
Selama pembicaraan itu Zico benar-benar tidak bisa bicara lagi jika yang jadi masalah utamanya adalah hati. Karena entah kenapa saat sedang bersama dengan Joyce hati dan fikiran nya selalu tertuju pada Ara dan Ara.
Jadi mau tidak mau Zico hanya bisa diam saja mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh John Daddy nya Joyce.
"Jadi apa anda bisa memenuhi syarat yang saya berikan pada anda Tuan Muda?" tanya John Daddy nya Joyce.
"Syarat seperti apa yang anda inginkan? Jika saya mampu dan bisa maka akan saya laksanakan. Tapi jika sebaliknya maka dengan berat hati saya akan langsung menolaknya" jawab Zico dengan sangat tegas dan juga lugas.
"Anda memang sangat bisa diajak untuk berkompromi. Pantas saja anda bisa memajukan perusahaan dengan sangat baik" ucap John dengan tersenyum sinis melihat Zico yang tidak bergeming sama sekali.
"Syarat yang saya berikan sangat mudah dan itu juga tidak banyak. Hanya satu permintaan saya, jangan pernah menyakiti putri saya buat dia bahagia menjadi milikmu. Jangan pernah membuatnya menangis. Jika saya tahu putri saya mengalami hal yang saya sebutkan tadi. Maka, saya sendiri yang akan memberi anda pelajaran langsung Tuan Muda. Ingat itu baik-baik" ucap John pada Zico yang sedang menatapnya dengan sangat datar.
"Jika untuk membahagiakan nya saya akan berusaha sekuat dan semampu saya. Jika masalah menangis sayang tidak bisa menjamin itu tidak terjadi. Karena saya tidak tahu jika suatu saat nanti saya secara tidak sengaja membuatnya menangis. Jadi saya tidak bisa berjanji akan hal itu" jawab Zico dengan sangat tegas.
"Satu lagi Tuan Muda. Jika anda sudah tidak mau atau sudah tidak mempunyai perasaan lagi terhadap putri saya. Kembalikan kepada saya dengan cara baik-baik, karena ada juga memintanya pada saya dengan cara baik-baik juga. Itu saja yang saya inginkan dari anda. Jadi saya minta tolong akan hal itu" ucap John dengan pandangan yang sudah berkaca-kaca karena akan melepas putri satu-satu nya.
Sedangkan Sandra, dia sedang memeluk tubuh putrinya yang sedang menangis haru akan pembicaraan Daddy dan juga calon suaminya, Zico.
"Selamat sayang, semoga kelak kamu akan bahagia bersama dengan nya" ucap Mom Sandra pada Joyce.
"Thank you Mom" ucap Joyce membalas pelukan Mommy nya.
"Saya titip putri saya Tuan Muda. Jika dia berbuat salah tegur dia, jangan pernah melayangkan tangan anda pada putri saya. Jika itu terjadi maka saya sendiri yang akan membalas anda dengan tangan saya" ucap Mom Sandra pada Zico yang menjawab dengan anggukkan kepalanya.
"Jadi kapan Tuan dan Nyonya datang untuk melamar Joyce secara langsung dan juga meresmikan hubungan kalian berdua?" tanya Mom Sandra pada Zico yang hanya diam tidak bisa bicara apa-apa.
"Mom, auntie sedang marah pada abang Zi. Auntie bilang jika dia sudah sangat kecewa pada abang Zi yang sudah berbuat sejauh itu dengan ku Mom" ucap Joyce dengan menundukkan kepala dengan sangat dalam.
__ADS_1
Dia takut jika Daddy nya akan murka kepadanya. Ini juga karena kesalahan nya juga, jika saja dia tidak memaksa Zico untuk menginap dan jika saja dia tidak memancing Zico untuk melakukan nya. Hanya kata jika itu tidak akan terjadi.
"Semua sudah terjadi. Mau disesali seprti apa juga tetap itu telah terjadi diantara kalian berdua. Biarkan saja Nyonya seperti itu dulu. Karena memang, bagi seorang Ibu akan sangat terluka mengetahui jika anak-anak nya ada yang melakukan lah yang tidak baik dan juga bertindak sejauh itu. Pasti akan sangat kecewa sekali. Sekarang yang terpening kalian berdua resmi saja dulu. Sebelum Joyce hamil, itu akan lebih membuat malu lagi" jelas Mommy Sandra pada keduanya.
"Mom Dad, maafkan Joyce yang sudah berbuat kesalahan ini. Joyce yang salah dalam hal ini, jika saja Joyce tidak meminta abang Zi untuk menginap, maka ini tidak akan terjadi pada kamu berdua. Maafkan Joyce Mom Dad" ucap Joyce dengan memeluk Mommy nya dia menangis didalam pelukan sang Mommy.
"Semuanya sudah terjadi. Jangan menyalahkan diri sendiri seperti ini. Karena Ibu adalah kesalahan dari kalian berdua, jadi jangan pernah menyalahkan diri sendiri apa lagi saling menyalahkan. Itu sangat tidak baik untuk kalian berdua kedepan nya" ucap Mommy Sandra dengan bijak.
.
Zico sudah pulang kembali menuju mainson karena dia ingin membicarakan masalahnya pada kedua orang tuanya dan sekarang sedang berhadapan dengan Dad Louis saja. Sedangkan Mom Vita tidak mau menemui putranya satu ini.
"Bagaimana boy, apa kamu sudah mendapatkan restu dan juga diperbolehkan jika menikahi Joyce dalam waktu dekat ini?" tanya Dad Louis saat sudah duduk saling berhadapan.
"Sudah Dad, aku sudah mendapatkan nya tanya dipersulit sedikit pun oleh mereka" jawab Zico dengan wajah yang terlihat sangat tertekan dan juga tidak bersemangat.
"Jika kamu tidak yakin lebih baik mundur. Lagi pula jika pun dia hamil, anaknya bukanlah bernasab pada mu boy, tetap akan pada Ibunya itu yang Daddy tahu" nasehat dari Daddy Louis sangat mengena pada hatinya yang masih gamang dan juga ragu.
"Aku sudah siap Dad dengan apa yang sudah kau putuskan saat ini dan juga nanti. Ini adalah keputusan ku Dad, aku hanya ingin do'a restu dari Daddy juga dari Mommy" ucap Zico dengan? pandangan yang lurus menatap manik mata Dad Louis.
"Jika itu sudah menjadi keputusan kamu yang sudah bulat. Maka lakukanlah, semuanya sesuai keinginan hati darimu boy. Daddy akan selalu mendo'akan kebahagiaan kamu kelak" ucap Dad Louis yang menepuk pundak putra nya itu dengan menyalurkan kasih sayangnya.
"Thank you Dad" ucap Zico dengan wajah yang mulai terlihat sedikit guratan kelegaan didalamnya.
Mereka berdua saling berbincang hangat hingga waktu mereka habiskan dengan mengobrol dan membahas masalah pekerjaan dan juga yang lain nya mereka bahas.
"Apa kamu ingin lebih tenang dan juga menyalurkan kekecewaan kamu pada diri sendiri? Maka kita harus mendatangi tempat yang selalu kalian datangi waktu kecil dulu" ucap Dad Louis yang memberi saran untuk menuju tempat yang selalu Zico dan Zayn menghabiskan waktu untuk menghilangkan kegelisahan didalam hati dan fikiran.
__ADS_1
"Aku memang sangat ingin kesana Dad. Rasanya ini sangatlah membuat kepala ku ingin meledak karena terlalu banyak memikirkan semuanya" jawab Zico yang langsung bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah Dad Louis.
Dad Louis mengajak Zico menuju tempat latihan menebak. Karena itu sangat membantu untuk melampiaskan kekesalan dan juga kemarahan yang ada didalam dada.
Zico benar-benar melakukan nya dengan sangat semangat sekali. Karena dia memang sedang banyak sekali fikiran yang membuat nya menjadi pening memikirkan nya.
Zico juga melakukan boxing juga dengan sangat keras sehingga dia kehabisan tenaga dan dia langsung berhenti melakukan kegiatan yang menguras tenaga.
"Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Dad Louis saat melihat Zico sudah terduduk lemas diatas lantai.
"Sedikit lebih lega Dad. Dan ini sangat ampuh untuk bisa menghilangkan penat yang ada didalam dada dan juga fikiran" jawab Zico dengan mengusap keringat yang masih mengucur ditubuhnya.
"Kamu benar boy. Tapi Daddy tidak bisa melakukan seperti yang kau lakukan tadi. Karena Daddy sudah tua untuk bisa melakukan semuanya diusia yang sudah sekian banyak ini, hahaha" ucap Dad Louis sambil tergelak menertawakan ucapan nya sendiri.
"Daddy bisa melakukan nya dengan perlahan. Dan itu bisa menyehatkan fisik Daddy juga, jadi tidak perlu untuk memaksakan diri melakukan hal yang sama dengan ku Dad" ucap Zico yang hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Kau benar boy" jawab Dad Louis mengiyakan ucapan dari Zico.
Mereka berdua melakukan boxing bersama dengan caranya masing-masing. Hingga Dad Louis memang tidak kuat untuk berdiri lagi dan dia sudah sangat lemas akan kegiatan olahraga nya saat ini. Mereka berdua terkapar diatas lantai yang dingin itu sambil menetralkan nafasnya yang sudah sangat tersengal-sengal.
.
Jika Zico sedang melampiaskan kekecewaan nya pada olahraga. Berbeda dengan Zayn yang baru saja selesai dengan tugasnya menjadi seorang dokter. Dia berencana ingin bertemu dengan singa betina nya yang sudah lama tidak dia temui.
Zayd mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah cafe Z&Z yang sudah semakin ramai dan juga sudah membuka cabang disuatu tempat sekaligus.
Zayn dengan penuh senyuman menuju cafe yang sudah lama tidak dia kunjungi. Dan ini adalah kali pertama nya dia berkunjug dicabang ketiganya.
__ADS_1
Disana Zayd disambut langsung oleh pujaan hatinya yang sekarang sudah dipercaya untuk mengelola dan juga menjaga amanah darinya.