
"Dia Daddy kamu anak cantik? Wah kejam sekali" ucap Zia dengan menyindir Juan yang hanya diam saja melihat interaksi antara Zia dan putrinya.
"Ya, Daddy jaat. Mom, apa kita bica jalan-jalan beldua? Ici tanen Mommy" ucap anak perempuan yang memanggil dirinya Ici.
"Nama kamu siapa princess? Ici, isi atau Izy?" tanya Zia dengan wajah yang seperti sedang berfikir.
"Ici Mom" jawab anak itu dengan cadelnya.
"Dia namanya Quinzy. Izy belum bisa menyebut huruf tertentu jadi dia menyebut dirinya Ici" jelas Juan dengan mendekati putrinya.
"No, Daddy jaat janan detat-detat" ucap Quinzy pada Daddy nya.
"Ayo tinggalkan pria kaku ini. Kita habiskan waktu dengan bermain bersama, oke" ucap Zia yang mengulurkan tangannya pada gadis kecil itu.
Dengan senang hati Quinzy menyambut uluran tangan dari Zia. Mereka berdua langsung menuju kesisi pantai, Zia membawa gadis kecil itu bermain air. Dan dia lupa jika tasnya masih berada didekat Juan.
Juan menatap ponsel Zia yang sedang berdering. Dan menampilkan nama seseorang yang sedang menghubunginya. Juan tidak seberani itu untuk mengangkat panggilan entah dari siapa.
Dia hanya memandangi putrinya yang sudah sangat lama tidak pernah tersenyum selepas itu. Tapi dengan tidak sengaja bertemu dengan dokter yang selalu memberikan nya konsultasi yang baik dengan mudahnya bisa membuat putrinya tersenyum selepas itu.
"Dia benar-benar sangat bisa mengambil hati seseorang yang berada didekatnya, dengan pesona yang dia miliki" gumam Juan yang menatapi kedua wanita beda usia itu sedang bermain kejar-kejaran dengan ombak.
Babang Juan yang sedang menatap Zia dan Quinzy
Juan masih menatapi keduanya dengan sangat intens dan juga penuh dengan keseriusan nya. Hingga kedua wanita yang sedang bermain itu mendekat kearahnya.
"Saya harus pergi sekarang. Ternyata saya sudah ada pasien yang menunggu" ucap Zia yang mengambil ponsel dan juga tasnya.
"Mommy, itut Mommy" ucap Quinzy dengan pandangan memohon nya supaya bisa ikut dengan Zia.
"No, kau sudah mengantuk. Jadi harus tidur siang dulu, setelah itu baru bisa menemui Mommy. Jika tidak Mommy akan marah dan tidak mau menemui Izy lagi" ucap Zia yang menatap anak perempuan tersebut.
"Promise me?" tanya Quinzy dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Yes I'm promise" jawab Zia dengan mengusap kepala Quinzy dengan lembut dan tersenyum padanya.
"Oke, Mommy harus pergi sekarang. Sampai jumpa lagi" ucap Zia yang sudah melangkahkan kakinya menjauh dari Quinzy dan juga Juan.
"Dia anak yang manis" gumam Zia yang sedang berjalan menyusuri pantai untuk menuju kerumah sakit lagi.
"Kenapa aku bisa dekat dengan nya. Padahal ini baru pertama kali bertemu" gumam Zia lagi sepanjang perjalanan.
"Mommy. Aku pasti sudah gila. Belum menikah sudah dipanggil Mommy" ucap Zia yang sambil tersenyum-senyum sendiri.
Zia menaiki mobil yang selalu mengantarkan nya kemana pun dia mau. Dengan supir yang selalu standby diamana pun dan kapan pun.
Zia menikmati harinya dengan tanpa mengganggu acara kencan Zayd yang selalu dia lakukan. Dia mempunyai kesibukan sendiri dan juga dunianya sendiri setelah bertemu dengan gadis kecil bernama Quinzy J Davish.
"Nona apa mau langsung kerumah sakit atau kemana dulu?" tanya supir yang merangkap sebagai bodyguard nya yang bernama Jack.
"Rumah sakit. Saya sedang ada pasien yang sudah menunggu" jawab Zia dengan menatap kearah samping yang memperlihatkan jalanan yang ramai lancar.
"Baik Nona" jawab Jack dengan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit tempat Zia praktek.
Zia dengan santainya memasuki ruangan praktek nya yang sudah ada suster menunggunya sejak tadi juga dengan pasien nya yang sudah dijadwalkan bertemu hari ini.
"Kau sadar dengan yang kau katakan? Jelas saja saya telat, ini adalah weekend dan saya sedang berada diluar rumah" jawab Zia dengan sangat arrogant nya. Zia memang terkenal dengan sikap nya yang sangat arrogant denga siapa saja.
Tapi akan berubah jika sudah berada dihadapan pasien-pasien nya yang akan dengan sangat ramah dia layani dan juga memberinya konsultasi.
"Maaf dok" jawab suster yang sudah ketakutan karena melihat Zia yang sudah dalam mode galak dan judesnya.
Suster tersebut langsung memanggil pasien dari Zia untuk langsung masuk dan langsung berkonsultasi langsung dengan Zia.
"Selamat siang dok. Maaf saya mengganggu anda disaat weekend seperti ini. Tapi ini benar-benar sangat darurat dok, saya mengalami kejadian yang sama seperti sebelumnya. Dan itu membuat saya tidak bisa tenang dan semakin menjadi saya berhalusinasi nya dok. Apa yang harus saya lakukan?" tanya pasien nya yang sudah duduk dihadapan nya saat ini.
"Apa anda sudah meminum obatnya dengan teratur dan sesuai yang saya jelaskan sebelumnya? Karena jika semuanya diminum sesuai jadwal yang ditentukan?" tanya Zia dengan tatapan yang mengintimidasi pasien nya.
"Saya beberapa hari ini sangat sibuk dan sampai telat meminum obatnya. Hingga kemarin seharian saya melupakan meminum obatnya dok" jawabnya dengan pandangan yang sangat ketakutan melihat sekeliling nya.
__ADS_1
"Pantas saja. Anda harus memulai lagi semuanya dari awal, supaya anda bisa mengatasi halusinasi anda. Mari kita periksakan semuanya diluar dengan teliti, karena anda sudah lumayan sangat ketakutan sekali saat ini" ucap Zia yng langsung melakukan pemeriksaan yang menyeluruh dan juga menanyai semuanya dengan sangat rinci pada pasien nya yang harus memulainya dari awal lagi.
"Anda bisa langsung meminum obatnya sekarang. Dan anda harus istirahat dulu disini untuk beberapa saat dulu. Supaya anda bisa lebih tenang dulu" ucap Zia yang sudah ingin keluar dari ruangan nya untuk membeli sesuatu untuk pasien nya ini.
"Dia sudah tahu jika fikiran nya tidak bisa dikontrol dari yang nyata dan tidak nyata. Tapi masih saja tidak mematuhi semuanya dengan baik" gerutu Zia yang berjalan menuju kantin rumah sakit.
"Anda juga ada disini dokter Zia?" tanya dokter jaga yang berpapasan dengan nya.
"Kelihatan nya saya ada dimana?" Zia balik bertanya dengan wajah yang sangat tidak tamah dan juga sangat jutek.
"Kelihatan nya anda memang ada disini" jawab dokter tersebut yang memang sudah lama menyukai Zia tapi tidak mendapatkan respon dari Zia.
"Dasar aneh" ucap Zia yang langsung untuk membeli yang dia butuhkan.
Dokter Andi itulah dokter pria yang sudah sejak dulu menyukai Zia dan selalu mendapatkan penolakan dari Zia. Dia tidak pernah menyerah dengan semua yang dia lakukan untuk Zia, bahkan dia selalu mengikutinya kemanapun Zia melangkah hingga Zia jengah dan langsung memberinya tatapan mematikan dari Zia.
"Kau masih memiliki pekerjaan bukan? Kenapa malah mengikuti ku?!" tanya Zia dengan tatapan yang sangat tajam dan juga membunuh nya.
"Karena pekerjaan saya memang sudah selesai dokter Zia. Saya hanya ingin selalu bersama didekat anda sebelum saya pulang" jawabnya dengan penuh senyuman pada Zia yang membuat Zia semakin muak dengan dokter yang satu ini.
"Dasar gila!" ucap Zia mempercepat langkah nya untuk segera masuk kedalam ruangan kerjanya.
"Saya memang gila dokter Zia. Gila karena terlalu mencintai anda, tidak bisakah anda memberi saya kesempatan untuk bisa dekat dengan anda?" ucap dokter Andi yang sudah mengejar langkah Zia dan sudah berada dihadapan Zia dengan menatap pada mata Zia.
"Saya sudah bilang pada anda. Saya tidak memiliki rasa pada anda, jadi saya tidak mau jika saya harus berpura-pura untuk bisa dekat dengan anda. Itu adalah sebuah kebohongan bukan? Jadi stop untuk mendekati saya, karena saya tidak nyaman dengan itu semua" jawab Zia dengan tatapan yang masih sama seperti sebelumnya.
"Apa anda tidak bisa memberi saya harapan walau itu hanya palsu semata?" tanya dokter Andi lagi masih belum menyerah juga.
"Saya tidak bisa!" ucap Zia yang langsung memasuki ruangan kerjanya dan langsung menutup pintu dan mengunci nya.
Dokter Andi sudah sangat terobsesi pada Zia. Bahkan dia dengan terang-terangan nya jika ada pria yang dekat dengan Zia akan dia datangi dan dia baru peringatan. Bahkan Zayd juga pernah mengalaminya dan itu sudah membuat Andi semakin posesif akan Zia.
"Aku akan berusaha untuk bisa dekat dengan kamu bagaimana pun caranya. Aku harus bisa mendapatkan kamu" ucap dokter Andi dengan sangat menggebu.
Sedangkan Zia yang sudah berada didalam ruangan nya langsung memberikan makanan dan minuman untuk pasien nya supaya bisa meminum obatnya dan juga berisatirahat sebentar.
__ADS_1
"Makanlah, setelah itu baru bisa meminum obatnya. Dan anda harus mengingant jadwal minum obat anda jam berapa saja. Saya sudah memberikan resep dan juga waktu-waktu anda meminum obatnya" ucap Zia memberikan penjelasan nya pada pasien nya yang satu ini.
"Terimakasih dokter. Saya akan melakukan sesuai dengan anjuran dari anda" ucap pasien nya dengan tersenyum pada Zia.