
Zoya hanya diam saja dan tidak menanggapi ucapan dari Addofo yang selalu membuatnya kesal dan juga ingin sekali untuk membuatnya bungkam seumur hidupnya. Tapi dia tidak bisa melakukan itu semua, karena dia sudah mengetahui semuanya jika yang dia katakan memang benar. Jika dia adalah anak biologis dari Addofo Barnard dan Vita Ayla.
Tapi Zoya tidak tahu kenapa itu semua bisa terjadi dan juga Mom Vita tidak pernah mengatakan apa-apa padanya. Apa mungkin jika Mom Vita memiliki hubungan dengan Addofo sebelum menikah dengan Dad Surya. Ini membuat Zoya sangat ingin dan juga pusing, jika dia mengatakan ini semua pada Zayn atau pada siapapun. Pasti akan ada masalah besar yang akan terjadi dikemudian hari.
Itu semua membuat Zoya tidak ingin jika nanti keluarganya akan pecah hanya karena dirinya yang ternyata bukan anak kandung dari Dad Surya dan itu membuat Zoya semakin tidak percaya diri jika mengingat hal itu.
"Anda jangan berbelit-belit lagi jika ingin mengatakan sesuatu pada saya" ucap Zoya yang selalu menampilkan wajah arrogant nya pada Addofo.
"Apa kamu dengan sebutan Daddy? Seperti yang kau lakukan pada pria yang bukan siapa-siapa mu itu? Apa begitu sulit untuk mengatakan itu pada ku yang jelas-jelas adalah Daddy mu sendiri?" tanya Addofo yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya walau itu pada putrinya sendiri.
"Jangan harap mendapatkan panggilan seperti itu dari saya. Karena pria yang sekarang dipanggil Daddy memang pantas mendapatkan nya, tidak seperti anda. Dia adalah pria yang baik dan juga bertanggung jawab, tidak seperti anda yang ternyata tidak sebaik yang sering anda katakan pada saya. Saya akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga anda Ayah biologis saya dan bukan sosok yang saya idolakan selama ini, dan saya tidak akan tinggal diam saja" ucap Zoya dengan tatapan permusuhan pada Addofo.
"Hahaha, dia pria baik? Kau sudah tertipu olehnya, karena dia juga sama saja dengan ku. Apa kau ingin mengetahui yang sebenarnya tentang dirinya? Atau kau hanya ingin mencari tahunya sendiri?" tanya Addofo dengan seringai liciknya yang dia malah tertawa membuat Zoya kesal bukan kepalang.
"Saya tidak perduli dengan yang dikatakan oleh anda pada saya tentang pria yang sudah menjaga dan juga merawat kami. Jadi jangan harap bisa melakukan itu pada saya" ucap Zoya yang benar-benar beranjak pergi dari tempat yang mereka janjikan bertemu berdua.
Zoya memasuki mobilnya dengan kekesalan karena dia harus bertemu dengan pria menyebalkan seperti Addofo yang membuatnya selalu saja kesal dan juga naik darah jika berbicara dengan nya.
"Kita akan kemana dulu Nona?" tanya supir yang bertugas untuk mengantar-ngantarkan Zoya. Apa lagi sekarang Zoya baru pulang dari perjalanan jauhnya dan sangat membutuhkan seorang supir.
"Kita ketaman saja Pak, saya membutuhkan ketenangan" ucap Zoya yang sudah memejamkan matanya untuk meredam kekesalan dan juga amarahnya.
"Baik Nona" jawab Pak Kariman supir yang sudah sejak dulu ikut dengan keluarganya.
Zoya hanya diam saja dan dia tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya memikirkan apa yang akan terjadi jika semuanya terungkap dan juga menjadi boomerang untuk ketenangan dan juga kenyamanan keluarganya yang selama ini baik-baik saja.
'Tuhan, apa yang terjadi sebenarnya dengan Mommy dan juga pria yang memang adalah Ayah biologis ku? Aku ingin tahu semuanya dan ingin semuanya bisa aku ketahui' gumam Zoya dalam hati yang terasa sesak luar biasa didalam dadanya.
"Pak, kita kemakam Daddy saja. Disana sepertinya akan membuat Zoya lebih tenang" ucap Zoya yang berubah fikiran untuk pergi ketaman menjadi kemakam Dad Surya.
"Baik Nona" jawab Pak Kariman mengiyakan permintaan dari Nona Muda nya.
Zoya diam kembali dan larut dalam fikiran nya sendiri. Dia tidak tahu harus berbicara pada siapa tentang masalah sebesar ini, ingin rasanya dia menanyakan ini semua pada supir yang sedang mengemudikan mobilnya tapi dia masih ragu akan hal itu.
__ADS_1
"Kita sudah sampai Nona" ucap Pak Kariman saat sudah didepan pemakaman umum.
"Terimakasih Pak, jika Bapak mau pulang lebih dulu juga tidak apa-apa Pak. Karena saya mungkin akan lama berada disini" ucap Zoya sebelum keluar dari mobil.
"Tidak apa-apa Nona. Saya akan menunggu anda disini" jawab Pak Kariman pada Zoya.
Zoya hanya mengangguk mengiyakan ucapan Pak Kariman yang akan menunggunya yang entah sampai kapan ada dipemakaman ini. Zoya terus melangkah dengan dua melihat seseorang yang sedang menatapi makam dari Dad Surya. Zoya segera mempercepat langkahnya untuk tahu siapa yang berada disana dan betapa terkejutnya Zoya, dia adalah Zayd yang entah sejak kapan ada disana.
"Zayd, sejak kapan kamu adalah disini?" tanya Zoya saat sudah berada disamping Zayd yang sedang berdiri menatapi makam Dad Surya.
"Sejak mengetahui adanya kebohongan yang sengaja disembunyikan oleh seseorang" jawab Zayd tanpa mengalihkan pandangan nya dari batu nisan didepan nya.
"Apa yang sudah kamu ketahui Zayd ? Apa kamu sudah mengetahui semuanya?" tanya Zoya dengan suara sedikit gugup karena dia tidak pernah mengatakan apapun pada Zayd.
"Apa yang tidak bisa aku ketahui kak?!" tanya Zayd yang membalikan badan nya menatap Zoya yang salah tingkah akan tatapan dari Zayd padanya.
"Apa kamu juga sudah mengetahui tentang kakak juga Zayd?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Zayd, Zoya balik bertanya pada Zayd.
"Seperti yang kakak duga" jawab Zayd dengan tatapan datarnya dan juga sulit diartikan.
"Kenapa kakak harus minta maaf jika kakak tidak memiliki kesalahan?" tanya Zayd dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Zayd bahkan jika sudah dalam mode serius akan lebih mengerikan dari pada Zayn sendiri.
"Kakak menyembunyikan hal sebesar ini dari kamu Zayd. Kakak bingung harus berbuat apa, karena kakaknya sendiri juga tidak terlalu percaya akan semua ini dan juga apa yang terjadi sebenarnya. Yang jelas kakak sungguh sangat kecewa dan juga tidak menyangka akan semua ini" ucap Zoya dengan menunduk tidak berani menatap Zayd yang sedang menatapnya penuh dengan keingin tahuan nya dari Zoya.
"Apa yang ingin kakak katakan padaku?" tanya Zayd lagi yang sekarang berbalik lagi memandang kearah makam yang masih mengandung misteri itu.
"Kakak percaya tidak percaya dengan pengakuan dari pria bernama Addofo Barnard yang mengaku dan juga memberikan bukti jika kakak adalah anak kandungnya. Dia entah dari mana mendapatkan sample darah dan juga rambut kakak dan dia sudah melakukan tes DNA, hasilnya adalah positive jika kakak adalah anaknya" jelas Zoya yang membuat Zayd merasa tenang karena Zoya mengatakan yang sebenarnya.
Zoya juga tidak terpengaruh akan semua kata-kata dari pria yang memang paling bisa membuat siapa saja mempercayai setiap ucapan nya yang dia katakan pada orang lain. Untung saja Zoya tidak gampang terpengaruh dan juga dipengaruhi oleh pria sepertinya.
"Lalu kakak percaya dengan semua yang dia katakan pada kakak?" tanya Zayd yang menatap Zoya dengan lekat.
"Percaya tidak percaya Z. Karena yang kakak tahu jika dia adalah pria yang selalu memperdaya semua orang dengan kata-katanya yang selalu bisa membuat semua orang percaya. Kakak sungguh merasa bingung Zayd, apa kakak harus mempercayainya atau malah sebaliknya" jawab Zoya dengan tatapan lurus kedepan dan seperti sedang melamun mengatakan itu semua pada Zayd.
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kakak lakukan kedepan nya?" tanya Zayd yang tidak mengalihkan pandangan nya dari makam.
"Kakak sendiri tidak tahu Zayd. Kakak sedang banyak fikiran dan tidak tahu harus berbuat seperti apa dengan semua yang kakak alami sekarang. Apa kamu memiliki solusi untuk masalah kakak sekarang?" jawab Zoya dengan wajah yang sedikit bisa berharap pada Zayd dan juga bertanya padanya.
"Hanya ada satu solusi kak. Setelah bang Z bangun kakak harus mangatakn semuanya pada bang Z , karena hanya dia yang pasti akan memiliki solusi yang kakak inginkan. Karenamu jika solusi dari aku takutnya malah membuat masalah baru nantinya" ucap Zayd yang malah membuat Zoya menepuk I'm keningnya sendiri mendengarkan ucapan Zayd padanya.
"Zayd, baru saja kakak merasa jika kamu ini adalah Zayn yang merasuki tubuhmu. Tapi ternyata kamu tetaplah Zayd yang konyol" ucap Zoya pada adik bungsunya itu.
"Kakak kira bang Z sudah meninggal apa pake marasuki segala" gerutu Zayd sambil mengerucutkan bibirnya menatap Zoya.
"Ya siapa tahu. Zayn kan sedang koma dan biasanya jika orang koma akan kemana-mana ruhnya bukan" jawab Zoya yang malah ikutan konyol juga sama dengan Zayd.
"Iya juga. Tapi lebih baik jangan kak, karena aslinya saja sudah seram apa lagi jika ruhnya kemana-mana. Akan lebih menyeramkan lagi dong" ucap Zayd yang juga ikut-ikutan menggibahkan Zayn yang masih belum bangun dari komanya.
"Ngomong-ngomong, kamu sedang apa disini sendiri dan tidak langsung pulang?" tanya Zoya yang kembali serius bertanya pada Zayd.
"Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa kaki dan juga fikiran aku menuju kemari dan ternyata akan bertemu dengan kakak disini. Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk segera tahu rahasia kakak dan bertemu dengan kakak disini. Benar bukan?" jawab Zayd sambil bertanya juga pada Zoya yang menatapnya heran akan jawaban yang Zayd berikan padanya.
"Kau ini memang aneh sekali. Tadi saja sok misterius dan sok tahu semua yang kakak sembunyikan dari kamu dan juga semua orang. Tapi nyatanya malah sebaliknya" ucap Zoya yang malah membuat Zayd tersenyum meringis saat kakaknya mengatakan itu.
"Lalu apa yang akan kakak lakukan sekarang? Apa kakak akan mempercayainya dan juga akan menerima tawaran yang dia berikan pada kakak?" tanya Zayd dengan menatap wajah Zoya lekat.
"Kakak tidak tahu, yang pasti kakak tidak bisa mempercayainya begitu saja dengan mudah. Karena tangan kakak tahu jika dia adalah psychopath dan juga menguasai dunia bawah dan juga kepala akan hukum. Jadi mana mau kakak harus melanjutkan usaha ilegal miliknya itu. Bisa-bisa kakak akan sama saja dengan dia Zayd, kakak tidak mau itu terjadi" jelas Zoya yang membuat Zayd tercengang mendengar jika pria itu adalah psychopath.
"Lalu kakak menolaknya dan apa yang dia lakukan pada kakak?" tanya Zayd yang merasa sangat terkejut dan juga ngeri mendengarnya.
"Kakak memang belum menolaknya atau menerimanya, hanya saja kakak selalu diam dan tidak menyahuti ucapan nya pada kakak. Huh, apa yang harus kakak lakukan Zayd? Apa kakak terima saja semuanya dan kakak akan menjadi sama sepertinya juga?" tanya Zoya sambil menghela nafasnya sedikit kasar lalu menghembuskan dengan kasar dan juga sesekali memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.
'Bang Z, abang harus tahu akan hal ini bang. Karena abang memiliki lawan yang tangguh dan juga licik, semoga saja abang segera bangun dan mencari tahu semua kebenaran nya. Dengan begitu sedihnya bisa jelas dan juga bisa mengerti akan semua yang terjadi selama ini' gumam Zayd dalam hati dan masih menatapi Zoya yang terlihat tidak bersemangat.
.
.
__ADS_1
.
Like, komen, vote dan hadiahnya jangan lupa ya....