
Tidak berbeda dengan Zia. Zico juga menanyakan hal serupa pada Ibu pengurus panti, dia menanyakan Ara berada disini atau tidak.
"Maaf Bu, aku tidak bisa menjaga Ara dengan baik. Dia pergi dari saya saat berada dimall. Saya sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu juga. Saya kira ada disini makanya saya langsung datang kemari" ucap Zico pada Ibu panti tersebut.
"Jadi, maksud nak Zico Ara menghilang lagi nak?" tanya Ibu panti sambil matanya berkaca-kaca.
"Iya bu, maafkan saya. Saya berjanji akan mencarinya hingga ketemu, tolong percaya sama saya" jawab Zico yang langsung pamit untuk segera mencari Ara kembali.
Zia yang mendengar semuanya merasa sedih juga. Apa lagi Ara tidak seperti gadis lain pada umumnya. Dia tidak bisa berinteraksi dengan baik. Zia baru ingat, kenapa dia tidak memberikan nya ponsel untuk bisa melacak keberadaan nya.
"Bodoh! Kenapa tidak ingat sejak awal sih!" gerutu Zia pada dirinya sendiri.
"Kamu kenapa Zi?" tanya Zico yang melihat adiknya sedang menggerutu tidak jelas.
"Bukan urusan abang. Sekarang yang lebih penting itu mencari Ara. Aku mau mencari nya sendiri, abang juga sama. Jangan kembali sebelum ketemu" jawab Zia yang langsung pergi meninggalkan Zico yang memandanginya.
Zia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Dia ingin meminta bantuan Zayn yang pasti sudah bisa diandalkan dibandingkan dengan semuanya.
"Abang Z, kakak minta tolong dong" ucap Zia yang sedang menghubungi Zayn.
"Bantuan apa kak?" tanya Zayn dengan nada datarnya.
"Carikan Ara. Dia menghilang entah kemana, kakak dan bang Zico sudah mencarinya tapi tidak ketemu. Tolong bantu kakak menemukan nya ya" jawab Zia dengan panjang lebar menjelaskan nya pada Zayn.
"Aku tidak bisa janji. Lagi pula kekuasaanku disini lemah" ucap Zayn disebrang sana.
"Terserah bagaimana pun usaha kamu Z, kakak percayakan ini pada kamu. Kakak juga sedang berusaha mencarinya" jawab Zia yang memang sangat percaya akan kemampuan saudaranya ini.
"Baiklah. Aku akan berusaha" jawab Zayn yang langsung memutuskan sambungan ponselnya sepihak.
"Dasar kurang asem! Main mati-matikan saja panggilan ku ini. Huh, setidaknya aku bisa bernafas lega jika Zayn ikut turun tangan langsung" gerutu Zia yang berjalan menyusuri jalanan sekitar panti asuhan.
"Tapi, kenapa aku sangat yakin sekali. Jika Ara memang pergi karena Joyce, dia memang tidak sebaik yang terlihat. Aku harus bisa menjauhkan dia dari abang Zi" gumam Zia yang tidak sadar jika dia berpapasan dengan seseorang yang dia cari.
"Sebaiknya aku harus cepat mencari tumpangan. Kaki ku sudah sangat pegal" ucapnya sambil mencari-cari keberadaan taxi yang melewatinya.
Sedangkan Zico mencari setiap jalan dan menyusurinya. Bahkan tempat yang dulu pertama kali dia menabrak Ara Zico datangi. Tapi setiap orang yang ditanya pasti jawabnya tidak tahu.
__ADS_1
"Kamu dimana sayang? Jangan membuatku semakin khawatir, aku sangat takut jika kamu bertemu dengan orang-orang yang memang mengincar kamu. Ara.... Kamu dimana!!!" teriak Zico saat dia tidak menemukan dimanapun keberadaan wanitanya.
"Kenapa kamu malah pergi? Abang sudah bilang jika kamu hanya harus percaya pada abang... Kenapa malah kamu pergi ninggalin abang Ra, Ara...." ucap Zico yang baru kali ini dia terlihat menangis dan juga terlihat sangat rapuh sebagai seorang Zico.
Zico menuju kepantai. Tempat dimana ini adalah tempat yang ditakuti oleh Ara nya. Dia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Tiba-tiba ada seseorang yang ikut duduk juga disamping Zico.
"Z, kamu disini juga?" tanya Zico pada Zayn yang duduk disamping nya.
"Kau sudah melakukan kesalahan besar bang" ucap Zayn tanpa menoleh sedikit pun dan juga tanpa ekspresi sedikit pun juga.
"Kamu benar Z abang memang berbuat kesalahan. Tapi kenapa dia harus pergi, tidak bisakah dia percaya pada abang Z?" tanya Zico yang sudah sangat frustasi.
"Dia sudah percaya sepenuhnya padamu. Bahkan dia yang berkorban untuk mu" jawab Zayn dengan datar dan dingin nya.
"Dari mana kamu tahu?" tanya Zico
"Dari tatapan nya waktu itu bertemu sekilas dirumah sakit" jawab Zayn.
"Apa kau kesini untuk mengolok ku Z? Aku memang terlalu bodoh dalam masalah perasaan dan juga cinta. Tidak bisakah dia bertanya dulu atau.. Aaaaa" teriak Zico benar-benar sangat frustasi akan keadaan selrrti ini.
"Yah, abang memang bodoh! Sehingga dengan mudahnya percaya pada musuh mu sendiri" jawaban ambigu dari Zayn yang sudah melangkah pergi dari sisi Zico.
Zico yang fikiran nya masih kalut dan tidak berfikir jernih tidak mengindahkan ucapan dari Zayn barusan. Yang mungkin saja King mafia itu sudah tahu dimana keberadaan nya.
.
Zia yang sudah diberi tahu oleh Zayn jika dia tidak bisa menemukan nya juga bingung dibuatnya. Pasalnya kota ini sangat besar dan juga luas, walau mengerahkan seluruh keluarganya pun mungkin tidak bisa juga menemukan nya.
"Kamu kemana sih Ra? Udah kaya ilang ditelan bumi saja" gumam Zia saat dia sendiri juga tidak menemukan Ara.
"Kak, sebenarnya kejadian nya itu seperti apa sih?" tanya Zayd yang memang tidak tahu apa-apa.
"Kakak juga tidak tahu. Awalnya..." Zia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir kejadian tersebut.
"Jadi disini abang Zi lah yang salah. Kenapa juga dia masih dekat-dekat dengan Joyce disaat dia sendiri akan melangsungkan pernikahan" ucap Zio dengan sinis.
Zio memang tidak menyukai Zico yang selalu bisa baik pada siapa pun. Walau dia bersikap dingin dan datar, tapi perasaan nya seperti wanita yang lemah dan gampang luluh oleh ucapan yang memang menurutnya masuk akal.
__ADS_1
"Abang benar. Abang Zi memang tidak bisa membedakan itu berlian dan kerilil" jawab Zia dengan sangat menggebu.
"Tapi, kenapa Ara harus pergi jika memang diantara abang Zi dan Joyce tidak ada hubungan apa-apa? Kan seharusnya dia mendengarkan penjelasan keduanya bukan? Bukan malah pergi dengan membawa pertanyaan nya sendiri bukan?" tanya Zayd yang tidak mengerti dengan semua ini.
"Ini lagi bocah. Kamu tidak akan mengerti Zayd, karena kamu sendiri juga dapat dibodohi oleh wanita itu" sinis Zia yang memang tidak suka jika Zayd juga berdekatan dengan Joyce.
"Memang nya kenapa jika aku dekat dengan Joyce? Aku hanya berteman dengan nya, tidak lebih" tanya Zayd yang tidak mau disama-sama kan dengan seseorang. Walaupun orang itu abang nya sendiri.
"Memang benar kan kalian itu sama saja gampang dibodohi" jawab Zia dengan tatapan nyalang nya.
"Sudah-sudah, kalian ini kenapa sih? Kenapa jadi bertengkar? Kita ini sedang mencari solusi, dan juga bagaimana caranya menemukan Ara. Bukan berantem tidak jelas seperti ini" tanya Zio yang memang sudah pusing oleh ocehan kedua saudaranya ini.
"Iya juga. Tapi bagaimana caranya bang?" tanya Zia yang memang sudah muak menasehati keduanya.
"Kita lakukan dengan cara kita sendiri dan juga meminta bantuan pada pihak berwajib" jawab Zio dengan entengnya.
"Yey, itu sih sudah aku lakukan bang. Yang lain ke jalan keluarnya" ucap Zia yang memang sudah melakukan nya lebih dulu.
"Kita cari sama-sama kak. Aku juga akan membantu mencarinya" ucap Zayn yang memberi solusi lain nya.
Mereka bertiga sepakat akan mencari keberadaan Ara. Kemana pun itu akan mereka lalui karena mereka ingin tahu jawaban versi Ara kenapa dia pergi dari mereka semua.
.
Sedangkan Zoya yang tidak tahu apa-apa tentang masalah yang sedang dilalui oleh saudaranya yang lain. Dia sendiri juga sedang merasa tidak tahu dengan perasaan nya sendiri. Apa lagi dia sudah tahu jika Dharma menyukai nya.
Dia bingung harus bagaimana menanggapinya. Karena dia tidak memiliki perasaan apa-apa pada Dharma. Dia hanya ingin berteman baik saja dengan Dharma. jika memang nanti dia memiliki perasaan yang sama juga, dia akan menerima nya.
"Kamu bikin aku jadi canggung sama kamu Dharma. Coba saja kamu tidak pernah menyukai aku, aku akan seperti biasa bersikap pada kamu. Tapi aku sudah tahu perasaan kamu ke aku, aku jadi tidak bisa bergerak dengan leluasa" gumam Zoya denga menatap terus kedepan.
Zoya masih berada didalam kamarnya dan belum keluar-keluar. Hingga suasana dibawah sedang heboh pun dia tidak tahu. Karena dia sendiri sedang kalut akan perasaan nya sendiri.
Saat Zoya mengingat sesuatu, dia langsung keluar kamar dan betapa terkejutnya dia melihat semua orang yang sedang tertunduk sedih saling berhadapan.
"Kalian kenapa?" tanya Zoya saat sudah berada didekat mereka semua.
"Ara hilang kak" jawab Zia dengan menatap wajah sang kakak.
__ADS_1
"What! Kenapa bisa?" tanya Zoya yang terkejut dan berteriak kencang, mengagetkan semua orang yang ada didalam ruangan keluarga itu.