Unforgettable Love five.Z

Unforgettable Love five.Z
Larangan dari Alvin


__ADS_3

Zia benar-benar kesal dan juga marah akan sikap Zico yang terkesan seperti menyepelekan sesuatu. Zia berjalan tak tentu arah hingga dia hampir saja tertabrak motor jika saja tidak ada yang menolongnya.


"Anda tidak apa-apa Nona?" tanya seseorang yang sudah menolong Zia tersebut.


"Iya, saya tidak apa-apa. Terimakasih sudah menolong saya" jawab Zia dengan mencoba berdiri kembali.


Zia juga mengucapkan banyak terimakasih padanya. Karena sudah menolongnya dari motor tersebut.


"Sama-sama Nona. Sebaiknya jika sedang menyebrang jangan melamun. Berbahaya Nona" ucap seseorang itu sebelum pergi dari hadapan Zia.


"Untung saja masih bisa selamat. Jika tidak bisa amsyong nasib aku" gumam Zia yang langsung menyetop taxi yang akan melewatinya.


Zia sudah berada didalam taxi untuk segera mengantarkan nya menuju rumah sakit tempatnya bekerja.


Zia sudah sampai dan ternyata sudah ada pasien yang sedang menunggunya. Saat dia akan masuk kedalam ruangan nya dia melihat Zico sedang jalan dengan seorang wanita yang sangat dia kenal selama ini.


Sebenarnya Zia ingin sekali menghampiri keduanya untuk meminta penjelasan. Tapi karena dia sedang ditunggu oleh pasien nya Zia tidak jadi menyusul abang nya yang berada dirumah sakit yang sama dengan nya juga.


Zia terkejut, ternyata pasien nya itu adalah orang yang sudah menolongnya tadi saat dijalan menuju kemari.


"Anda dokter Zia?" tanya seorang pria yang duduk bersebrangan dengan Zia.


"Iya, saya Zia. Ada yang bisa saya bantu Mas?" jawab Zia dengan ramah dan juga bertanya pada calon pasien nya.


"Maaf mengganggu dok. Ini adalah rekam medis pasien yang dialihkan kepada anda" ucap suster yang selalu menemani Zia saat sedang menangani pasien nya.


"Terimakasih sus" ucap Zia menerima rekam medis tersebut dan membacanya sekilas lalu bertanya langsung pada orang nya.


"Nama anda Juan Davish?" tanya Zia setelah membaca rekam medis terakhir yang didapatkan pasien nya.


"Iya" jawabnya singkat dan jelas.


"Baiklah, sejauh ini anda semakin ada kemajuan yang segnifikan dan juga tidak ada yang aneh juga disini. Apa yang ingin anda tanyakan kembali?" tanya Zia dengan menatap wajah pasien nya ini.

__ADS_1


"Saya hanya ingin bertanya soal masalalu saya yang selalu menghantui fikiran saya. Dan itu memicu saya melakukan hal-hal diluar dari kendali diri saya sendiri" jawabnya dengan menatap manik mata Zia dengan sangat lekat.


"Masalalu seperti apa yang anda maksudkan? Disini tidak tertera sama sekali. Dan juga disini anda sudah dinyatakan sembuh total. Apa yang membuat anda seperti ini lagi?" tanya Zia dengan sangat teliti lagi membaca rekam medis tersebut.


Zia takut jika dia salah memberi konsultasi dan juga memberinya obat. Karena ini adalah menyangkut dengan kejiwaan seseorang itu sendiri.


"Masalalu yang sudah saya lakukan adalah membunuh seseorang dengan tangan saya sendiri dan juga dengan sangat brutal saya lakukan. Itu masih teringat jelas didalam fikiran saya, dan itu semua sangat mengganggu saya dan juga ketenangan saya selama ini" jelas nya lagi dengan sangat intens dan juga dengan suara yang bergetar.


"Kejadian nya itu sudah berapa lama terjadi?" tanya Zia dengan sangat tenang.


"Itu sudah sangat lama sekali. Itu terjadi pada saat saya masih sekolah menengah pertama" jawabnya dengan tangan yang sedang diremas-remas.


Zia lumayan lama juga memberikan konseling nya untuk pasien pertama nya pagi ini. Dia juga memberi resep untuk nya satu bulan mendatang. Jika masih ada keluhan lain lagi dia akan melakukan tindakan yang lebih selain hanya konseling saja.


.


Sedangkan Zico sekarang sedang menemani Joyce untuk konsultasi pada dokter kecantikan nya. Karena tiba-tiba wajahnya ada bintik-bintik merah dan juga ruam diseluruh tubuh nya.


Zico yang merasa kasihan akhirnya menemani untuk berobat. Karena dia tadi tidak sengaja bertemu dengan Joyce. Yang niat awalnya adalah menemui Zia untuk meminta maaf pada adik kembarnya tersebut.


"Semoga saja tidak apa-apa. Kamu jangan pesimis gitu" jawab Zico dengan mengusap tangan Joyce yang sedang bergelayutan manja padanya.


Bagi yang melihatnya pasti beranggapan mereka itu adalah pasangan kekasih atau lebih dari itu. Hingga ada seseorang yang memang tidak sengaja melihat nya dan juga terlihat sangat emosi dengan apa yang dia lihat.


"Jadi ini yang membuat kamu gamang Bel" gumam Alvin yang tidak sengaja bertemu dengan keduanya dan berpapasan langsung.


Zico yang menyadari itu langsung melepaskan pegangan tangan Joyce pada lengan nya. Dia tidak ingin jika Alvin salah faham padanya dan juga Joyce. Tapi ternyata Alvin memang sudah salah faham dan juga lebih mempercayai semua yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Alvin, saya bisa menjelaskan semuanya" ucap Zico pada Alvin yang masih berdiri menatapnya dengan tatapan permusuhan nya. Dia juga mengepalkan kedua tangan nya hingga buku-buku jarinya memutih.


Alvin mencoba meredam emosinya yang sudah memuncak hingga keubun-ubun. Dia menarik nafasnya berulangkali dan menghembuskan nya secara perlahan. Hingga dia merasa tenang dengan dirinya baru dia berbicara dengan Zico.


"Jauhi adik saya. Dan jangan pernah mengganggu nya lagi. Karena sudah cukup anda membuat hidup adik saya menderita dan juga bersedih. Air matanya sangatlah berharga dari segalanya, jika saya masih melihat anda mencoba mendekatinya lagi. Maka jangan salahkan saya jika saya bertindak diluar batas saya sendiri. Anda ingat baik-baik" ucap Alvin yang langsung menghampiri Joyce yang masih berdiri ditempatnya.

__ADS_1


"Dan untuk anda Nona Joyce Moren anda jaga baik-baik pria yang ada didekat anda. Jangan biarkan dia mendekati adik saya dengan sengaja atau tidak sengaja. Jika perlu, jangan menganggap kenal lagi dengan adik saya lagi. Dan saya juga membatalkan kontrak kerjasama kita. Karena saya tidak mau jika sampai adik saya bertemu dengan nya dan juga anda lagi. Ingat itu baik-baik Nona" ucap Alvin dengan menahan emosinya.


"Jika anda membatalkan nya begitu saja. Anda harus membayar uang pinalti yang sangat besar untuk saya Tuan Alvin. Apa anda tidk takut jika perusahaan anda rugi banyak hanya karena adik anda itu?" ucap Joyce yang malah membuat emosi Alvin semakin memuncak.


Hampir saja dia melakukan kontak fisik dengan Joyce jika dia tidak mengingat adiknya yang sedang menunggunya didalam mobil untuk segera kebandara.


"Saya tidak perduli" ucap Alvin yang langsung pergi dari hadapan kedua orang yang mendadak dia benci saat ini.


"Kenapa malah jadi semakin rumit seperti ini" gumam Zico yang langsung ikut pergi juga dari tempatnya berdiri.


"Abang mau kemana?" tanya Joyce yang menahan lengan Zico yang akan pergi darinya.


"Abang harus menjelaskan semuanya. Dia hanya salahfaham saja" jawab Zico yang ingin melepaskan tangan Joyce dari lengan nya.


"Apa abang tega membiarkan aku sendiri disini dengan keadaan yang seperti ini? Jika iya silahkan saja abang pergi" tanya Joyce lagi lalu dia melepaskan tangan nya dari Zico dengan air mata yng sudah mengalir deras melalui pipinya.


"****" umpat Zico saat dia tidak bisa meninggalkan Joyce sendirian dirumah sakit sebesar ini.


"Kenapa masih disini? Sana pergi. Kejar dia dan jelaskan semuanya" ucap Joyce dengan terisak dan juga sesegukan.


"Iya, maafkan abang. Abang akan menemani kamu dulu, setelah itu baru abang akan menjelaskan nya" ucap Zico yang mencoba menenangkan Joyce yang sedang menangis didalam pelukan nya.


Sedangkan Joyce tersenyum senang. Karena dia berhasil menahan Zico untuk pergi. Dia akan berusaha untuk benar-benar menjauhkan Zico dai Ara untuk selamanya.


Zico lumayan lama memeluk Joyce didepan umum seperti ini. Bahkan banyak yang mengabadikan nya dan mengunggah nya disosial media nya masing-masing. Sehingga beritanya viral.


Dedangkan yang sedang jadi perbincangan tidak tahu apa-apa akan semua ini. Mereka berdua langsung pergi dari tempat mereka berdiri tadi karena Zico sudah selesai mengantarkan dan juga menemani Joyce.


Dia mengantarkan Joyce kerumahnya dan juga menemaninya hingga malam menjelang. Bahkan dia rela tidak bekerja hanya untuk menemani Joyce selama seharian ini.


"Ini sudah larut malam Joyce, abang harus pulang sekarang" ucap Zico yang masih berada didalam kamar Joyce dan dengan posisi yang sangat intim sekali.


Dimana mereka berdua sedang berbaring bersama diatas ranjang dan didalam selimut yang sama. Entah apa yang telah mereka berdua lakukan tadi. Hingga Joyed terlihat marah dan juga murka akan yang dilakukan keduanya itu.

__ADS_1


Ternyata Joyed sudah pulang sejak tadi sore. Saat dia memasuki halaman rumah nya ternyata ada mobil yang sangat dia kenali itu. Siapa lagi jika bukan milik atasan nya dikantor. Joyed langsung bergegas masuk kedalam dan mendapati keduanya sedang berada didalam kamar dengan posisi Zico sedang memeluk Joyce dengan sangat mesra dan juga sangat intim.


__ADS_2