Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Bagai tersambar petir


__ADS_3

Zico tidak diperbolehkan pulang oleh Joyce. Joyce selalu bilang jika dia masih takut dan tidak mau jika dia sendirian dan kejadian tadi terulang lagi saat dia merasakan ada ruam dan juga bintik-bintik disekujur tubuhnya.


"Abang mau ya menginap disini. Aku yakin jika auntie akan mengijinkan nya abang menginap disini. Abang mau kan menemani ku?" tanya Joyce dengan tatapan memohon nya pada Zico.


"Baiklah, abang akan bilang Mommy dulu jika saat ini abang tidak bisa pulang" jawab Zico yang langsung bangkit dari berbaring nya untuk menghubungi Mom Vita supaya tidak khawatir.


"Apa auntie mengijinkan nya bang?" tanya Joyce sambil memeluk tubuh Zico dari belakang.


Zico hanya mengangguk dan mambalik kan tubuhnya unruk menatap wajah Joyce yang masih terlihat ada bintik merahnya dan juga ruam nya masih ada.


"Apa terasa sakit?" tanya Zico saat menyentuh pipi Joyce dan mengusapnya.


"Tidak, cuman sedikit gatal" jawabnya sambil tersenyum kepada Zico yang sedang menatapnya juga.


Mereka saling diam dan juga saling memandang satu sama lain nya. Zico tersenyum pada Joyce dan mengusap pipi Joyce berulangkali. Hingga entah siapa yang memulainya lebih dulu mereka berdua saling ber*iuman hingga terdengar decapan dari keduanya.


Cukup lama mereka melakukan nya hingga Zico tersadar dan langsung menjauh dari Joyce. Tentu saja Joyce merasa kecewa dengan penolakan Zico saat ini. Bahkan dia sudah mau merendahkan dirinya didepan Zico, supaya Zico mau bersamanya untuk selamanya.


"Joyce maafkan abang. Abang tidak bermaksud untuk melakukan itu pada kamu. Abang sungguh minta maaf" ucap Zico yang merasa bersalah pada Joyce yang sudah dia c*um dengan sangat brutal.


"Ini bukan hanya salah abang. Aku juga bersalah dalam hal ini, jadi biarkan ini semua mengalir dengan sendirinya seperti air, jangan pernah menahan nya bang" jawab Joyce yang malah menangkup kedua pipi Zico dan memulai lagi.


Joyce yang lebih dulu men*ium Zico saat ini. Sedangkan diluar kamar Joyce, Joyed sedang menyaksikan semuanya dengan mata kepalanya sendiri. Dia tidak habis fikir dengan keduanya yang sudah sama-sama ditutupi oleh hawa na*su semata.


Joyed bukan nya memperingati malah diam dan pergi begitu saja dari depan pintu kamar Joyce. Entah apa yang ada didalam fikiran Joyed sekarang. Padahal dia tahu yang dia lakukan adalah kesalahan besar. Yang membiarkan adik kembarnya melakukan kesalahan fatal nantinya.


Sedangkan didalam kamar sepasang orang yang bukan pasangan asli itu entah sedang melakukan apa didalam sana. Terdengar suara-suara yang begitu tidak sepentasnya terdengar oleh orang lain tentunya.


Zico benar-benar melakukan nya pada Joyce. Dia tidak sadar dengan apa yang sudah dia perbuat pada Joyce dan juga terhadap perasaan seorang wanita yang sedang merasakan sakit yang luar biasa tapi lama kelamaan merasakan nikmat dan juga ketagihan akan rasa itu.


Mereka berdua benar-benar melakukan nya hingga entah yang keberapa kalinya mereka lakukan hingga semalaman mereka melakukan apa yang tidak seharusnya mereka berdua lakukan.


"Maafkan abang Joyce. Abang akan bertanggung jawab atas semua ini kepada kamu" ucap Zico saat melihat Joyce sudah tertidur sangat pulas dibawah selimut yang sama dengan nya dan masih sama-sama polos.


Zico benar-benar seperti pria ba*ingan yang tega melakukan itu pada wanita. Dan apa pantas jika Zico disalahkan sendiri disini? Tentu saja tidak, karena keduanya sama-sama mau dalam hal ini. Jadi tidak ada yang perlu disalahkan dalam hal ini.


Zico tidak bisa berfikir jernih karena dia adalah pria normal. Jika suguhkan hal yang seperti itu pasti dia akan menerimanya tanpa memikirkan akibatnya nanti seperti apa. Zico sudah merasa lelah dan juga memikirkan kedepan nya seperti apa, hingga dia tidak kuat lagi untuk membuka matanya.


Zico juga ikut terlelap karena dia juga merasakan kantuk yang luar biasa dimatanya. Hingga tidak sadar dia memeluk Joyce dan langsung ikut memejamkan matanya.


.


Sedangkan dikediaman Edison. Mom Vita sedang memikirkan dimana Zico sebenarnya. Walau Zico sudah meminta izin akan menginap, tapi Mom Vita tidak diberitahu akan menginap dimana dan dengan siapa.


Perasaan seorang Ibu memang sangat peka dalam hal seperti ini. Apa lagi putranya yang satu ini masih tidak bisa menentukan perasaan nya sendiri untuk wanita yang benar-benar dia cintai.


"Honey, kenapa? Kenapa terlihat seperti tidak bersemangat seperti ini, hmm?" tanya Dad Louis pada Mom Vita yang sedang mondar-mandir seperti setrikaan.


"Dad, aku merasa akan ada sesuatu. Tapi entah itu apa" jawab Mom Vita dengan menunduk lesu dihadapan Dad Louis yang sedang menatapnya.


"Jangan memikirkan yang bukan-bukan dan juga yang belum terjadi. Jangan membuat diri kamu menjadi terbebani seperti ini karena banyak fikiran negativ honey" ucap Dad Louis yang langsung memeluk istri tercintanya.


"Yah, mungkin memang harus seperti itu" jawab Mom Vita yang juga membalas pelukan dari Dad Louis dan menelusupkan wajahnya didada bidang Dad Louis.

__ADS_1


"Sekarang kita istirahat saja. Ini sudah larut, tidak baik untuk kesehatan" ajak Dad Louis pada Mom Vita untuk segera istirahat.


Mom Vita dan Dad Louis merebahkan dirinya diatas ranjang king size nya dengan saling berpelukan hingga pagi menelang.


Keesokan harinya semua orang heboh melihat Zico yang pagi-pagi sekali datang bersama dengan Joyce, dan dibagian leher Zico ada beberapa terlihat tanda cinta yang masih sangat kentara sekali. Itu membuat semua orang termasuk Mom Vita dan Dad Louis menatap dengan tajam putranya yang satu ini.


"Apa yang ingin kau jelaskan pada Mommy Zico?" tanya Mom Vita dengan nada yang sangat tegas dan juga penuh dengan aura yang sangat dingin mencekam.


Jika Mom Vita sudah memanggil nama pada setiap anaknya yang berbuat kesalahan. Maka kesalahan itu adalah kesalahan yang sangat fatal.


"Aku bisa menjelaskan nya Mom" jawab Zico dengan menunduk tidak berani menatap wajah sang Mommy.


"Jelaskan sekarang!" ucap Mom Vita dengan nafas yang sudah naik turun menahan emosi.


"Zi akan segera menikahi Joyce Mom" jawab Zico dengan memberanikan diri menatap Mommy nya.


"Apa alasan nya? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Bukankah kamu pernah bilang, jika kamu tidak memiliki perasaan apapun terhadap Joyce? Kenapa sekarang berubah fikiran lagi?" tanya Mom Vita dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan untuk Zico.


"Aku sudah melakukan nya dengan Joyce Mom. Maafkan aku tidak bisa menahan diri" jawab Zico dengan berlutut dibawah kaki Mom Vita.


JEDER...


Bagai tersambar petir disiang bolong. Bukan hanya Mom Vita saja yang syok, yang lain nya juga sama halnya dengan Mom Vita mendengar itu dari Zico.


PLAK...


PLAK...


Suara tamparan menggema didalam ruang makan yang biasanya terlihat tenang dan juga sunyi menjadi tidak terkendali dengan keadaan pagi ini yang diciptakan oleh Zico.


Zico menangis bukan karena tamparan yang diberikan oleh Mom Vita. Tapi dia menangis karena Mom Vita sudah sangat kecewa dan juga terluka akan kelakuan be*at yang dia lakukan dengan Joyce.


Sedangkan Joyce hanya diam dan bisa meneteskan air matanya saja melihat Zico yang sedang berlutut dihadapan Mom Vita. Tapi Mom Vita tidak bergeming sedikitpun juga. Hingga pergi begitu saja dari hadapan semua orang dan disusul oleh Dad Louis.


Sedangkan yang lain nya saling tatap satu sama lain dan tidak ada yang berani mengucapkan apa-apa. Mereka hanya diam dan suasana yang tadi ribut dan juga tegang sekarang menjadi sunyi senyap. Seperti tidak ada kehidupan didalamnya.


*******


Othor kasih bonus Visual supaya makin greget ngehalu nya....


Zoya Pratama Edison




Zico Pratama Edoson




Zio Pratama Edison

__ADS_1




Zia Pratama Edison




Zayd Pratama Edison





Alexandra Permana




Dharma




Joyce Moren




Arabella




Alvin Harrison




Eleanor



__ADS_1


Kira-kira seperti itu ya Visual mereka semua... Jika kurang sreg bayangkan masing-masing saja😁😁😁


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya...


__ADS_2