
Seperti biasa nya jika sudah pagi menjelang. Mereka akan sibuk dengan urusan masing-masing, seperti sekarang. Zico akan pergi kekantor dan dia tidak ingin menggunakan supir, dia lebih suka menyetir sendiri.
Saat sedang diperjalanan menuju kantornya tiba-tiba ada seseorang yang menyebrang dengan mendadak Danu tidak melihat kanan kiri. Dan..
Cekit...
Brakkk...
Zico yang kaget langsung keluar dan melihat bagaimana keadaan korban. Ternyata sangat parah.
"Woy, sudah nabrak. Tanggung jawab" teriak seorang warga yang melihat kejadian itu ingin menghajar Zico yang baru turun dari mobilnya.
"Iya Pak, saya memang akan bertanggung jawab. Tolong bantu membawanya kedalam mobil saya" ucap Zico dengan tenang.
"Awas jika anda berbohong kami akan menjadi saksi dan kami sudah memfoto plat nomer mobil anda Tuan. Jadi jangan macam-macam" ucap salah seorang dari mereka.
"Baik Pak, saya kanan membawa nya kerumah sakit sekarang" jawab Zico sambil menyalakan mobilnya dan langsung melesat dengan kecepatan penuh.
Tak menunggu waktu lama dia sudah sampai didepan rumah sakit terdekat dan meminta bantuan beberapa perawat yang lewat.
"Tolong selamatkan dia" ucap Zico dengan sangat khawatir.
Tiba-tiba ponsel nya berdering.
"Kenapa?" jawab Zico to the point.
"Anda dimana Tuan Muda. Sebentar lagi akan ada rapat pentingpagi ini" ucap Joyed disebrang sana.
"Saya baru saja mengalami kecelakaan Joyed. Saya mungkin tidak bisa datang, tolong kamu urus semuanya dengan baik" ucap Zico dengan datarnya.
"Apa kondisi Tuan Muda parah? Jika parah kami akan reschedule jadwal rapat anda Tuan Muda, saya akan segera kesana" ucap Joyed dengan sangat panik.
"Saya baik-baik saja. Kau urus saja semuanya" ucap Zico langsung memutusakan panggilan nya secara sepihak.
"Bagaimana keadaan nya dok?" tanya Zico pada dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD.
"Kondisi pasien sangat parah. Tapi janin nya tidak terjadi apa-apa, mungkin korban melindungi perutnya supaya tidak terkena benturan. Tapi kondisi pasien sekarang sedang koma" jelas dokter pada Zico.
__ADS_1
"Apa koma nya akan lama dokter?" tanya Zico yang tidak tahu masalah seperti itu.
"Kemungkinan bisa lama dan bisa sebentar. Tapi jika melihat dari keparahan pasien mungkin akan memakan waktu lama. Tapi kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan nya" jawab dokter tersebut.
"Apa anda suaminya atau keluarga korban?" tanya dokter tersebut pada Zico.
"Bukan, saya bukan keluarga korban. Saya yang membawanya kemari. Dan sayang juga tidak mengenal nya" jawab Zico apa ada nya.
"Tolong, lebih baik anda hubungi keluarga nya. Karena mereka berhak tahu kondisinya, apa lagi sekarang pasien sedang hamil. Jadi lebih baik suami atau keluarga dekat nya datang kemari untuk tahu kondisinya" jelas dokter tersebut lalu pergi dari hadapan Zico.
"Apa yang harus aku lakukan. Dia sama sekali tidak mempunyai tanda pengenal apa pun yang dia bawa. Bagaimana caranya aku bisa memberitahu keluarga nya?" gumam Zico yang merasa bingung.
Tiba-tiba kedua orang tua nya datang dengan panik. Karena Joyed memberitahunya jika Zico mengalami kecelakaan. Mom Vita langsung menuju kemari dengan ditemani oleh Daddy Louis.
"Zi, bagaimana keadaan abang? Apa abang sudah diperiksa? Apa tidak terjadi apa-apa? Ini darahnya banyak sekali" tanya Mom Vita dengan sangat panik dan membolak balik badan Zico.
"Abang baik-baik saja Mom, dia yang kondisinya parah. Abang baru saja menabrak seseorang saat sedang dalam perjalanan ke EDC.CORP" jawab Zico dengan menenangkan Mommy nya yang sudah sangat panik.
"Apa! Kamu yang menabraknya, bagaimana bisa bang. Abang pasti jalan nya kebut-kebutkan kan? Jawab" ucap Mommy Vita sambil menatap tajam.
"Abang membawa mobilnya biasa saja, dia menyebrang dengan mendadak dan tidak diduga mobil abang lah yang menabraknya" jelas Zico.
"Bagaimana kondisinya?" sekarang yang bertanya andalah Dad Louis.
"Kondisinya parah. Dia kritis dan juga mengalami koma sekarang" jawab Zico masih menunduk kan kepala nya.
"Kamu sudah menghubungi keluarga nya?" tanya Daddy Louis lagi.
"Justru itu yang aku bingung kan Daddy, dia tidak memiliki tanda pengenal satu pun. Bahkan ponsel saja tidak ada. Bagaimana abang akan mengunjungi keluarga nya?" ucap Zico dengan wajah yang sangat kusut.
"Sekarang abang ganti baju saja dulu. Biar Mommy dan Daddy yang akan menungguinya disini. Cepat, bersihkan lah" ucap Mommy Vita pada Zico yang masih berdiri dengan pakaian yang penuh dengan darah.
"Baik Mom" jawab Zico dan dia berjalan dengan sangat gontai. Dia sangat bingung harus bagaimana.
Walau biasanya dia bisa menghadapi masalah sebesar apa pun, tapi kali ini adalah menyangkut masalah nyawa seseorang. Dia tidak mungkin bertindak santai dan biasa saja disaat seseorang itu sedang berjuang antara hidup dan matinya dlsendiri.
"Ya Tuhan, cepat sadarkan lah dia. Hamba mohon" gumam Zico saat sudah berada didalam mobilnya.
__ADS_1
Dia segera melajukan mobilnya menuju mainson Edison untuk berganti pakaian. Dia sedang terburu-buru sehingga dia langsung masuk kedalam kamarnya dan membersihkan dirinya. Zico langsung pergi lagi untuk datang kerumah sakit.
Zico ingin tahu perkembangan nya seperti apa. Karena rasa tanggung jawab yang tinggi dia tidak mementingkan dirinya sendiri. Saat sampai ternyata pasien sudah berada didalam ruang perawatan, karena kondisinya membaik. Walau masih belum sadarkan diri.
"Bagaimana keadaan nya sekarang Mom?" tanya Zico pada Mommy Vita yang sedang duduk memandangi wajah wanita yang terbaring lemah.
"Masih belum mau bangun. Sepertinya dia tidak ingin bangun, karena kata dokter kondisinya sudah membaik dan juga sudah pulih. Tapi kemungkinan dia memang tidak ingin jika dia bangun, dia lebih nyaman dalam tidur panjang nya" jawab Mom Vita dengan tatapan sendunya.
"Apa tidak ada cara untuk membangunkan nya?" tanya Zico lagi dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Kata dokter, walau dia tidak mau membuka matanya. Telinganya masih bisa mendengarkan dengan baik. Dia bisa saja merespon nya, karena dia masih betah berada didalam alam bawah sadarnya" jelas Mommy Vita lagi sambil mengusap tangan wanita cantik yang sedang terbaring lemah diatas brangkar pasien.
"Jadi dia bisa mendengarkan apa yang kita bicarakan?" tanya Zico pada Mommy Vita meyakinkan.
"Iya" jawab Mom Vita dengan tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.
"Kau dengar semuanya? Bangun lah! Apa kau tidak mau memberitahunya tentang dirimu!" ucap Zico yang malah memarahi wanita yang masih terlelap tidak sadar.
"Abang, apa yang abang lakukan? Bukan seperti itu juga. Dia pasti akan semakin tidak mau mendengarnya karena bentak kan abang" ucap Mommy Vita sambil mendekati dan mengusap lengan putranya.
"Yang dikatakan Mommy benar boy, jika kamu bersikap seperti itu kamu akan menakut-nakuti nya. Kita tunggu saja sampai dia benar-benar mau untuk bangun" ucap Dad Louis ikut menenangkan putranya juga.
Zico menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan-lahan. Dia harus bisa mengendalikan emosinya, karena dia harus tahu yang sebenarnya.
"Daddy sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki siapa dia sebenarnya. Dan kenapa dia berlari kejalanan yang ramai, dia ingin melarikan diri dari orang yang berniat mencelakainya. Dia juga sebatang kara, dia hamil juga akibat mendapatkan pele*ehan dari orang terdekat nya dan sangat dia percaya. Daddy mengetahui semuanya dari Z, dia yang mencarinya hingga keakarnya" ucap Dad Louis sambil tersenyum dan menepuk pundak putra nya.
"Jadi sejak tadi Daddy diam, karena sedang mencari tahu dia bersama anak nakal itu? His, kalian berdua memang benar-benar sangat menyebalkan" gerutu Mommy Vita sambil menunjuk kedua pria kesayangan nya.
"I'm sorry honey, aku hanya takut jika nanti kita yang akan disalahkan oleh keluarga nya jika kita tidak memberi tahu nya. Yang aku dapatkan malah kabar yang sangat mengejutkan" ucap Dad Louis yang langsung memeluk tubuh istrinya dengan mesra.
"Mom, Dad. Jika kalian ingin bermesraan setidaknya jangan disini" ucap Zico yang melihat kedua orang tua nya malah saling ber*iuman.
"Sorry boy, Daddy kelepasan" ucap Dad Louis sambil tersenyum smirks dan membawa istrinya keluar dari ruangan rawat VVIP.
Sedangkan Zico mendekati wanita yang masih terlelap tapi air matanya menetes. Zico menghapusnya dengan ibu jarinya dan dia berkata.
"Kau pasti mendengar ucapan kami barusan bukan? Jika iya beri aku pertanda, aku berjanji akan menjaga kalian. Aku, akan selalu ada untuk kamu dan baby kamu" ucap Zico tepat disamping telinga wanita itu.
__ADS_1
Ternyata dia menggerak kan satu jarinya. Dia merespon dengan baik yang diucapkan oleh Zico, Zico sangat senang melihatnya. Dia juga tersenyum melihat kemajuan ini.