Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Kekecewaan Zoya


__ADS_3

Benar saja kedua pasangan paruh baya itu sedang mempersiapkan semuanya yang akan mereka bawa kekota dan untuk melamar Zoya sebagai menantunya.


"Kita jalan-jalan pake motor lagi yuk? Sudah lama kita tidak melakukan itu bersama" ajak Dharama pada Zoya yang sedang menatap nya.


"Kenapa tidak" jawab Zoya yang langsung pergi keluar rumah bersama dengan Dharma.


"Wah, ini masih sama seperti yang dulu" ucap Zoya saat melihat motor yang pertama kalinya dia naiki dengan Dharama.


"Baiklah Tuan Putri kita akan kemana sekarang?" tanya Dharma yang sudah berada diatas motor.


Saat Zoya akan menaiki motor dibelakang Dharama ada seorang wanita yang menyapa mereka. Lebih tepatnya menyapa Dharama.


"A Dharama kapan pulang?" tanya seorang wanita yang tidak menganggap keberadaan Zoya didekat Dharama saat ini.


"Kemarin Lun. Saya duluan ya" jawab Dharma yang langsung pamit pada wanita yang dipanggil Lun oleh Dharma.


"Ayo sayang. Kenapa belum naik juga?" tanya Dharma yang melihat Zoya masih berdiri disamping motor yang dia naiki.


"Eh, iya" jawab Zoya yang langsung naik keatas motor.


"Kami duluan ya Lun" ucap Dharma pada wanita tadi.


"Dia siapa sayang?" tanya Zoya yang sedang memeluk nya dari belakang.


"Oh, dia Luna. Teman aku dulu waktu sekolah dan juga kuliah. Kenapa memangnya sayang?" jawab Dharma dan dia bertanya juga pada Zoya.


"Apa kamu tidak sadar sayang. Jika dia menyukai kamu?" tanya Zoya yang merasa kesal karena ada wanita lain yang dekat dengan kekasihnya.


"Masa sih? Perasaan dia itu hanya menganggap ku sebagai teman nya saja. Begitu juga dengan aku sayang" jawab Dharma yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zoya.


"Kamu memang tidak peka jadi laki-laki. Apa kamu tidak sadar dengan semua yang dia lakukan tadi padanya kamu? Dia seolah-olah tidak melihat ku, yang dia lihat hanya kamu saja" ucap Zoya dengan perasaan kesalnya pada Dharama.


"Apa kamu cemburu sayang? Jika iya aku senang banget bisa kamu cemburui seperti itu" ucap Dharma yang malah membuat Zoya semakin kesal saja dibuatnya.


"Bisa tidak kamu jangan memberikan nya harapan atau membuat nya semakin mendapatkan peluang untuk bisa dekat dengan kamu!" ucap Zoya yang sudah tidak semangat untuk pergi jalan-jalan dengan Dharama saat ini.


Dharma langsung menghentikan laju motornya saat Zoya tidak memeluknya lagi. Dharma tahu, sekarang Zoya sedang marah dan juga cemburu padanya Luna yang tadi hanya menyapanya saja.


"Dengarkan aku sayang. Aku tidak pernah menyukainya, kami duluan hanya sekedar berteman dan itu tidak lebih. Jika dia menganggap lebih itu buka kesalahan aku bukan? Itu adalah urusan nya dan juga hatinya sendiri. Jadi, jangan pernah berfikiran yang tidak-tidak antara aku dan dia. Hanya kamu yang aku cinta dan aku sayang. Makanya aku akan segera melamar kamu secepatnya didepan keluarga kamu" ucap Dharma menjelaskan semuanya pada Zoya yang sedang dibakar api cemburu.

__ADS_1


"Sudah dong, jangan cemberut seperti itu. Aku jadi semakin gemas jika kamu seperti itu" ucap Dharma yang mencoba membuat Zoya kembali tersenyum dan tidak cemberut terus.


Zoya yang masih kesal dan juga marah tidak mendengarkan ucapan Dharama yang menjelaskan semuanya padanya. Dia yakin jika wanita yang bernama Luna itu akan membuat hubungan nya dengan Dharama pasti akan renggang.


"Aku mau pulang saja. Sudah nggak mood aku jalan-jalan hari ini" ucap Zoya yang langsung mengalihkan pandangan nya kearah lain.


Dharma mau tidak mau memutarkan motornya untuk kembali lagi kerumah. Dia sebenarnya merasa tidak nyaman jika seperti ini, apa lagi jika Zoya sudah bersikap seperti ini. Dharma sudah mengenal Zoya lebih dari 5tahun jadi dia sudah tahu bagaimana Zoya dan sifatnya.


Setelah sampai rumah Zoya langsung masuk kedalam kamarnya dan langsung mengurung diri didalam. Zoya tidak mau jika dia marah-marah tidak jelas jika sudah seperti ini. Makanya dia lebih memilih berdiam didalam kamar.


"Loh, kok sudah ada dirumah lagi A?" tanya Luna yang datang menghampiri Dharma yang sedang mengelap mobil yang dia gunakan untuk kemari.


"Eh, Lun. Iya nih, katanya lagi tidak mood berada diluar" jawab Dharma pada Luna yang berada didekat nya saat ini.


"Kok bisa sih? Aneh banget" tanya Luna pada Dharma.


"Namanya juga mood, kadang baik kadang buruk bukan?" tanya Dharma yang masih mengerjakan apa yang dia lakukan sejak tadi.


Sedangkan didalam kamar mendengarkan nya saja sejak tadi. Zoya semakin kesal dibuatnya, apa lagi Dharma selalu menanggapinya.


"Dasar, bilangnya tidak ada hubungan apa-apa. Nyatanya bisa dekat dan sangat akrab seperti itu" gerutu Zoya yang mendengarnya dari dalam kamar.


"Ada apa?" tanya Zoya saat mengangkat panggilan tersebut.


"Zoya, Zoya. Tidak bisakah kamu seperti yang dulu lagi? Aku sangat merindukan itu semua" ucap seseorang itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Samuel.


"Aku tidak perduli dengan kesukaan kamu" jawab Zoya dengan kekesalan yang dia luapkan pada Samuel.


"Ayolah Zoya, aku tahu jika kamu itu masih memiliki perasaan yang sama dengan ku bukan" ucap Samuel disebrang sana.


"Jangan mimpi Sam, karena aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya kamu. Jadi stop mengganggu hidup ku lagi!" ucap Zoya yang langsung memutusakan panggilan nya.


"Dasar gila. Sudah berapa kali aku menolaknya, masih saja membuatku semakin kesal saja" gumam Zoya yang malah landing melemparkan ponselnya diatas kasur.


"Kok sepi? Pada kemana kedua orang tadi?" gumam Zoya yang langsung keluar kamar dan melangkah keluar ternyata tidak ada siapa-siapa diluar rumah juga.


"Kemana mereka berdua?" gumam nya lagi saat melihat sekeliling rumah tidak ada siapa-siapa.


Motornya juga tidak ada lagi disamping rumah. Zoya semakin kesal dibuatnya, saat dia sedang marah dan kesal seperti ini bukan nya dibujuk dan dibuat supaya tidak marah dan tidak kesal lagi malah ditinggal pergi begitu saja.

__ADS_1


Zoya masuk kembali kedalam rumah dan menuju kamar yang dia tempati. Zoya mengambil tas, ponsel dan juga kunci mobilnya. Dia sudah sangat kesal dengan semua ini.


"Loh, neng Zoya masih dirumah? Ibu kira pergi dengan Dharma tadi naik motor" tanya Ibu Sri pada Zoya yang sudah bersiap akan pergi.


"Nggak Bu, Zoya harus segera kembali kekota. Tadi Zoya mendapatkan telpon dari kantor untuk segera kembali. Tolong bilang pada Dharma ya Bu" ucap Zoya yang sengaja membuat alasan supaya bisa pergi sekarang juga.


"Ada masalah dengan kantor nya neng Zoya?" tanya Ibu Sri pada Zoya yang sangat terburu-buru.


"Iya Bu, maaf ya. Assalamualaikum Bu" ucap Zoya yang langsung mencium punggung tangan Ibu Sri dan langsung pergi.


"Wa'allaikumsalam" jawab Ibu Sri yang melihat Zoya langsung memasuki mobilnya dengan terburu-buru.


Zoya menekan tlakson mobilnya duakali sebelum dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Zoya melihat Dharma dengan Luna sedang berboncengan motor seperti pasangan kekasih. Zoya mengemudikan mobilnya melewati dua orang yang sedang berboncengan motor.


Tidak terasa air matanya mengalir dipipinya. Zoya merasa dikhianati oleh Dharma yang mementingkan jalan dengan orang lain ketimbang dirinya yang sedang merajuk.


"Aku memang ditakdirkan tidak pernah bahagia dalam masalah percintaan" ucapnya dengan berderai air mata.


"Aku harus bisa melupakan nya. Supaya aku tidak semakin sakit dibuatnya" gumam nya lagi saat sudah semakin menjauh dari kampung halaman Dharma.


Sedangkan Dharma dan Luna sedang menyusuri jalanan yang sering mereka lewati ada sebuah mobil melintas melewatinya dan itu sudah tidak asing lagi dimatanya.


"A Dharma, bukankah itu mobil Aa yang tadi ada dirumah? Kenapa malah dibawa pergi?" tanya Luna dengan bingungnya.


"Zoya" gumam Dharma yang langsung mengejar mobil yang dikendarai oleh Zoya dengan motor nya.


"A, jangan ngebut ih. Aku takut" ucap Luna saat Dharma mengemudikan motornya dengan kecepatan penuh mengejar mobil yang dikendarai oleh Zoya.


"Kamu pegangan saja. Aku harus mengejarnya sekarang dan menjelaskan semuanya" ucap Dharma yang melajukan motonya menuju kearah mobil Zoya.


"Zoya, berhenti sebentar. Aku bisa menjelaskan semuanya. Zoya" teriak Dharma yang sedang mensejajarkan laju motornya dengan mobil Zoya.


Zoya menaikkan kecepatan nya hingga melesat jauh dari Dharma. Dharma langsung menghentikan motornya dan dia hanya diam saja dengan apa yang dia lihat sekarang.


"A, kenapa dia pergi? Apa Aa sedang ada masalah dengan nya?" tanya Luna dengan tidak tahu malu nya.


"Ini semua salahku" ucap Dharma yang hanya diam saja menatap mobil yang sudah tidak terkejut lagi dari pandangan nya.

__ADS_1


Sedangkan Zoya malah menghentikan mobilnya dan menangis sejadi-jadinya didalam mobil ditepi jalan yang sepi.


__ADS_2