam sudah mengalami pahit manisnya kehidupan rumah tangga. Jadi Zoya tidak perlu mengungkapkan semua perasaan nya yang sudah sangat tidak ingin lagi mengharapkan pria seperti Dharma atau yang lainnya lagi.
Sedangkan Dharma sudah menunduk dengan sangat dalam. Dia tidak tahu apa kesalahan nya pada Zoya, dan ini sangat menyakitkan juga sangat menyiksa. Diputuskan dengan sepihak tanpa tahu kesalahan apa yang dia lakukan pada Zoya.
Zia yang melihat itu semua menatap sedih pada keduanya. Zia tahu bagaimana sikap dan sifat kakaknya seperti apa, jadi dia pasti sudah tahu. Jika Dharma pernah berbuat kesalahan yang mungkin tanpa dia sadari bisa membuat Zoya marah dan memutusakan dengan bilang tidak ada kecokokan lagi diantara keduanya.
"Baiklah jika seperti itu, kami merasa sudah tenang mendengar penjelasan dari neng Zoya. Tapi jangan melepasakan ikatan silaturahmi kita ya neng. Bapak sama Ibu teh sudah sangat sayang sama neng, jadi jangan sungkan lagi nya neng pada kami berdua" ucap Pak Kimin yang sudah meneteskan air matanya.
Dharma yang melihat senyuman dibibir Zoya merasa ikut bahagia juga. Dengan begitu dia bisa merasa dekat lagi dengan nya, walau sudah tidak bisa memiliki hatinya lagi. Dan itu semua tidak luput dari pandangan Zia dan juga Zayd yang menyaksikan itu semua.
"Kalau begitu kami teh pergi dulu atuh ya. Kami jadi tidak enak, masa membicarakan hal penting seperti ini didalam rumah sakit" ucap Pak Kimin pada semua orang.
"Tidak apa-apa Pak, Bu. Justru kami juga minta maaf, karena tidak bisa menyuguhkan sesuatu pada kalian berdua" jawab Dad Louis yang langsung bangkit dan menjabat tangan Pak Kimin dan Ibu Sri bergantian.
Diikuti oleh Mom Vita juga Zoya yang salim pada keduanya. Semua orang merasa heran dengan Zoya dan Dharma yang seperti tidak saling mengenal dan pernah dekat. Apa lagi diperusahaan pasti akan selalu bertemu dengan sengaja atau tidak. Karena pekerjaan nya saling berhubungan satu sama lainnya.
Setelah kepergian kedua orang tua Dharma dan juga Dharma Mom Vita langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada keduanya yang mana memutusakan masalah sebesar ini tanpa memberi tahukan pada Mommy dan Daddy nya.
"Kakak bisa menjelaskan semuanya sama Mommy?" tanya Mom Vita yang sudah menatap dengan tatapan penuh dengan kekecewaan.
__ADS_1
"Semuanya berawal adanya wanita lain yang masuk begitu saja dalam hubungan kami Mom. Awalnya aku tidak masalah dengan semua itu saat dia bilang jika dia adalah sahabatnya sewaktu kecil dan juga sangat dekat. Tapi karena dia kuliah dikota dan Dharma dikampung jadi jarang bertemu. Awalnya aku biasa saja dengan semua itu" jawab Zoya yang menjeda ucapan nya untuk mengambil nafasnya lebih dulu.
"Pada saat jalan berdua dia sangat bersemangat menceritakan semuanya padaku dan semua yang menurutku itu tidak penting. Dan kami pulang kembali setelah berjalan-jalan sebentar, aku masuk kedalam kamar dan baru saja ingin mengajak dia untuk mengobrol santai bersama. Tapi dia sudah tidak ada dan yang membuat ku kesal adalah dia jalan berdua dengan sangat mesranya seperti pasangan kekasih. Dan tanpa banyak bicara lagi aku langsung pulang kemari lagi, dan itu adalah sebuah penghianatan!" jawab Zoya dengan tatapan yang sangat berbeda dari biasanya.
"Apa kakak sudah bicarakan ini pada Dharma? Takutnya kakak hanya salah faham saja dengan semua ini" tanya Mom Vita yang mencoba untuk bisa membuat Zoya mengerti jika dia hanya cemburu saja.
"Sudah bahkan mereka berdua sekarang sudah semakin dekat. Dan Mommy pasti tidak menyangka dengan jawaban yang dia berikan padaku. Dia bilang aku hanya terlalu cemburu dan terlalu egois. Lalu aku minta kejelasan kenapa dia memberikan jabatan sekertarisnya kepada wanita itu? Dia menjawab karena teman dan persahabatan. Apakah ada persahabatan yang sangat dekat dengan lawan jenis bahkan selalu mengabaikan ku yang juga ingin mendapatkan hal yang sama seperti dia memperlakukan sahabatnya seperti seorang kekasih. Apa itu yang dinamakan persahabatan dan pertemanan?" tanya Zoya yang sudah sangat marah dengan semua ini.
Selama ini dia memikirkan semua yang akan dia ambil dalam hubungan nya dengan Dharma. Tapi setelah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Dharma dan juga wanita yang mengaku sebagai sahabatnya itu sudah sangat keterlaluan.
"Itulah, jika ada pertemanan diantara pria dan wanita. Pasti akan ada percikan api asmara yang akan membuat hubungan yang sudah terjalin menjadi putus" ucap Mom Vita yang juga merasakan sakit dan juga sedih mendengar penjelasan dari Zoya.
"Apa kakak yakin jika mereka benar-benar memiliki hubungan?" tanya Zia yang merasa ada yang aneh dengan semua jawaban dari sang kakak.
"Apa kalian tidak melihat dicermin tadi? Jika wanita itu terus mengikuti Dharma seperti sebuah bayangan yang tidak pernah bisa lepas dari raga? Zia kakak tahu kamu pasti menganggap kakak menyarang cerita dan juga berbohong pada kalian semua. Tapi kakak bisa membuktikan semuanya itu benar dan nyata" tanya Zoya dan dia ingin memperlihatkan sesuatu pada semua orang yang ada didalam ruangan rawat tersebut.
.
.
.
Apa ya yang akan Zoya tunjukan pada semua orang???
Ada yang bisa jawab nggak???
__ADS_1