Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Kepergian Ara


__ADS_3

Saat Zia sudah menyusul Ara kedalam toilet Zico yng bingung ingin menyusul, tapi dicegah oleh Joyce yang memegang tangan nya.


"Abang Zi jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja. Bukankah abang sudah punya rencana kejutan yang bagus untuk Ara bukan? Jadi jangan mengacaukan kejutan abang sendiri hanya karena kejadian seperti ini. Nanti aku akan mencoba ikut menjelaskan nya pada Ara" ucap Joyce yang selalu bisa membuat semua orang luluh akan ucapan nya.


"Baiklah. Abang tidak mau jika Ara salah faham akan ini semua" jawab Zico pada akhirnya.


"Iya, abang tenang saja. Nanti aku akan menjelaskan semuanya pada Ara. Menjelaskan apa yang akan membuat nya pergi dari kamu bang Zi" ucap Joyce yang membuat Zico percaya dan kalimat terakhirnya tidak keluar dari mulutnya.


Zico mengangguk dan duduk kembali dikursi nya tadi. Dia ingin melanjutkan makan nya tapi sudah tidak berselera lagi. Karena dia melihat kesedihan dimata Ara nya.


Zico ingin menyusul Ara tapi ditahan oleh Joyce dan bertepatan juga Ara dan Zia keluar dari toilet dan melihat pemandangan yang membuat hatinya semakin berdenyut nyeri. Inilah yang disebut luka tak berdarah.


Zico langsung menghampiri Ara nya dan mengajaknya untuk segera pulang dan juga dengan Zia tentunya. Tapi Zia menolaknya, dia ingin jalan-jalan dulu dan berbelanja sebelum pulang.


Dan mau tidak mau Zico menuruti adiknya untuk berjalan-jalan mengelilingi mall tersebut. Tidak ketinggalan Joyce juga ikut dengan mereka bertiga dengan alasan ingin menjelaskan yang tadi pada Ara sebelum Ara semakin salah faham.


Dan disinilah mereka berada didalam butik terbesar yang ada didalam mall tersebut. Disaat Zico dan Zia sedang mencoba pakaian yang ingin mereka kenakan Joyce langsung mendekati Ara.


"Hai. Perkenalkan, aku Joyce" ucap Joyce yang mengulurkan tangan nya dan disambut dengan hangat oleh Ara.


"Kamu tahu jika abang Zi itu sangat mencintaiku. Dan dia ingin menikahimu karena rasa kasihan dan simpatinya saja pada kamu yang tidak memiliki siapa-siapa didunia ini bukan? Dengan kamu hanya ingin pernikahan yang sederhana itu membuat semua orang akan beranggapan jika abang Zi belum menikah sama sekali" ucap Joyce dengan mendekatkan bibirnya ditelinga Ara.


Ara hanya menangis dalam diam mendengar semua ucapan dari Joyce yang sangat menusuk hatinya.


"Kamu jangan khawatir jika nanti setelah kamu menikah dengan nya kamu akan diabaikan oleh abang Zi dan juga keluarganya. Karena kamu ini tidak selevel dengan keluarga abang Zi yang sangat kaya raya. Jadi jangan pernah bermimpi menjadi Cinderella didunia nyata ini. Sebelum semuanya terlambat lebih baik kamu pergi dari kehidupan abang Zi dan keluarganya. Karena kamu ini hanya sebuah benalu yang singgah diantara mereka dan juga hubungan ku dengan bang Zi!" ucap nya dengan tatapan penuh kebencian nya pada Ara.


"Jika kamu masih punya fikiran untuk berfikir dan hati kamu untuk merasakan empati pada sesama wanita. Kamu harus pergi dari sini" ucap nya lagi dengan tatapan yang dibuat senormal mungkin dihadapan CCTV.


Karena posisi mereka sedang berpelukan jadi tidak ada yang tahu jika Joyce mengucapkan kata-kata yang begitu menyakitkan untuk Ara. Dengan keberanian Ara mengangguk dan segera berlalu dari hadapan Joyce.


Dalam hati Joyce senang bukan kepalang. Dia sudah menyingkirkan penghalang terbesar dalam hubungan nya dengan Zico. Dia tidak ingin membuat Zico curiga dia juga memilih-milih pakaian juga setelah membuat Ara pergi entah kemana.

__ADS_1


"Joyce kemana Ara?" tanya Zico saat melihat Joyce juga sedang memilih pakaian.


"Tadi duduk disana sebelum aku kesini bang. Mungkin ditoilet, aku kan berada disini" jawab Joyce dengan santai nya seperti tidak melakukan apa-apa.


"Apa kamu mengatakan sesuatu padanya?" tanya Zico lagi dengan tatapan menyelidik nya.


"Yang seperti abang fikirkan. Aku bicara padanya dan menjelaskan semua yang abang minta. Aku nggak ngerti dia mau mengucapkan apa padaku, jadi aku hanya mengangguk dan kesini untuk memilih pakaian yang aku suka" jawaban Joyce membuat perasaan Zico menjadi lega.


Pasalnya dia tidak ingin jika Ara nya menatap dirinya dengan tatapan penuh kesedihan. Itu sangat menyakitkan dibandingkan dipukuli puluhan kali.


Tapi setelah menunggu lama Ara belum juga kembali dan Zia juga ikut bertanya dimana Ara berada. Mereka bertiga berpencar mencari Ara supaya cepat ditemukan.


"Ini semua gara-gara abang! Coba saja jika dia tidak ada, Ara tidak akan pergi" ucap Zia dengan tatapan nyalang nya menatap Joyce dan juga Zico dengan penuh amarah.


"Jika sampai Ara tidak ditemukan. Abang akan berhadapan dengan ku!" ancam Zia pada Zico.


Zia langsung pergi meninggalkan Zico dan Joyce yang sedang kebingungan juga karena tidak menemukan Ara dimana-mana.


Zico langsung menuju ruangan manager mall ini untuk meminta izin melihat CCTV didalam mall ini juga sekitar mall juga.


"Kamu kemana Ara? Kenapa kamu meninggalkan abang disaat abang sudah sangat serius sama kamu dan masa depan kita? Kenapa Ara, kenapa?" gumam Zico dengan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Abang sudah berencana melamar kamu secara resmi didepan keluarga ku semuanya. Kenapa kamu pergi tanpa mengucapkan apapun pada abang Ara?" ucapnya lagi dengan sangat frustasi memikirkan Ara yang pergi entah kemana.


Zia langsung datang menghampiri Zico setelah dia tahu jika Ara pergi pasti ada hubungan nya dengan Joyce yang memang setelah mereka berpelukan. Ara terlihat menangis dan juga pergi menuju arah toilet.


"Semua ini pasti karena kamu kan! Kenapa sih kamu tidak pernah mau menyerah saja. Karena abang Zi tidak pernah menyukai kamu dan menginginkan kamu! Dasar" ucap Zia yang sudah tersulut emosi akan kepergian Ara yang entah kemana.


"Kamu cukup menuduh aku yang tidak-tidak padaku! Aku selama ini diam karena aku menghargai kami sebagai saudaranya abang Zi. Tapi kali ini kamu benar-benar sudah sangat keterlaluan" ucap Joyce dengan air mata yang sudah menggenang dipelupuk matanya.


"Zi, kamu jangan memperkeruh suasana dengan menuduh tanpa bukti. Lebih baik kita sekarang mencari Ara secepatnya, supaya lebih cepat ketemu" ucap Zico yang menengahi ucapan antara Zia dan Joyce.

__ADS_1


"Aku tidak ikut bang Zi, aku tidak mau dituduh lagi oleh adik abang. Aku nggak mau seperti itu bang, aku sudah mencoba melupakan perasaan aku pada abang, dan menganggap abang sebagai abang sendiri. Kenapa Zia tidak pernah mempercayai nya?" ucap Joyce yang sudah menangis dihadapan Zia dan Zico.


"Kamu jangan dengarkan Zia. Kamu boleh pulang lebih dulu, biar abang san Zia yang mencari Ara" ucap Zico dengan mengusap kepala Joyce dengan lembut.


Dan itu membuat Zia semakin jengah melihatnya. Zia pergi lebih dulu menuju parkiran mobil dan menunggu Zico menghampirinya.


"Zi, seharusnya kamu jangan berbicara seperti itu pada Joyce. Dia pasti merasa sangat bersalah karena sudah disalahkan atas kepergian Ara" ucap Zico saat sudah berada didalam mobil bersama dengan Zia.


"Abang menyalahkan aku begitu?" tanya Zia dengan tersenyum sinis.


"Seharusnya abang bisa melihat dimana orang yang benar-benar tulus pada kita. Bukan malah membuat orang yang tulus pergi dan yang berbohong dipertahankan" ucap Zia dengan sinis.


Zico tidak menanggapi ucapan Zia. Dia mengendarai mobilnya menuju panti asuhan yang merawat Ara dulu. Semoga saja memang Ara nya ada disana.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit Zico sudah memarkirkan mobilnya tepat dihalaman depan panti yang terlihat ramai karena mereka sudah memulai usaha mereka.


Zia merasa ini tidak asing dimata nya. Dan setelah dia ingat-ingat ternyata memang panti ini lah yang selalu menerima donasi rutin darinya dan juga dari Zayd.


"Abang kenapa kemari? Bukankah kita sedang mencari Ara?" tanya Zia yang merasa bingung kenapa abang nya malah mengajak nya kemari.


"Ini adalah panti yang membesarkan Ara sebelum dia hilang" jawab Zico yang langsung berlari masuk kedalam untuk menanyakan keberadaan Ara nya.


"Jadi... Dunia memang tak selebar daun kelor" gumam Zia yang melihat abang nya sudah masuk kedalam panti asuhan tersebut.


Sedangkan Zia malah dikerubungi oleh anak-anak yang memang sudah sangat mengenalnya.


"Kakak. Kakak Zia kesini dengan abang Zico ya? Kak Ara mana?" tanya seorang anak kira-kira berusia 10tahun.


"Jadi kak Ara tidak kesini?" Zia balik bertanya pada anak yang bertanya padanya.


"Tidak ada kak. Makanya aku menanyakan nya pada kakak" jawab anak kecil tersebut.

__ADS_1


"Apa kak Ara pergi kak?" tanya seorang anak lagi yang sudah mulai dekat dengan Ara.


"Iya, tadi kak Ara pergi. Katanya mau kesini, tapi mungkin belum sampai kali ya?" jawab Zia yang menutupi kebenaran nya.


__ADS_2