
Zoya sudah kembali setelah mengobrol dengan kedua orang tua Dharma dan juga Dharma yang sekarang sedang duduk berdampingan dengan Zoya.
"Apa kamu yakin tidak apa-apa? Kamu sedikit berbeda dari biasanya" tanya Dharma yang melihat begitu banyak pertanyaan yang ada diwajahnya yang bisa Dharma lihat dengan sangat jelasnya.
"Aku baik-baik saja. Dan kami jangan siksa tahu akan masalah aku" ucap Zoya yang memang sudah sangat terlihat sifat aslinya seorang yang keras kepala dan tidak ingin mendengarkan penjelasan dari orang lain.
"Maaf, aku hanya bertanya saja. Lagian aku melakukan ini karena aku ingin kamu seperti sebelumnya yang selalu tersenyum dan tidak pernah bersikap seperti ini" ucap Dharma yang menatap wajah Zoya yang memang terlihat berbeda dari sebelumnya dia kenal selama ini.
"Aku tidak perduli. Jika kau tidak menerima ini semua kenapa masih saja berada didekat ku? Aku tidak ingin jika orang yang belum menjadi bagian dari ku sudah terlalu jauh ikut campur" ucap Zoya dengan sangat arrogant nya.
Zoya benar-benar sudah berubah dan dia juga tidak tahu kenapa dia bisa bersikap seperti ini pada orang yang jelas-jelas sangat perduli padanya dan juga sangat menyayanginya dalam keadaan apapun dan juga menerimanya apa adanya dari sikap yang berubah-ubah dan juga sifat yang sangat arrogant.
'Maafkan aku Dharma, aku tidak ingin jika nanti kamu akan menyesal jika tahu aku bukanlah anak dari keluarga Pratama bagaimana? Dan aku ini siapa? Tolong jangan pernah membenciku Dharma, karena hanya kamu yang selalu mempercayai dan juga bisa mengerti aku' ucap Zoya yang hanya bisa dalam hati saja. Karena dia tidak berani mengatakan yang sebenarnya dia sendiri belum tahu semuanya.
"Baiklah jika kamu tidak ingin mengatakan sesuatu padaku, aku pulang dulu. Besok pagi aku jemput kembali untuk berangkat ke kantor bersama" ucap Dharma yang berpamitan pada Zoya.
"Iya, hati-hati dijalan" jawab Zoya yang membuat perasaan Dharma semakin senang dan juga bahagia. Karena Zoya masih ada perhatian padanya.
"Iya, aku pulang sekarang" ucap Dharma yang mengusap pipi Zoya dengan sangat lembut dan juga penuh kasih sayang. Zoya hanya mengangguk mendapatkan perlakuan manis dari Dharma yang tidak pernah berubah sejak dulu.
"See you" ucap Dharma yang sudah memasuki mobilnya untuk segera pulang.
Sedangkan didalam mainson Dad Louis sedang menatap keduanya sambil bergumam tidak jelas dan itu hanya dia saja yang bisa mendengarnya.
"Buah jatuh memang tidak jauh dari pohon nya. Kau memang sama persis dengan pria Iblis itu Zoya, tapi semoga saja kau tidak mewarisi semua keganasan nya. Karena jika itu semua terjadi, maka akan ada malapeteka yang sangat besar nantinya" gumam Dad Louis yang masih menatap Zoya yang masih berdiri diteras sebelum masuk kembali kedalam mainson.
__ADS_1
"Dad, sejak kapan Daddy ada disana?" tanya Zoya yang melihat Dad Louis sedang berdiri didekat jendela.
"Melihat princess Daddy yang diantarkan oleh seorang pria. Siapa dia princess?" jawab Dad Louis yang menatap kearah halaman mainson yang sudah tidak ada siapa-siapa.
"Oh, dia adalah Dharma. Tadi aku habis dari rumahnya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya" jawab Zoya pada Daddy nya.
"Oh, yang sudah. Sekarang my princess istirahat saja dulu, Daddy juga ingin istilahat" ucap Dad Louis yang beranjak menuju kamarnya yang mungkin Mom Vita sudah ada didalam.
"Iya Dad" jawab Zoya yang ikut beranjak juga menuju kamarnya.
"Baru pulang kak?" tanya Zico yang kebetulan berpapasan dengan Zoya yang akan memasuki kamarnya.
"Seperti yang kamu lihat Zi, kenapa?" jawab Zoya sambil bertanya juga pada Zico.
"Nggak juga Zi. Karena tadi ada sesuatu sama yang harus kakak kerjakan diluar" jawab Zoya yang memang sudah pulang sejak sore dan ini sudah larut baru pulang.
"Aku kira kakak memang sedang sibuk dikantor? Sebaliknya kakak jangan terlalu sering pulang malam, selain tidak baik bagi kesehatan. Juga tidak baik untuk kakak sendiri" ucap Zico yang mengingatkan kakak nya.
"Iya kakak akan selalu mengingat apa yang kamu katakan. Tapi kakak boleh masuk kedalam kamarkan? Kakak mau istirahat" ucap Zoya yang meminta izin pada Zico.
"Ya sudah, kakak sekarang istirahat saja dulu. Besok aku ingin mengatakan sesuatu pada kakak, ini Sesuatu yang sangat penting dengan kakak" ucap Zico yang menatap Zoya dengan sangat serius dan juga mantap serius.
"Iya, besok kita bisa berbicara besok. Kakak masuk dulu" ucap Zoya yang langsung masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamar.
"Kak, apa kakak sudah tahu akan hal ini? Aku takut kakak akan kecewa jika tahu semua ini. Aku juga tidak ingin membuat kakak tidak percaya lagi pada kami, apa lagi pada Mommy yang Mommy sendiri saja tidak tahu. Kak, aku juga ingin mengatakan pada Zayn untuk menyelidiki kebenaran semua ini. Tapi bagaimana jika semua ini benar?" gumam Zico yang sedang memikirkan apa yang dia tahu sekarang.
__ADS_1
Zico langsung menuju kearah dapur untuk mengambil air minum yang kebetulan air didalam kamar sudah habis. Saat dia ingin menuju arah dapur dia seperti melihat sesuatu dari arah pintu keluar.
Zico membuntuti seseorang yang membuatnya merasa curiga. Tapi tiba-tiba pundaknya ada yang menepuk dari belakang.
"Abang sedang apa disini?" tanya Zayd yang melihat Zico berjalan mengendap-endap seperti mengikuti sesuatu.
"Abang sedang mengikuti orang yang mencurigakan tadi. Tapi malah kamu datang dan mengagetkan abang, jadi orang yang abang ikuti malah tidk ada lagi" jawab Zico yang menatap sekeliling tapi sudah tidak ada siapa-siapa lagi dan tidak ada yang mencurigakan lagi.
"Masa didalam mainson ada yang mencurigakan sih bang? Disini penjagaan sangat ketat dan juga banyak bodyguard yang berada dengan bergantian. Masa ada yang mencurigakan? Mungkin saja abang salah lihat, apa lagi ini sudah larut. Lebih baik kita kembali kedalam saja, jangan terlalu lama diluar. Karena udara malam tidak baik" tanya Zayd yang memberitahukan pada Zico.
"Iya, mungkin saja abang memang salah lihat" jawab Zico yang mengiyakan ucapan Zayd.
"Ngomong-ngomong kamu habis dari mana?" tanya Zico pada Zayd yang sedang menatapnya.
"Aku mau kedapur bang, mau ambil minum. Malah lihat abang keluar, yang sudah aku ikutin saja abang" jawab Zayd yang memang sama dengan Zico ingin mengambil air minum.
Keduanya saling diam dan masuk beriringan, hingga keduanya saling pandang heran akan kejadian tadi. Apa mungkin jika yang dikatakan oleh Zico benar? Jika iya, berarti mainson sudah tidak aman lagi. Tapi apa mungkin ada seseorang yang bisa masuk dalam keadaan selamat dan juga tidak diketahui oleh orang-orang yang berjaga.
.
.
.
Maaf ya, Othor bisa up malam 🙏🙏🙏
__ADS_1