Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Kedatangan Zayn


__ADS_3

Zia dengan antusias ingin menyambut Zayn pulang. Seolah dia tidak pernah mengalami yang nama nya trauma. Dia kembali ceria dan juga bisa tersenyum kembali.


Seluruh keluarga sangat senang bisa melihat Zia yang seperti biasa. Bahkan Mommy Vita tidak henti-hentinya tersenyum melihat putri nya yang ceria sudah kembali.


"Mommy senang?" tanya Zico pada sang Mommy yang sedang memandangi wajah cantik Zia.


"Pasti. Kebahagiaan seorang Ibu tidak jauh-jauh dari bisa melihat anak-anak nya tersenyum" jawab Mom Vita dengan senyuman mengembang dibibir nya.


"Aku juga sangat bahagia, jika melihat Mommy selalu tersenyum seperti ini" ucap Zico sambil memeluk Mommy nya.


Mereka sangat bersyukur, berkat kehadiran Zayn nanti. Semua masalah pada Zia bisa teratasi dengan baik.


Zayd juga sangat senang melihat sang kakak bisa bersikap seperti biasa nya lagi. Dia tadi sudah menyaksikan sendiri betapa bejat nya seorang pria yang ingin membuat kakak nya seperti mayat hidup.


Zio juga sama bahagianya dengan yang lain nya. Dia juga sangat menyayangi sang kakak. Dia sangat terpukul saat mendengar kejadian mengerikan seperti itu. Dia rasanya ingin membuat orang itu menjadi santapan harimau atau buaya sekalian.


Zio begitu geram akan hal ini. Begitu juga dengan Daddy Louis, dia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari dimana pria baji*gan itu.


Hingga ada suara mobil memasuki halaman mainson Edison yang sangat mewah ini. Dan ternyata yang datang adalah Zayn, dia datang lebih cepat dari prediksi.


Zayn langsung menghampiri Zia dan memeluknya. Walau Zia kakak nya, Zayn memperlakukan Zia seperti pada adiknya.


"Kakak baik-baik saja? Apa ada yang terluka? Ada yang sakit atau apa?" tanya Zayn sambil membolak balik tubuh Zia yang berdiri dihadapan nya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Zia langsung memukul lengan Zayn yang berlebihan. Bahkan kepalaya sedikit pusing karena diputar-putar oleh Zayn.


Zayn langsung memeluk kembali tubuh wanita yang dia sayangi setelah sang Mommy. Mommy? Zayn baru menyadari jika tadi dia melewati Mommy Vita yang berdiri dibelakang nya.


"Mom" ucap Zayn dan langsung memeluk tubuh wanita kesayangan nya. Dan juga cinta pertama nya.


"Anak nakal!" ucap Mommy Vita langsung menjewer telinganya dengan sangat lembut, Mom Vita langsung meneteskan air matanya melihat putra nya yang jauh ini bisa datang dan memberinya kejutan.


Walau situasinya seperti ini. Ada kesedihan sebelum nya. Dan Alhamdulilah sekarang adalah kebahagiaan.


Mom Vita semakin menangis sesegukan sambil memeluk tubuh kekar putra nya yang sudah lama tidak pernah pulang.


"Mommy sangat-sangat merindukanmu Z" ucap Mommy Vita masih memeluk putra nya.


"Z juga merindukan Mommy and Daddy juga. Jika Daddy tidak disebut bisa-bisa Daddy akan murka dan langsung mengusirku sekarang juga" ucap Zayn dengan wajah datarnya dan tanpa ekspresi apapun.


"Kau ingin menggoda tapi dengan wajah seperti ini Z?" tanya Daddy Louis lalu memeluknya juga dan saling memeluk punggung masing-masing.

__ADS_1


"Abang Z kan memang seperti itu Dad" timpal Zayd yang langsung menghamburkan pelukan nya pada Zayn.


"Kau ini. Masih saja sama" ucap Zayn pada Zayd yang sedang memeluk dan juga menangis heboh.


"Come on Zayd. Kau membuat bajuku basah!" protes Zayn yang memang bajunya sudah digunakan mengelap air mata oleh Zayd.


"Sedikit bang, masa marah?" tanya Zayd tanpa dosa.


"Z apa kabar kamu?" tanya Zio yang datang menghampiri Zayn dan memeluk nya juga.


"Alhamdulilah, seperti yang abang lihat" jawab Zayn dengan wajah yang sama sekali tanpa ekspresi sedikit pun.


Bahkan saat membuat Zia seperti telor gulung pandangan nya tidak terlihat panik atau resah melihat sang kakak seperti itu.


Zico hanya memandangnya saja. Zayn dan Zico memang sangat mirip, jika sedang pertemuan seperti ini. Zayn selalu lebih dulu pergi dibandingkan dengan Zico.


"Sudah, kita lanjutkan saja makan nya" ucap Mommy Vita sambil menggandeng tangan Zia dan Zayn ditangan kanan dan kirinya.


"Yes Mom" ucap semuanya kompak sekali dan mengikuti langkah kaki Mommy nya.


Semuanya sudah duduk dihadapan meja damn seperti biasa Daddy Louis akan menjadi kepala keluarga yang paling membuat mereka semua merasa bangga karena kebaikkan dan juga kasih sayang nya yang tidak pernah pudar.


.


Dia tidak mau jika istrinya akan lebih marah lagi seperti tadi saat dia sudah memberikan izin pada Lexa untuk kuliah diluar negri.


Papi Nando dibuat kalangkabut oleh Mami Nindi yang memiliki sifat bar-bar yang sangat mengesan kan nya. Papi Nando berusaha sangat keras supaya Mami Nindi bisa memaafkan nya dengan suka rela.


Walau menginginkan nya Mami Nindi akan jual mahal dulu. Dia ingin Papi Nando berusaha untuk membujuk nya terlebih dahulu.


"Mi, apa Mami sudah mengijinkan Lexa pergi? Lexa berjanji akan selalu mengabari Mami jika dibolehkan untuk pergi. Tapi jika memang tidak boleh juga tidak apa-apa, Lexa akan tetap stay disini" ucap Alexa.


Walau hatinya berat untuk menerima. Tapi setidaknya dia bisa selalu bersama dengan keluarga nya saja.


"Mami, Mami mengijinkan nya sayang. Mami dan Papi sudah mendiskusikan nya semalam. Yang penting kamu bisa menjaga diri kamu selama jauh dari Mami dan Papi. Nanti sesekali Mami dan Papi akan mengunjungi kalian" ucap Mami Nindi dengan senyuman tipis.


"What, kalian?" tanya Alex.


"Iya kalian. Mami dan Papi tidak mungkin membiarkan Lexa sendirian disana. Dia akan bersama kamu, dan kamu juga akan pergi dengan Lexa. No bantahan!" jawab Mami Nindi dengan tegas dan tidak menerima bantahan.


Alex hanya menghembuskan nafasnya kasar. Dia sebenarnya tidak ingin ikut dengan Lexa. Dia harus memikirkan bagaimana caranya untuk tidak ikut dengan Lexa.

__ADS_1


'Aha, gue tahu bagaimana caranya. Gue minta bantuan saja pada kak Zoya, dia pasti mau membantu. Lagi pula kan gue harus bisa menggantika posisi Papi untuk bisa membantu kak Zoya. Gue akan beralasan Itu' ucap Alex hanya dalam hati. Hingga dia senyum-senyum tidak jelas, membuat Mami Nindi menjadi curiga akan hal itu.


Tuk!


"Kamu sedang memikirkan cara supaya tidak ikut dengan Lexa bukan?" ucap Mami Nindi sambil memukul kepala Alex menggunakan sendok.


"Sakit Mami! Aku memang memikirkan nya, tapi kan belum tentu berhasil juga kan? Lihatlah, belum apa-apa saja sudah kena getok kepala aku" gerutu Alex dengan memanyunkan bibirnya kesal.


"Siapa suruh memikirkan nya. Tinggal ikut dan belajar disana bersama! Apa susahnya, Hah!" bentak Mami Nindi dengan mata yang sudah melotot sempurna.


"Ampun Mi, aku tidak akan mengulanginya lagi. Peace" ucap Alex dengan mengacungkan kedua jarinya hingga membentuk huruf V.


Nindi hanya menggeleng melihat tingkah Alex yang masih saja seperti ini. Sedangkan Lexa sedang memikirkan supaya Alex tidak ikut dengan nya. Karena Lexa tahu, jika Alex tidak berminat akan hal itu. Dia harus mencoba meyakinkan Mami nya kembali supaya bisa mendapatkan izin.


Papi Nando seakan tahu apa yang sedang difikirkan oleh Lexa, dia menggenggam tangan putri nya dan menganggukan kepalanya supaya Lexa percaya padanya.


Lexa juga mengangguk. Dia sangat percaya dengan sang Papi, Lexa yakin jika Papi nya sangat bisa untuk diandalkan untuk membuat Mami Nindi bisa mempercayai nya untuk pergi sendiri.


"Thank you Papi" ucap Lexa tanpa suara. Dan diangguki oleh Papi Nando.


Mereka meninggalkan meja makan karena sudah selesai. Lexa langsung naik kelantai atas menuju kamarnya dengan disusul oleh Alex dibelakngnya.


"Loe serius mau ikut gue Lex?" tanya Lexa saat sudah diujung anak tangga.


"Ya mau bagaimana lagi. Semuanya sudah Mami yang atur, gue bisa apa?" jawab Alex dengan lesu.


"Loe nggak mau berusaha menolaknya?" tanya Lexa lagi.


"Mau menolak dengan cara apa pun tetap saja tidak bisa Marimar. Gue tidak mau berdebat dengan ratu Azura yang sedang murka" jawab Alex dengan bergidik ngeri.


"Ck. Loe emang nggak bisa diandalkan!" ucap Lexa sambil berdecak kesal pada saudara kembar nya.


"Bodo!" jawab Alex malah meledek Lexa dengan menjulurkan lidahnya.


"Alex...... " teriak Lexa hingga kedua orang tua nya terlonjak kaget dibuat nya.


Lexa langsung membanting pintu kamar nya. Dia sudah sangat kesal oleh Alex yang sangat menyebalkan diseluruh rumah ini.


"Kamu lihat sendiri sayang. Mana bisa akur mereka berdua jika tinggal bersama?" ucap Papi Nando dengan memandang kearah lantai atas.


"Papi benar, apa Mami biarkan saja Lexa sendiri? Tapi Mami sangat khawatir Pi" tanya Mami Nindi dengan perasaan cemas nya.

__ADS_1


Mereka berdua sedang menatapi lantai atas dimana kedua anaknya selalu berdebat malasah apa pun itu.


__ADS_2