
Zoya masih diam dengan menerima pelukan dari Dharma yang memang sudah sangat lama dia rindukan. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, karena dia merasa malu dan juga gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui jika dia masih mengharapkan Dharma untuk selalu disisinya.
"Apa kamu sudah bisa memaafkan aku? Aku sungguh berharap akan hal itu" tanya Dharma pada Zoya yang hanya diam saja walau pelukan mereka sudah lepas.
"Aku belum bisa memaafkan mu. Jadi jangan memaksakan semuanya, apa lagi kamu masih selalu berhubungan dengan wanita yang sangat tidak aku sukai sejak pertama bertemu" jawab Zoya dengan sangat tegas dan juga tidak menerima bantahan sedikit saja. Zoya selalu menampilkan aura kepemimpinan yang sangat mendominan disetiap bertemu dengan siapa saja.
"Baiklah, jika memang akan sesulit itu untuk mendapatkan maafdari kamu. Aku akan berusaha dengan itu semua, asalkan kamu mau menerima aku lagi menjadi bagian dari kamu" ucap Dharma yang menatap Zoya dengan penuh senyuman juga selalu menatap penuh kasih sayang.
Zoya tidak menjawab ucapan dari Dharma yang sejak tadi berbicara padanya dan juga selalu bercerita apa saja yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Dan selama mereka berdua menjalin hubungan hingga ingin melanjutkan kejenjang yang lebih serius lagi, untuk membina rumahtangga.
"Apa kita bisa melanjutkan semua yang sempat tertunda?" tanya Dharma yang memang sangat ingin nisa mengikat Zoya dan bisa selalu bersama-sama selamanya.
"Tidak untuk sekarang. Semuanya terlalu cepat, aku harus memikirkan semuanya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan sebesar dan juga secepat ini. Apa lagi pernah ada sesuatu yang membuatku tidak bisa mempercayaimu semudah itu" jawab Zoya yang membuang pandangan nya kearah lain. Dia memang masih sangat sakit hati dan juga tidak ingin semua ini terulang kembali, jadi sebelum itu terjadi jalani saja semuanya dengan baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
"Baiklah, itu memang pantas aku dapatkan. Tapi biarkan aku selalu membuat mu selalu bahagia dan juga selalu berada didekat kamu seperti sebelumnya" ucap Dharma yang meminta itu pada Zoya dengan penuh harap yang sangat besar.
"Lakukan saja, aku tidak ada hak untuk melarang mu. Tapi kamu jangan pernah melewati batasan-batasan yang sudah aku buat" ucap Zoya dengan sangat tegas dan juga menatap tajam pada Dharma.
"Aku setuju. Tapi kaku jangan pernah menolak jika aku memberikan perhatian-perhatian yang akan selalu aku berikan pada kamu" jawab Dharma yang memberikan penawaran juga pada Zoya yang menatapnya dengan tajam mendengar penuturan dari Dharma padanya.
Keduanya saling diam dan juga menatap lurus kedepan. Mereka berdua tidak ada yang mengatakan apapun satu sama lain, yang mungkin saja sedang memikirkan masadepan keduanya yang akan mereka lakukan. Hingga mereka dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang sangat Zoya dan Dharma kenal. Atau mungkin Dharma menganggap orang lain.
"Kak, aku harus kembali sekarang dan mungkin tidak akan bisa kemari lagi untuk waktu yang lama kedepan nya. Kakak tidak perlu takut dan juga khawatir akan sesuatu yang belum terjadi. See you sister" ucap Zayn yang langsung pergi setelah mengatakan hal itu pada Zoya.
__ADS_1
"Apa kau sudah bilang pada Mommy Z!!!" teriak Zoya yang melihat Zayn sudah melangkah jauh dari mereka berdua. Zayn yang ditanya hanya mengacungkan ibu jarinya pada Zoya tanpa mengalihkan pandangan atau berbalik menatap Zoya dan Dharma.
Dharma berfikir 'Kenapa Zayd seperti tidak mengenali ku? Dan juga tidak menyapa ku? Apa mungkin dia juga sudah tidak mempercayaiku lagi' gumam Dharma pada diri sendiri yang memang menganggap jika Zayn adalah Zayd. Karena Dharma belum pernah melihat Zayn sebelumnya, dan yang dia kenal dan sering dianiyaya lihat hanya Zayd. Makanya dia beranggapan jika Zayn adalah Zayd.
"Apa yang dia sudah lakukan tadi? Apa mungkin dia melakukan sesuatu yang tidak aku ketahui?" gumam Zoya yang tidak bisa didengar oleh Dharma. Karena Zoya mengatakan nya dengan suara yang sangat lirih dan tidak terdengar oleh Dharma.
"Apa kamu mangatakn sesuatu?" tanya Dharma pada Zoya yang malah hanya diam dan menatapnya saja.
"Sudahlah jangan difikirkan. Apa kita lanjutkan disini saja? Atau ingin pergi kesuatu tempat?" tanya Dharma yang mengalihkan pembicaraan mereka menjadi seperti pasangan pada umumnya. Yang selalu mesra dan juga baik-baik saja.
Zoya hanya mengedikan bahunya saja. Dengan begitu Dharma sudah tahu jika Zoya menginginkan dibawa kesuatu tempat yang akan membuatnya senang dan juga bahagia. Itulah fikiran Dharma yang ingin selalu melihat dan juga membuat Zoya bahagia jika sedang bersama dengan nya.
Dharma menggandeng tangan Zoya yang hanya diam saja diperlakukan romantis oleh Dharma. Karena memang Zoya adalah type wanita yang cuek dan juga tidak suka mengungakapkan perasaan nya pada pasangan nya. Jadi dia memang harus memiliki pasangan yang peka dan juga bisa mengerti bagaimana Zoya dan juga sifatnya.
Dharma mengajak Zoya untuk menikmati waktu weekend ini dengan jalan berdua dan juga mengulang dan juga mengganti waktu yng pernah mereka berdua sia-siakan untuk masalah yang sangat tidak penting untuk keduanya. Karena mereka berdua saling menyakiti perasaan mereka masing-masing dengan sikap yang mereka lakukan sebelumnya.
"Apa kau menyukainya? Aku sengaja membuatkan ini untuk kamu" ucap Dharma yang memperlihatkan sebuah taman yang sangat indah juga terlihat masih sangat baru dan terlihat masih ada beberapa bunga yang belum terlihat segar sepenuhnya.
"Apa ini kamu yang membuatnya?" tanya Zoya saat melihat semua yang diperlihatkan oleh Dharma padanya.
"Iya, aku yang membuatnya. Dan ini sengaja aku buat untukmu, ratu yang akan menempati istana ini" ucap Dharma yang memeluk pinggangnya Zoya dari belakang dengan sangat erat dan juga menaruh dagunya dipundak Zoya dengan menatap wajah Zoya yang sedang menatap kedepan sana.
"Kenapa kamu bisa yakin jika aku mau kamu ajak kemari?" tanya Zoya dengan menatap wajah Dharma yang berada tepat disampingnya.
__ADS_1
"Karena aku yakin jika kamu memang menginginkan nya juga" jawab Dharma dengan senyuman juga tatapan yang membuat Zoya tidak pernah bisa melupakan pria yang sudah membuatnya semakin tidak bisa jauh darinya.
"Jangan terlalu percaya diri dulu anda. Karena belum tentu saja mau menerimanya" ucap Zoya yang masih saja tidak mau mengakui perasaan yang masih sama seperti sebelumnya pada Dharma.
"Jika kamu tidak mau, kamu pasti sudah menolaknya sejak tadi. Aku sudah tahu kamu Zoya, aku sudah mengenal dan juga tahu bagaimana kamu dan juga sifat kamu selama ini. Jadi jangan pernah membohongi diri sendiri lagi, karena dengan kamu berbohong seperti ini akan membuat perasaan kamu sendiri sakit" ucap Dharma yang membalikan badan Zoya untuk menatapnya dan juga bisa dia lihat bagaimana wajah Zoya jika sedang berbohong.
"Kamu tidak pernah bisa berbohong dihadapanku Zoya Pratama Edison. Karena dengan kamu seperti itu tidak akan bisa membuat aku bisa percaya" ucap Dharma yang menangkup wajah Zoya dengan menatapnya sangat lekat juga sangat dekat.
Dharma menyatukan keningnya dengan kening Zoya. Dia memejamkan matanya dan merasakan kebahagiaan yang sangat sempurna dengan sisa kembali dan juga dekat kembali dengan wanita yang selalu bisa membuatnya tidak bisa berfikir dengan jernih dan selalu memikirkan nya setiap saat jika berjauhan dengan nya.
Zoya juga merasakan hal yang sama dengan Dharma, dimana dia masih sangat mencintai dan juga menyayanginya dengan sangat dalam. Tapi itulah Zoya, yang selalu tidak mau mengakui perasaan nya sendiri pada orang yang dia cintai. Walau perasaan nya sakit dengan hanya diam dan tidak melakukan apapun.
Tapi yakinlah, Zoya adalah wanita yang sangat baik dan juga sangat rapih juga dilihat dari sekat dan juga bisa mengenalnya lebih dalam lagi tentangnya. Maka akan terlihat betapa rapuh dan juga tidak sukuat yang dia perlihatkan pada semua orang. Yang selalu Zoya tampilkan adalah sifat angkuh dan juga arrogant nya pada siapa saja. Tapi nyatanya dia tidak seperti itu, dan hanya Dharma yang bisa mengenali semua yang ada dalam diri dan hati Zoya.
.
.
.
Othor tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan supaya meninggalkan like, komen, vote dan hadiahnya...
Jangan lupa subscribe dan pollow akun Othor ya...
__ADS_1
Supaya Othor bisa semangat buat up banyak...