
Mereka berempat duduk saling berhadap-hadapan satu sama lain setelah Dharma keluar ruangan Zoya. Mereka saling pandang dan belum ada yag memulai pembicaraan.
Hingga Dad Louis yang memulai pertanyaan lebih dulu.
"Ada apa anda ingin bertemu dengan istri saya?" tanya Dad Louis saat melihat pria itu memandangi Zoya dan Mom Vita bergantian.
Rasanya Dad Louis ingin sekali mencon*kel satu persatu mata dari pria yang sudah memandangi dua wanita kesayangan nya.
"Maaf, saya bisa bicara berdua dengan Nyonya Vita Ayla? Saya ingin membicarakan hal yang sangat penting" ucap pria tersebut dengan nada pelan dan juga memberi hormat pada Dad Louis.
"Tidak bisa. Jika anda ingin bicara, bicara lah. Saya tidak akan menyela jika masih wajar ditelinga saya" jawab Dad Louis dengan penuh ketegasan.
"Baiklah jika seperti itu. Perkenalkan nama saya Putra Atmajaya, saya adalah anak sulung dari Pak Atmajaya. Saya kesini karena saya diutus beliau untuk menemui adik bungsu saya supaya bisa menemui beliau untuk yang terakhir kalinya. Karena sekarang beliau sedang dirawat dirumah sakit" ucap pria yang mengaku bernama Putra Atmajaya sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya sebelum melanjutkan ucapan nya kembali.
"Beliau sudah mencari adik saya kemana-mana hingga ada berita jika ada wanita yang bernama Vita Ayla berada dikota ini. Kami langsung mencarinya, tapi hasilnya tetap saja nihil. Hingga saya sedang berada disekitar perusahaan ini dan melihat gadis yang sangat mirip dengan adik saya yang sudah hilang puluhan tahun yang lalu" jelasnya lagi, hingga ucapan nya disela oleh Dad Louis yang merasa ini terlalu berbelit-belit.
"Sebenarnya apa tujuan anda datang kemari? Kenapa anda tiba-tiba datang dan menjelaskan siapa diri anda dan asal usul anda kepada kami? Dan kenapa anda membawa-bawa nama istri saya?" tanya Dad Louis yang sudah tidak sabar lagi ingin mendengar inti dari masalah ini.
"Maaf Tuan Louis Edison sebelumnya. Saya kesini sedang mencari adik saya yang bernama Vita Ayla dan itu adalah nama dari istri anda bukan? Saya juga membawa bukti-bukti jika istri anda adalah adik kandung saya. Dia bernama lengkap Vita Aylajaya, saya tidak tahu mengapa dia tidak menggunakan nama Jaya dibelakang namanya. Tapi yang pasti ini adalah kebenaran nya" jawab pria yang bernama Putra tersebut.
Dad louis, Mom Vita dan Zoya melihat semua bukti yang dia bawa. Dari akta lahir, golongan darah dan berbagai foto masa kecil nya juga ada. Dan jangan lupakan, foto keluarga mereka berempat juga ada.
Dad Louis mengingat-ngingat jika dia sepertinya pernah melihat foto keluarga ini, tapi dimana dia lupa. Tapi rasanya memang pernah melihatnya.
"Apa ini semua asli?" sekarang Mom Vita yang bertanya.
"Semuanya asli. Tidak ada yang direkayasa, dan itu semua adalah kenangan kami saat masih bersama dulu" jawab pria bernama Putra tersebut.
__ADS_1
"Kenapa anda yakin jika itu adalah saya? Saya sama sekali tidak mengingat apa-apa" tanya Mom Vita lagi.
Dia mencoba mengingat nya tapi tidak bisa. Seolah-olah memang tidak tahu semuanya. Yang dia ingat hanya dia tidak memiliki keluarga sama sekali dan bahkan hidupnya sangat berat sebelum bertemu dengan Surya Pratama.
"Apa kamu tidak mengingat sedikit pun tentang ini semua? Ini adalah kamu dan semua kenangan kamu. Apa kamu tidak mengingat nya sama sekali?" tanya pria tersebut sambil matanya berkaca-kaca.
Mom Vita hanya menggelengkan kepala nya tanda dia tidak mengingat apa-apa. Apa mungkin memori masalalu Mom Vita sengaja dihilangkan atau dihapus? Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dimasalalu nya Mom Vita.
"Kamu tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi. Kami sudah mencari kamu kemana-mana tapi tidak ditemukan sama sekali. Hingga beberapa tahun kemudian orang suruhan kami menemukan mayat yang memang sudah tidak dikenali lagi dengan semua identitas dari kamu. Dan kami mau tidak mau dan percaya tidak percaya mengakui jika yang ditemukan adalah Vita kami. Tapi Ibu tidak pernah percaya jika itu adalah putri kesayangan nya hingga beliau tutup usia disaat hari ketujuh pemakaman Vita yang kami temukan" pria itu menghela nafasnya sebelum melanjutkan ucapan nya.
"Dan setelah kejadian itu kami menutup pencarian karena kami merasa memang jika yang kami temukan adalah Vita kami. Walau kami tidak melakukan autopsy. Yah memang itu kesalahan kami karena kami tidak melakukan autopsy untuk memastikan jika itu adalah Vita kami. Kami tidak bisa berfikir kearah sana, karena kami sedang sedih ditinggalkan oleh dua orang wanita kesayangan kami. Begitulah kejadian yang sebenarnya. Jika pun anda tidak percaya setidaknya tolong temui beliau sebentar. Beliau sangat ingin bertemu dengan anda. Saya mohon hanya sekali ini saja" ucap pria bernama Putra yang bangkit dan berlutut dihadapan Mom Vita sambil menundukkan kepalanya.
"Anda jangan seperti ini. Saya mau menemui beliau, tapi anda jangan seperti ini" ucap Mom Vita yang tiba-tiba perasaan nya juga sedih melihat pria bernama Putra itu menunduk dan menangis.
"Kamu sudah percaya bahwa kamu adalah adik saya?" tanya Putra ingin tahu.
"Saya memang belum percaya, tapi perasaan saya tidak menolak nya. Jadi anda jangan seperti ini" jawab Mom Vita dengan tatapan yang memang sudah berkaca-kaca.
"Apa kamu memang tidak mengingat semuanya?" tanya Pak Putra.
"Saya memang tidak mengingat semua masalalu saya yang dulu. Dan saya juga tidak mengenal diri sendiri pada masa itu, cuman ada seseorang yang mengatakan jika nama dan asal usul saya sangat jauh dan itu tidak bisa saya ingat" jawab Mom Vita yang sebenarnya.
"Apa kamu tidak mengingat bagaimana kamu saat pertama menginjakkan kaki dikota ini?" tanya Pak Putra pada Mom Vita.
"Sama sekali tidak ingat. Saat sampai kekota ini seperti orang yang baru dan tidak tahu apa-apa, dan semuanya tidak ada ingatan sekali pun" jawab Mom Vita yang mencoba mengingatnya tapi tidak ingat sama sekali.
"Disini ada yang aneh. Honey, apa benar kamu tidak mengingat sedikit pun tentang itu semua?" tanya Dad Louis yang penasaran.
__ADS_1
"Tidak sama sekali Dad. Ingatan ku hanya sebatas kuliah dan bertemu dengan Mas Surya dan menikah dengan nya. Sebelum itu tidak ingat sama sekali" jawab Mom Vita.
"Siapa Surya Pratama? Bukankah nama suami kamu Louis Edison, kenapa Surya Pratama?" tanya Pak Putra.
"Surya Pratama adalah suami pertama saya" jawab Mom Vita.
"Oh, maaf sudah membuat kamu sedih" ucap Pak Putra.
"Tidak apa-apa" jawab Mom Vita.
"Honey kamu benar-benar tidak mengingat sama sekali? Apa pernah kamu mengalami sesuatu?" tanya Dad Louis seperti menyelidiki sesuatu.
"Aku tidak mengingat nya Dad. Dan sama sekali tidak mengingat apapun dan tidak ingat apa-apa tentang sebelum kesini" jawab Mom Vita dengan menggelengkan kepala nya.
"Mom, apa Mommy mengalami penguncian ingatan masalalu? Didunia medis memang ada yang seperti itu, jika seseorang ingin melupakan ingatan yang mungkin membuat dia terluka atau ingatan yang menyakitkan. Itu bisa dilakukan dengan cara seperti hipnoterapy yang dilakukan oleh Zayd" jelas Zoya menyela pembicaraan mereka bertiga.
"Apa itu bisa seperti itu? Apa Mommy juga mengalami seperti itu?" tanya Mom Vita dengan kening berkerut.
"Mungkin iya mungkin juga tidak Mom" jawab Zoya dengan mengedikkan bahunya.
"Tapi tidak ada salahnya jika Mommy konsultasi dulu pada ahlinya kan? Siapa tahu memang seperti yang aku sebutkan tadi Mom" jawab Zoya dengan mendekati Mom Vita dan memeluknya.
"Baiklah Mommy akan konsultasi juga pada dokter yang menangani trauma Zayd waktu itu" jawab Mom Vita.
"Sekarang saya harus pergi, Ayah saya sudah menunggu saya. Kamu bisa datang kerumah sakit ini, terserah kalian akan datang semua atau hanya Vita saja. Saya berharap kalian semualah yang datang. Karena Ayah saya sudah sangat lama menunggu nya" ucap Pak Putra undur diri.
Setelah kepergian Pak Putra, Dad Louis langsung menyuruh anak buah nya untuk mencari tahu kebenaran yang dikatakan oleh Pak Putra. Dad Louis tidak ingin sampai kecolongan karena masalah seperti ini.
__ADS_1
"Dad, apa Daddy yakin jika orang itu berkata jujur? Aku merasa dia memang mengatakan yang sebenarnya. Itu hanya perasaan ku saja Dad" ucap Zoya yang merasa jika diantara dirinya dan Pak Putra seperti sudah kenal lama dan dekat.
"Tidak ada salahnya kan kita mencari tahu dulu. Jika memang itu benar, berarti ada seseorang yang memang dengan sengaja ingin memisahkan Mommy dengan keluarga nya" jawab Dad Louis dengan tenang nya. Dia juga sependapat dengan Zoya, jika ini memang seperti kepingan fazel yang rumit.