Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Perasaan gamang Ara


__ADS_3

Zico melihat dengan seksama apa yang sedang digerakkan oleh jari-jari Ara karena dengan begitu Zico tahu apa yang sedang dijelaskan oleh Ara.


"Kenapa mereka berdua malah berantem dengan saling mengejek?" tanya Zico yang masih penasaran dengan kejadian sebenarnya.


"Ya seperti biasa jika mereka berdua bertemu. Pasti saja akan ada yang mereka berdua ributkan, enyah itu apa saja" jawab Ara masih setia menceritakan semuanya.


"Lalu kenapa Alvin bisa jalan berdua dengan Joyce?" tanya Zico lagi. Dia sepertinya merasa tidak senang jika Joyce jalan dengan pria lain.


"Kata kakak sih mereka sedang membahas masalah kerjasama. Dan aku juga tahu, jika produk perusahaan kakak sedang menggunakan brand ambassador nya adalah Joyce sendiri. Karena Ara juga sudah bekerja disana juga dengan kak Alvin" jelas Ara lagi dengan panjang lebar pada Zico.


Terlihat kelegaan diwajah Zico mendengar mereka berdua hanya membahas pekerjaan dengan jalan berdua saja. Dan dia juga baru tahu jika Ara nya juga sudah bekerja juga diperusahaan Alvin, kakak nya sendiri.


"Oh, masalah pekerjaan. Abang kira mereka memiliki hubungan" ucap Zico dengan menghela nafas lega.


"Apa abang beranggapan jika kak Alvin memiliki hubungan dengan Joyce begitu?" sekarang Ara yang bertanya pada Zico.


"Iya, abang kira mereka berdua memiliki hubungan" jawab Zico yang tidak sadar jika ucapan nya barusan bisa saja menyakiti perasaan Ara.


"Memangnya kenapa jika mereka memiliki hubungan? Apa abang tidak suka itu terjadi?" tanya Ara yang sebenarnya merasa sakit dengan semua yang dia tanyakan pada Zico.


Walau Ara masih polos dan juga awam dalam masalah percinta anatau sebagainya. Tapi dia juga memiliki perasaan juga, jika orang yang dia sayang dan dia cintai malah bertanya tentang orang lain padanya. Ara juga merasakan hal yang sama.


"Tidak apa-apa juga sih. Abang hanya menanyakan saja pada Ara, mungkin Ara memang tahu kan? Dan ternyata memang benar, jika Ara tahu semuanya tentang mereka berdua" jawab Zico yang tidak sadar dengan semua yang dia ucapkan pada Ara begitu menyakitkan bagi Ara.


"Iya, mereka memang tidak ada hubungan apa-apa. Jadi abang tidak perlu khawatir akan hal itu" ucap Ara yang sudah menahan tangisan nya supaya tidak keluar dan pecah dihadapan Zico.


'Kenapa abang tidak sadar juga dengan semua yang abang tanyakan padaku bang? Apa memang benar, abang sangat mencintai nya dan tidak mau jauh darinya. Sedangkan sama aku abang hanya merasa kasihan saja? Jika iya kenapa abang begitu tega mempermainkan perasaan aku? Aku juga ingin merasakan ketulusan hati abang untuk mencintai dan menyayangi aku. Hiks... Hiks...' tangis Ara dalam hati.


"Kita pesan makan ya, katanya kamu belum makan kan?" tanya Zico pada Ara yang hanya diam menatap wajahnya.


Ara hanya mengangguk. Rasanya dia sudah tidak berselera lagi untuk makan saat ini. Hatinya sudah sangat sakit karena dia sudah menceritakan yang sejujurnya pada Zico.

__ADS_1


"Apa yang Ara inginkan?" tanya Zico yang bertanya apa yang ingin Ara makan saat ini.


"Apa saja yang abang pesan pasti Ara makan" jawab Ara dengan senyuman yang selalu menghiasi bibirnya.


"Baiklah, akan abang pesankan untuk Ara" ucap Zico memesan berbagai makanan kesukaan Ara dan juga dirinya.


Mereka berdua makan dengan sangat lahap sekali. Bahkan Zico sampai nambah makan nya, sedangkan Ara tidak bersemangat dengan semua makanan yang ada dihadapan nya ini terasa sangat hambar dilidahnya.


"Kenapa tidak dihabiskan? Apa tidak suka dengan makanan nya? Apa mau abang pesankan yang lain?" tanya Zico dengan beruntun dan dijawab gelengan oleh Ara.


"Kenapa? Apa yang sedang Ara fikirkan? Tidak biasanya Ara seperti ini?" tanya Zico lagi pada Ara yang terlihat murung.


"Ara tidak apa-apa. Hanya merasa letih saja, karena akhir-akhir ini pekerjaan Ara sangat banyak jadi masih terasa hingga saat ini" jawab Ara dengan berbohong pada Zico.


"Jika bekerja jangan memaksakan diri. Jika sudah lelah dan juga merasa cape, berhenti dan istirahat dulu. Jangan dipaksakan, yang ada nanti Ara malah sakitkan" ucap Zico memberitahu jika Ara harus banyak istirahat.


"Iya abang. Ara boleh pulang sekarang ya? Ara mau istirahat, supaya besok kembali fit lagi" jawab Ara yng meminta izin untuk pulang lebih dulu pada Zico.


Ara hanya mengangguk patuh dengan apa yang diucapkan oleh Zico barusan. Ara tidak memiliki keberanian untuk menanyakan perasaan Zico padanya seperti apa padanya. Ara hanya bisa diam dan merenung saja dengan semua yang dia dengar dan dia lihat tadi.


.


Sedangkan ditempat lain. Lebih tepatnya Zoya yang sedang berdua dengan Dharma. Mereka memang sudah meresmikan hubungan mereka berdua. Makanya Dharma memilih keluar dari Mainson Edison dengan alasan jika tinggal satu atap akan ada godaan setan untuk melakukan yang tidak-tidak.


Padahal jika sedang berdua seperti ini juga yang ketiga setan katanya. Sedang mereka yang sedang dimabuk cinta tidak merasakan nya.


Mereka berdua sedang membicarakan masalah keluarga Dharma yang sudah tua dan sering sakit-sakitan itu jauh dari semua anak-anaknya. Termasuk Dharma yang paling bungsu dari kakak-kakak nya yang sudah menikah dan memiliki keluarganya sendiri-sendiri.


Zoya berencana ingin mengajak kedua orang tua Dharma kekota ini dan tinggal bersama dengan Dharma dan juga bisa sering bertemu dengan nya juga. Makanya mereka sedang membicarakan ini berdua dan merundingkan nya.


"Sayang, maaf jika aku ingin ikut campur dengan urusan pribadi kamu dan keluarga kamu. Tapi ini hanya saran saja sih, jika kamu menerimanya ya syukur. Jika tidak juga tidak apa-apa" ucap Zoya pada Dharma.

__ADS_1


"Bicara saja sayang. Aku akan mendengarkan apa saran dari kamu" ucap Dharma yang mengijinkan Zoya bicara.


"Kita jemput Ibu dan Bapak dikampung untuk tinggal disini bersama dengan kamu sayang. Kamu kan sudah memiliki rumah sendiri juga, jadi kamu juga ada yang menemani dirumah kamu sayang. Bagaimana ide aku?" ucap Zoya yang memberitahu idenya pada Dharma.


"Ide kamu bagus juga sayang. Kapan kita akan menjemput Ibu sama Bapak?" ucap Dharma sambil bertanya juga pada Zoya.


"Ya pas hari libur saja bagaimana? Jika hari-hari biasa mungkin tidak akan bisa karena sedang banyak pekerjaan yang sangat menumpuk. Kalau tidak kita jadwalkan ulang saja pekerjaan ku dan juga kamu sendiri sayang?" jawab Zoya dengan sangat bersemangat sekali ingin bertemu dengan calon mertuanya.


"Itu ide yang bagus sayang. Kita akan melakukan yang kamu inginkan dan kamu rencanakan ini dengan secepatnya. Karena aku juga sudah sangat merindukan Ibu dan juga Bapak. Dengan seperti ini kita bisa secepatnya bisa bertemu dengan mereka berdua" ucap Dharma dengan penuh senyuman.


Pasalnya Zoya sama sekali tidak malu mengakui dirinya sebagai kekasih dari Zoya sendiri didepan umum. Dan bahkan dia juga mengenalkan dirinya pada semua pria yang akan mendekatinya.


"Baiklah semuanya sudah deal ya sayang. Jika kita akan secepatnya pulang kampung dan menjemput mereka berdua. Tapi, apa mereka berdua mau mengikuti saran kita untuk tinggal dan menetap disini bersama dengan kamu? Aku merasa khawatir dengan semua ini" ucap Zoya yang sudah sangat bersemangat dan malah kembali murung setelah mengucapkan kata yang kemungkinan nya belum terjadi.


"Sayang, dengarkan aku. Kamu jangan berfikiran pesimis dong, kamu harus optimis dan percaya jika Ibu dan Bapak mau diajak kemari dan juga tinggal bersamaku disini" ucap Dharma memberikan semangat nya pada Zoya, kekasihnya.


"Semoga saja sayang. Aku takut saja jika Ibu dan Bapak tidak mau ikut disini" jawab Zoya dengan cemberut dan juga wajah sedihnya.


"Kita hanya bisa berdo'a supaya Ibu dan Bapak mau ikut kesini dengan kita berdua" ucap Dharma dengan merangkul Zoya kekasihnya.


"Iya sayang. Pasti aku akan berdo'a semoga Ibu sama Bapak mau diajak kemari" jawab Zoya dengan senyuman dibibirnya.


Mereka berdua sudah sepakat ingin menjemput kedua orang tuanya. Dan untuk tinggal bersama dengan Dharma dan bisa dekat dengan Zoya juga. Mereka sangat senang menyambut hari dimana mereka akan pergi kekampung halaman Dharma.


.


Sedangkan ditempat yang lain dimana lagi jika bukan dengan Zia dan Albin yang masih saja ribut tidak jelas diantara mereka.


"Stop ya kalian berdua berantemnya. Aku itu sudah pusing dengan kalian berdua yang masih saja bertengkar seperti ini!" ucap Alexa yang sudah jengah dengan keadaan seperti ini sudah hampir satu jam lamanya.


"Oke, aku sudah cape dan ingin segera makan. Karena tenaga aku sudah terkuras habis meladeni dia yang mulutnya sudah mirip dengan emak-emak komplek yang rumpi" ucap Zia yang langsung mendapatkan pelototan dari Alexa yang sudah jengah dengan keduanya.

__ADS_1


Sedangkan Alvin akan membalas ucapan dari Zia langsung bungkam karena mendapatkan pelototan yang sama dengan Zia dari Alexa. Dan itu terlihat sangat menyeramkan dimata Alvin.


__ADS_2