
Setelah mengambil minum, Zayd ingin sekali mengatakan pada Zayn jika dia mengetahui rahasia yang sangat besar dan juga sangat rumit. Tapi jika abangnya satu itu mengetahuinya, pasti akan ada masalah besar dan juga pasti akan banyak pertumpahan darah nantinya.
"Apa mungkin aku bisa menahan ini semua dan juga bisa menjawab jika bang Z menanyakan ini semuanya pada ku? Dia pasti akan murka pada ku, karena aku tidak mengatakan apa-apa padanya. Ah... Kenapa semuanya terjadi? Sebenarnya ada apa dengan masalalu Mommy dan Daddy?" gumam Zayd sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi memikirkan semuanya.
Tidak jauh berbeda dari Zayd yang memikirkan apa yang terjadi nantinya setelah semuanya terbongkar dan Mommy nya juga tahu pasti akan menyalahkan dirinya sendiri.
Zico langsung merebahkan dirinya dengan fikiran yang menerawang entah kemana. Dia juga memikirkan bagaimana keadaan Joyce saat ini, dia takut jika benar-benar Joyce sedang hamil anaknya. Pasti dia sangat membutuhkan dirinya saat ini.
"Kamu dimana Joyce? Apa kamu begitu marahnya padaku?" gumam Zico yang menatap langit kamarnya.
"Aku akan mencari kamu secepatnya Joyce, jika kamu tidak ingin ini terjadi setidaknya katakan sesuatu yang bisa membuatku lebih tenang dan juga tidak berfikiran macam-macam akan semua ini. Tolong sekali saja hubungi aku, walau itu adalah pesan singkat" gumam Zico dengan menatap layar ponselnya yang tiba-tiba menyala.
Tepat seperti yang dia inginkan, Joyce menghubunginya dan tanpa menunggu lama lagi Zico langsung mengangkatnya.
"Joyce, kamu dimana sekarang? Aku akan menjemput kamu?" tanya Zico saat panggilan nya diangkat angkat.
"Aku sedang berada ditempat yang bisa membuatku tenang bang, abang jangan khawatirkan aku lagi. Aku menghubungi abang karena aku sama sekali tidak hamil dan abang jangan memikirkan aku lagi, aku sudah bahagia dan juga sudah nyaman seperti ini. Please lupakan aku, dan kejarlah apa yang hati abang inginkan" ucap Joyce disebrang sana yang sedang menahan tangisan nya.
"Kenapa kamu mangatakn seperti itu? Aku akan tetap bertanggung jawab padanya kamu Joyce. Walau kamu tidak hamil sekalipun" ucap Zico yang masih kekeh dengan apa yang dia katakan pada Joyce saat pertama kalinya melakukan itu dengan nya.
"Apa abang yakin dengan semua yang diucapkan olehmu bang? Aku malah tidak yakin, karena aku sudah lelah dengan semua kata-kata yang abang ungkapkan padaku. Aku lelah dengan semua janji-janji abang yang membuat aku jengah dan juga lelah, sekarang aku sudah bahagia dan juga ingin seperti ini. Abang tidak perlu melakukan apapun untuk ku, karena aku tidak menginginkan itu semua jika hanya menyakiti perasaan kita berdua dan tidak ada cinta untuk ku" ucap Joyce yang membuat Zico bungkam tidak bisa berkata-kata lagi saat mendengar ucapan dari Joyce.
"Tapi Joyce, abang sudah memikirkan dan juga merenungkan semuanya. Jika abang benar-benar ingin melakukan ini dan sedang melupakan masalalu. Karena abang ingin kamu menjadi masa depan abang Joyce. Please, kembalilah. Setidaknya beritahu abang kamu adalah dimana? Akan abang jemput kamu sekarang juga" ucap Zico dengan penuh keyakinan dan juga memang sudah memikirkan semuanya dengan sangat baik dan matang untuk mempersunting Joyce menjadi istrinya.
__ADS_1
"Aku masih belum bisa percaya dengan apa yang abang katakan padaku. Karena aku sudah lelah dengan semua ini bang, jika aku sudah bisa mempercayai abang lagi aku akan memberitahukan abang. Sudah dulu bang, aku ingin istirahat sekarang" ucap Joyce yang langsung memutuskan sambungan ponselnya sepihak dan mematikan ponselnya langsung.
"Aku terpaksa berbohong pada umumnya bang. Aku hanya ingin tahu apa yang ada didalam hati dan juga fikirkan kamu sekarang. Aku tidak mau jika kejadian seperti ini akan terulang kembali dan mungkin akan banyak hati yang tersakiti. Awalnya aku memang yang bersalah dalam semua ini, tapi setidaknya aku sudah mendapatkan karma yang harus aku tuai saat ini" gumam Joyce sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat membuncit sambil menangis menatap layar ponselnya yang dia matikan.
Sedangkan disebrang sana Zico sedang mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Dia memang belum memiliki perasaan apa-apa padanya Joyce, tapi dia benar-benar ingin melakukan sesuai dengan hatinya yang mengatakan jika dia harus bertanggung jawab padanya Joyce.
"Joyce, apa tidak ada kata maaf sedikit saja untuk ku? Apa kamu sangat marah dan mungkin membenciku? Kamu boleh membenciku, karena aku memang pantas mendapatkan itu semua dari kamu. Tapi setidaknya berikan kesempatan terakhir padaku Joyce" gumam Zico yang tidak bisa terlelap semalaman ini karena terus memikirkan cara bagaimana caranya mendapatkan maaf dari Joyce.
"****! Kenapa aku bisa lupa. Tadi pasti GPS nya sudah bisa dilacak, aku akan mencarinya sekarang juga" gumam Zico yang langsung bangkit dari berbaringnya untuk segera pergi menuju tempat dimana Joyce berada.
Zico sangat terburu-buru untuk bisa menemukan dan juga bertemu dengan Joyce. Dia tidak memperdulikan penampilan nya yang masih menggunakan piyama tidurnya dan juga rambutnya sangat acak-acakan karena dia yang mengacak-ngacak nya sendiri tadi.
saat menempuh perjalanan lumayan panjang dan waktu sudah menunjukan pukul lima pagi. Dan itu sudah berada disebuah rumah berukuran kecil tapi terlihat nyaman dan juga sepertinya memang membuat Joyce betah tinggal disini.
"Apa aku harus disini dulu sampai dia membuka pintu? Atau aku masuk saja dan langsung membicarakan ini padanya?" gumam Zico yang keluar dari mobil dan melihat penampilan nya saat ini.
"****! Saking terburu-buru sampai lupa mengganti pakaian ku terlebih dahulu" gumam Zico yang akan mengetuk pintu rumah yang dia yakini adalah tempat tinggal Joyce selama dia menghilang.
"Siapasih pagi-pagi buta mengetuk pintu?" gumam Joyce yang langsung membuka pintu tanpa melihat dari jendela terlebih dahulu.
DEG...
Joyce sangat terkejut saat melihat Zico sedang berdiri menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Joyce yang menatapnya dengan pandangan tidak percaya akan apa yang dia lihat sekarang.
__ADS_1
Apa mungkin dia saking nyenyaknya terlelap sampai tidak bisa mendengar deru suara mobil yang memasuki halaman rumahnya ini. Zico langsung masuk tanpa disuruh dan dia langsung menarik Joyce karena piyama tidur yang dikenakan oleh Joyce sangat ketat dan juga menerawang. Itu membuat Zico kesal dan juga ingin sekali marah padanya.
"Apa kamu selalu menggunakan pakaian seperti ini jika tertidur? Dan tidak menutupinya dengan kain atau bathrobe dan langsung membuka pintu! Bagaimana jika itu bukan aku dan itu akan membuat. Ah sudahlah" ucap Zico yang ingin marah tapi tidak jadi saat melihat bagian perut Joyce yang sedikit membuncit.
"Kau membohongi ku Joyce?" tanya Zico dengan tatapan tajamnya. Menatap Joyce yang sedang menunduk tidak berani menatap wajah Zico yang sedang menahan marah dan juga penampilan nya sangat kacau.
"Jawab aku Joyce! Kenapa kau membohongi ku? Apa kau tidak bisa mempercayaiku walau hanya sedikit? Setidaknya untuk anak yang ada didalam perut kamu! Apa ini yang kau inginkan? Kau menginginkan aku pergi dan melupakan jika aku akan menjadi seorang Daddy? Jawab Joyce" ucap Zico yang memegang bahu Joyce lumayan kencang, membuat Joyce meringis kesakitan.
"Sorry Joyce, aku benar-benar tidak ingin kamu membohongiku seperti ini Joyce. Aku tahu aku memang belum bisa mencintai kamu, tapi bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan tetap sama bukan? Joyce, please. Katakan sesuatu padaku" ucap Zico yang langsung memeluk tubuh Joyce yang hanya berdiri mematung dihadapan Zico.
"Aku tidak mau membuat kesalahan lagi bang. Aku hanya ingin seperti ini, hidup dengan tenang dan tidak ingin membuat abang merasa terbebani akan semua yang aku lakukan dulu. Maafkan aku, karena aku abang tidak bisa bersatu dengan Ara. Karena aku sangat mencintai abang dan melakukan itu semua dengan abang hingga aku seperti ini. Aku tidak apa-apa jika abang tetap bersama dengan Ara, karena akulah yang bersalah dan juga menjadi orang ketiga diantara hubungan kalian berdua. Aku tidak ingin melakukan hal yang sama lagi, ini sangat menyakitkan dan juga sangat menyiksa diriku bang" ucap Joyce dengan menangis sesegukan didalam pelukan Zico.
Dia benar-benar sudah mengakui semua kesalahan yang pernah dia lakukan pada Zico dan juga Ara. Semua dia ungkapkan pada Zico, dia ingin Zico mengetahuinya dari dirinya dan bukan dari orang lain yang mumgkin tidak bicara sesuai dengan yang terjadi.
Zico hanya mendengarkan dan masih tetap memeluk Joyce yang sedang menangis. Dia ingin tahu apa saja yang ada didalam hati dan juga fikiran Joyce selama ini. Dan Zico sudah memutuskan untuk menikah dengan Joyce sekarang juga. Supaya tidak menimbulkan fitnah lagi nantinya, apa lagi sekarang Joyce sedang hamil dan itu sangat tidak baik jika ada yang tahu nantinya.
Zico meminta seorang Ustadt untuk menikahkan nya dengan Joyce secara sirih dulu, setelah dia kembali baru akan mengesahkan semuanya dimata hukum dan juga negara. Setelah melakukan ijab qobul, Joyce dan Zico sudah resmi menjadi suami istri yang sangat dimata agama. Dengan disaksikan oleh beberapa warga yang hadir dan juga ingin tahu.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Supaya Othor makin semangat buat selalu up tiap hari 🤗🤗😉