Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Menghibur Zico


__ADS_3

"Apa maksud kamu biasa dan Standar?!" geram Zia yang benar saja dugaan Zayd jika kakak nya ini pasti akan marah kepadanya.


"Memang benar kan? Apa lagi kakak ini akan mendapatkan take one get one free" jawab Zayd yang langsung mendapatkan serangan dari Zia dengan sangat kencang membuat Zayd terjungkal dengan sangat kerasnya.


"Kakak!!! Ini sudah tindakan KDRT kakak akan aku laporkan pada KPK" ucap Zayd yang sudah salah tapi kencang bicaranya.


"Mana ada KDRT dilaporkan pada KPK Zayd" ucap Zico yang melihat perdebatkan kakak adik itu yang sangat kocak dan juga bisa membuat sakit perut.


"Oh, salah brarti. Tapi ini sakit sekali. Kakak, akan aku laporkan pada bang Juan. Supaya kakak tidak diberikan kejutan-kejutan lagi olehnya, wee" ucap Zayd yang sedang mengusap punggung dan juga perutnya yang terasa sakit.


"Apa kalian berdua tidak biasa diam walau hanya sekejap?" tanya Zoya yang memang tidak bisa jika diajak bercanda jika sedang banyak fikiran dan juga masalah dalam hidupnya sendiri.


"Kak, kami ini sedang menghibur abang Zi. Jika kakak tidak suka, kakak jangan melihat" ucap Zia dengan santainya dan malah terkesan cuek pada Zoya.


Zia juga tahu jika Zoya adalah tipe wanita yang sangat serius dan juga sulit diajak bercanda. Dan juga berhubungan dengan lawan jenis akan selalu menggunakan logika dibandingkan dengan hati. Jadi selama ini hanya ada dua pria yang bisa dekat dengan nya.


Yang satu adalah Samuel Hernandez dan yang kedua dan saat ini adalah Dharma Putra. Pemuda dari desa yang bisa membuat seorang Zoya yang cantik tapi kaku bisa dekat dengan nya hingga saat ini.


"Sudah, kalian jangan berdebat. Mommy sedang pusing" ucap Dad Louis yang melihat wajah Mom Vita yang sudah sangat lesu dan juga dengan tatapan yang kosong.


"Mom, apa ini karena aku Mom?" tanya Zico yang langsung bangkit dan menghampiri Mommy nya yang sedang duduk disofa dihadapan nya.


"Tidak nak, Mommy tidak apa-apa. Hanya sedang pusing saja, dan ini tidak ada hubungan nya dengan abang" ucap Mom Vita yang mencoba untuk tidak terlihat rapuh dihadapan putranya.


"Mom, Mommy jangan berbohong padaku. Mommy kecewa dan juga marahkan padaku? Tolong jangan menyakiti diri Mommy dengan memikirkan aku yang tidak pantas Mommy fikirkan. I beg you Mom, don't torture yourself just because of me Mom" ucap Zico yang sudah berjongkok dihadapan Mom Vita yang sedang duduk disofa.


"Mommy tidak apa-apa. Sebaiknya abang jangan terlalu banyak fikiran, jaga kesehatan kamu nak. Mommy tidak mau jika melihat kamu seperti ini lagi. Jika ada masalah atau apapun itu beritahu Mommy jangan dipendam sendiri, itu tidak baik untuk kesehatan juga fikiran kamu" ucap Mom Vita yang menangkup kedua pipi Zico dengan penuh sayang dan juga tersenyum pada putranya ini.


"Pasti Mom, maafkan Zico yang belum bisa membuat Mommy bahagia. Hanya kesedihan yang Zico berikan untuk Mommy juga tidak pernah mendengarkan Mommy sebelumnya. Sungguh, Zico tidak ingin seperti ini Mom. Tidak mau" ucap Zico yang sudah menangis dihadapan Mom Vita dengan menciumi tangan Mommy nya sendiri dengan deraian air mata yang sangat deras.

__ADS_1


"Jangan seperti itu. Mommy akan selalu untuk kamu dan juga anak-anak Mommy semua. Tidak akan ada yang dibedakan dalam kasih sayang Mommy untuk kalian semua. Mommy minta mulai saat ini jangan memendam semuanya sendiri, berbagilah pada Mommy, Daddy atau saudara kamu yang lain. Jangan pernah memendam masalah, itu tidak baik untuk kesehatan mental dan juga hati kamu sendiri" jelas Mom Vita dengan panjang lebar pada Zico yang masih menangis.


"Menangislah, karena dengan menangis kita bisa mengerti jika kita ini tidak sekuat dan sehebat itu untuk menahan semuanya. Menangislah nak, menangis" ucap Mom Vita yang mengusap kepala Zico dengan sangat lembut juga penuh kasih sayang.


Semua orang yang ada didalam ruangan itu semuanya menangis. Tidak ada yang tidak menangis, karena semuanya penuturan Mom Vita sangat mengena pada hati mereka masing-masing. Zico sudah mulai tenang dan bisa berhenti menangis.


"Sudah lebih baik?" tanya Mom Vita pada Zico yang sudah sedikit reda menangisnya.


Zico hanya mengangguk dan sedikit tersenyum mendengar pertanyaan dari Mom Vita. Dia memang merasa lebih tenang setelah menangis dihadapan Mom Vita dan juga mendapatkan perlakuan manis dan juga perhatian yang sangat besar darinya.


"Huaaaa... Mommy menabur bawang yang sangat perih dan juga mengena dihati. Hiks... Hiks... Hiks..." ucap Zayd yang sudah menangis histeris membuat semua orang yang sedang sedih pun menjadi bingung melihat tingkah Zayd yang diluar dugaan.


PLAK..


Zia memukul kepala Zayd yang menangis histeris seperti orang yang diapakan saja. Membuat Zia kesal dan menggelepak kepala Zayd lumayan keras, membuat Zayd meringis kesakitan dan juga menatap Zia dengan kesal.


"Kau ini tidak bisa apa, tidak membuat orang lain kesal Zayd! Dasar menyebalkan" ucap Zia yang sudah bersungut-sungut kepada adik bungsunya ini.


"Kau mau apa Zayd? Jangan macam-macam Zayd!" ucap Zia yang semakin mundur ketakutan pasalnya Zayd yang jika sudah serius sangat mirip sekali dengan Zayn yang tidak bisa dikendalikan.


"Zayd. Kakak bilang berhenti! Jangan maju lagi Zayd" ucap Zia yang benar-benar sudah sangat ketakutan.


Hingga Zayd sudah mendekat dan sangat dekat pada Zia malah langsung tergelak keras saat Zia sudah menutup matanya dengan sangat erat.


"Hahaha. Kakak takut juga rupanya, hahaha. Makanya kakak jangan macam-macam padaku" ucap Zayd yang malah menertawakan sang kakak dengan sangat kencang.


Bahkan semua orang hanya diam menatap Zayd yang sangat mirip sekali dengan Zayn jika sudah seperti itu dan memasang wajah serius dan juga datarnya. Mereka bahkan berfikir jika Zayn lah yang ada dihadapan mereka jika Zayd tidak tertawa dengan kerasnya.


"Zayd kamu membuat kakak jantungan tahu nggak sih" ucap Zia yang langsung memeluk Zayd dengan sangat kencang juga menangis dalam pelukan sang adik.

__ADS_1


"Kenapa kakak malah nangis?" tanya Zayd yang melepasakan pelukan nya dari Zia.


"Kakak seperti melihat Zayn pada diri kamu Zayd. Kamu jangan pernah seperti itu lagi, kakak sungguh takut tahu" jawab Zia sambil mengusap air matanya yang mengalir dipipinya.


"Oke, Zayd tidak akan seperti bang Z lah. Yang ada aku tidak bisa dekat-dekat dengan kakak lagi, kakak kan takut pada bang Z bukan?" tanya Zayd dengan menaik turunkan alisnya menggoda Zia.


"Sudah Zayd, jangan menggoda kakak kamu terus. Mommy juga sampai kaget melihat kamu seperti itu" ucap Mom Vita saat melihat putranya yang seperti saudara kembarnya.


"Oke Mom, aku sengaja saja membuat kakak berhenti mengganggu ku itu saja tidak lebih. Dan ternyata berhasil. Bravo" ucap Zayd dengan sangat bangganya dan dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.



Gini ya senyumnya Zayd yang membuat meleleh😍.


"Kau ini Zayd" ucap Mom Vita yang langsung disambut gelak tawa oleh yang lainnya.


Semua orang yang ada disana udah tidak sedih lagi. Yang ada hanya tawa yang menghiasi semua orang yang ada didalam ruangan itu. Setelah semuanya tenang dan juga bisa mengatur nafasnya karena kebanyakan tertawa sejak tadi.


Mom Vita mulai serius ingin bertanya pada Zico tentang hubungan nya dengan Joyce selama ini. Apa lagi sebentar lagi akan menikah, tapi masalah selalu saja ada dan datang bergantian. Mom Vita ingin menanyakan langsung pada Zico apa yang sebenarnya terjadi pada keduanya.


"Sekarang abang sudah lebih baik bukan? Boleh Mommy bertanya sesuatu pada abang?" tanya Mom Vita dengan sangat lembut dan hati-hati.


"Mommy mau bertanya apa? Jika itu bisa Zi jawab. Tentu akan Zi jawab" tanya Zico dengan menatap wajah Mom Vita yang sangat teduh.


"Apa yang terjadi dengan kalian berdua sehingga Joyce pergi dari rumah dan meninggalkan abang?" tanya Mom Vita langsung to the point.


"Ini memang kesalahanku Mom, jika saja aku tidak selalu menemui Ara ini tidak akan terjadi" jawab Zico yang menatap kearah lain dan menghela nafasnya.


"Kenapa bisa? Apa diantara kalian belum selesai?" tanya Mom Vita lagi.

__ADS_1


"Entahlah Mom. Saat sedang seperti ini hanya Ara yang selalu Zi fikirkan, juga selalu Zi ingat. Entah ini perasaan seperti apa yang sedang Zi rasakan, yang pasti ini sangat menyiksa dan juga menyakitkan. Akankah semua yang Zi rasakan ini adalah kebenaran atau mungkin kesalahan saja? Zi tahu, Zi sudah berbuat kesalahan padanya dan juga pada Joyce. Tapi hati dan perasaan ini tidak pernah mau hilang. Zi harus berbuat apa Mommy?" tanya Zico dengan tatapan yang menyiratkan kesakitan yang teramat sangat.


Membuat Mom Vita langsung memeluk tubuh putranya yang memang tidak bersalah dalam hal ini. Ini hanya masalah hati dan perasaan yang tidak bisa untuk dipaksakan. Jika dipaksakan maka akan seperti ini kejadian nya, saling menyakiti satu sama lain dan itu tidak baik untuk keduanya. Baik Zico, Ara maupun Joyce. Mereka bertiga adalah korban perasaan mereka masing-masing.


__ADS_2