Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Hutang


__ADS_3

Zayd masih menatapi Lea dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Sedangkan Lea merasa tidak nyaman karena Zayd terus menatapi nya dengan sangat intens.


"Tuan Muda terimakasih banyak. Untuk segala yang sudah anda lakukan untuk saya" ucap Lea yang salah tingkah karena sudah ditatap oleh Zayd.


"Berarti kamu mempunyai hutang ya pada saya?" tanya Zayd dengan pandangan yang sangat menyebalkan.


"Maksud Tuan Muda?" tanya Lea belum mengerti.


"Seperti yang saya bilang tadi jika semua yang sudah saya lakukan itu tidak gratis. Kamu harus membayar nya, dan bayaran nya nanti saya akan memintanya pada kamu" jawab Zayd dengan senyuman dibibirnya.


"Jadi ini semua yang Tuan Muda lakukan sekarang pada saya semuanya harus dibayar, begitu?" tanya Lea pada Zayd dengan tatapan yang ketakutan melihat wajah Zayd.


"Iya, tapi kamu tenang saja. Aku tidak memintanya sekarang, tapi nanti" jawab Zayd dengan melangkahkan kakinya menuju dapur cafe nya.


"Mampus gue! Mau bayar pake apaan, kerja saja baru seminggu. Nah sekarang harus bayar juga, mampus saja lah gue" ucap Lea dengan menangis.


Dia benar-benar bingung harus berbuat apa, karena jika harus membayar semuanya. Bagaimana caranya? Apa mungkin dia harus jadi art nya selama sebulan tanpa dibayar? Atau mungkin dia setiap hari harus kerja lembur tanpa uang lemburan.


"Duit dari mana gue? Hah, gue bener-bener mampus sekarang" ucap Lea yang mengacak-ngacak rambutnya frustasi, hingga rambutnya berantakan seperti orang waras.


Sedangkan Zayd yang memang belum pergi sedang tersenyum karena berhasil membuat wanita yang pernah membuat kepalanya benjol karena kena kaleng minuman bekas yang ditendang oleh wanita ini. Ya siapa lagi jika bukan Eleanor, bisa dibilang Zayd itu pendendam.


Tapi dendam nya dengan cara cantik. Dia ingin membuat Lea menjadi frustasi sendiri karena memikirkan bagaimana caranya membayar semua pengobatan yang sudah Zayd lakukan pada Lea.


"Kamu frustasi juga kan gadis bar-bar. Aku akan membuat kamu semakin merasa bersalah pada ku. Aku juga baru tahu, jika kamu lah gadis yang melemparkan kaleng bekas minuman ke kepala ku" gumam Zayd dengan senyuman smirks nya.


Sedangkan Zia sedang menikmati es krim yang dibawakan oleh Riri untuknya. Dengan berbagai macam rasa untuk dia nikmati sendiri didalam ruangan kerja nya.


"Kemana anak itu? Dari tadi nggak balik-balik" gumam Zia sambil terus menikmati es krim nya.


Sedangkan Zayd sedang memperhatikan mereka yang sedang melayani pelanggan dan koki sedang sibuk menyiapkan makanan pesanan para pelanggan.

__ADS_1


"Tuan Muda. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang koki yang sedang sibuk memasak harus berhenti karena kedatangan Zayd yang tiba-tiba.


"Lanjutkan saja masaknya. Saya hanya ingin melihat-lihat saja" ucap Zayd dengan melenggang pergi dari dapur.


"Baik Tuan Muda" jawab mereka semua.


"Maaf Tuan Muda, ada seseorang yang mencari anda" ucap Riri memberitahunya.


"Oke" jawab Zayd dengan melangkah mengikuti Riri.


Zayd mengikuti Riri hingga tepat berada dihadapan seorang wanita cantik yang sebelum nya pernah dekat dengan saudaranya.


"Hai Zayd. Apa kabar?" tanya Joyce pada Zayd.


"Hai Joyce" jawab Zayd yang langsung duduk dihadapan Joyce.


"Tumben nih ada angin apa?" Zayd balik bertanya pada Joyce.


"Oh, memangnya masalah apa?" tanya Zayd lagi.


"Aku baru saja pulang dan tidak sengaja bertemu dengan bang Zico. Tiba-tiba dia nuduh aku yang sudah nyelakain calon baby yang ada didalam kandungan wanita itu. Yang benar saja" jawab Joyce yang menceritakan semuanya pada Zayd.


Entah apa maksud dan tujuan nya menceritakan semuanya pada Zayd. Semoga saja memang tidak ada udang dibalik bakwan.


"Kok bisa abang Zi melakukan itu pada kamu? Bukankah kalian berdua dekat selama ini? Aku masih tidak menyangka saja jika abang Zi melakukan apa yang kamu ceritakan. Maaf bukan aku bermaksud untuk tidak percaya sama ucapan kamu atau apa pun itu. Tapi aku percaya pada abang aku sendiri. Tidak mungkin dia bicara seperti itu pada seorang wanita. Karena prinsip dari abang Zi, dia tidak akan bisa dan tidak akan pernah menyakiti wanita. Itu tidak mungkin Joyce, maaf" ucap Zayd dengan panjang lebar pada Joyce.


"Tidak apa-apa sih jika kamu tidak percaya dengan kata-kata aku barusan. Jelas kamu akan membela saudara kamu, bukan orang lain. Jadi lupakan saja" ucap Joyce yang menampilkan wajah sendunya dihadapan Zayd.


"Kamu jangan bicara seperti itu Joyce. Aku percaya kok sama kamu, tapi ini situasinya tidak memungkinkan untuk memutusakan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kamu jangan berfikiran macam-macam tentang hal itu. Lagi pula kan antara abang Zi dengan kamu kan sejak dulu juga dekat kan?" tanya Zayd yang memang gampang sekali untuk luluh hanya dengan memandang wajah sendunya.


"Makasih ya Zayd, kamu mau percaya sama aku. Aku juga seperti itu kok, aku memang sudah dekat lama dengan abang Zico jadi aku mencoba tidak akan sakit hati" ucap Joyce dengan senyuman yang selalu membuat semua orang luluh dan juga terpikat.

__ADS_1


Sedangkan diujung sana ada Lea yang melihat itu semua. Dia merasa ada yang aneh pada perasaan nya, dia merasa ada yang mengganjal didalam hatinya. Entah itu apa, yang jelas dia merasa sesak melihat kedekatan antara Zayd dan Joyce.


"Huh, loe harus sadar diri Lea! Loe itu cuman upik abu. Jangan mimpi jadi Cinderella yang bakalan ada pangeran yang mau sama loe yang dekil dan kumel ini" gumam nya tidak terdengar sama sekali.


"Huh, lebih baik gue balik kemes saja lah dari pada melihat pemandangan yang membuat mata sakit" gumam nya lagi lalu berjalan keluar cafe untuk segera istirahat didalam Mes.


Saat yang bersamaan juga Zayd melihat kepergian Lea menuju Mes yang memang disediakan untuk para kariawan beristirahat. Dan jika ada yang ingin tinggal juga bisa, karena didalam sana ada kamar nya juga. Jadi lebih aman.


"Kamu lihat apa Zayd?" tanya Joyce yang melihat arah pandangan Zayd ternyata tidak ada siapa-siapa, dan hanya ada beberapa kariawan sedang bertugas melayani pelanggan Cafe.


"Nggak kok, tadi aku sempat melihat seseorang yang aku kenal. Tapi ternyata bukan" ucap Zayd berbohong pada Joyce.


"Oh, aku juga apa" ucap Joyce yang langsung meminum minuman yang dia pesan tadi.


Saat sedang berbincang-bincang berdua Zayd dan Joyce dikagetkan oleh kedatangan Zia, dia memang sengaja untuk bertemu dengan keduanya. Saat dia tidak sadar melihat sekaman cctv yang ada didalam cafe. Zia merasa ada yang aneh dengan yang mereka berdua langsung menghampiri dan ikut bergabung.


"Ada yang bisa kita bantu Nona?" tanya Zia yang berbicara sangat formal pada Joyce.


"Maaf maksud kamu apa Zia? Kenapa kamu bersikap seolah kamu tidak suka pada aku" ucap Joyce yang melihat tatapan yang tidak biasa dari Zia.


"Aku? Kenapa dengan ku? Aku tidak melakukan apapun pada mu" jawab Zia yang memang sudah tidak suka saat pertama bertemu.


"Kak, kakak kenapa sih? Aneh banget" tanya Zayd pada Zia.


"Enak saja. Siapa juga yang aneh, kakak biasa saja" jawab Zia dengan sangat santai seperti dipantai.


"Aku sudah selesai ya Zayd. Nanti kapan-kapan aku datang kemari lagi. Semoga saja kamu juga sedang berada disini" ucap Joyce lalu segera pergi.


"Zayd, kakak tidak suka jika kamu berdekatan dengan wanita itu. Kakak tidak suka dengan hal itu! Kamu boleh dekat dengan siapa pun itu, terkecuali dia. Kakak merasa dia itu terlalu banyak rahasia, kakak takut kamu kenapa-kenapa. Kamu adalah yang paling mudah sekali untuk dimanfaatkan oleh orang. Kakak tidak setuju, sama sekali tidak Zayd" ucap Zia dengan ketus dan juga panjang lebar.


"Aku tahu kakak sayang banget sama aku. Tapi kita tidak boleh asal menuduh jika kakak tidak memiliki bukti, dan alasan aku tidak boleh dekat dengan nya saja sangat tidak masuk akal" jawab Zayd yang sedang menatapi wajah sang kakak.

__ADS_1


"Tapi intinya, kakak tidak suka dan tidak mau bertanya. Kamu harus jauhi dia dan jangan pernah mendekatinya jika kamu sayang pada kami semua. Aku mempunyai perasaan yang tidak enak. Apa lagi kamu berdekatan dengan dia. Lebih baik kamu dengan sengaja menghindari nya jika tidak sengaja bertemu. Dan langsung pergi jika kamu melihat nya, walau dari jauh" jelas Zia yang mengingatkan sang adik supaya bisa percaya dengan semua yang dia ucapkan.


__ADS_2