
"Jika seperti itu sudah lebih baik" ucap Zayn yang membuat Zayd merasa bangga pada dirinya sendiri karena sudah melakukan hal yang benar.
"Tentu saja bang Z. Jika aku tidak tahu asal usulnya pasti aku juga tidak akan melakukan sejauh ini padanya. Aku juga sedang membantunya untuk bisa membalaskan dendamnya pada keluarganya yang sudah membuatnya seperti sekarang bahkan lebih buruk dari itu" ucap Zayd yang membuat Zayn mengangguk saja.
Dia tahu jika adiknya ini sudah semakin pintar dan juga tidak terlalu menggunakan hatinya saja. Tidak seperti Zico yang awalnya Zayn menyangka jika dia tidak jauh berbeda tapi malah sangat parah dibandingkan dugaan nya pada Zayd. Walau begitu Zayn tidak ingin menghakimi abangnya yang memang sudah berbuat sangat jauh dan juga diluar batas.
"Apa abang Z hanya ingin menanyakan itu saja padaku? Jika iya, aku ingin segera kembali lagi padanya. Karena aku tidak mau jika dia kecewa padaku nantinya" ucap Zayd yang mana membuat Zayn menginjak pedal rem dengan mendadak dan...
DUK...
"Bang! Abang Z bisa menyetir tidak. Sakit tahu" ucap protes Zayd saat kepalanya membentur dashboard mobil Zayn lumayan keras.
Zayn hanya menatap dingin dan langsung membuka pintu sebelah Zayd. Zayn tidak mengatakan apapun dan membuat Zoya semakin kesal saja pada abangnya yang satu ini. Bagaimana tidak kesal jika melihat wajah abangnya ini dengan tatapan mata saja sudah membuat Zayd tahu jika dia harus segera keluar dari mobil Zayn sekarang juga.
"Oke, oke. Aku keluar sekarang" ucap Zayd yang langsung melepaskan sabuk pengaman nya lalu menutup pintu mobil Zayn dengan sangat kencang lalu menendang ban mobil tersebut.
Tapi belum itu terjadi mobil yang Zayn kendarai sudah melesat dengan sangat kencang membuat Zayd hanya menggerutu akan sikap Zayn yang memang selalu semena-mena padanya. Tapi tidak membuat Zayd marah atau membencinya, malah yang ada semakin mengagumi dan juga mengidolakan sosok Zayn yang memang tidak mudah untuk ditipu atau dibohongi.
"Semoga saja abang Z mendapatkan wanita atau istri yang tidak jauh berbeda dengan ku yang banyak bicara dan lebih parah dariku" sumpah serapah dari Zayd tertuju pada Zayn yang sudah entah dimana.
Zayd langsung menyetop tukang ojeg yang kebetulan sedang melewatinya yang sedang berdiri ditepi jalan. Zayd meminta tukang ojek untuk mengantarkan ke cafe nya yang disana Eleanor pasti sedang menunggunya.
"Terimakasih Mas. Kembalian nya ambil saja" ucap Zayd yang ingin pergi tapi ditahan lagi oleh tukang ojeg tersebut.
"Maaf Mas, ini kurang" ucapnya yang membuat Zayd merasa malu. Dia kira itu ada lebihnya, tapi malah kurang.
"Maaf Mas, ini. Apa masih kurang juga?" ucap Zayd yang memberikan selembar uang berwarna merah.
"Ini kelebihan Mas, tidak ada uang yang kenikmatan kecil?" jawab tukang ojeg yang bertanya pada Zayd yang akan masuk kedalam tapi ditahan kembali.
__ADS_1
"Ambil saja Mas. Maaf ya tadi saya lupa" ucap Zayd yang langsung masuk setelah mengatakan itu pada tukang ojeg tersebut.
Saat sudah masuk dia disambut oleh Eleanor yang memang sengaja menunggunya didepan pintu masuk. Zayd senang bukan main karena dia disambut langsung oleh pujaan hatinya.
"Sayang. Terimakasih, kamu menyambutku dengan sangat baik" ucap Zayd yang langsung memeluk Eleanor yang hanya menatapnya saja.
"Aku sudah memasakan semua makanan untuk kamu. Dan kau pasti suka semua masakan aku" ucap Eleanor yang menatap Zayd yang juga sedang menatapnya sambil memeluk pinggangnya.
"Tentu saja. kenapa tidak menyukainya? Setiap yang kamu buatkan untuk ku" jawab Zayd yang melepasakan pelukan nya dan menggandeng tangan Eleanor menuju ruangan yang membuatnya senang.
Semuanya salaing memandang kearah pasangan yang sedang bucin-bucin nya itu. Bahkan semua kariawan nya sudah tahu dan juga mendukung saja. Karena Eleanor adalah atasan yang baik dan juga tegas.
Sedangkan pasangan yang sedang dibicarakan oleh semua orang sedang menikmati makan siangnya. Sedang menikmati dengan sangat mesranya.
"Sayang, kenapa setiap masakan yang kamu buatkan untuk ku? Kita sekalian saja menikah dan kita bisa selalu bersama-sama" ucap Zayd menatap wajah Eleanor yang sangat cantik dan juga terlihat elegant.
"Aku hanya bercanda sayang. Jangan dianggap serius, aku juga belum terfikirkan untuk itu. Aku hanya ingin seperti ini dan juga menikmati berduaan dengan kamu" ucap Zayd dengan menatap dan juga menggenggam tangan Eleanor.
.
Sedangkan ditempat lain Zoya saat ini sedang bersama dengan Dharma didalam rumahnya. Sedangkan kedua orang tuanya Dharma sudah kembali lagi karena waktu itu Ibunya Dharma mau diajak kemari.
"Terimakasih ya neng. Neng Zoya sudah mau kembali lagi dengan anak Ibu yang nakal ini, tolong jangan tinggalkan anak Ibu lagi ya" ucap Ibu Sri dengan mata yang berkaca-kaca sambil menggenggam tangan Zoya.
"Iya Bu, aku juga sama. Aku sangat senang jika Ibu masih menerima aku disini" ucap Zoya yang tersenyum pada Ibu Sri dan juga Pak Kimin.
"Neng Zoya ini masih saja merendah seperti ini. Ibu benar-benar senang akan Dharma bisa meyakinkan neng Zoya dan bisa menyingkirkan wanita yang sangat Ibu tidak suka dan memang bukan wanita yang baik" jelas Ibu Sri yang memang tidak menyukai wanita yang dibahas oleh Ibu Sri adalah Luna.
"Sudahlah Bu, jangan mengatakan itu" ucap Zoya yang sedang duduk bergabung dengan kedua orang tua Dharma juga ada Dharma disana.
__ADS_1
"Ibu senang kalian bisa bersama lagi. Ibu ingin kalian segera meresmikan hubungan kalian berdua, supaya tidak akan ada lagi ulat bulu yang mengganggu. Jika masih ada yang mengganggu tinggal hempaskan saja seperti debu" ucap Ibunya Dharma dengan semangat empat lima.
"Ibu ini bisa saja. Kita lihat saja nanti, jika memang kami berjodoh pasti tidak akan kemana. Jadi jangan terburu-buru saja Bu, apa lagi kami sedang dalam masa perbaikan dan juga sedang masa pengenalan lagi setelah adanya gangguan. Jadi saya mau tidak terburu-buru dulu, saya juga sedang mencari sesuatu" jawab Zoya dengan menatap wajah Dharma dan juga kedua orang tuanya.
"Emangnya ada masalah apa? Kenapa baru bilang sekarang?" tanya Dharma yang menatap wajah Zoya yang terlihat berbeda dari sebelumnya.
"Bukan apa-apa. Hanya masalah kecil saja, itu juga tidak ada hubungan nya dengan ini. Jadi jangan difikirkan" jawab Zoya seperti menyembunyikan sesuatu.
'Tidak mungkin aku mengatakan jika aku bukan dari keluarga Pratama yang sesunghuhnya. Tapi kenapa bisa? Aku harus mencari tahu siapa dia dan apa maunya? Apa aku harus bertanya pada Zayn? Tapi orang yang pernah menemuiku bilang jangan pernah mengatakan ini pada siapapun, termasuk pada Mommy sendiri. Apa yang harus aku lakukan sekarang?' ucap Zoya dalam hati. Dia benar-benar sangat bingung dan juga serba salah sekarang.
Jika memang dia bukan anak kandung dari Daddy Surya, siapa Daddy nya yang sebenarnya? Ini benar-benar sangat rumit dan juga membuat pusing. Jika dilihat-lihat, Zoya dan saudaranya yang lain tentu saja berbeda. Dari watak dan juga sifatnya terlalu berbeda, apa lagi jika menyangkut perasaan dan juga logikanya dia. Itu akan sangat berbeda dari watak yang sering Zoya tunjukan pada semua orang, arrogant dan juga tidak menerima kesalahan dari orang lain sekecil apapun.
Sebenarnya ada masalah apa pada masalalu kedua orang tuanya dan juga keluarganya? Zoya sendiri benar-benar dibuat tidak bisa berkata-kata akan hal yang baru dia ketahui baru-baru ini.
.
.
.
Ini akan nyambung dengan kisahnya bang Z ya...
Maaf, Othor hanya bisa up sedikit dan juga banyak satu bab perhari π
Karena Othor harus bisa membagi waktu untuk dunia nyata dan juga ngetik dibulan puasa seperti ini... Mohon pengertian nya ya para reader kesayangan Othor πππ
Semoga semuanya bisa sabar menunggu kelanjutan dari kisah five Z...
Happy readingπ€π€π€π€π€
__ADS_1